
Masih dimalam yang sama, dan kini permainan baru setengah namun ada yang menelfon lita
"siapa yang menelfon"tanya devan yang masih bermain
"frans"jawab lita
"tunggu dulu sebentar"ucap devan yang turun dari atas tubuh lita
"kenapa??"tanya lita
"angkat lah"ucap devan yang sudah melepas juniornya
:"iya hallo frans, ada apa"tanya lita
📞:"kakak ipar lagi dimana sekarang, dari tadi aku mencari kakak, apa kakak sedang bersama kakak devan"tanya frans
:"kakak dihotel dan kakak sedang bersama kakak devan jadi tenanglah mungkin kami akan menginap disini"ucap lita
📞:"owh..ya sudah kalau begitu, bay... selamat malam kak"ucap frans
:"iya selamat malam juga"ucap lita memutuskan panggilanya dan menyimpan ponselnya diatas meja
"apa katanya"tanya frans yang menarik tubuh lita lagi
"dia mencari kita, namun aku bilang kalau kita dihotel"ucap lita
"owh...apa kau mau melanjutkan permainanya ini baru setengah"ucap devan dengan nada manja sambil memainkan payu dar...lita
"tidak, aku sudah lelah juniormu sangat besar dan panjang itu sangat menyakitkan"ucap lita membelakangi devan
"aku mohon, lanjut ya ini baru setengah permainan, aku janji akan memperlakukanmu dengan lembut lagi pula juniorku sudah muat didalam sana"ucap devan merayu lita sambil memeluk dan memainkan payu dar...lita
"aku ngantuk, lagi pula jika kau mau bermain, bermainlah sendirian aku mau tidur"ucap lita
devan pun membalik tubuh lita dan menghadap denganya
"ada apa, apa kau tidak dengar kalau aku ini mengantuk"oceh lita
"diamlah juniorku lagi mencari ruanganya, jadi buka kakimu"ucap devan menaikan kaki lita diatas kakinya
"kau ini, aku ngantuk jadi tidurlah lagi"oceh lita
"aku tidak bisa tidur kalau juniorku belum tidur jadi aku mau menidurkanya dulu"ucap devan memasukan juniornya lagi
"terserah kau saja"ucap lita yang tidur dipelukan devan
"diamlah dan tetap seperti ini jangan dilepas"bisik devan pada lita dan memeluk lita dengan erat
"jika mereka terlepas bagaimana"tanya lita yang melihat devan
"tidak masalah yang penting juniorku sudah tidur"ucap devan mencium dahi lita
"apa kau menyukaiku"tanya lita polos
"entahlah, yang pasti aku akan belajar mencintaimu mulai sekarang, bagaimana denganmu apa kau menyukai"
"tidak tau, yang pasti aku akan belajar juga karena selama ini aku tidak pernah menyukai pria, namun temanku pria semua"
"apa kau menyukai salah satu dari mereka"
"entahlah yang pasti aku hanya nyaman jika dipeluk oleh billy"
"apa kau pernah tidur dengannya"
"iya pernah, sudah beberapa kali tapi kami tidak ngapa ngapai melainkan hanya tidur berdua saja, karena dia sudah menjadi kakakku saat ini jadi dia hanyalah kakak laki lakiku saja dan kami berdua sudah seperti saudara kandung"
"aku percaya itu, tapi bagaimana dengan laki laki tadi pagi yang memelukmu"
"yang mana soalnya banya yang memelukku tadi"
"yang ku tegur tadi dan siap siapa saja yang memelukmu"
"owh itu calon kakak iparku dan yang memeluku itu banyak yaitu rekanku teman temanku dan billy sama andika"
"owh...berjanjilah padaku kau tidak akan dipeluk siapapun lagi kecuali aku"
"hmm, tapi bagaimana dengan billy dan andika apa mereka tidak boleh juga"
"hmm, tidak boleh kalau bukan aku yaang mengizinkan"
"baiklah, tapi aku tidak janji kepadamu namun aku akan belajar untuk tidak memeluk mereka lagi"
"hmm bagus kalau begitu"
__ADS_1
"apa juniormu sudah tidur"
"ya sepertinya begitu, aku akan melepasnya pelahan pelahan"
"hmm terserah kau saja, aku ingin tidur dan memelukmu"
"iya, itu hakmu"
mereka berdua pun tertidur dan saling berpelukan
pagi pun tiba
dimana lita yang barusaja bangun sedangkan devan masih tertidur
"hei..selamat pagi suamiku"sapa lita sambil mencium bibir devan
"apa kau mau bermain lagi"tanya devan yang tiba tiba membuka matanya yang membuat lita terkejut dan tersipu malu
"sejak kapan kau bangun"tanya lita yang berlindung didada devan
"sudah dari tadi"ucap devan memeluk lita
"kenapa kau tidak bilang kalau kau sudah bangun, kau membuatku malu saja"ucap lita yang melihat wajah devan
"jangan banyak bergerak, kalau tidak juniorku akan bangun"
"bodo amat"ucap lita yang memainkan junior devan lagi
"kenapa kau memainkanya apa kau mau kuterkam lagi"
"tidak aku tidak mau, lagi pula ini sudah siang jadi sewajarnya aku membangunkanya supaya tidak kesiangan"ucap lita masuk kedalam selimut
"hei junior kecil bangunlah ini sudah pagi"ucap lita memainkan perut devan yang seoerti roti koyak
"apa kau menyukainya"
"tidak, karena aku punya juga meskipun tidak seperti milikmu"
"apa aku boleh melihatnya"
"tidak boleh, nanti kau bisa tergoda melihatnya"
"baiklah istri kecilku yang nakal, aku ingin berolahraga lagi"ucap devan memasukan dua jarinya kedalam ******** lita
"kenapa kau menggunakan jarimu, Aaa.. itu sangat sakit cepat keluarkan dari sana"
"baik lah..Aaaahh...aku menerimanya jadi keluarkan cepat.Aaaahh.."desah lita
"aku suka desahaan mu, teruslah mendesah"ucap devan mendalam kocokanya
"Aaa....jangan terlalu dalam, Aaahh...aisss kau ini, Aaahhhaa...berhentilah "desah lita yang mulai tegang
"apa kurang kencang"
"tidak, tapi rasanya Aaahh....sakit sekalii.."desah lita
"baiklah aku akan memasukan juniorku, karena kau sudah mengizinkannya"
"Aaahha...hentikan"
devan pun memasukan juniornya dan menghentakanya
"iisss...Aaahha...isss..aahh...iisss...
Aaahhh.....rasanya sama saja dengan yang tadi malam"desah devan yang semangkin cepat doronganya
"a a a a jangan terlalu kencang"desah lita
"apa kau menyukainya sayang"
devan pun terus mengoyang dan mengoyang dan menghentakannya
"pelan pelan saja kau bisa merusaknya nanti a aaahhh.."desah lita lagi karena devan terus mengoyang dan menghentakanya
" buka lebar lebar kakimu"ucap devan yang terus menghentaka juniornya dan lita mu menaikan kakinya dipinggul devan
devan pun terus tarik ulur dengan juniornya
"sudahlah hentikan, berhentilah"ucap lita terus mendesah
"baiklah sayang, aku akan mengocok kembali dengan jari jariku"
"biarkan saja juniormu tetap didalam asalkan jangan mengunakan jari"
__ADS_1
devan pun mendudukan lita dipangkuanya dan menginsap payu dar...lita
"baiklah aku akan membiarkan juniorku tetap didalam dan aku akan bermain denganmu lagi"ucap devan mengeluarkan juniornya dan memasukan jari jarinya kedalam dan terus mengocok
desahan demi desahan selalu keluar dimulut lita dan devan
sementara devan terus menerus mengocok bahkan sekali kali dia menjilat ******** lita dan memainkanya dengan lidahnya
devan terus mengocok dengan jari dan juniornya secara bergantian sampai selesai
"apa kau sudah lelah sayangku"tanya devan yang masih mendalam juniornya
"aku sangat lelah aku ingin mandi"
"baik lah pegangan yang kuat kita akan mandi bersama"
lita pun berpegangan yang kuat dan melingkarkan kakinya dipinggul devan, karena junior devan masih didalam
devan dan lita pun masuk kedalam kamar mandi dan masuk kebathtup dimana lita diatas dan devan dibawah
"apa kau menyukai permainanku sayang"tanya devan yang masih mempertahankan juniornya didalam sedangkan mereka berdua sudah
terendam air
"kau sangat kejam, kau membuatku tidak berkutik"ucap lita yang kelelahan dan masih bersandar ditubuh devan karena junior devan masih didalam
"cepat mandi kita cari makan Ok"ucap devan mencium dahi lita dan melepas juniornya
"kita pesan makanan saja sepertinya aku susah untuk berjalan"
"baiklah aku akan memesan makanan untuk kita nantinya"
"hmm"
beberapa menit kemudian devan dan lita sudah selesai mandi dan kini devan sedang membereskan pakaian mereka yang berserakan dilantai, sedangkan lita masih didalam kamar mandi
"sayang apa kau sudah menggunakan handuk"tanya devan mengetuk pintu
"sudah, kau tinggal antarkan pakaianku saja"
"ya sudah kalau gutu aku masuk"
devan pun masuk kedalam kamar mandi untuk memberikan pakaian lita
setelah selesai menganti pakaianya lita pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri devan yang sudah menyajikan makanan
"apa kau bisa berjalan"tanya devan yang melihat lita sedikit kesusahan untuk berjalan
"ya, setidaknya tidak menyusahkanmu"ucap lita duduk dibangku
"makanlah ini bagus untukmu"ucap devan menyuapi lita
"hmm makasih"
"owh iya, apa kau mau punya anak dariku"
"entahlah, umurku mash terlalu muda untuk menjadi seorang ibu"
"owhh...apa kau tidak mau memiliki anak dariku"
"bukan seperti itu, tapi aku belum siap untuk menjadi seorang ibu"
"owh, jika kau hamil kau mau anak berapa"
"Tergantung Tuhan yang memberikanya kepadaku"
"bagaimana jika lima, apa kau sanggup mengurusnya"
"kau ini jangan pikirkan itu dulu, aku menjadi takut mendengarnya"
"kenapa kau mau menikah denganku"
"karena aku kasian melihat frans, aku ingin melihat dia bahagia"
"kenapa kau kasihan melihat dia bahkan kau mementingkan kebahagiaanya daripada kebahagiaanmu"
"karena aku pernah diposisinya, jika kita bahagia belum tentu orang lain bahagia"
"hmm aku mengerti"
"bagus kalau begitu, lanjutkan makanya jangan bahas ini lagi"
"hmm kau harus makan yang banyak"
__ADS_1
lita dan devan pun melanjutkan makannya sampai selesai
Setelah selesai makan mereka pun pergi keluar untuk jalan jalan