
Keesokan harinya, dimana salsili tri andika dan billy sudah mencari lita semalaman namun tidak menemukan lita
Dan karena lita salsili tidak bekerja karena harus mencari lita semalaman, sampai sampai mereka berempat tidak tidur memikirkan lita dan terus menerus mencari lita
dan kini dikediaman lita mereka berempat sedang berkumpul untuk mencari lita kembali, setelah tidur dari subuh jam 3 dinih hari sampai jam 6 pagi
"kemana kita akan mencarinya lagi, aku sangat ngantuk semalaman kita tidak tidur"oceh salsili
"kau kira kau sendiri yang tidak tidur disini kami juga tidak tidur, jadi diamlah "oceh tri
"sudah sudah lebih baik kita mandi setelah itu kita sarapan, sudah semalaman kita tidak makan, jadi kita istirahat dulu setelah segar kembali kita cari lagi litanya"ucap andika lesu
"hmm terserah saja, aku hanya ikut kalian"ucap tri lesu
"hmm ide yang bagus kalau begitu aku akan tidur disini dulu karena aku tidak sanggup untuk pulang"ucap salsili lesu
"hmm ya sudah gue balik duluan, nanti kalau kalian mau pulang jangan lupa kunci lagi rumahnya dan bereskan ini semua"ucap billy beranjak dari tempat duduknya begitu juga dengan andika
"iya kami akan mengemasinya jika sudah bangun tidur nanti"ucap salsili
"ya aku setujuh"ucap tri
mereka pun bubar dimana andika dan billy kembali kerumah mereka masing masing karena dekat, sedangkan salsili dan tri pergi kekamar untuk istirahat dirumah lita
Sedangkan mereka hanya menyisakan gelas kopi dan kulit cemilan mereka yang berserakan dilantai maupun dimeja, karena mereka berjaga semalaman menunggu lita pulang namun tak kunjung kunjung datang.
Dan kini dikediaman Devan, dimana lita yang baru saja bangun begitu juga dengan Devan
lita pun membuka matanya sedikit demi sedikit dan lita juga merasa ada yang memeluknya
"billy, geser tangan mu gue mau bangun"ucap lita yang membuka selimut yang menyelimuti tubuhnya
seketika Devan pun terbangun karena lita mendorongnya
"kenapa, ada apa kenapa kau berisik sekali"oceh Devan membuka matanya sedikit demi sedikit dan duduk di atas ranjangnya
seketika lita dan devan pun saling bertatapan dan..
"Aaaaa....."teriak lita dan devan bersamaan
"siapa kau.."teriak mereka berdua lagi bersamaan
seketika mereka pun terdiam dan mengingat apa yang terjadi
"kau, apa yang kau lakukan dikamarku"teriak lita pada devan
"ini kamarku, bukan kamar mu enak saja kau mengaku ngaku"oceh devan yang beranjak dari ranjang
sseketika lita pun memperhatikan sekelilingnya
"iya ya ini bukan kamarku, bukan kamar billy dan bukan kamar tri"batin lita masih belum sadar kalau dia tidur dengan laki laki yang tidak ia kenal
"tapi disini...."batin lita dan melihat kearah devan
"Aaaa...apa kau tidur bersamaku semalam"teriak lita
"hmmm..kau tidur barsama tadi malam"ucap Devan yang belum sadar juga
namun seketika devan pun sadar kalau dia tidur dengan perempuan bahkan mereka berdua saling berpelukan saat tidur tadi malam
"Aaaa.."teriak devan menarik selimut karena dia tidak mengunakan buju melainkan hanya menggunakan celana saja
__ADS_1
"jangan tarik"ucap lita menyeliimuti tubuhnya karena pakaian yang ia kenakan berwarna putih jadi sedikit tembus pandang
"ini selimutku"
"aku pinjam sebentar "
"aku mau memakainya, karena aku tidak menggunakan baju"
"aku juga pakaianku tembus pandang jadi aku pinjam"
lita dan devan pu saling tarik menarik dengan selimut sampai sampai mereka berdua jatuh dan..
bruukkkk....lita dan devan jatu ke lantai dimana lita dibawah tubuh devan sedangkan devan diatas tubuh lita
Ceklak...pintu pun di buka oleh seseorang
"kakak....apa yang kau lakukan dengan wanita itu kenapa posisi kalian seperti itu"teriak adik devan yang laki laki juga yang melihat devan dan lita , begitu juga para maid yang lain yang menyaksikan devan dan lita
seketika lita dan devan pun melihat kearah pintu, yang begitu banya orang yang menyaksikan mereka
"Aaaa....tidak tidak jangan salah paham kami tadi hanya terjatuh kelantai saja secara bersamaan"ucap lita yang mendorong devan dari atas tubuhnya
"iya iya kami tidak melakukan apa apa jangan salah paham"ucap devan duduk menyandar dibawan ranjangnya
"jangan salah paham"ucap lita mencoba berdiri namun tanganya melilit di selimut sehingga lita terjatuh kembali dipangkuan devan, yang membuat lita dan devan berhadapan kembali
"sudahlah jangan berbohong kami tidak akan mengangu kalian"ucap adik devan dan mengunci pintu kembali dari luar
"tidak tidak frans ..tidak jangan dikunci.."ucap devan yang mau beranjak dari duduknya namun lita masih dipangkuanya sehingga membuat lita terbaring kembali dibawah tubuh devan dan devan diatas tubuh lita
deg deg...jantung lita berdetak lebih kencang dari sebelumnya karena ia merasakan ada sesuatu yang menonjol dibagian atas kemaluanya
"ya..mereka mengunci kita dari luar"ucap devan menunduk dan melihat gunung kembar milik lita yang ditutupi oleh kain putih namun masih kelihatan dimata Devan
seketika deg... deg.. jantung devan berdebuk sangat kencang
"apa yang ku lihat barusan apa itu gunung kembar miliknya"batin devan yang masih memperhatikan dada lita
"hei...hello apa kau bisa menyingkir dari tubuhku"ucap lita melambaikan tanganya pada muka devan
seketika devan pun tersadar dari pikiran negatifnya
"aahh iya maaf, maaf gue gak sengaja"ucap devan yang turun dari atas tubuh lita
"hhhahaa"ucap lita bernafas lega dan bangkit dari lantai menuju ranjang
seketika devan pun melihat dalaman lita yang kelihatan, dan langsung mengalihkan pandanganya
"sekarang bagaimana dengan kita, apa kita akan seharian disini"tanya lita yang duduk diatas ranjang dan melihat kearah devan
devan pun berdiri dan menghampiri lita dan duduk disamping lita
"huuu kita hanya menunggu sampai maid membuka pintu"ucap devan menunduk
"ada apa, apa maid tidak akan membuka pintunya"tanya lita
"hmmm, maid tidak akan membuka pintunya sebelum frans yang memerintahkan untuk membukanya, mungkin nanti maid hanya mengantar makanan saja disini dan mengunci pintunya kembali"
"apa tidak ada cara lain untuk keluar dari sini"
"tidak, kalau kau mau mati kau bisa loncat dari atas balkon"
__ADS_1
"apa kau ingin aku mati hha..."
"jangan berteriak, aku tau kau tidak mau mati jadi tunggu saja sampai frans buka pintunya Ok, gue mau lanjut tidur kalau kau mau mandi disana ada kamar mandi"ucap devan kembali berbaring
"bagaimana dengan pakaianku apa aku akan memakai ini lagi"
"kalau kau mau pakai saja pakaianku, aku tidak bisa memesan pakaian untukmu karena dipesan pun percuma tidak bisa diantar sampai disini, karena pintunya tidak bisa dibuka"
"hmmm aku tau, aku masih ngantuk jadi sana jangan tidur disini, kau tidur saja disofa sana"
"ini kamarku, jadi kau saja yang disofa"
"tidak aku mau tidur disini, kau saja yang disofa sana"
"begini saja kita tidur berdua disini seperti tadi malam"
"tidak, aku tidak mau tidur dengan mu"
"ya sudah sana kau tidur disofa atau tidur dengan ku disini atau lo loncat saja sana dibalkon"
"huuu sabar lita sabar, kau pasti keluar dari sini itu pasti kau akan keluar dari sini"ucap lita mengelus elus dadanya dan berbaring disamping devan
"wanita penurut"batin devan
lita pun tidur, seketika ia ingat sesuatu
"owh iya apa kau ada menemukan kunci mobil kemarin"
"ada, ku simpan dilaci meja, memangnya itu kunci mobil siapa"
"punya ku"
seketika devan pun membuka matanya
"apa mobilmu, bukanya itu kunci mobil sport ya, bagaimana kau bisa memilikinya"ucap devan melihat kearah lita dan menaiki tubuh lita kembali
"itu ku beli dengan keringatku sendiri, jadi jangan pikir macam macam"
"apa pekerjaan mu"
"aku hanya seorang prajurit AU saja"ucap lita mendorong devan dari atas tubuhnya
"apa kau seorang tentara"
"hmm, aku hanya prajurit biasa jadi jangan tatap aku seperti itu"
lita pun menyelimuti tubuhnya dengan selimut
"hmm, apa dia memang prajurit biasa, tapi kenapa dia bisa membeli mobil sport"batin devan melihat kearah lita
"sudahlah tidak penting, itu bukan urusan mu jadi biarkan saja"batin devan yang tidur di samping lita
tak lama kemudian mereka pun terlelap didalam mimpi mereka dan tampa sadar kalau devan memeluk lita kembali
………
………
………
………
__ADS_1