Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
bertengkar karena makanan


__ADS_3

frans yang sangat akrab dengan adik kembarnya itu pun rela membuang uang sakunya untuk kedua adiknya asalkan kedua adiknya bisa senang


hans dan hany pun membawa frans berkeliling mencari apa yang mereka inginkan dan mempersiapkan sesuatu untuk ultah Tina besok


Dan kini dikediaman devan, lita yang baru saja selesai mamdi dan akan menganti pakaiannya, sedangkan devan hanya duduk santai diatas ranjang dan melihat lita membungkar lemari pakaian


"sayang... apa kau belum mau mandi, kenapa dari tadi hanya diam saja disitu" ucap lita yang memilih beberapa helai pakaian


devan pun berjalan menghampiri lita dan memeluk luta dari belakang yang membuat lita terkejut


"kau ini membuat aku kaget saja, mandilah aku akan buatkan mu sarapan" ucap lita pada devan


sedangkan devan hanya diam saja dan masih memeluk lita


"sayang... apa kita perlu periksa kedokter agar kita dapat cepat punya bayi kecil" ucap devan menyandarkan kepalanya dibahu lita dan menjilat leher lita yang membuat lita merinding


"terserah saja, aku hanya ikuti apa yang kau mau saja" ucap lita mengusap usap rambut devan sedangkan devan masih menjilat leher lita


"jika kita periksa, aku takut jika ada masalah nantinya yang membuat kita tidak bisa punya anak" ucap devan yang semangkin memperdekat wajahnya pada leher lita


"sudahlah, kau mandilah dulu setelah itu kita sarapan dan pergi periksa, Ok.."ucap lita mengusap usap rambut devan


"hmmm..." ucap devan


"ya sudah mandilah sana" ucap lita pada devan


"sayang......" ucap devan memegang handuk belakang lita


"ada apa lagi mandilah sana" ucap lita


namun tiba tiba....


seeettt.......


"devan......" teriak litapada devan


sedangkan devan sudah berlari kedalam kamar mandi


"dasar.... awas saja kau nanti" oceh lita membetulkan handuknya yang dilepaskan oleh devan tadi


lita pun mengenakan pakaiannya dan pergi kedapur untuk membuat sarapan


meskipun maid sudah banyak didalam rumah devan namun tidak ada satu maid pun yang berani membuatkan devan sarapan karena semua makanan devan dan keperluan devan lainnya lita yang mengurusnya


lita pun membuatkan sarapan untuknya dan untuk devan


setelah selesai membuat sarapan lita pun memanggil devan untuk sarapan bersama


devan pun langsung turun dan melihat sarapan yang dibuat oleh lita


"sayang...apa yang kau masak, kenapa sarapan kali ini berbeda"ucap devan pada lita dan melihat menu makanannya


"kenapa apa kau tidak suka" ucap lita pada devan


"tidak tapi...kenapa kau buat sup, bukannya kau tau aku tidak terlalu suka kimchi Jjigae ya kenapa kau buat" ucap devan pada lita


"ya sudah kalau kau tidak mau makan ya tidak masalah " ucap lita yang memakan makanannya


" kau ini.."ucap devan dengan ketus


"kalau tidak mau makan ya jangan dimakan, buat saja makanan mu sendiri sana " ucap lita yang tetap memakan makanan yang ia buat


"kau marah pada ku ya" ucap devan pada lita


"tidak... cepat makan setelah itu kita pergi kedokter" ucap lita yang tidak memperdulikan devan dan hanya fokus pada makanannya


devan pun terpaksa untuk makan makanan buatan lita, meskipun di tidak terlalu suka namun mau bagaimana lagi, setiap devan pergi kearah dapur pasti para maid akan mengikuti devan pergi kedapur


dan jika lita melihat devan bersama para maid didapur devan pasti akan mendapatkan masalah besar.


skip..


lita yang melihat devan seperti orang sakit yang tidak mau makan apa pun, kembali merasa bersalah dan menghentikan makannya


"sayang kemarilah, aku akan ambilkan mu roti sama selai jadi biarkan saja makanan mu itu" ucap lita pada devan


devan pun melihat kearah lita dengan tatapan bersalah karena membuat lita merasa bersalah atas apa yang lita lakukan padanya


"tidak perlu aku akan tetap makan ini" ucap devan


"sudahlah, aku tau kau tidak suka makanannya, jad biarkan saja "ucap lita yang berjalan kearah dapur mengambil selai dan roti dan kembali kemeja makan


"sayang...sudahlah tidak perlu" ucap devan

__ADS_1


lita pun mengambil empat lembar roti dan mengolesinya selai coklat


"makanlah ini dan biarkan saja itu" ucap lita memberikan roti tadi pada devan


"tapi... "ucap devan


"sudahlah...., kemarilah aku akan menyuapi mu" ucap lita


devan pun beranjak dari duduknya dan duduk disamping lita dengan raut wajah bersalah


"buka mulutmu" ucap lita


devan pun membuka mulutnya dan memakan rotinya


"sayang... apa kau marah pada ku" tanya devan pada lita


"tidak, aku hanya sedikit kesal saja tadi" ucap lita yang kembali menyuapi devan


"makanlah juga" ucap devan mengecup dahi lita


"hmm.... baiklah" ucap lita yang menyuapi devan lagi dan dikecup lagi oleh devan


para maid yang dari dulu mengincar devan dan rela menjadi maid agar dapat bertemu dengan devan setiap harinya,


namun semua usaha sia sia karena devan sudah menikah duluan dengan lita.


skip...


Setelah selesai sarapan lita dan devan pun pergi sedangkan para maid mengemaskan sisa makanan mereka tadi.


dan kini didalam perjalanan dimana lita dan devan hanya diam saja


" sayang.... apa kau yakin kita akan periksa" ucap devan pada lita


lita pun melihat kearah devan dan tersenyum bahagia


"tidak tau, jika kau tidak mau periksa tidak masalah, aku hanya mengikuti kemauan mu saja "ucap lita


" ya sudah kita periksa saja" ucap devan yang terus melaju mobilnya


"hmm..."ucap lita yang berbaring dipangkuan devan dan menatap devan yang fokus menyetir


"sayang... jika kau hamil nanti kau mau anak berapa" ucap devan yang mengelus elus wajah lita


" aku hanya tergantung pada mu jika kau mau banyak akan ku berikan sepuas hati mu, dan aku akan berusaha untuk menjadi ayah yang baik" ucap devan


"benarkah" ucap lita


"ya akan aku usahakan itu" ucap devan


"sayang apa aku boleh duduk dipangkuan mu" ucap lita


devan pun melihat kearah lita dan menepuk pahanya dan menepikan mobilnya


"kemarilah, apa kau menginginkannya" ucap devan mengendong lita duduk dipangkuannya


" tidak aku hanya ingin memelukmu saja" ucap lita


"baiklah akan ku berikan sehangat mungkin" ucap devan memeluk erat lita dengan penuh kasih sayang dan mengecup dahi lita


"sayang..."ucap lita


"hmm ada apa"ucap devan menjalankan mobilnya


"aku ingin anak kita nantinya kembar seperti hans dan hany" ucap lita


"terserah saja "ucap devan yang melajukan mobilnya dan masih memeluk lita


mereka pun melanjutkan mobil mereka menuju rumah sakit


sedangkan kini billy dan jana yang sedang berkumpul bersama di ruang tvnya sambil mengemil


"jana.."ucap billy pada jana


jana pun melihat kearah billy


"ada apa" tanya jana


"aku ingin keluar sebentar apa kau mau ikut" ucap billy beranjak dari duduknya


"memangnya mau kemana" tanya jana lagi


"menemui andika dikantornya" ucap billy

__ADS_1


"ohh.. baiklah aku ikut" ucap jana pada billy dan beranjak dari duduknya


"terserah saja" ucap billy


"aku mau mengambil tas ku dulu kau tunggulah dimobil" ucap jana pergi kearah kamar


"hmm..." ucap billy yang berjalan kearah bagasi


billy pun mengeluarkan mobilnya dan memanaskannya sebentar


jana pun keluar rumah dan menghampiri billy yang sudah ada didalam mobil


"apa kau menunggu lama" ucap jana yang sudah duduk disamping billy


"tidak juga" ucap billy melaju mobilnya


beberapa menit kemudian billy dan jana pun sampai dikantor andika, mereka berdua pun langsung masuk dan pergi keruangan andika


tok tok tok....


"siapa" ucap andika dari dalam ruangannya


"gue billy," ucap billy yang masuk begitu saja


andika pun melihat kearah billy dan mengejar billy


"lo kesini sama siapa, apa lita ikut" ucap andika yang memeluk billy dengan erat dan dibalas oleh billy


"gue dengan jana, lita gak ikut dia pulang kerumah devan" ucap billy yang berjalan kearah sofa bersama jana dan andika


"owh... terus lo kesini mau ngapain" ucap andika


"gak gue bosan aja dirumah" ucap billy membuat kopi


"owh.. bagaimana kalau kita makan siang diluar" ucap andika


" boleh, lagi pula kita udah gak pernah makan bareng" ucap billy


"ya sudah kita pergi sekarang" ucap andika


"kerjaan lo " ucap billy


"sudahlah itu bisa nanti " ucap andika


"ohh..ya sudah, jana kau ikut juga" ucap billy pada jana


"apa aku boleh ikut" ucap jana pada billy


" sudahlah ikut saja lagi pula jika kau tidak ikut dengan kami kau dengan siapa nantinya disini" ucap andika pada jana


"hmmm baiklah" ucap jana yang beranjak mengikuti langkah billy


mereka bertiga pun pergi mencaro restoran untuk makan siang bersama


saat sudah sampai direstoran mereka pun memesan makanan yang akan mereka makan


namun saat jana izin kebelakang sebentar jana bertemu dengan gadis kecil, jana pun menghampirinya


"hai... siapa namamu dan kenapa kau menangis" ucap jana yang melihat gadis kecil itu tadi sedang menangis dibalik pintu


gadis itu pun melihat kearah jana dan mengusap air matanya


"bibi... aku tersesat, apa kau bolwh menolong ku" ucap gadis kecil itu pada jana


"baiklah bibi akan menolong mu, siapa nama mu dan dengan siapa kau disini" ucap jana


"nama ku Ta mara, aku dising dengan ibuku namun saat aku ingin ketoilet ibuku mengantarku dan meninggalkan ku begitu saja disini" ucap gadis itu lagi


"baiklah tamara, bibi akan mengantar mu pada ibumu nantinya" ucap jana


" tidak... aku tidak mau bersama ibuku lagi, dia selalu menyiksa ku, dan terus menerus menyuruhku bekerja sedangkan ibu dan ayahku hanya diam saja tidak mau bekerja" ucap tamara


jana pun melihat tamara yang sepertinya sedang tertekan berat


jana pun berpikir sejenak dan membawa tamara ke billy


"apa kau mau ikut dengan bibi sebentar" ucap jana


"kemana" tanta tamara


"bibi sudah punya suami jadi bibi akan membawa mu kesuami bibi dulu Ok "ucap jana


"baiklah " ucap tamara yang berdiri mengikuti langkah jana

__ADS_1


jana pun membawa tamara kebilly dan andika yang sedang duduk sambil mengobrol menunggu pesanan mereka datang


__ADS_2