
Dan kini di kediaman billy, dimana salsili tri dan andika hanya diam diri menonton Tv sambil mengemil
"hei dika, apa yang kau bicarakan dengan billy tadi"tanya tri pada andika yang memainkan ponselnya
"tidak ada, hanya saja tentang pesta nanti malam"ucap andika yang menghentikan aktivitas nya yang memainkan ponselnya
"memangnya kenapa dengan pestanya"tanya salsili
"pestanya tidak terlalu megah, hanya biasa saja dan tamu yang diundang hanyalah kelayen pennting dan beberapa rekan saja"ucap andika
"tapi, bukannya maminya jana bilang kalau peatanya akan sangat megah ya"ucap salsili
"entahlah lita dan billy kurang setujuh, jadi pesatnya cukup sederhana saja dan tidah terlalu megah"ucap andika
"owh...tapi bagaimana dengan maminya jana nantinya"ucap tri
"itu bukan urusan kita, itu hanya lita saja yang bisa mengurusnya"ucap andika
"apa kau yakin lita bisa melakukannya"ucap salsili
"kau pikir lita, tidak bisa melakukannya"ucap andika
"hmm..itu hanya hal mudah bagi lita, hanya sekedar berbicara saja dan masalah selesai" sahut tri
"apa bella akan hadir juga nanti malam"tanya salsili
"tentu saja, bukannya bella sepupu billy ya jadi dia pasti datang meakipun tidak diundang"ucap tri
"hmm...owh iya tri, kesalon yok bosan gue kerumah"ucap salsili
"bukannya baru kemarin lusa ya lo kesalon, dan sekarang lo mau kesalon lagi"ucap andika
"lo diam, kalau mau ikut ikut saja jangan banyak protes"ucap salsili
"bodo ahh...mending gue tidur "ucap andika beranjak dari sofa menuju kamarnya
"mimpi indah ya dik.."ucap tri berteriak kepada andika
"ya..cepatlah pergi nanti kalian bisa terlambat"ucap andika menutup pintu kamarnya
"yok..pergi."ajak tri
"gak siap siap dulu kitanya"ucap salsili
"gak perlu, udah yok "ucap tri menarik tangan salsili
mereka berdua pun pergi kesalon
__ADS_1
Malam pun tiba
Dimana semua tapu sudah berdatangan kecuali lita, sedangkan devan sudah menghadiri pesta bersama yang lainnya
"hei..dev lita mana, kok gak bareng dengan lo"tanya andika yang menggunakan jas hitam tampak sangat gagah dan cocok untuk andika dan memegang segelas anggur
"entahlah, mungkin dia masih dirumah"ucap devan yang tak kalah kren dari andika
"memangnya lo kemana kenapa gak bareng sama lita"tanya tri pada devan
"gue nginap dihotel malam ni dan seterusnya"ucap devan santai
"kenapa, terus lita nginap juga dihotel"ucap salsili
"tidak dia akan tetap tinggal dirumahnya"ucap devan
"kenapa begitu, kan lo sama lita udah nikah kenapa harus beda rumah dan bukannya lo udah tinggal sama lita ya"ucap andika
"gak gue bosan aja dirumah"ucap devan
"owh..."ucap salsili dan yang lainnya santai
"hai..."sapa seseorang pada devan
devan pun melihat ke arah orang tersebut begitu juga dengan andika tei dan salsili
"gue baru datang juga kok, owh iya kenalin dia teman gue namanya hernita asli orang sini"ucap bella memperkenalkan hernita pada devan
"owh iya...hai gue devan"ucap devan mengulurkan tangannya pada hernita
"iya hai juga, hernita salam kenal"ucap hernita menerima uluran tangan devan
"dika..lita kemana ya, semoga lita gak liat kejadian tadi"ucap tri pada andika dengan raut wajah kaget dan rasa tidak percaya
"devan...kenapa dengan dia, apa dia bertengkar dengan lita, tapi serasa gue tadi siang mereka baik baik aja"ucap andika yang tak kalah kagetnya karena devan melayani bella dan hernita dengan santai tampa pikir ststus diri
"sumpah ya ni orang gila atau apa bisa bisanya dia lupa diri"oceh tri
"owh iya salaili mana"tanya tri pada andika karena salsili tidak ada disamping nya
"entahlah, mungkin mengambil minum lagi"ucap andika santai
"ya mungkin, tapi gue takut kalau dia nelfon lita terus dia kasi tau lita kalau devan sedang dengan bella"ucap tri sedikit gelisah dan kesal
"lo cari dia gue mau bawa devan ke mobil"ucap andika
"hmm...entar gue nyusul lo, takutnya nanti ada keributan"ucap tri
__ADS_1
tri pun mencari salsili sedangkan andika menghampiri devan
"dev...lo bisa gak ikut gue sekarang"bisik andika pada devan
"hai dika..udah lama gak ketemu"sapa hernita pada andika namun tidak direspon
"maaf gue gak sempat"ucap devan pada andika
"ini penting lo harus ikut gue sekarang"ucap andika berbisik lagi pada Devan
"mau pada kemana Memangnya kalian"tanya bella pada andika namun tidak direspon juga
"gak kok dia cuman bawa gue minum di sana, tapi tenang saja gue gak mau kok"ucap devan menepiskan andika
"owh..ya sudah minum bareng kita aja disana"ucap hernita menunjuk salah satu sudut kosong
"dev..lo lupa ya kalau lo tu udah nikah"bisik andika lagi
"memangnya kenapa bukan urusan lo kok, jadi sana urus saja urusan lo"ucap devan menepiskan andika lagi
"lo kalau lagi ada masalah dengan lita jangan gini, perbaiki kesalahan masing masing dan jangan sampai lupa diri kaya gini"bisik andika mengocehi devan
sementara kini tri yang baru saja bertemu dengan salsili diluat gedung hotel
"lo kemana aja sih...dari tadi juga di cari in"oceh tri pada salsili
"gue tadi nyari orang tua nya lita, terus kita udah ketemu lalu gue nanya deh ke mereka lita kemana, tapi kata kak lia kalau lita udah datang dari tadi, tapi kenapa kita gak liat lita ya"ucap salsili
"ya udah kita masuk nyari lita dan andika takutnya nanti acaranya udah mulai"ucap tri menarik tangan salsili kembali masuk kedalam hotel
tri dan salsili pun masuk kedalam dan mencari lita namun tidak ketrmu melainkan hanya bertemu dengan andika Devan bella dan hernita
"dik..lo liat lita gak" bisik tri pada andika
"entahlah gue gak liat"ucap andika
"terus lo udah bicara dengan devan"tanya tri lagi
"gue udah bujuk dia untuk ikut dengan gue tapi dia gak mao, malah asik dengan bella dari tadi dari pada ngerespon gue"ucap andika ketus
"ya udah biarkan saja dia, kita pergi ke billy saja dari pada ngurus orang gak jelas"oceh tri
"hmm...terserah saja"ucap andika
"yok sal kita billy"ajak tri
"devan..gak ikut juga" ucap salsili
__ADS_1
"udah diam ikut aja"oceh tri dan menarik tangan salsili mengikuti langkah andika