
Setelah sampai dirumah masing masing mereka billy tri dan yang lainya pun beristirahat, sedangkan keluarga lita pergi kerumah lita untuk beristirahat
Sementara kini devan dan lita yang baru saja sampai dikamar..
"apa kau mau mandi"tanya devan pada lita dan duduk diranjang melepaskan jasnya
"hmmm aku mau mandi dulu"ucap lita mencoba membuka gaun pengantinya namun susah dibuka
"apa kau bisa membantuku membuka reseliting gaun ini, ini sangat susah dibuka"ucap lita yang masih mencoba membuka gaun pengantinya
devan pun berjalan kearah lita untuk membantu lita
"sini, dasar membuka ini saja kau tidak bisa"oceh devan sambil membuka reseliting gaun lita
saat terbuka devan melihat tubuh mungil lita yang terdapat beberapa bekas luka kecil dan bekas jahitan dibagian atas punggung belakang lita
"bekas apa ini"tanya devan memegang bekas luka lita
"bekas jahitan, memangnya kenapa"jawab lita santai sambil membalut tubuhnya dengan handuk
"kenapa bisa banyak seperti ini bekasnya"tanya devan karena devan melihat tiga bekas jahitan tadinya
"dua kena peluru dan satunya kena pisau"ucap lita pergi kekamar mandi dan meninggalkan devan yang masih melamun
"kenapa banyak sekali bekas lukanya, biasanya tidak sebanyak itu bekas luka meskipun seorang tentara padahal tentara pastinya menggunakan anti peluru jika mau menjalankan misi, apa sebenarnya pekerjaanya dan siapa lagi orang orang tadi kenapa sepertinya sangat tunduk pada dia"batin devan melihat kearah pintu kamar mandi yang tertutup dan mengingat beberapa anak buah lita tadi
devan pun berjalan menuju ranjang dan berbaring sambil menunggu lita keluar dari kamar mandi
tak lama kemudian lita pun keluar dari kamar mandi
dan menuju lemari pakaian untuk ganti baju
setelah menganti pakaianya yang sudah disiapkan oleh frans, lita pun menuju devan untuk membangunkan devan yang tertidur
"dev devan bangu dev, lo gak mau mandi dulu sebelum istirahat"ucap lita membangunkan devan dan melongarkan dasi devan yang belum dibuka oleh devan
"hmm nanti saja mandinya gue cape mau tidur dulu"ucap devan yang tenyata tidak tidur melainkan hanya memejamkan matanya
"owh..ya sudah ganti baju dulu supaya lebih nyaman tidurnya"ucap lita
"hmmm, apa kau bisa membukanya aku sangat lelah jadi aku tidak bisa bangun lagi untuk membukanya jadi tolong bukakan"ucap devan
"bangun sebentar terus ganti pakaianmu, itu saja minta bukakan"oceh lita menuju sofa
"apa salahnya minta tolong sama istri sendiri"ocap devan yang masih berbaring
seketika lita pun terkejut dengan perkataan devan yang menyebut lita sebagai istrinya
"apa gue, gue udah jadi istri orang, istri sah ceo terkenal diseoul, istri sah, gak gak mungkin gue bukan istrinya, gue ngelakuin ini karena frans, ya gue bukan istri devan gue bukan istri devan, tapi... gue udah ngucapin janji tadi didepan semua orang dan didepan Altar,"
" gak gak ini hanya pernikahan yang diatas kertas saja tidak lebih, tapi ..meskipun hanya diatas kertas gue tetap istrinya devan, tidak tidak gue bukan istrinya"batin lita membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, sampai sampai devan memanggilnya lita tidak dengar
"lita...lo kenapa sih dari tadi juga dipanggilin gak jawab jawab"ucap devan dengan nada tinggi memanggil lita dan duduk diatas ranjang
seketika lita pun terkejut dan langsung melihat kearah devan
__ADS_1
"iya kenapa" ucap lita
"gak jadi, dari tadi dipanggil panggil gak nyaut nyaut, ngelamunin apaan sih lo"oceh devan
devan pun menganti pakaianya dan lanjut tidur diranjang, sementara lita tidur disofa
Malam pun tiba
dimana kini lita sudah siap untuk turun kebawah untuk melanjutkan acara pesta pernikahanya, pesta yang digelar serba dirumah karena lita tidak suka yang namanya membuang buang uang apalagi yang namanya hanya untuk hal sepele
lebih baik disumbangkan untuk panti asuhan atau menyumbangkan kepada orang yang membutuhkan dari pada untuk pesta poya
dan kini lita pun sudah siap dengan penampilanya yang menggunakan gaun putih dan dandanan biasa saja tidak seperti tadi pagi
"apa kau sudah siap, dari tadi aku menunggumu belum siap siap jadi cepatlah"oceh devan yang menunggu didepan pintu
"iya iya sabar, lagi pula jika kau mau duluan, duluan saja sana tidak perlu menunggu ku"oceh lita yang berjalan mendekat kepada devan
"aiss.. kau ini jika bukan karena frans tidak mau aku menikah dengan mu ceehh.."oceh devan
"kau kira aku mau menikah dengan mu kalau bukan arena adik tersayang mu itu"oceh lita yang keluar dari kamar
"aiss... untuk saja kau perempuan jika tidak kau..."oceh devan
"kau apa....kau mau membunuhku atau kau mau menyiksa haa...maaf aku tidak takut sama sekali"ucap lita dan menuruni anak tangga menuju teman temanya
sementara devan hanya diam, dan menahan emosinya dan menyusul lita
penampilan salsili di pesta lita
penampilan tri diacara pesta lita
penampilan jana diacara pesta lita
pesta pun dimulai sampai jam 10 malam, karena lita mabuk jadi dia harus tidur duluan, sedangkan devan masih ke acara pesta untuk melayani tamu tamu yang datang, namun dengan cepat frans menyuruh devan menyusul lita, takutnya nanti terjadi sesuatu pada lita
dengan sangat terpaksa devan pun menyusul lita dikamar, dengan keadaan yang sangat mabuk karena dipaksa minum oleh tri dan karina karena mereka berdua tau kalau lita tidak kuat minum
"dasar wanita sialan, baru saja minum udah mabuk ceehhh..."oceh devan sambil menaiki anak tangga
devan pun sampai dikamar namun tidak menemukan lita diranjang dan melihat gaun lita berserakan dilantai yang menuju kearah kamar mandi
"kemana wanita itu, apa dia sedang mandi"oceh devan menuju kamar mandi
sementara tri dan karina sedang tertawa dan berfikir yang tidak tidak dengan lita, karena tri dan karina memasukan obat di minuman lita tadinya
dan kini devan yang mau masuk dikamar mandi harus pikir pikir dulu takutnya lita didalam tidak mengunakan pakaian sehelai pun
__ADS_1
sementara lita didalam kamar mandi lita sedang mengutu tri dan karina sambil muntah muntah dan merendam dirinya didalam bathtup supaya obatnya tidak bekerja didalam tubuh lita, dan satu satunya cara untuk menghilangkann obatnya sambil meminum banyak air putih
sudah hampir satujam lebih lita berendan dan sudah hampir satu jam lebih juga devan menunggu lita keluar dari kamar mandi namun tidak keluar keluar
"hhaa....apa seperti ini rasanya memiliki istri yang menyebalkan dan menyusahkan seperti dia aisss.....dasar anak nakal"oceh devan dan masuk kedalam kamar mandi yang tidak dikunci
devan pun menyelusuri kamar mandi dan melihat lita yang tertidur sambil berendam dibathtup, yang hanya menggunakan celana dalam dan minibra saja
"aiss wanita ini menyusahkan sekali, kalau mau tidur ya tidur saja diranjan jangan disini"oceh devan dan mengangkat lita menuju ranjang
devan pun memanggil para maid untuk menganti pakaian lita supaya lita bisa tidur dengan nyaman
para maid pun menganti pakaian lita dan setelah selesai para maid pun keluar dari kamar, sementara devan yang baru selesai mandi dan sudah menganti pakaianya dan menuju sofa untuk beristirahat
sebelum menuju sofa Devan mengunci pintu dulu dari dalam takutnya nanti dikunci lagi oleh frans dari luar
setelah mengunci pintu devan mengambil selimut dilemari dan istirahat disofa.
sementara lita tidur diranjang sendirian.
Saat tengah malam lita pun terbangun dan melihat devan yang tidur disofa tampa menggunakan selimut karena selimutnya jatuh kebawah
lita pun bangun untuk menyelimuti devan namun saat lita mau menyelimuti devan, devan pun terbangun dari tidurnya
"ada apa"tanya devan
"tidak aku hanya ingin menyelimutimu saja, jadi lanjutkan saja tidurmu"ucap lita sambil menyelimuti devan
"aku mau pindah tempat tidur disini sangat sempit aku tidak bisa bergerak tidurnya, jadi aku mau tidur diranjang"ucap devan dan beranjak dari sofa menuju ranjang
"ya sudah aku saja yang tidur disofa"ucap lita berbaring disofa
"tidak, jangan berbaring disitu kemarilah lagi pula ranjang ini masih cukup untuk kita berdua"ucap devan yang sudah berbaring diranjang
lita pun naik keranjang dan tidur samping devan
"kemarilah aku ingin memelukmu"ucap devan
"tidak aku tidak mau dipeluk olehmu"oceh lita membelakangi devan
devan pun menarik lita hingga dipelukanya
"diamlah aku hanya ingin memeluk istriku saja"ucap devan memeluk lita dengan erat
"aku tidak mau, minggirlah aku mau tidur"oceh lita sambil memberontak
"sudah aku bilang diam saja, lagi pula aku sudah pernah memelukmu"ucap devan menarik lita lagi
"aiiss...dasar mesum"oceh lita
devan pun melihat kearah lita" apa katamu aku mesum, aku hanya ingin memelukmu saja tidak lebih"oceh devan
"terserah kau saja"oceh lita
lita dan devan pun melanjutkan tidur mereka dimana lita tidur dipelukan devan.
__ADS_1