
tut tut tut.....di angkat
:"hallo , gue ada tugas buat lo"ucap lita yang masih terbaring di ranjang rumah sakit , begitu juga dengan tri
"(...) "
"hmm segera informasikan kabar baik nya"ucap lita dan memutuskan panggilan
sementara tri hanya memperhatikan lita dari tadi
merasa curiga tri pun bertanya pada
lita " lo habis nelfon siapa tadi , kok kayanya serius banget"tanya tri yang masih berbaring di ranjangnya dan melihat ke arah lita
seketika lita pun terkejut karena tri tiba tiba bertanya dengan lita , yang lita tau bahwa tri sedang tidur jadi lita pun menghubungi seseorang , namun ternyata lita salah tri mendengar percakapan lita
"dak ada apa apa kok , memangnya lo kira gue gak pernah ngomong serius , meskipun itu hanya candaan gue nogmong tetap kaya serius , ya kan"ucap lita mengelak , karena lita takut kalau tri tau rencananya
"iya juga sih , tapi ya udah lah gue mau istirahat dulu dan jangan lupa lo juga istirahat , utamakan dulu kesehatan lo baru lo bisa kerja keras seperti biasanya , jadi sekarang istirahat dulu hentikan aktivitas lo"ucap tri dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut
"hmmm , duluan saja lo gue mau nelfon billy dulu"
"iya terserah lo aja "
lita pun mengambil ponselnya kembali dan menghubungi seseorang lagi
:"hallo , tetap intai sampai ada perintah dariku , jika sudah ada perintah langsung jalankan misinya"ucap lita menghubungi seseorang
panggilan pun di putuskan , entah apa yang lita rencanakan yang pastinya tidak ada seorang pun yang mengetahui rencananya kecuali anak buahnya.
"ahhh...masih dua Minggu lebih gue harus berbaring ke sini , rebahan di sini , bekerja disini. Haa kapan aku akan sembuh aku tidak bisa terus menerus berbaring disini , banyak yang harus aku kerjakan "batin lita sambil berbaring menatap langit langit ruangan
tring tring tring...ada yang menelfon lita
"siapa lagi sih"ucap lita kesal sambil mengambil ponselnya
:"iya hallo , ada apa"tanya lita tampa membaca nama yang menghubunginya
📞:"maaf nona mengangu waktu anda, saya hanya ingin bertanya kepada nona"
:"owh kau, iya ada apa mau tanya apa" ucap lita mengenali suara orang itu
📞:"semuanya sudah siap, apakah semua barang barang nona akan di pindahkan di sana"
:"hmm pindahkan saja , tapi jangan semuanya tinggalkan saja barang barang yang masih ku butuhkan karena aku akan tetap tinggal di sana , jadi bawa saja yang sebagian termasuk hewan hewan itu"perintah lita yang masih berbaring di ranjangnya
📞:"baik nona "
__ADS_1
pangilan pun terptus
Ceklak....
pintu ruangan terbuka , sepontan lita pun melihat ke arah pintu dan ternyata billy dan jana yang masuk
"hai lita , lo gak istirahat"ucap billy mendekat ke arah lita sementara jana pergi ke arah sofa
"gue gak bisa tidur, owh iya andika mana kok gak ke sini juga"ucap lita yang membetulkan duduknya , yang awalnya berbaring kini sudah duduk
"dia ke kantor , mungkin nanti malam dia ke sini "ucap billy memegang tangan lita dan bersandar di bahu lita, sementara jana hanya menatap ponselnya dan hanya mendengarkan percakapan lita dan billy
"owh..bagaimana dengan mu apa kau tidak bekerja lagi "tanya lita memainkan rambut billy
"tidak , aku tidak akan kembali ke London sebelum kau dan tri sembuh"ucap billy memainkan jari jari lita
"lantas siapa yang mengurus perusahaan lo di sana , apa bella lagi yang mengurusnya "ucap lita melihat ke arah billy dan menaikkan kedua alisnya
"bukan , ada bokap yang mengurus perusahaan"ucap billy yang masih memainkan jari jari lita
"owh.."
begitu lah billy dan lita , selalu bermersaan di manapun mereka berada dan tidak peduli dengan orang sekitar, ya meskipun mereka tidak berpacaran , namun mereka berdua sudah seperti adik kakak , yang saling membutuhkan dan bermanja manja selayaknya adik kakak
Sejak lita tinggal sama billy di london , lita sudah diangkan oleh orang tua billy ,untuk menjadi anak angkat mereka dan adik angkat billy, karena billy tidak memiliki saudara perempuan , ada pun bella namun bella dan billy tidak pernah tegur sapa melainkan hanya seperti orang asing namun ada ikatan darah.
"owh iya siapa perempuan itu, kenapa dia selalu saja bersama mu"tanya lita polos dan melihat ke arah jana yang sedang fokus ke ponselnya
"jana kemarilah perkenalkan dirimu pada lita"ucap billy pada jana
jana pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri lita dan billy
"hallo , namaku jeoun jana , kau bisa memanggil ku jana "ucap jana memperkenalkan dirinya pada lita dan membungkuk setengah badan
"iya , namaku lita salam kenal , owh iya kau siapanya billy kenapa kau selalu ikut dengan billy"ucap lita menipiskan bibirnya
"mmm aku , aku..."ucap jana gugup karena dia takut kalau lita akan menatapnya juga seperti andika dan salsili waktu andika dan salsili tau kalau jana adalah tunangan billy
"kenapa kau gugup , berbicara saja aku tidak akan menyakitimu"ucap lita pada jana , karena lita tau kalau jana takut dengan nya
"maaf, kalau aku lancang sekali lagi maaf"ucap jana menunduk
sementara billy masih memegang tangan lita
"kenapa kau minta maaf , kau kan tidak bersalah jadi jangan meminta maaf dan berbicaralah "ucap lita
"dia tunangan ku , dia takut berbicara karena dia takut kau akan menatapnya dengan tatapan tajam kalau kau sudah tau siapa dia"ucap billy meengacak acak rambut lita suapay kepalanya bisa dingin
__ADS_1
seketika lita pun terkejut dan tertawa
"kenapa kau harus takut , bukanya kau tunanganya billy jadi kau tidak perlu takut dengan ku , karena aku akan menjadi adik iparmu nantinya , kemarilah aku ingin memelukmu "ucap lita melambaikan tanganya pada jana
jana pun bernafas lega , karena lita tidak menatapnya dengan tatapan tajam melainkan bahagia
jana pun duduk di samping lita dan memeluk lita dengan hangat
"selamat ya , semoga kau bahagia dengan billy dan jangan biarkan wanita lain menyentuh billy nantinya"ucap lita pada jana sambil memeluk jana
"iya terimakasih"ucap jana
"sudahlah lepaskan pelukan kalian aku ingin di peluk juga"ucap billy yang diabaikan oleh lita
"tidak , aku ingin merasakan aura tubuhnya dahulu "ucap lita
"tidak bisa , aku saja tidak pernah memeluknya , jangankan memelulnya menyentuhnya saja aku tidak pernah"oceh billy
"itu bukan urusan ku , lagi pula jika kalian sudah menikah kau bisa menguasainya semaumu nantinya"ucap lita , jana pun tersipu malu
mereka pun melepas pelukan mereka
"makasih sudah menerimaku"ucap jana tersenyum pada lita
"tidak masalah, karena kau akan menjadi bagian dari kami nantinya "ucap lita
"owh iya lit , gue udah tes dna keluarga lo dan hasilnya negatif tidak ada yang cocok dengan golongan darahmu"ucap billy santay
"maksudnya negatif , gak cocok , apanya bukanya kalau dalam keluarga golongan darah sama dengan orang tua "ucap lita menatap billy
"entahlah , saat itu aku tes DNA semua orang termasuk jana, karena kau dan tri saat itu membutuhkan banyak darah jadi gue tes DNA , namun saat gue liat golongan darah keluarga lo gue bingung kenapa bisa berbeda dengan lo."
"padahalkan lo anak kedua , jadi kenapa punya ayah lo golongan darahnya B sedangkan ibu lo A dan kakak dan adik lo A-B, yang bikin gue bingung kenapa golongan darah lo O sedangkan yang lainya A B "ucap billy melihat ke arah lita sedangkan jana masih duduk di sebelah lita
"lo bisakan merahasiakan ini semua dulu , dan termasuk lo jana , lo diam jangan buka mulut Ok"ucap lita menatap jana
"i-iya gue gak akan buka mulut kok"ucap jana mulai takut dengan lita
"bagus, tunggu sampai gue sembuh, terus gue mau langsung nanya pada orang tua gue."ucap lita yang mulai serius
"tapi lo gak akan macam macamkan, gue mau lo nyelesaikan masalah lo dengan kepala dingin"ucap billy memegang tangan lita
"lo tenang aja, owh iya lo gak salah tes kan , apa jangan jangan ketukar lagi"ucap lita
"gak mungkin ,gue udah dua kali tes tapi hasilnya masih sama, lagi pula kalau pun ketukar gak mungkinkan udah dua kali tes tapi ketukar terus"ucap billy
"iya juga, tapi yang penting sekarang kalian berdua tutup mulut jangan sampai ada yang tau sebelum gue membongkar semuanya"ucap lita
__ADS_1
"hmmm , ya sudah gue dan jana pulang dulu , nanti malam kita kesini lagi dengan mereka andika"ucap billy beranjak dari tempat duduknya begitu juga dengan jana
"hmmm"