Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
penyakit lita kambuh


__ADS_3

Malam pun tiba dimana lita dan devan masih menginap dihotel


pukul 19 : 30


dimana kini lita dan devan sedang bersiap siap untuk makan malam


"kita makan diluar atau mesan makanan"tanya devan yang merapikan leher kemejanya


"pesan saja, aku malas mau makan diluar"ucap lita yang memainkan ponselnya


"ya sudah aku pesan makanan dulu, kau disini saja jangan kemana mana"perintah devan


"hmm"ucap lita yang mulai dingin


"kau kenapa apa kau sakit"tanya devan yang berjalan mendekat kearah lita


"tidak, cepatlah pesan makanannya aku sudah lapar"ucap lita dingin lagi


"ada apa denganmu, kenapa kau dingin sekali"oceh devan


"pergilah cepat, aku sudah lapar kalau kau tidak mau memesan makana biar aku saja yang memesan"ucap lita dingin dan beranjak dari tempat duduknya pergi kearah meja dan mengambil laptopnya


"kau ini kenapa, jika kau sudah tidak betah disini bilang saja maka kita akan pulang sekarang juga"bentak devan pada lita


"hmm" ucap lita cuek dan memainkan laptopnya kembali


"sebenarnya apa yang kau mainkan dilaptop itu kenapa kau selalu saja memainkan laptopmu itu"oceh devan yang mulai geram


"jika kita mau pulang, pulang saja sekarang kalau tidak mau ya sudah pesan makanan aku sudah lapar, lagi pula aku tidak ada kerjaan selain menatap laptopku"ucap lita dingin


"aiiss...ada apa denganmu dan apa yang kau lihat dilaptopmu itu seharian semalaman kau selalu saja menatapnya"oceh devan yang sudah duduk disofa dan menunggu pesananya datang, karena dia memesan makanan yang tersedia dihotel dan bukan memesan makanan diluar


"ya terserah saja, lagi pula bukan urusanmu" ucap lita dingin


"apa ini sifat asli mu"oceh devan


"hmm"ucap lita menaikan bahunya


"ku kira kau sangat baik dan perhatian ternyata dibalik semua itu ada sifat lain yang kau tutupi dari orang lain"oceh devan


"kenapa memangnya, dari aku kecil sifatku memang seperti ini"oceh lita menutup laptopnya


"ada apa denganmu kenapa tiba tiba kau sangat dingin lalu sesaat lagi kau sangat menyeramkan dan dengan mudahnya kau mengubah ekspresi mu dengan sangat lembut dan sangat baik, apa itu memang jati dirimu"oceh devan


"jika kau tidak betah denganku maka kau bisa pergi"ucap lita dingin


"apa dengan mudahnya lo bilang pergi, lo gak sadar kalau kau sudah dinodai, laki laki mana lagi yang mau denganmu"oceh devan


"aku tidak perlu pendamping hidup, yang aku pentingkan hanyalah kebahagiaan"ucap lita menyimpan laptopnya dilaci meja


"hhaa terserah kau saja"oceh devan membuka pintu karena ada yang menekan bel kamarnya


devan pun melihat siapa yang datang dan ternyata pelayan hotel yang mengantarkan makanan


devan pun mengambil makanannya dan menutup pintu kembali dan menguncinya


devan pun menyiapkan makananya


"makanlah bukanya kau sudah lapar"ucap devan menyondorkan makanan kepada lita


"hmm"


lita pun mengambil makananya dan melahapnya hingga habis


makan malam pun selesai


dan kini devan sedang beristirahat diranjang sementara lita disofa


tring tring tring....ponsel lita berbunyi


"siapa yang menelfon"tanya devan yang berbaring diranjang


"anak buahku"jawab lita dingin


lita pun mengangkat telfonya

__ADS_1


:"ada apa"tanya lita dingin


📞:"maaf nona mengangu, saya hanya ingin memberitau sesuatu saja"


:"apa"


📞:"tentang 200 orang yang baru nona lita temukan, semuanya sudah selesai dites dan kami sudah mengajarkan dan melatih mereka dan mereka sudah siap untuk bekerja sama dengan kita"


lita yang mendengar ucapan anak buahnya tadi langsung beranjak dari tempat duduknya dan sedikit menjauh dari devan


:"bagus, pulangkanlah mereka kenegaranya masing masing dan biarkan saja mereka bergabung dengan yang lainya"ucap lita sedikit berbisik karena takut devan mendengar


📞:"Baik nona"


panggilan pun terputus lita pun kembali lagi duduk kesofa


"apa kita bisa pulang sekarang"tanya lita


"apa kau mau pulang"tanya balik devan


"aku bertanya, janga bertanya balik"oceh lita


"iya iya, kita pulang"ucap devan beranjak dari ranjang dan mengambil jasnya


"hmm"


lita dan devan pun turun kebawah untuk membayar kamar yang mereka sewa


"lo mau kemana"tanya lita


"mau bayar tagihanya"ucap devan yang berjalan kearah kasir


"tidak perlu, kita pulang saja sekarang aku ingin tidur dirumahku"ucap lita menarik devan keluar


"tunggu memangnya kau kira kamarnya geratis"oceh devan menarik lita kearah kasir


saat devan bertanya berapa tagihanya namun kasir hanya tersenyum dan diam saja melihat devan dan lita yang saling mengocehi


devan pun geram karena pertanyaannya tidak dijawab dan memutuskan untuk bertanya lagi namun kasir bilang


devan pun bingung karena baru kali ini dia menyewa hotel tapi geratis padahal dia menyewa kamar VVIP


lita pun semangkin kesal dengan devan dan menarik devan keluar namun devan bertanya lagi dengan kasir karena devan masih bingung


lita pun pasrah dan menyuruh kasir untuk memberitau devan yang sebenarnya


kasir pun tersenyum dan angkat bicara


"maaf tuan anda tidak perlu membayar karena hotel ini milik nona lita yaitu istri tuan sendiri"ucap kasir


devan pun menatap lita sedangkan lita hanya mengangkat bahu dan alisnya saja


Lita pun mengajak devan keluar dari hotel supaya tidak berlama lama disana karena lita tidak suka yang namanya keramaian


mereka berdua pun pulang dikediaman lita dan bukan dikediaman devan karena lita tau jika mereka pulang kesana pasti frans banyak tanya


beberapa puluh menit kemudian


devan dan lita pun sampai dikediaman lita, lita pun mengajak devan masuk kedalam


Ceklak...pintu pun dibuka oleh lita karena lita mempunyai kunci cadangan


semua yang didalam pun melihat kearah pintu karena mereka sedang berkumpul diruang tv yang kebetulan berdepanan dengan pintu masuk


"lita.."ucap lia yang beranjak dari duduknya begitu juga dengan yang lain


"kami akan tidur disini"ucap lita yang berdiri diam saja sementara devan menghampiri orang tua lita dan bersalaman


"owh.. terserah kau saja" ucap lia duduk kembali


"owh iya kak, dua hari lagi kakak lia akan menikah jadi kami berencana untuk mengadakan pestanya disini, apa kakak mengizinkan kami"ucap tina membawa lita duduk disampingnya


"hmm, terserah saja kalau mau kalian berdua bisa memakai hotelku untuk pestanya"ucap lita melihat kearah lia


"tidak, lagi pula menyewa hotel itu hanya membuang buang uang saja"ucap lia

__ADS_1


"jika kalian tidak mau mengadakan pesta disana, kalian bisa memakainya untuk berbulan madu, tidak ada bantahan"tegas lita


"iya iya terserah saja, kau ini taunya hanya membuang uang saja"oceh lia


"hmm, aku mau istirahat dulu kalau kau mau tidur naik keatas atau mencari kamar sendiri, disini masi banyak yang kosong"ucap lita menatap devan dan berlalu pergi


"ada apa denganya"tanya dio


"penyakitnya yang sangat dingin itu sudah kambuh"oceh tina


"penyakit apa, soalnya dari tadi dia dingin sekali dan tidak banyak bicara"tanya devan


"apa kau tidak tau penyakit istrimu itu, dia paling tidak suka keramaian dan dia sangat dingin, cuek, tidak peduli dengan orang, bodo amat, dan tidak mau ribet itu lah penyakitnya kalau sudah kambuh"ucap lia


"hmm, dan penyakitnya itu kambuh terus, mungkin sembuhnya cuman sebentar nanti kambuh lagi, jadi harus sabar menghadapinya"sambung tina


devan pun hanya diam, dan beranjak dari tempat duduknya dan menyusul lita


"pasti dia tidak tahan dengan sifat lita"ucap ayah


"itu sudah pasti, karena penyakit lita itu susah sekali disembuhkan"sahut ibu


dan kini dikamar lita


devan yang baru saja masuk kekamar hanya memperhatikan lita yang berbaring diranjang


"apa kau sudah mau tidur"tanya lita


devan menyusul lita dan berbaring juga diranjang


"ia, tapi aku harus ganti pakaian dulu"ucap devan memperhatikan lita


"ganti saja dilemari sudah ada pakaianmu jadi ganti saja sana"ucap lita membuka sepatu dan bajunya dan hanya menyisakan baju kaos dan celana pendek atas lutut saja


"hmm"


devan pun berjalan menuju lemari


"apa sifatnya memang begitu"batin devan dan membuka pakaiannya dan mengantinya karena lita sudah menyiapkan pakaian devan dilemari pakaianya tadi siang


setelah menganti pakaian devan pun menyusul lita diranjang


"tidurlah dan jangan banyak tanya"ucap lita menyelimuti tubuhnya


"hmm"


devan pun terus memperhatikan lita yang membelakanginya


"apa aku boleh memelukmu"tanya devan


lita pun melihat kearah devan dan menatap devan


"bersabarlah menghadapi sifatku"ucap lita memeluk devan


"hmm aku akan bersabar, ku kira kau tidak seperti itu tapi ternyata kau lebih dari itu"ucap devan mencium dahi lita


"ku kira kau akan menyerah"


"tidak, tidak akan meskipun pernikahan kita terpaksa tapi aku sudah membuka hati untukmu"


"hmm, apa kau tau saat pertama kali kau menyebutku istrimu, rasanya aku ingin bunuh diri karena tidak terima kalau aku sudah menjadi istri orang"


devan yang mendengar ucapa lita pun hanya tersenyum dan terus menerus mencium dahi lita


"sama aku juga seperti itu, awalnya aku sangat membencimu dan ingin rasanya aku menyingkirkan mu dan membatalkan pernikahan kita, namun apa yang terjadi aku bisa menerimamu begitu saja karena kau sangat peduli dengan frans"


"kalau aku tidak peduli dengan frans apa kau akan tetap menyingkirkanku karena kau sudah tau siapa aku"


"mungkin, tapi percayalah aku akan sabar menghadapi sifatmu dan aku akan menyayangimu seperti aku menyayangi adikku"


"hmm tidurlah lagi ini sudah malam"


"hmm"


lita dan devan pun tertidur dan saling berpelukan dimana tangan kanan devan menjadi bantal untuk lita tidur

__ADS_1


__ADS_2