Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
bertengkar dipagi hari


__ADS_3

Keesokan harinya, dimana andika salsili tri dan keluarga lita harus kembali keSeoul, karena acara pernikahan billy sudah selesai


dan kini dikediaman lita


"Devan....."teriak lita pada devan yang baru saja selesai mandi, dan membuat se isi rumah bergetar


dilantai bawah, ruang keluarga dimana yang lainnya sedang berkumpul untuk siap siap pergi kebandara


"ada apa dengan kak lita, kenapa dia berteriak sepagi ini"ucap hans pada keluarga lita karena kaget


"itu sudah biasa, mereka sering berkelahi pagi pagi buta begini"


"dan apa kau tau kakak ipar mu itu kalau berteriak satu bangunan rumah bisa roboh olehnya, ya seperti itu tadi"ucap lia pada hans yang sedang duduk disamping kak dio


"tapi bukannya kak lita itu sangat lembut ya, dia berbicara saja hampir tidak kedengaran"ucap hany yang kaget juga dengan teriakan lita


"jangan tertipu dengan suara madunya itu, dibalik semua itu ada telinga yang akan pecah oleh terikkannya"ucap tina pada hany yang sedang duduk santai sambil mengemil


"owh..."ucap hany denggan polos


"owh iya berapa umur kalian nak..."tanya ayah pada si kembar


"hmm...kami?? " ucap hans dan hany


"ya..."uca kak dio


"kami umur 14 "ucap hany


"owh...hanya bedah dua tau saja dengan tina" ucap ibu


"benarkah...aku kira kami seangkatan, ternyata kak tina dengan kami beda 2 taun"ucap hany dengan lembut


"ya kurang lebih, jangan panggil aku kak, aku tidak suka dengan panggilan itu"ucap tina dengan santai


"baik lah..."ucap hany


Kembali kelantai atas


"ada apa, kenapa kau berteriak "oceh devan pada lita


"kenapa kau menggunakan handuk kecil ku, kau tau itu pemberian dari bella kenapa kau gunakan itu "oceh lita pada Devan


"aku tidak tau, aku menemukannya didalam tas itu lalu ku kira tidak dipakai jadi aku ambil deh..."ucap devan dengan santai sambil berjalan kearah lemari


"haa..sudahlah lepaskah handuknya sekarang"oceh lita pada devan dan melempar devan dengan bantal


"ada apa memangnya, aku hanya meminjamnya untuk mengeringkan rambut ku saja"ucap devan


"kau ini...punya mu kan ada kenapa harus menggunakan itu"ucap lita beranjak dari ranjang dan menghampiri devan


"kau ini pemarah sekali"oceh devan melemparhanduk kecil tadi ke lantai


"kemarilah akan ku keringkan rambutmu"ucap lita mengambil handuk dilemari


"tidak perlu aku bisa sendiri"ucap devan pergi berjalan kearah meja rias lita


"kau tidak mau, baiklah mulai sekarang aku tidak akan mengurus mu lagi"ucap lita membuang hansuk yang ia pegang kelantai dan pergi kekamar mandi dan membanting pintu kamar mandi

__ADS_1


devan yang mendengar perkataan lita seperti itu pun menjadi takut ditambah lagi lita membanting pintu kamar mandi


dan dengan cepat devan menghampiri lita


"hei...bukan itu maksud ku, baiklah keluarlah dan keringkan rambutku" ucap devan yang mencoba membujuk lita dan mengetuk pintu kamar mandi


"tidak mau, keringkan saja sendiri lagi pula kau punya tangan"ucap lita dari kamar mandi


"baiklah akan ku keringkan sendiri"ucap devan dengan pasrah dan kembali ke meja rias lita


setelah selesai dengan ritual mandinya lita pun keluar dari kamar mandi ddan melihat devan yang belum mengenakan pakaian sehelai pun


"kenapa belum ganti baju, apa kau kepanasan"ucap lita yang memilih beberapa helai pakaian yang akan ia gunakan


"tidak, aku sangat kedinginan jadi aku menunggumu untuk memilihkan pakaian untuk ku"ucap devan yang berdiri di belakang lita sambil menunduk


"ya sudah, tidak perlu mengunakan pakaian kalau begitu, aku kan sudah bilang aku tidak akan mengurus mu lagi"ucap lita


"tapikan aku suami mu"ucap devan yang masih berdiri dibelakang lita sambil menunduk


"tapi aku tidak merasa kau suami ku" ucap lita yang audah selesai menggunakan pakaiannya dan berjalan menuju meja riasnya


"sayang...kenapa kau selalu marah pada ku, padahal hanyalah masalah kecil"ucap devan dengan suara manjanya dan mengikuti langkah lita


"apa kau butuh cermin, apa kau bisa melihat kesalahan tampa harus aku beri cermin untuk mengacai kesalahan mu itu" oceh lita pada devan


"ya sudah aku minta maaf, dan katakanlah apa kesalahaan ku supaya aku tidak mengulanginya lagi"ucap devan dengan raut wajah cemberut


"lenyaplah dari muka bumi ini"ucap lita yang merias dirinya


"iya iya...maaf, lagi pula aku tidak tau kalau itu handuknya bella, lagi pula kenapa masih kau simpan jika kau tidak mau memakainya"ucap devan membalik kursi lita menghadapnya


devan pun terdiam sejenak dan menundukkan kepalanya lagi


"tidak...bukan itu maksudku"ucap devan


"ya sudah, diam saja jangan sampai membuatku marah lagi"oceh lita pada devan dan beranjak menuju ranjang untuk membereskannya


devan yang di suruh diam pun hanya bisa menunduk dan diam ditempat seperti patung


lita yang kesal melihat devan hanya diam saja seperti patung pun marah kembali


"apa yang kau lakukan kenapa diam saja"bentak lita pada devan


"katanya tadi diam saja, akunya udah diam malah dimarahi lagi"ucap devan berjalan kearah lita sambil menunduk


"kenapa kau berbicara haa...apa kau mau aku marah lagi"oceh lita


"tapi..."ucap devan terputus


"apa kau mau aku masak seperti dagin babi" ucap lita yang membuat devan menangis


"ya sudah, masak saja aku seperti dagin sapi agar kau mudah untuk memakannya"ucap devan yang mulai keras menangis


"kau pikir aku mau memakan dagin mu"oceh lita yang membuat devan semangkin keras menangis dan tertunduk dilantai


"kenapa kau menangis seperti anak keci haa"oceh lita yang berjalan menghampiri devan

__ADS_1


"aku tidak menangis"ucap devan dengan sedu karena menahan tangisnya


"kau menangis barusan, apa yang membuat mu menangis apa kau mengiris bawang"oceh lita yang membantu devan berdiri


"tidak..."ucap devan


"lalu kenapa mengangis"bentak lita


devan pun semangkin menangis, sementara orang yang ada dibawah sudah pergi kebandara tampa diketahui oleh lita, karena mereka bosan mendengar perkelahian lita dan devan


"haa...sudahlah jangan menangis, kau ini kau sudah menikah jadi jangan menangis" ucap lita mencoba membujuk devan


"lantas jika aku sudah menikah siapa istri ku" ucap devan dengan sedu


"siapa lagi kalau bukan aku, memangnya aku ini siapa mu"oceh lita membawa devan ke ranjang yang membuat hati devan senang


"bukannya kau bilang kalau aku bukan suami mu"ucap devan yang masih tersedu sedu


"haa...sudahlah"ucap lita mengelus elus rambut devan yang membuat devan senang


"apa aku boleh meminta sesuatu" ucap devan


"apa yang kau minta"ucap lita ketus


"bayi kecil..."ucap devan dengan senang


"ya sudah kita pergi kepanti asuhan untuk mengadopsi anak anak disana"ucap lita dengan santai


"tidak mau, aku ingin bayi dari mu"ucap devan yang mencoba mengoda lita


"tidak mau, kita harus kebandara, bukannya ibu dan ayah hari ini akan pulang keSeoul"ucap lita beranjak dari ranjang


"mereka sudah pergi dari tadi, begitu juga dengan si kembar mereka semua mingkin sudah naik pesawat"ucap devan dengan ketus


"kenapa mereka tidak memberi tau ku"ucap lita


"kau sedang mandi tadinya"ucap devan


"haa..sudahlah, aku ingin tidur lagi kalau si kembar datang bangunkan aku"ucap lita menaiki ranjang dan menyelimuti dirinya lagi


"baiklah, apa kau sudah siap"ucap devan yang melihat lita sudah berbaring


"kau ini, bukannya malam kemarin kau mendapatkannya"oceh lita


"bukannya kita suami istri jadi wajar saja jika aki selalu memintanya"ucap devan menarik kaki lita


"kau ini, apa kau tau betapa sakitnya itu"oceh lita


"ya sudah nikmati saja maka tidak akan terasa sakit" ucap devan cemberut


"kau ini selalu saja begitu"oceh lita


"aku akan melakukannya dengan perlahan" ucap devan yang audah menyusuri tubuh lita


"aku lapar, apa kita bisa sarapan dulu"ucap lita pada devan yang sudah ada di atas tubuh lita


"kau ini, nanti saja makannya bukannya semalam kau makan banyak"oceh devan

__ADS_1


"kenapa kau kesal sekali, aku hanya bilang kalau aku lapar kenapa kau semarah ini"ucap lita ketus


"sudahlah diam saja"ucap devan melanjutkan aksinya


__ADS_2