Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
Selalu saja bertengkar


__ADS_3

Setelah Sepuluh jam didalam pesawat, mereka pun sampai di bandara London


pukul 21 : 00 malam


"apa kalian lelah"tanya lita pada keluarganya


"hmm kami cukup lelah"ucap lia


"owh... ya sudah kita kesana dulu menunggu jemputan"ucap lita menunjuk beberapa bangku panjang


"memangnya siapa yang akan menjemput kita"tanya tina sambil berjalan menuju bangku panjang yang lita tunjuk tadi


"ada orang nantinya yang akan datang"ucap lita


mereka semua pun duduk dibangku sambil menunggu jemputan


"kita akan menginap kemana"tanya salsili pada andika


"rumah billy"ucap andika


"owhh....apa kita akan berpisah dengan lita"tanya tri


"iya, karena lita akan pulang kerumahnya sedangkan kalian bertiga kerumahku"sahut billy


"bagaimana denganku"tanya jana


"kau pulang kerumahmu, nanti aku akan mengantarmu dulu barulah aku pulang"ucap billy


"hmm"


"bagaimana dengan kita"tanya lia


"kalian berdua pergi kehotel sedangkan yang lainnya ikut denganku pulang kerumah"ucap lita menatap lia


"kenapa kami dihotel sedangkan kalian kerumah, dan rumah siapa lagi yang akan kau inap"ucap lia


"kalau kau tidak mau dihotel kau bisa pulang dengan kami dirumahku"ucap lita ketus


"rumahmu, ya sudah kalau begitu aku ikut dengan kalian pulang kerumah mu"ucap lia


"terserah saja, bukannya kau yang bilang kalau kau disini mau berbulan madu dengan kak dio"ucap lita


"iya…tapikan tidak juga harus dihotel"ucap lia


"terserah kau saja, kalau kau berubah pikiran kau bisa bilang denganku"ucap lita memainkan ponselnya


"bagaimana kita saja yang dihotel"sambung devan


"ada apa denganmu kenapa kau mengajak ku untuk menginap dihotel, bukannya tadi sudah aku bilang kalau kita pulang kerumahku"oceh lita


"memangnya apa salahnya kalau kita menginap dihotel"ucap devan


"kau kan tau kalau aku tidak suka keramaian"oceh lita


"bilang saja kau tidak mau"oceh devan


"kalau kau mau menginap dihotel menginap saja sendiri"ucap lita ketus


"kalian ini selalu saja bertengkar, apa kalian tidak bosan"oceh ibu


"dia yang mulai"ucap lita menunjuk devan


"kau saja yang tidak mau"oceh devan


"sudahlah jemputan kita sudah datang"sahut billy


"masuklah "ucap lita menyuruh orang tuanya masuk kemobil


orang orang yang mengemudi mobil itu pun turun dan menyambut lita


"Selamat malam nona lita, selamat datang kembali"ucap para bawahan lita berbaris memanjang memberikan salam pada lita dan membungkuk setengah badan didepan lita


"iya selamat malam juga"ucap lita


pintu mobil pun dibukakan untuk mereka, dimana terdapat lima buah mobil yang datang menjemput mereka dan semua itu mobil lita dan bawahan lita yang menyetir mobilnya


lita dan devan satu mobil, salsili tri dan andika, billy dan jana, ayah ibu dan tina, lia dan kak dio masing masing menaiki mobil


"siapa mereka tadi, mengapa tunduk sekali dengannya"batin devan melihat lita sinis


"kalau kau ngantuk tidurlah, kalau sudah sampai aku bisa membangunkan mu"ucap lita


"hmm"


devan pun tidur dibahu lita, sedangkan lita memainkan ponselnya

__ADS_1


satu jam lebih sudah berlalu, kini lita dan yang lainnya pun sampai dikediaman lita diLondon


"Masuklah, ini tidak terlalu besar tapi kamarnya banyak"ucap lita menaiki anak tangga dan membuka kunci rumah


mereka pun masuk kedalam rumah dan disusul oleh anak buah lita untuk mengantar koper mereka


"sejak kapan kau memiliki rumah dilondon"tanya lia


"sejak aku lulus SMA "ucap lita mengambil kopre devan


"bukannya kau tinggal dengan kak billy"ucap tina


"satu taun tinggal dengan dia, terus aku beli rumah karena tidak enak dengan tetangga, sebenarnya aku tinggal divilla tapi uangku cukup untuk membeli rumah ini jadi ya ku beli saja"


"owh...ya sudah dimana kamarku.."tanya tina


"cari saja sendiri, yang mana kau mau maka tempati saja tapi kalian tidur dibawah karena semua kamar yang kosong hanya dibawah, kamarku diatas dan disana dapurnya"ucap lita menunjuk salah satu ruangan dan berlalu pergi menaiki anak tangga sambil menyeret koper


"selalu saja dibawah, beda dengan kamarku didesa yang ada dilantai dua"oceh tina sambil berjalan mencari kamarnya


"kau ini untung saja masih bisa tidur dirumah, kalau dijalanan bagaimana"oceh lia pada tina


"diamlah cari kamarmu dan istirahatlah"ucap tina menutup pintu kamar yang ia pilih


"cehh..."


lia dan dio pun pergi kesalah satu kamar juga sedangkan ayah ibu dan devan masih tetap ditempat


"kau tidurlah satu kamar dengan lita"ucap ibu


"tidak aku mau mencari kamar sendiri dibawah"ucap devan


"kau suaminya jadi masuklah dikamarnya juga"sahut ayah


"iya yah...aku akan naik di atas"ucap devan


"hmm selamat malam ya"ucap ibu


"iya ibu.. selamat malam juga, yah.."ucap devan dan menaiki anak tangga


sedangkan ibu dan ayah mencari kamar untuk istirahat


Kamar lita


tok tok tok....devan mengetuk pintu kamar


Ceklak.....


devan pun masuk kedalam kamar


"mandilah dan istirahat"ucap lita membantu devan membuka pakaian devan


"hmm apa kau mau mandi denganku..."tanya devan


"iya kita mandi sama sama"ucap lita tersenyum pada devan


lita pun membuka seluruh pakaian devan dan menyisakan celana dalam devan saja, lita pun melingkarkan handuk dipinggang devan


"masuklah dulu, nanti aku menyusul"ucap lita mengambil pakaian devan yang ia buka tadi dan menyimpan sepatu devan dirak sepatu


"hmm, jangan lama lama"


devan pun masuk kedalam kamar mandi dan disusul oleh lita


beberapa menit kemudian lita dan devan pun selesai mandi dan menganti pakaian


"apa kau bisa membantuku memakai ini"tanya devan mencoba mengancingkan piamanya


"kemarilah"ucap lita yang masih menggunakan handuk dan baru saja mau membuka lemari namun tidak jadi


lita pun mengancingkan piama devan satu persatu


"sudah...istirahatlah dulu aku mau menganti pakaianku dulu"ucap lita menuju lemari pakaian


"hmm makasih"ucap devan menaiki ranjang


lita pun membuka lemari pakaian dan betapa terkejutnya dia melihat isi lemari


"apa ini, apa....kenapa isinya ini semua dimanaa seluruh pakaianku...."oceh lita membungkar seluruh isi lemari karena tidak ada satu pakaian pun melainkan hanya beberapa lingrie yang tergantung dilemari


"ada apa dengan mu"ucap devan duduk diatas ranjang


"isi lemari pakaianku hanya ada lingrie saja, padahal dulu pakaianku banyak yang ku simpan disini"oceh lita


"pakai saja, lagi pula kau tidak membawa pakaian sehelai pun dari seoul, jadi pakai saja itu"ucap devan kembali berbaring

__ADS_1


"tidak mau...hhh menyusahkan saja"oceh lita


"ya sudah tidak perlu pakai baju saja kau, pakai saja handuk pendekmu itu untuk tidur"oceh devan


"kau ini..."


lita pun menggunakan lingrienya yang panjang dan menelfon pengurus rumah dan ternyata saat lita pulang keseoul rumahnya dia sewakan dengan orang yang sedang mencari tempat bulan madu untuk mereka, dan sialnya mereka menggunakan kamar lita dan meninggalkan beberapa lingrie disana, sedangkan pakaian lita disimpan dihotel miliknya diLondon


"apa kau tidak marah aku mengunakan ini"tanya lita pada devan yang sudah berbaring diranjang


"kenapa aku harus marah, kau kan terpaksa memakainya lagi pula kau tampak sexi menggunakannya dan aku tergoda melihatnya"ucap devan merayu lita


"aiisss....kau ini cepatlah tidur ini sudah tengah malam"oceh lita membelakangi devan


"boleh ya...."rayu devan memainkan tangan lita


"tidak mau"menepiskan tangan devan


"bukannya kau sudah janji kalau kita sampai diLondon aku akan mendapatkannya"oceh devan


"tidak sekarang"ucap lita menarik selimut


"kau ini...sudah satu minggu lebih kita menikah tapi cuman sekali aku mendapatkannya"oceh devan


"bukan urusanku.."ucap lita


devan pun membalik tubuh lita yang membuat mereka berdua berhadapan


"ada apa, kau belum nganguk"oceh lita


"ayolah kau sudah janji"ucap devan memainkan atas dada lita


"kau ini tidurlah lagi, ini sudah tengah malam dan aku sudah ngantuk"ucap lita dengan nada manja


"kau sudah janji"ucap devan yang masih bermain diatas dada lita


"kemarilah aku akan memelukmu supaya kau bisa tertidur"ucap lita menari devan dan memeluk devan dibagian kepala


"kau ini aku bukan anakmu yang kau peluk seperti itu"oceh devan karena devan tidak bisa bernafas


"ya sudah, terserah kau saja aku ingin tidur "ucap lita membelakangi devan lagi


devan pun merobek lingrie lita dari belakang, hingga celana dalam lita terlihat jelas dimata devan


"apa yang kau lakukan, sudah aku bilang aku tidak punya pakaian malah dirobek begitu saja oleh mu, cuman yang ini lagi tu yang panjang"oceh lita yang membalik tubuhnya


"tepati janjimu"oceh devan menarik lingrie lita darii depan hingga dua buah dada lita keliatan


"kau ini...balik tubuhmu jangan lihat aku"oceh lita mencoba membalik tubuh devan


"ayolah....."ucap devan memainkan dua buah dada lita


"kau ini...hanya bermain dengan mereka saja tidak lebih"oceh lita


"kau ini pelit sekali...."oceh devan yang masih bermain dengan dua buah dada lita


"kemarilah"ucap lita yang mulai melumut bibir sexi devan


devan yang diperlakukan seperti itu pun langsung mendalam ciumannya dan melumut bibir mungil lita dengan sangat lembut hingga darah mereka mendidih dengan cepat devan membuka piamanya dan melemparnya begitu saja


"jangan sampai kepuncak"oceh lita


"tidak ada orang yang mendaki hanya setengah pasti mereka akan mendakinya sampai mereka bisa sampai dipuncak"ucap devan yang mulai menyelusuri tubuh lita


"kau ini mesum sekali..."oceh lita


"tenanglah aku mesum hanya saat kau mau saja"ucap devan yang melumut dua buah dada lita


"aiisss..kau ini"


"apa aku boleh melakukannya sekarang"tanya devan


"terserah saja"ucap lita dan diam saja tampa terbawa nafsu


"baiklah aku akan membuat mu tidak mau berhenti"ancam devan yang mulai meluncurkan aksinya


"coba saja kalau bisa"ucap lita


"Ok kita mulai"




__ADS_1



__ADS_2