
Keesokan harinya dimana lita masih dinyatakan koma oleh beberapa dokter yang menangani lita
sedangkan devan dan billy yang selalu ada untuk lita pun mulai memikirkan hal hal aneh jika lita sadar dari komanya nanti
dimana devan dan billy takut jika lita sadar nanti, lita akan menanyakan janinnya yang sudah tidak ada
itulah yang menjadi ketakutan mereka nantinya
sedangkan salsili tri dan andika masih berada diLondon karena tidak tega untuk meninggalkan billy dan devan
pukul satu siang
dimana lita harus diperiksa lagi oleh dokter dan menganti beberapa infus dan darah yang sudah hampir habis
devan billy tri salsili dan andika pun menunggu keluar sebentar, selagi dokter memeriksa lita
"dika.. sebaiknya kalian pulang saja" ucap billy pada andika yang duduk dibangku penunggu diluar ruangan lita bersama yang lain
andika pun melihat kearah billy dengan tatapan kesal
"kau saja yang pulang, lagi pula jana sedang hamil sebaiknya kau menjaganya juga" ucap andika dengan ketus
"kau ini sebaiknya kau memikirkan tri dan salsili juga jangan pikirkan dirimu sendiri" oceh billy pada andika
"apa yang harus aku pikirkan pada mereka, mereka baik baik saja dan kami sudah sepakat untuk menjaga lita sampai lita sadar" ucap andika
"ya andika betul, kami tidak akan pulang sebelum lita sadar" ucap salsili
"hmm, lagi pula apa yang akan kami kerjakan kalau kami pulang " ucap tri juga
"kalian ini menjengkelkan sekali, apa kalian bisa sesekali mendengarkan ucapan ku" oceh billy
"sudahlah, jangan bertengkar ini rumah sakit jadi tenangkan diri kalian" ucap devan yang kesal dengan pertengkaran billy dan andika
"ya devan benar, sebaiknya kita jangan bertengkar kasian pasien yang lain, mereka tergangu karena kita" ucap salsili yang menyambung ucapan devan
"iya ya..." ucap andika dengan ketus
mereka semua pun kembali terdiam dan menunggu dokter keluar dari ruangan lita
tak lama kemudian para dokter pun keluar dan memanggil devan dan yang lainnya juga
"permisi tuan"ucap salah satu dokter itu
devan dan yang lainnya pun langsung menghampiri dokter tersebut
"iya dok, bagaimana apa ada kemajuan" ucap salsili
"iya nona, nona lita sudah bangun dari komanya dan sekarang ia mau bertemu dengan suaminya" ucap dokter itu yang membuat mereka semua terkejut
"benarkah, apa istri saya sudah sadar dok" ucap devan yang kegirangan mendengar bahwa lita sudah sadar
"ia tuan, nona lita sudah sadar dengan total, namun dia masih harus dirawat disini untuk beberapa hari lagi" ucap dokter
"baiklah dok makasih, sekali lagi terimakasih atas bantuannya" ucap billy yang membungkuk setengah badan begitu juga dengan yang lainnya
"iya, kalau begitu kami permisi dulu" ucap dokter
mereka pun mempersilahkan para dokter itu pergi sedangkan mereka langsung masuk kedalam
saat devan dan billy melihat lita yang sedang duduk diatas ranjangnya sambil memainkan ponselnya pun langsung menghampiri lita
"sayang..."ucap devan yang mau menangis karena terharu begitu juga dengan billy
"kemarilah" ucap lita yang melambaikan tangannya pada devan dan menyimpan ponselnya
__ADS_1
devan pun langsung memeluk lita dan menangis dipelukan lita
"sayang sudahlah jangan menangis" ucap lita mengecup pipi devan dan melepas pelukannya
"apa kau sudah merasa nyaman sekarang" ucap devan pada lita
"ya aku baik baik saja" ucap lita yang melepas senyum manis yang palsu
"lita..."ucap salsili dan andika
"kalian ada disini juga, kemarilah " ucap lita yang melebarkan tangannya
billy andika tri dan salsili pun langsung memeluk lita dengan erat
"kami merindukan mu" ucap andika yang melepas pelukannya begitu juga dengan yang lain
"hei lihatlah kalian, kenapa kalian merindukan ku dan bukan mengkhawatirkan ku" ucap lita pada keempat sahabatnya
salsili tri andika dan billy pun menangis dan meneteskan air mata kesal dan kembali memeluk lita
" hei sudahlah" ucap lita
mereka pun melepas pelukannya dan tertawa meskipun tidak ada yang lucu
"hei lita apa kau tau ini yang ketiga kalinya kau koma, apa kau sangat menyukai yang namanya koma kenapa sudah sampai tiga kali kau koma haa..." oceh tri pada lita
"hei tri, kau juga pernah koma meskipun hanya sekali, kenapa kau harus menghitung berapa kalinya lita koma haa..." ucap salsili ketus
"hei sudahlah itu tidak penting, yang terpenting sekarang lita sudah baik baik saja" sahut andika
"andika benar, lagi pula aku koma bukan kemauan ku tapi ini takdir ku" ucap lita
"sudah sudah, kenapa jadi panjang begini masalahnya ini semua hanya masalah kecil jadi jangan diperpanjang" oceh billy
lita pun hanya tersenyum, meskipun senyumannya itu palsu
"iya baiklah" ucap lita pada devan dan mengacak acak rambut devan lalu kembali berbaring
"istirahatlah yang banyak dan pastikan dirimu baik baik saja" ucap billy yang mengecup dahi lita
"iya itu pasti" ucap lita
"kau baru saja sadar jadi aku akan keluar untuk membelikan mu beberapa makanan dulu" ucap andika yang mengecup dahi lita juga
"kami berdua juga ikut, kami mau membeli sesuatu juga diluar" ucap salsili yang mengengam tangan tri dan melihat kearah andika dan lita
"ya sudah aku juga akan ikut, aku mau memberi tau jana kalau lita sudah sadar" ucap billy
"baiklah, jangan lupa nanti tamara bawa kesini" ucap lita pada billy
"ya akan ku bawa, kalau begitu aku duluan" ucap billy yang keluar dari ruangan lita
"kami juga" ucap tri yang memeluk lita begitu juga dengan salsili
"hati hatilah dan belikan aku makanan yang enak" ucap lita pada andika
"kami pergi dulu" ucap andika
"ya..pergilah" ucap lita
salsili tri dan andika pun keluar dari ruangan lita untuk izin membeli makanan diluar
padahal yang sebenarnya mereka tidak tega melihat lita yang baru saja sadar dari koma dan sudah kehilangan buah hatinya
billy andika tri dan salsili pun menangis diluar ruangan lita, agar lita tidak mengetahuinya
__ADS_1
mereka berempat pun saling memeluk satu sama lain untuk menenangkan diri mereka masing masing
"sudahlah nanti lita bisa mengetahui kita disini" ucap billy pada ketiga sahabatnya atau bisa dibilang ketiga adiknya dan empat dengan lita
"hmm..kau benar, ya sudah pergilah dan bawa jana kesini" ucap andika pada billy
"yaa.. aku pergi dulu" ucap billy yang meninggalkan mereka andika
"ya sudah kita juga pergi" ucap tri
"ya.." ucap salsili
mereka pun pergi keluar untuk mencari makanan dan menenangkan diri mereka
sedangkan kini devan dan lita yang ada didalam ruangannya lita hanya diam saja dimana devan yang tidak mau berhenti memeluk lita dan terus menangis dipelukan lita
"sayang sudahlah, aku sudah mengetahuinya tadi tenangkanlah dirimu" ucap lita pada devan
devan pun terkejut dan bertanya tanya pada dirinya sendiri apa sebenarnya yang sudah diketahui oleh lita
devan pun melihat lita dan mengecup semua bagian wajah lita dan terus menangis
"apa yang sudah kau ketahui" ucap devan pada lita dan mengengam erat tangan lita
"aku keguguran, dan aku sudah mengetahuinya tadi dokter bilang padaku untuk tidak bersedih dan menyesali ini semua karena ini semua sudah terjadi" ucap lita pada devan yang memeluk devam dengan erat
"apa kau sungguh sungguh sudah tau" ucap devan yang memeluk lita kembali
"iya sayang, dokter sudah menceritakan semuanya padaku dan dokter minta pada ku untuk tidak memikirkannya lagi karena jika terus aku pikirkan itu bisa membuatku sakit jiwa dan saraf ku bisa rusak, jadi aku memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi" ucap lita pada devan
yang berusaha menahan tangisnya meskipun dadanya sesak karena kehilangan buah hatinya
devan pun terus menangis dipelukan lita dengan keras dan tidak mau melepas pelukannya
"maafkan aku seharusnya aku menjagamu seperti billy yang selalu menjaga jana"ucap devan yang menangis semangkin keras
"sudahlah sayang, ini bukan salahmu aku saja yang ceroboh, seharusnya aku berhati hati saat berjalan" ucap lita yang mengusap air mata devan
"kali ini aku tidak akan pernah meninggalkan mu agar kau tetap aman disampin ku" ucap devan
"iya sudahlah, jangan menangis lagi" ucap lita yang meneteskan air mata dan terus menghapus air mata devan
"mulai sekarang kita akan memulai hidup baru kita lagi" ucap devan yang menghapus air mata lita
"baiklah kita akan memulainya lagi sekarang" ucap lita yang mengelus elus rambut devan dan mengecup bibir devan sekilas
"istirahatlah" ucap devan pada lita
"naiklah aku ingin tertidur sambil memeluk suami ku" ucap lita pada devan dan sedikit bergeser
devan pun naik keatas ranjangnya lita dan memeluk lita sambil mengelus elus rambut lita
sementara diluar ruangan lita dimana tri salsili dan andika yang sudah kembali dari tadi dan mendengar semua pembicaraan lita dan devan tadi dari luar
seketika jantung mereka serasa berhenti berdetak dan mulai kembali menangis setelah mendengar pembicaraan lita dan devan tadi
"apa lita sudah mengetahuinya " ucap salsili pada tri
"kurasa begitu"ucap tri yang menahan tangisnya begitu juga dengan andika dan salsili
"apa sebaiknya kita beri tau billy juga tentang ini" ucap andika yang mengusap air matanya dan berusaha untuk tegar
"kurasa begitu, cepat atau lambat dia pasti akan tau juga nantinya" ucap tri
"ya sebaiknya beritau saja semuanya" ucap salsili
__ADS_1
andika pun mengambil ponselnya dan menghubungi billy sementara tri dan salsili kembali duduk karena mereka tidak sangup menemui lita
dan hanya bisa melampiaskan kemarahan mereka pada air mata mereka yang terus mengalir