
Setelah semalaman didalam pesawat akhirnya pesawat pun mendarat
lalu lita pun memesan texi untuk pulang ke rumahnya
tak lama kemudian pesanan pun datang, sepanjang jalan Lita terus menerus mengingat kejadian kemarin malam
dan terus berpikir ia sudah kedua kalinya gagal dalam menjalankan tugas nya sebagai seorang istri
karena terus berhalusinasi Lita pun menangis dan berkata "bayi kecilku"
supir pun melihat ke arah Lita yang sedang menangis, karena tak berani bertanya supir itu pun hanya melanjutkan perjalanan saja
dan akhirnya pun sampai di rumah, dimana para penjaga rumah kaget melihat Lita yang sudah ada di depan mata mereka
Lita yang melihat para penjaga diam mematung pun hanya tersenyum lalu melanjutkan jalannya menuju gerbang
"apa nona baik baik saja" ucap salah satu pelayan
"ya aku baik baik saja, nanti siang aku akan pulang lagi jadi jangan repot repot untuk memasak kan ku makanan" ucap Lita
"nona, bukan kah nona baru saja sampai" ucap petugas
"aku merindukan keluarga ku" ucap Lita tersenyum sambil menahan tangisnya
para pelayan dan penjaga yang tidak tega melihat Lita pun hanya diam dan menyuruh Lita masuk
Lita pun masuk dan naik ke atas untuk beristirahat
setelah beristirahat beberapa jam Lita pun bangun dan membersihkan dirinya karena harus melanjutkan perjalanan nya
saat sudah selesai Lita pun turun ke bawah mengambil roti dan mengolesi roti itu dengan selai lalu pergi ke bagasi untuk memanaskan mobilnya
"permisi nona apa nona mau saya antar" ucap petugas
"baiklah, saat saya sudah turun nanti pastikan kau mencuci mobilnya terlebih dahulu baru disimpan"
"baik nona, apa nona akan berangkat sekarang"
"ya kita berangkat sekarang, 30 menit lagi pesawat yang saya tumpangi akan terbang"
"Baik nona"
Supir pun masuk ke dalam mobil, sementara Lita masuk kembali mengambil tasnya dan menghabiskan roti yang ada di tangannya
Lita pun pamit dengan orang yang ada dirumah lalu pergi
25 menit kemudian Lita pun sampai di bandara dan langsung turun dari mobil menuju pesawat yang akan ia tumpangi
Pesawat pun terbang landas di udara, dengan pikiran senang dan bahagia Lita pun tersenyum puas melihat awan yang bertaburan
4 hari sudah ia meninggalkan rumah, dan akhirnya ia pun bisa bertemu dengan orang yang ia rindukan
selama perjalanan Lita hanya memikirkan keluarganya saja dan tidak memikirkan dirinya dan melupakan perutnya yang hanya ia isi dengan roti saja
bahkan makanan yang di sajikan didalam pesawat tidak ia sentuh sama sekali
dan hanya menatap awan yang bertaburan di langit sambil bernyanyi di dalam hatinya mengungkapkan isi hatinya yang penuh dengan kerinduan
setelah beberapa jam di perjalanan Lita pun sampai dibandara pukul 19: 20
tampa sepengetahuan siapa pun Lita pun menyuruh bawahannya untuk mengambilkan Lita mobil
dengan sangat senang Bawahannya pun membawakan Lita mobil dan memberitahu rekan yang lain tentang keberadaan Lita namun keluarga Lita masih tidak mengetahuinya
satu jam didalam perjalanan akhirnya Lita pun sampai di rumahnya, dan dengan singgap para bawahan Lita yang bertugas mengurus rumah itu pun menyambut kedatangan Lita
dengan sangat gembira Lita pun menyimpan mobilnya didepan pintu utama dan langsung menerobos masuk ke dalam
dan tepat sekali, semua anggota keluarga sedang berkumpul bersama di ruang utama pintu masuk
dan pada saat Lita masuk kedalan, mereka semua pun dengan cepat melihat ke arah pintu dan betapa terkejutnya mereka dan hanya menatap Lita begitu saja
__ADS_1
namun mereka semua sudah bisa melepas semua kekhawatiran mereka dan tersenyum lepas
" apa kalian hanya akan melihat ku seperti itu saja" ucap lita merentangkan tangannya sambil tersenyum bahagia
"sayang.. "ucap Devan melebarkan tangannya
Lita pun berlari menghampiri Devan dan sedikit meloncat dipelukan Devan
"apa kau baik baik saja" ucap Billy
"ya aku baik baik saja" ucap Lita
"kenapa kau tidak pulang bersama mereka" ucap salsili memeluk Lita
"aku harus mendarat diLondon terlebih dahulu" ucap Lita
"apa kau terluka" ucap Tri memeluk Lita
"apa kau melupakan ku" ucap Lita
Tri pun hanya tersenyum dan mengacak acak rambut Lita
"kau sudah hampir seminggu meninggalkan kami, apa kau baik baik saja" ucap kak dio pada lita
"aku baik baik saja, apa D.o sudah tidur" ucap Lita
"ya mereka sudah tertidur, ibu ayah tamara D.o dan kakak mu sudah istirahat duluan" ucap Devan
"dimana Jana? " ucap Lita
"dia juga sudah istirahat baru saja Billy mengantarnya dikamar mereka" ucap Andika
"kau pergilah temani dia, dan kalian semua pergilah beristirahat juga" ucap Lita melihat ke arah billy dan yang lainnya
"kakak makasih sudah kembali dan terimakasih karena kau menepati janjimu" ucap Hans pada Lita dan memeluk Lita
"tidak masalah, jagalah kakak mu kau laki2 harus selalu menjaga perempuan meskipun dia lebih tua dari mu" ucap Lita pada Hans
"kami juga" ucap Salsili
mereka semua pun pergi ke kamar mereka masing masing begitu juga dengan Devan dan Lita
"apa kau tidur dengan nyaman di sana" ucap Devan
Lita pun melihat ke arah Devan, ingin sekali dia jujur namun Lita takut Devan marah padanya
"bagaimana dengan mu"ucap Lita
"aku sulit tidur dalam 3 malam belakangan ini" ucap Devan
"kenapa"
"aku merindukan mu"
Lita pun hanya tersenyum dan menghela nafas panjang lalu masuk ke dalam kamar bersama Devan dan mengunci pintu
"bagaimana dengan Tamara"
"seperti biasa, dia tidur dengan dinyeyak"
Lita pun hanya menunduk dan berpikir bagaimana caranya berbicara jujur dengan Devan
Devan yang melihat Lita tampak aneh pun mencurigai sesuatu pada Lita
"apa kau memikirkan sesuatu"
"iya"
"apa itu"
Lita pun menghela nafas panjang lalu, menceritakan yang sebenarnya dan apa apa saja yang terjadi
__ADS_1
Devan yang mendengar cerita Lita pun mulai panas dan langsung merobek pakaian Lita yang membuat Kita menjerit kesakitan
"apa kau melakukannya dengan dia, kenapa kau tidak bisa menjaga dirimu sesaat aku tidak ada, dan kenapa kau menerimanya"
"apa kau tidak bisa kalau bilang tidak, kenapa kau tidak menolaknya saja, apa kau tidak mengangap ku sebagai suami mu lagi"
"kenapa kau melakukan ini pada ku, apa aku membuat mu tidak nyaman sehingga kau menerimanya, kenapa apa kau sudah membenci ku lagi sekarang "ucap Devan
yang menangis di bawah kaki Lita dan memeluk kaki Lita sambil memegang pakaian Lita yang ia robek tadinya
Lita pun hanya menahan air matanya dan terus meminta maaf pada Devan karena telah gagal menjadi istrinya
"apa kau akan menceraikan ku" tanya Lita yang mulai meneteskan air matanya
"tidak tau saat ini aku tidak ingin melihat mu" ucap Devan berdiri menuju ruangan sebelah sambil memegang pakaian Lita yang terlepas
"sayang, kau akan pergi kemana" ucap Lita yang masih duduk di atas ranjangnya
"Sayang... "ucap Lita lagi
namun Devan tidak menjawabnya dan menutup ruangan sebelah yang hanya ada sofa saja
Lita pun hanya diam dan menghapus air matanya, penuh penyesalan dan penderitaan didalam hatinya yang membuat dadanya sakit dan sulit bernafas
"apa aku harus menyerah" ucap lita dalam hati sambil menatap ke arah pintu yang tertutup rapat
"ku harap kau bisa mengerti posisi ku saat ini, dan maafkan aku sudah gagal sebagai istrimu" lirih Lita
lalu Lita pun berbaring menatap langit langit kamar sambil meneteskan air matanya
lalu tak lama kemudian Lita pun tertidur tampa bantal dan selimun
sedangkan Devan yang sangat kesal, dan keinginannya untuk menyakiti Kita sangatlah besar
namun karena Lita tidak salah jadi dia mengurangi niatnya dan keluar dari ruangan itu dan melihat Lita berbaring lemas
"sayang apa kau sudah tertidur"tanya Devan yang berjalan menghampiri Lita
"sayang... suhunya sangat dingin kenapa kau tidak mengunakan selimut" ucap Devan yang mencoba memegang kaki Lita
dan saat Devan memegang kaki Lita Devan merasa kaki Lita sangat dingin dan gemetar
"sayang, kaki mu sangat dingin "
Devan pun mengangkat Lita lalu menyelimuti Lita dan berbaring di samping Lita lalu memeluk lita dengan erat
"sayang maafkan aku, aku tau kau sangat terluka maafkan aku" ucap Lita dalam hati yang sudah menyadari bahwa Devan ada di sampingnya
"sayang, apa kau masih kedinginan"ucap Devan membelai rambut Lita
dengan sekuat tenaga Lita pun membalik tubuhnya dan menghadap Devan
"aku baik baik saja"ucap Lita sambil tersenyum ke arah Devan dan membelai wajah Devan
"apa kau yakin, tubuh mu sangat dingin"
"aku yakin, maafkan aku"
"tidak masalah, asal kau berjanji tidak akan mengecewakan ku lagi"
cup... satu ciuman di pipi Devan
"akan aku usahakan" ucap Lita
"istirahatlah"
"baiklah"
Devan pun memeluk Lita dan mereka pun tertidur bersama
Mereka pun menikmati malam yang panjang bersama
__ADS_1