Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
ada apa dengan mu.


__ADS_3

Keesokan harinya


Dimana kini Lita dan Devan baru saja bangun dari tidur karena frans membangunkan mereka berdua


"Selama pagi kakak ku sayang, selamat pagi kakak ipar"ucap frans membangunkan lita yang tidur diranjang dan devan yang tidur disofa


"ada apa frans, ini masih pagi kenapa kau membangunkan ku sepagi ini, biasanya kau tidak pernah membangunkan aku"oceh devan yang bangun lalu duduk dan bersandar disofa


"tida bukan apa apa, kau harus bersiap siap karena sebentar lagi tamu dan Pastor akan datang"ucap frans duduk disamping devan sementara lita masih belum bangun


"memangnya ada acara apa kenapa ada kunjungan Pastor disini"oceh devan yang masih mengantuk


"tunggu sebentar aku mau membangunkan kakak iparku dulu supaya dia tidak ketinggalan informasi"ucap frans menghampiri lita diranjang


"informasi apa haa.. apa lagi yang kau rencanakan"ucap devan pergi kekamar mandi untuk mencuci muka supaya bisa sedikit segar


"diamlah dulu aku mau membangunkan kakak iparku dulu" oceh frans


sementara devan pergi kekamar mandi untuk mencuci wajahnya


"kakak ipar ayo bangun ini sudah siang"ucap frans dengan lembut sambil mengoyang tangan lita


lita pun terbangun dengan sangat malas lita pun membuka matanya dan melihat kearah frans


"hmm ada apa lagi, kenapa kau membangunkan ku sepagi ini"oceh lita dan bangun duduk disamping frans


"ternyata membangunkan kakak ipar lebih mudah dari pada kakak devan"ucap frans tersenyum pada lita


"memangnya ada apa, apa kau akan mengantarku pulang"tanya lita


"tidak bukan itu aku hanya mau berbicara kepada kakak devan dengan kakak ipar saja"ucap frans


devan pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri lita dan frans


"itu dia kakak devan, kak kemarilah duduk disamping kakak ipar"perintah frans yang selalu tersenyum bahagia didepan lita maupun devan


"mau berapa kali aku memperingati mu kalau aku bukan kakak iparmu haa"oceh lita menurunkan kakinya dari atas ranjang

__ADS_1


"kakak ipar mau kamana"tanya frans melihat lita yang sepertinya mau pergi kesesuatu tempat


"tidak aku tidak akan kemana mana, aku hanya menurunkan kaki ku saja"ucap lita


"lantas apa yang mau kau katakan tadi, cepat katakan aku tidak punya waktu aku harus siap siap kekantor"oceh devan yang duduk diranjang samping lita sementara frans duduk didepan mereka berdua


"aku mau kalian berdua menikah hari ini"ucap frans dengan santai yang diiringi senyum manisnya


seketika lita dan devan pun membulatkan mata mereka dan saling bertatapan dan setelah bertatapan mereka pun menatap frans


"apa yang kau maksud haa, apa kau akan menikahkan aku dengan pria ini"oceh lita yang masih menatap frans


"iya kalian akan menikah hari ini, karena jam delapan nanti upacara pernikahanya akan dimulai"ucap frans


"apa kau sudah gila ingin menikahkan ku dengan dia, dan kenapa kau bisa berpikir seperti itu haa"bentak devan pada frans


"sabarlah kak hari ini pernikahanmu jadi jangan marah marah Ok"ucap frans


"aku tidak mau menikah dengannya, lagi pula jika aku menikah dengan kakakmu apa kau sudah minta restu pada orang tua ku dan teman teman ku"ucap lita


seketika lita pun terkejut dan membulatkan matanya


deg deg deg deg"bagaimana bisa dia tau kalau aku seorang prajurit, apa devan cerita kedia tapi tidak mungkin karena devan selalu saja dengan ku disini dan devan pun tidak punya ponsel untuk memberi tau dia"batin lita terus menerus menatap frans


"kakak ipar ada apa"tanya frans yang melihat lita melamun


"tidak... tidak ada apa apa, owh iya apa kau tidak berbohong dengan kata katamu tadi" tanya lita


"tidak aku serius, aku sudah minta izin pada orang tua kakak ipar, namun sepertinya mereka tidak terlalu peduli dan setujuh setujuh saja dengan tawaran ku dan aku sudah mengurus semuanya jadi kalian tinggal menikah saja"


"kenapa dengan mu hha apa kau sudah gila, apa kau pikir pernikahan itu permainan"bentak devan pada frans


"ku mohon kak menikahlah dengan kakak ipar, ini juga demi kebahagiaan mu, ku mohon terimalah"ucap frans duduk dikaki devan


"aku masih belum mengerti, tiba tiba saja kau ingin menikahkan aku dengan kakak mu sedangkan kau dan kakakmu saja belum mengenal siapa aku dan begitu juga dengan ku aku belum mengenal kalian berdua"ucap lita yang masih bingung


"aku sudah mengenalmu dan seluruh orang yang dekat dengan mu, aku sudah memberitau mereka untuk datang kesini untuk menyaksikan pernikahan kalian"

__ADS_1


"dan aku juga sudah tau siapa kakak dan apa saja kebiasaan kakak, dan sifat sifat kakak, jadi ku mohon kepada kalian berdua menikahlah ya aku mohon"ucap frans memegang kaki lita dan devan


"tidak aku tidak mau, aku tidak mau menikah dengannya karena aku tidak mencintainya bahkan aku tidak mengenal siapa kalian"oceh lita


perkataan itu membuat frans yang awalnyaa tersenyum kini menjadi murung(sedih)


"apa perlu aku mencium kaki kalian berdua supaya kalian mau menikah"ucap frans menatap lita dan devan


"terserah kau saja"ucap lita


frans pun langsung menunduk untuk mencium kaki lita dan devan , namun seketika devan mengangkat frans untuk duduk kembali


"sebenarnya apa yang ada dipikiran haa, kenapa pikiran mu bisa sampai disini apa kau sadar apa yang kau katakan tadi"bentak devan pada frans


"ya mungkin kalian mengira aku sudah gila karena tiba tiba aku menyuruh kalian menikah, namun percayalah aku melakukan ini semua demi kebahagiaan kalian berdua, demi mu kak aku ingin kau hidup bahagia seperti dulu dan jangan terpuruk lagi seperti kemarin kemarin."


"percayalah padaku meskipun kalian tidak saling mencintai namun aku yakin kalian berdua saling menyayangi satu sama lain"ucap frans sambil menunduk dan menangis


seketika lita yang melihat frans menangis langsung menghampiri frans, karena tidak tega dengan frans, lita yang cuek masa bodo dengan orang, sebenarnya sangat tidak mampu melihat orang menangis apa lagi orang itu menangis karenanya, pasti dia langsung menenangkan orang itu dan langsung meminta maaf.


"hei ada apa denganmu, kenapa kau menangis bukanya ini masalah kebahagiaan orang lain kenapa kau yang merisaukannya, seharuanya kau bisa mencari kebahagiaan mu sendiri bukan kebahagiaan orang lain"ucap lita yang duduk dibawah kaki frans


"tidak jika kakak ku tidak bahagia dan tidak bisa tersenyum maka aku tidak bisa bahagia juga, maka dari itu aku mau melihat kakak ku menikah dengan orang yang menyayanginya bukan mencintainya"ucap frans yang duduk kebawah juga disamping lita


"baiklah aku menerima tawaranmu kalau itu yang membuat kau bahagia, berdirilah dan katakan apa yang harus ku lakukan untukmu"ucap lita yang membantu frans berdiri


"kenapa kau menerimanya, apa kau sudah memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya padamu"oceh devan pada lita


"tidak apa apa, meskipun kita tidak bisa bersatu namun percayalah Tuhan sudah menentukan takdir kita, jadi percayalah kebahagiaan itu pasti ada."ucap lita pada devan


sementara frans menyuruh lita untuk mandi dan berdandan karena upacara pernikahanya akan segera dilaksanakan


sementara devan masih duduk diranjang menatap lita dari belakang


"kenapa ada apa dengan wanita itu kenapa saat frans menangis dia langsung duduk dibawah kaki frans dan menyetujuhi permintaan frans. Apa jangan jangan dia menyukaiku atau ini memang rencana mereka berdua supaya wanita itu bisa bersamaku"batin devan yang terus menerus menatap lita dari belakang


sementara frans setelah memerintahkan lita ia langsung membawa devan untuk bersiap siap juga.

__ADS_1


__ADS_2