
Dua hari kemudian, dimana acara pernikahan lia dan dio yang dibuat dirumah lita sudah mau memulai acara
Satu keluarga termasuk teman teman dio, lia dan saudara yang lainnya juga ikut mengikuti upacara pernikahan didalam gereja yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah lita dan termasuk teman teman lita dan frans yang ikut diupacara pernikahan
dan kini upacara pernikahanya sudah selesai, tinggal pemberkatan dan tukaran cin cin pernikahan
Malam pun tiba
Kediaman lita
Dimana sang pengantin sudah pulang kerumah dari tadi untuk melanjutkan acara pesta pernikahanya.
Dilantai bawah dimana begitu banyak tamu undangan yang datang untuk menghadiri pernikahan Lia dan Dio
penampilan Lia dan gaun yang dibelikan oleh lita dibutiknya
"hei...menikah juga akhirnya kalian"ucap sahabat lia
"selamat ya semoga cepat dapat momongan"ucap sahabat lia yang satunya lagi yang sedang hamil besar
"Iya makasih"ucap lia bersalaman dengan sahabatnya
"makasih sudah datang"ucap dio yang bersalaman dengan sahabat lia
"selamat ya, semoga bisa nyusul gue"ucap teman dio
"nyusul, maksutnya"tanya dio
teman dio pun mendekat pada dio dan membisikan sesuatu
"nyusul gue, soalnya istri gue udah hamil"bisik teman dio
dio pun terdiam dan tersenyum
"hmm"angup dio
"semoga berhasil"ucap teman dio menepuk nepuk bahu dio dan berjalan berlalu pergi
"apa kata dia tadi"tanya lia pada dio
"dak, tidak ada apa apa"ucap dio sambil senyum senyum
"owh.. awas aja kalau yang macam macam"oceh lia
"tidak bukan yang macam macam kok"ucap dio masih senyum senyum
Sementara kini dilantai atas, dikamar lita
dimana lita sedang berbaring lemas karena mabuk, karena tri dan jana menantang lita untuk minum dan tentu saja lita mau karena jika yang namanya taruhan dia pasti ikut meskipun dia tidak mampu tapi yang namanya taruhan apalagi kalau taruhanya besar pasti lita langsung mau
Dan tentu saja lita menang, lita menghaniskan lima botol wine tampa berhenti dan menghabiskanya dengan cepat, ya meskipun akhirnya lita mabuk tapi setidaknya lita mendapatkan mobil tri dan mobil jana
dan kini jana dan tri harus menangisi mobil kesayangan mereka, rasa tidak rela namun apa boleh buat lita yang menang
jika lita yang bertindak maka semuanya akan terwujut olehnya meskipun itu tidak mungkin tapi bagi lita itu mungkin mungkin saja
Depan rumah lita
"mobil ku...."ucap jana menangisi mobilnya
"apa boleh buat ini sudah terjadi, jadi bersabarlah"ledek salsili yang menahan tawanya karena tri dan jana
"mobil kesayanganku...coba saja lita kalah pasti mobilnya yang menjadi milik kita"oceh tri sambil menangis didepan mobilnya
"kasian...makannya kalau mau buat taruhan dengan lita tu harus pikir pikir dulu sebelum bertindak kan jadinya begini, salah sendiri lita ditantang"ledek andika yang terus menerus mentertawakan jana dan tri begitu juga dengan billy dan salsili
__ADS_1
"billy bagaimana kalau nenek dan kakek tau pasti mereka akan marah padaku karena mobil pemberian mereka menjadi taruhan"ucap jana melihat kearah billy dan memegang erat tangan billy
"bukan urusanku lagi pula kalau belum tau lita jangan coba coba menantangnya"oceh billy pada jana
"apa yang harus kami lakukan supaya lita memberikan mobil ini dengan kami lagi"ucap jana yang tak henti hentinya menangis begitu juga dengan tri yang selalu memeluk mobilnya
"ini semua bukan urusan kami, jadi kalian berdua relakan saja mobil kesayangan kalian"ledek andika
"hmm kalian harus merelakannya, untung saja aku tidak ikut taruhan kalau ikut pasti mobilku kena juga"ledek salsili
sementara tri dan jana semangkin menangis karena selalu saja diledek oleh salsili dan andika
"sudahlah jangan menangis disini banyak orang, kalau orang melihat kalian berdua maka mereka akan meledek kalian juga"oceh billy pada jana dan tri
"lantas apa yang harus kami lakukan"tanya tri
"kalian berdua kumpulkan uang untuk nebus mobil kalian pada lita supaya mobil kalian kembali lagi dengan kalian"ucap salsili dengan nada meledek
"memangnya lita mau"tanya jana
"tidak tau"ucap andika salsili dan billy menaikan bahu mereka
tri dan jana pun semangkin menangis dan memikirkan cara supaya mobil mereka kembali lagi pada mereka, sedangkan andika dan salsili selalu saja meledek jana dan tri
sedangkan kini devan sedang marah marah kepada lita karena lita mabuk
"kau ini, kalau tidak mampu untuk minum jangan minum, menyiksa diri saja"oceh devan menepuk nepuk bahu lita supaya lita memuntahkan semua minumanya
"jangan banyak bicara"ucap lita yang terus menerus muntah
"kau ini menyusahkan saja"oceh devan
lita pun terus menerus muntah sampai dirinya baik
Setelah memuntahkan semua yang ada didalam perutnya lita pun mandi karena gaunnya kena muntahannya begitu juga dengan devan yang kena puntah lita juga
setelah selesai mandi lita dan devan pun berbaring diranjang, namun frans menelfon devan
📞:"kau dimana, aku mau berpamitan dari tadi aku mencarimu dan kakak ipar tapi aku tidak menemukan kalian"ucap frans
:" kakak mu mabuk jadi kami harus istirahat duluan, kalau kau mau pulang, pulang saja soalnya aku mau mengurus kakakmu"ucap devan
📞:"hmm kalau begitu aku pulang dulu, titip salam untuk kakak ipar"ucap frans
:"hmm"
panggilan pun terputus dan devan pun berbaring lagi diranjang
"apa kata frans"tanya lita yang sudah berbaring lemas
"dia berpamita mau pulang"ucap devan menarik selimut
"owh...kenapa dia tidak menginap saja"
"entahlah aku juga tidak tau"
"hmm"
lita pun berbalik membelakangi devan
"hmm dasar anak nakal"oceh devan menyelimuti lita
devan pun duduk kembali dan memainkan ponselnya
"devan..apa aku boleh meminta sesuatu"tanya lita membalik tubuhnya kembali
"memangnya kau mau apa"
"aku lapar, tapi aku tidak bisa bangun karena tubuhku sangat lemas"ucap lita, ya mang benar tubuh lita sangat lemas karena mabuk, sampai sampai ganti baju saja dibantu oleh devan karena lita tidak bisa begerak
__ADS_1
"tunggu sebentar aku mengambilkanmu.. salad dulu"ucap devan beranjak dari ranjang
"aku tidak mau makan tapi aku lapar"
"terus kalau kau tidak mau makan tapi kau lapar, aku harus bagimana supaya kau tidak lapar lagi"
devan pun duduk kembali keranjang dan memainkan rambut lita
"tidak tau"
"ya sudah minum susu saja ya"
"hmm"
Devan pun pergi kedapur untuk mengambil susu
Sementara kini, pesta yang baru saja selesai namun diluar masih ada tamu, sedangkan lia dan dio sudah ada dikamar, karena lia tiba tiba saja pingsan saat menyambut para tamua
dan kini dio yang masih panik terus menerus mencoba membangunkan lia
"lia..lia sayang bangun dong"ucap dio terus menerus menepuk nepuk pipi lia
"sayang..aduh pliss dong bangun, lia..lia.."ucap dio terus menerus membangunkan lia yang dibaringkan diranjang
dio pun terus membangunkan lia sampai sampai dio keringat dingin karena lia tidak mau bangun bangun
dio pun terus mencoba hingga sampai akhirnya lia pun terbangun dan dengan cepat dio memberikan lia air minum dan dio pun bernafas lega karena lia akhirnya bangun juga
"apa kau baik baik saja sayang"ucap dio memeluk lia yang masih berbaring diranjang
"hmm aku baik baik saja, jadi tenanglah"ucap lia
"bagaimana aku bisa tenang, kau saja tiba tiba pingsan bagaimana aku bisa tenang"oceh dio
lia pun tersenyum dan mencium bibir dio dengan sekilas
"maafkan aku karena membuatmu cemas"ucap lia bangun dari ranjang dan duduk disamping dio yang masih di atas ranjang
"hmm, kalau kau lelah ganti dulu pakaianmu terus istirahat, aku mau mandi dulu jadi tunggulah disini"ucap dio beranjak dari ranjang
Dio pun pergi kekamar mandi sedangkan lia menganti pakaiannya
Sedangkan kini tina yang masih khawatir dengan kedua kakaknya terus menerus mondar mandir tampa menghiraukan para tamu
"tenanglah mereka pasti baik baik saja"ucap ibu yang duduk diaofa bersama ayah
"bagaimana aku bisa tenang, tadi kakak lita mabuk karena banyak minum dan sekarang kakak lia tiba tiba pingsan, bagaimana aku bisa tenang"oceh tina yang masih mondar mandir didepan orang tuanya
"kakak lia pingsan karena dia kelelahan sedangkan kakakmu yang satunya lagi dia mabuk karena kemauanya sendiri jadi jangan khawatir"sahut ayah
"kakak lita mabuk bukan karena kemauanya tapi karena mereka taruhan"ucap tina duduk didepan orang tuanya
"ayah tau itu, tapikan kalau tidak mampu minum jangan dipaksakan"ucap ayah
"itukan karena ditantang, coba kalau tidak ditantang pasti kakak lita tidak akan mau"oceh tina
"terserah kau saja, memang kakakmu itu tidak mau mendengar kata orang, padahal orang berniat baik tapi dia selalu saja salah artikan"oceh ayah
"sudahlah kenapa jadi bertengkar seperti ini, tidak enak diliatkan banyak orang"sahut ibu
"adik saja yang tidak mau kalah, karena memang kenyataan kalau kakak mu itu nakalnya luar biasa"oceh ayah dan berlalu pergi
"yang nakalkan kakak lita kenapa ayah yang selalu marah"oceh tina menatap kepergian ayahnya
"sudahlah jangan dipermasalahkan, ayah dan kakak lita itu memang satu kepala, sama sama tidak mau ngalah"sahut ibu
"hmm, bukan kakak lita yang keras kepala tapi ayah yang tidak mau ngalah"oceh tina
"sudahlah jangan dibahas lagi"ucap ibu
__ADS_1
tina dan ibu pun pergi menyusul ayah yang melayani tamu