
Setelah selesai bersiap siap, lita pun turun kebawah untuk memulai acara pernikahaan yang sangat terpaksa ini
dibawah sana sudah ada orang orang penting seperti para kelayen devan, keluarga lita, keluarga tri dan keluarga angkat lita yaitu keluarga billy,
termasuk billy jana andika tri dan salsili, dan rekan rekan lita yaitu Takama, Demian, Dani, dan Karina dan termasuk beberapa anak buah lita yang diundang oleh billy untuk datang dan para prajurit yang akan mengikuti upacara pernikahan lita
lita pun menuruni anak tangga satu persatu yang menggunakan gaun pengantin berwarna putih dan cukup panjang
setelah sampai dibawah lita pun digandeng oleh devan untuk menuju Altar
dengan siap para prajurit menyaling pedang untuk menyambut kedatangan lita dan devan menuju Altar
Devan dan Lita pun sampai didepan Altar dan didepan Pastor untuk mengucapkan janji didepan Altar, Pastor dan didepan semua orang
Upacara pernikahan pun dimulai dirumah megah milik Devan.
Setelah mengucapkan janji didepan semua orang dan diiringi dengan air mata dan tukaran cincin
"Dan kini saya nobatkan kalian berdua sudah sah menjadi suami istri dimata agama dan dimata semua orang yang hadir"ucap pastor sambil mengangkat kedua tanganya
Semua orang pun bertepuk tangan dan memberikan selamat pada Lita dan Devan
Sementara Billy hanya menahan amarahnya pada lita supaya tidak mengangu acara
Lita dan devan pun pergi kearah orang tua lita dan setelah selesai dengan orang tuanya lita langsung menghampiri teman temannya dan para rekanya sedangkan Devan menghampiri Frans
melihat lita yang menghampirinya, billy dengan cepat mengandeng tangan jana dengan erat
"hei.... kau harus ikut kami sekarang juga"oceh tri dan menarik lita pergi kebelakang
"tunggu sebentar, sepertinya Dani Takama Demian dann Karina mau ikut dengan kita"ucap lita melihat kearah Takama dan yang lainya yang ada disamping lita
"apa kami boleh ikut senior"tanya Dani pada lita
"iya kalian boleh ikut"ucap lita
"sudah ayo cepat aku sudah tidak sabar"oceh tri pada lita dan menarik lita
"pelan pelan saja jalanya gaunya terlalu panjang jadi pelan pelan saja jalanya"oceh lita yang kesusahan berjalan
dengan cepat Karina dan Salsili memegang gaun lita yang bagian belakang
mereka pun sampai dibelakang, disini mungkin lita akan dimarahi habis habisan oleh mereka tri
"sudah sudah ini sudah cukup jauh jadi apa yang akan kalian katakan padaku"oceh lita menarik tanganya dari tri
"Ok semuanya tarik nafas yang panjan...terus keluarkan tarik nafas.... keluarkan"ucap tri pada yang lainya supaya bisa sedikit lebih tenang
"ada apa kenapa kalian harus menarik nafas segala"ucap lita bingung dan sedikit takut karena dia tau kalau dia akan dimarahi
"Ok sudah mendingan, aku angkat bicara sekarang"ucap tri
"apa yang akan kau katakan"tanya lita
"dari mana saja kau selama dua hari dua malam kami mencarimu sampai sampai kami kurang tidur hanya untuk mencarimu, namun tiba tiba kami diundang oleh frans untuk hadir diacara pernikahanmu, kemana saja kau selama ini kenapa tidak mengabari kami sama sekali, apa kau tau kantung mata kami sudah seperti panda dan pikiran kami pecah hanya gara gara memikirkan mu hhaa apa kau tau itu"ucap tri dengan cepat karena emosi dan sedikit tinggi karena memarahi lita
__ADS_1
"Maaf sudah menyusahkan kalian"ucap lita menunduk
"Apa maaf katamu, apa kau kira dengan kata maaf bisa merubah semuanya, dan apa kau tau aku hampir saja membatalkan pernikahanku dengan jana hanya untuk aku bisa menikah dengan mu, apa kau tau saat aku akan membatalkan pernikahanku dengan jana kau menghilang dan apa kau tau niat hatiku saat kau ketemu aku akan melamarmu supaya kau bisa jadi milikku selamanya namun tiba tiba saja kami diundang dipernikahanmu dan kau menikah dengan laki laki lain didepan ku apa kau tau betapa sakitnya hatiku saat kau mengucapkan janji didepan Altar dan didepan semua orang, apa kau tau itu" bentak billy pada lita
"billy sabarlah jangan berbicara seperti itu disini ada jana juga"ucap salsili
sementara jana hanya menunduk
"maaf ini semua salah ku aku terpaksa harus menikah dengan dia karena adiknya"ucap lita menunduk
"apa kau hanya memikirkan adiknya saja, apa kau tidak memikirkan kami selaku sahabatmu, apa kau tau bagaimana perasaan kami saat mendapatkan undangan pernikahanmu, apa kau tau itu, bagaimana bisa kau hanya bisa meminta maaf saja kepada kami, hhhaaa aku sudah tidak bisa berpikir jernih lagi"oceh andika pada lita
"kenapa kalian marah padaku, bahkan pernikahan ini sangatlah tidak ku inginkan, aku terpaksa melakukanya, jadi jangan memarahi aku terus"ucap lita kesal
"kau bertanya kenapa kami kenapa kami memarahi mu terus, apa kau tau aku hampir gila memikirkanmu karena kau pergi begitu saja meninggalkan ku didesa, dan apa kau tau aku mengelilingi desa dan kota hanya untuk mencarimu dan apa kau tau betapa takutnya aku jika aku tidak menemukanmu, apa kau tau jika aku tidak menemukanmu maka aku akan dibunuh oleh billy dan keluargamu, apa kau tau itu aku hampir gila memikirkanmu, karena aku takut jika kau tidak ketemu maka aku akan dibunuh hidup hidup oleh billy, apa kau tau itu semua"oceh salsili pada lita, yang sebelumnya tidak pernah memarahi lita dan bahkan salsili paling takut jika lita marah padanya, namun saat ini amarahnya sudah lewat batas bahkan dia tidak berhenti berbicara memarahi lita
"Jika aku salah, bunuh saja aku supaya kalian bisa tenang, jika pun kalian tidak mau membunuhku siksa saja aku, tidak masalah bagiku asalkan amarah kalian bisa mereda"bentak lita yang mulai menangis
"aiss kau ini, membuatku semangkin kesal saja, jangan menangis maka aku akan membunuhmu"oceh billy dan langsung menarik lita di pelukanya dan diikuti oleh tri salsili dan andika yang ikut memeluk lita
sementara yang lainya hanya melihat saja terutama, Takama Dani Demian dan Karina mereka berempat hanya diam dan mendengarkan setiap ocehan saja dan bingung kenapa senior mereka dimarahi dan bukan dikasi selamat oleh para sahabatnya melainkan hanya dimarahi saja
"apa yang sebenarnya terjadi, kenapa senior dimarahi"ucap dani melihat kearah para rekanya yang lain
Nama :Dani
Umur : 23 tahun
rekan satu tim dengan lita
"entahlah aku juga tidak tau"ucap Takama
"hmm aku juga tidak mengerti kenapa senior bisa dimarahi sesadis ini"ucap karina
"apa salah senior ya, kenapa mereka memarahi senior menikah, dan bukan memberi selamat"ucap demian
"kalian tidak tau apa apa jadi diamlah"oceh jana yang masih berdiri di belakang billy
sementara mereka billy masih berpelukan
"memangnya apa yang terjadi"tanya takama
"jangan bertanya, nanti juga senior pasti memberi tau kita"ucap karina
"hmmm"angup takama
mereka pun melepas pelukanya dan saling minta maaf pada lita
"kau ini untung saja kau sahabatku, kalau tidak kau akan kubunuh didepan semua orang"oceh tri
"hmm maafkan kami karena kasar dengan mu"ucap andika
"kau menikah lebih dulu dari pada kami, padahal aku kakak mu dan aku yang dulu tunangan kenapa kau dulu yang menikah"oceh billy sambil mengelus pipi lita yang basah karena air mata
"selamat ya, tapi ingat kami masih tidak rela kau menikah lebih dulu dari kami"oceh andika memeluk lita lagi
"hmm maafkan aku karena membentak mu tadi "ucap salsili
"tidak masalah lagi pula, wajar saja kalian memarahiku, jadi tenanglah aku pasti bahagia meskipun menikah terpaksa"ucap lita yang tersenyum kembali
__ADS_1
dan kemudian setelah memberi selamat pada lita mereka pun kembali keacara dimana disana lita sudah ditunggu oleh devan dan frans
"dari mana saja kakak ipar, dari tadi kami mencari kakak"ucap frans
"kami dari sana tadi, sedangkan kalian berdua dari mana"tanya lita
"kami dari sana, aku memperkenalkan kak devan dengan keluarga kakak dan rekan rekan kakak"ucap frans
"owh.."angup lita
"kak ini teman teman kakak ipar jadi perkenalkanlah dirimu pada mereka"ucap frans
Devan pun berkenalan dengan mereka billy dan yang lainya juga
"perlakukanlah adikku dengan baik, dia sangat lemah dia tidak bisa melihat orang menangis jadi jagalah dia dengan baik"bisik billy pada Devan
"aku tau itu"ucap devan
lia dio dan tina pun menyusul lita, dengan cepat tina memeluk lita
"kakak... apa kau baik baik saja kak"tanya tina pada lita sambil memeluk lita
"aku baik baik saja jadi tenanglah"ucap lita
"hei...kenapa kau menikah lebih dulu dari kami"oceh dio
"entahlah aku juga tidak tau kenapa aku nikah duluan dari kalian"ucap lita
"kau anak yang berani, baru saja kau mendapatkan masalah namun tiba tiba kau sudah mendapatkan kebahagiaan lagi"ucap dio memeluk lita begitu juga dengan lia dan tina yang memeluk lita secara bergantian
ehem...tegur devan pada dio
Nama : Dio
Umur :29 tahun
Calon suami lia (kakak lita)
memiliki sifat penyabar, perhatian, lemah lembut
sementara yang lainya hanya tersenyum
"maaf soalnya dia kan adik iparku jadi tidak masalah aku memeluknya"ucap dio melepas pelukanya
"hmm."ucap devan menaikan kedua alisnya
"ya sudah kita istirahat dulu karena nanti malam kita akan mengadakan pesta "ucap frans
"hmm ya sudah kakak bisa tinggal dirumahku dulu bersama dengan ayah dan ibu"ucap lita
"mereka bisa tinggal disini dulu untuk sementara"sahut frans
"tidak mereka akan pulang kerumah lita, dan tidak menginap disini"sahut billy menatap frans
frans pun sedikit canggung karena ditatap oleh billy
"ya sudah terserah saja"ucap devan dan membawa lita pergi
mereka pun bubar dan pulang kerumah masing masing.
__ADS_1