
Farhan dan Sherly tengah makan siang di restoran xx yang terletak tak jauh dari cafe milik Farhan.
Saat sedang menikmati makanannya Farhan mendapatkan notifikasi pesan masuk dari Andin, namun karna ponsel tersebut dalam mode senyap jadi pemiliknya tidak mengetahuinya.
Setelah makan Farhan merogoh saku celana untuk mengambil smartphonenya ,dan
terlihatlah satu pesan masuk dari Andin ,dengan segera ia membukanya.
" Maaf Sher, aku ingin menelfon istriku sebentar ." izin Farhan pada Sherly.
" Silahkan mas ." ucap Sherly tersenyum kemudian menyeruput jus jeruk di depannya.
" Mas sedang makan siang di restoran xx, kenapa tidak memberitahu mas dulu ? " tanya Farhan dalam telepon .
Sherly memperhatikan Farhan dengan seksama ,dalam hatinya ia merasa sangat iri pada Andin ,karna Farhan terlihat begitu sayang dan juga perhatian pada istrinya.
" Ya sudah mas pulang sekarang , kau tunggulah disitu ,jangan beranjak kemanapun ." Farhan mematikan telfonnya ,kemudian memasukan ponselnya kembali di saku celana.
" Maaf Sherly , sepertinya aku harus pulang sekarang , istriku sudah menunggu ." pamit Farhan.
" Maaf juga karna aku tidak bisa mengantarmu kembali ke kantor ." imbuh Farhan.
" Iyaa mas ,tidak apa apa ." Sherly tersenyum namun dalam hatinya ia sedikit kecewa.
" Kalau begitu aku pergi dulu Sher , terima kasih traktirannya ." Farhan berdiri dari duduknya ,kemudian berlalu meninggalkan Sherly yang masih duduk di kursinya.
__ADS_1
Sherly hanya melambai dan memandangi punggung Farhan yang berlalu pergi meninggalkannya.
****
Setelah sepuluh menit berkendara Farhan kini sudah sampai di cafe miliknya. Ia segera memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk untuk menemui Andin.
Farhan hanya mengangguk saat karyawannya menyapa. Ia terus berjalan menaiki tangga menuju ruang kerjanya yang terletak di lantai atas.
Ceklek ( suara pintu di buka ).
Andin menoleh ketika pintu berwarna putih itu terbuka dan menampakan sesosok pria yang sedari tadi ia tunggu .
" Maaf sayang telah membuatmu menunggu ." Farhan menghampiri Andin yang tengah duduk di sofa .Kemudian ia meraih pinggang istrinya serta memberikan kecupan di kening istrinya yang tertutup poni.
" Aku sudah membawakan makanan kesukaanmu ." Andin menunjuk paper bag yang tadi ia bawa .
" Tapi kau sudah makan ." imbuh Andin.
" Karna kau sudah repot repot kemari , aku akan memakannya ."
" Sungguh ? " Andin menghadap ke Farhan ,wajahnya terlihat berseri .
" Iya , aku akan memakannya sekarang ." Farhan merengkuh wajah Andin dan memberikan kecupan di bibir kecilnya yang berwarna pink itu .
Tak hanya bermain di bibirnya ,tangan Farhan juga ikut bergerilnya kemana mana ,ia menyentuh bagian sensitif istrinya dan membuat Andin mendesah .Dengan segera Farhan membungkam mulut istrinya dengan bibirnya sehingga suaranya tak terdengar oleh orang lain.
__ADS_1
Andin mulai tersadar dengan nafas yang terengah engah ia mendorong dada Farhan.
" Sayang hentikan, ini di cafe ." ucapnya sambil mengatur nafas .
" Memangnya kenapa ? " tanya Farhan kembali menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Andin.
" Bagaimana kalau ada yang kemari ." ucap Andin berusaha mengontrol kesadarannya.
" Tidak akan .Cafe sedang ramai , mereka semua sedang sibuk di bawah sana ." Farhan kembali melanjutkan hasratnya dengan penuh kelembutan .Sementara Andin hanya bisa menuruti keinginan Farhan dan menikmati setiap sentuhan suaminya tersebut .
Setengah jam kemudian Andin keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri ,di susul oleh Farhan di belakang nya.
Farhan telihat berganti pakaian .Ia kini mengenakan kaos berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya .Kemejanya tak kembali ia pakai karna telihat kusut akibat aktifitasnya tadi.
Sedangkan Andin mau tak mau kembali memakai bajunya karna memang tak memiliki baju ganti.
Matahari kini hampir tenggelam di peraduannya ,mereka pun memutuskan untuk pulang bersama.
.
.
.
.
__ADS_1