Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
melelahkan sekali...


__ADS_3

Saat sudah selesai menganti pakaian mereka, lita dan Devan pun langsung pergi ke kantor


Saat sudah sampai dikantor spontan lita dan devan diperhatikan oleh seluruh kariawan padahal lita dan devan baru turun dari mobil


saat sudah mengetahui yang turun dari mobil itu lita dengan cepat para kariawan berbaris kiri dan kanan dan menyambut kedatangan lita


"selamat pagi nona lita, selamat datang kembali"ucap para kariawan dengan serentak sambil membungkuk setengah badan


"ya....selamat pagi"jawab lita dengan santai dan datar sambil berjalan didepan Devan


"mereka sopan sekali, apa kau yang mendidik mereka"ucap devan menyusul lita dan berjalan bersampingan


"ya kurang lebih"ucap lita dengan santai


"mereka juga cantik cantik dan postur..."ucap devan terpotong oleh salah satu kariawan lita kemungkinan seketaris lita


"permisi nona, saya hanya mau memberitau saja kalau nona bella dan sahabatnya ada di sini sejak tadi pagi dan mereka ada diruangan nona"ucap orang itu pada lita sambil berjalan bersampingan dengan lita


"ya makasih pemberitahuannya, sekarang bapak boleh pergi"ucap lita dengan santai sambil berjalan memasuki lift khusus untuk orang penting


"baik nona"ucap orang itu dan berlari ke arah lift juga yang untuk khusus kariawan


lift pun tertutup dan menuju lantai atas ruang kerja lita


"apa yang dia bilang tadi"ucap devan pada lita menyebut seketaris lita tadinya


"tidak ada, owh iya bisa kau ulangi ucapanmu tadi"ucap lita


"yang mana"tanya devan kebingungan


"kau menyebut kariawan ku cantik2 dan postur...apa maksudmu itu ha.. apa kau sudah bosan hidup"ucap lita menatap devan tajam


"aahh...itu, sudahlah itu sudah tidak penting lagi sekarang"ucap devan yang sedikit takut


"diruang kerja ku ada bella"ucap lita tiba tiba memberitau devan


devan yang mendengar nama bella pun terkejut karena bella ada diruang kerja lita ditambah lagi mereka akan pergi kesana


"haa...apa, lantas apa kita akan tetap pergi kesana"ucap devan


"ya...bukannya itu bagus ya, ini peluang untuk mu supaya bisa bertemu dengan bella lagi"ucap lita dengan ketus


"ahh..tidak, aku tidak mau lagi bertemu dengannya"


"apa kau tau saat dipesta pernikahan billy, aku hampir mati karena oeang tau bella yang mau memukuli ku karena dekan dengan bella"ucap devan dengan santai namun membuat lita sedikit kesal mendengarnya


"ya aku tau, dan apa kau tau akulah yang menyuruh orangtua bella untuk membunuhmu, namun mereka masih punya hati, jadi mereka hanya memukulimu"ucap lita dengan santai untuk menutupi rasa kesalnya


"Apa...kau yang menyuruh mereka, kenapa kau…"ucap devan terputus


"itu karena kau mau berselingkuh dengan bella jadi aku memberitau orang tua bella, dan spontan orangtua bella marah kepadamu dan tentunya pada bella juga"sahut lita dengan santai sambil berjalan menuju ruangannya karena lift sudah terbuka


"maaf...haritu aku hanya kesal denganmu, jadi aku melampiaskannya pada bella"ucap devan yang mengikuti langkah lita dan memegang tangan lita seperti anak kecil


"hmmm"ucap lita


"apa kau marah lagi padaku"ucap devan dengan ketus dan cemberut


"ya..."ucap lita membuka pintu dan melihat bella dan hernita yang duduk dimeja kerja lita sambil minum dan dalam ruangan sangat berantakan dengan sisa makanan yang jatuh dan kulit makanan yang tersias berjatuhan dilanrai


spontan membuat mata kecil lita membesar melihat isi ruangannya penuh dengan sisa makanan, begitu juga dengan devan

__ADS_1


"apa yang kalian lakukan disini haa..."oceh lita pada bella dan hernita dan mengambil berkas berkas yang berjatuhan dilantai


"tidak...kami hanya meminjam ruangan untuk membuat pesta kecil saja. upss"ucap bella dengan santai sambil mengangkat kedua kakinya dan menjatuhkan makanannya dilantai


"bella........"teriak lita dengan keras sehingga seisi ruang terasa bergetar


"jangan berteriak, aku ada didepanmu lita" ucap bella dengan santai dan menurunkan kedua kakinya dan menyilang tangannya diatas meja


"kau..."ucap lita terputus


"ada apa ini kenapa berisik sekali disini"ucap seorang laki laki yang keluar dari ruangan khusus lita bersama seorang perempuan dibelakangnya


spontan lita dan devan pun melihat ke arah laki laki tadi yang membuat lita semangkin kesal dan jiwa singanya mulai keluar


"a apa yang kalian lakukan dari sana, apa kalian berbuat mesum "ucap lita yang menghampiri lakilaki tadi karena pria itu tidak mengunakan pakaian sedangkan perempuan yang bersama pria itu yanya mengunakan habo saja


"siap kau, kenapa kau ada disini"ucap pria itu pada lita dan kembali masuk kedalam ruangan khusus lita tadi dan menutup pintunya


"hei.....buka pintunya, jika tidak kalian akan mati "teriak lita mengetuk getuk pintu namun tidak dibuka


"kau siapa, pergilah dari sini maka aku tidak akan menyakiti mu"ucap pria itu dari dalam


lita pun mengunci semua pintu dengan remot otomatis agar bella dan yang lainnya tidak kabur dari ruangan


"hei..apa kau tau ruangan ini punya siapa"teriak lita lagi pada pera itu


"tentu saja aku tau, ini ruangan bella karena dia yang membawa kami kesini"ucap perempuan tadi


"owh...keluarlah dalam hitungan 3 maka nyawa kalian selamat"ucap lita dengan tegas


"baiklah, tapi beri kami waktu untuk menganti pakaian"ucap pria itu


"hei...lita jangan memalukan, apa kau lupa perusahaan ini milik siapa"ucap bella dengan santai berjalan menghampiri lita


"seharusnya kau yang jangan bermimpi" ucap hernita yang tiba tiba menyambung pembicaraan


lita pun melihat kearah hernita yang berlaga cantik didepan Devan


"tiga...."teriak lita


dor....


dor...


dor...


"Aaaa....."teriak bella hernita dan dua orang yang didalam


pintu ruangan khusus itu pun lita tembak otomaris semuanya kaget dan pintu kacanya pun hancur karena bukan anti peluru


hernita dan bella pun kaget dan bergemetar terutama orang yang ada didalam


devan yang melihat sorot mata lita yang sangat tajam itu pun rasanya tidak bisa berbicara apa apa


"sa saayang...apa yang kau lakukan barusan"ucap devan terengap engap karena kaget


"apa kalian puas sekarang"ucap lita menatap peria dan wanita yang ada didalam ruangnya itu dengan tajam


"apa yang kau lakukan lita, apa kau mau membunuh teman ku haa.."ucap brlla dengan keras


"ha...teman, ini yang dinamakan teman yang saling melecehkan dan memanfaatka satu sama lain"ucap lita

__ADS_1


"apa kau sudah gila, apa kau benar benar ingin membunuh kami disini"teriak hernita pada lita


dor...satu tembakan terkena botol minuman yang ada diatas meja kerja lita


"sayang sudahlah, jangan membuatku takut "ucap devan mengambil senjata api milik lita dan memeluk lita


" sudahlah jangan peluk aku "ucqp lita memberontak


"apa kau benar benar gila lita....kenapa kau sengaja mau menembak hernita" oceh bella dengan keras


"sudahlan, kalian semua bereskan ruangan ini dan saat aku kembali semuanya sudah rapi dan bersih jangan sampai ada kotoran sedikitpun. Apa kalian mengerti"ucap lita dengan keras


teman teman bella tadi pun hanya diam dan tertunduk sementara hernita masih diam mematung karena kaget


paaak....satu tampara menuju pipi hernita yang membuat hernita sadar dan bersandar lemas pada bella


"apa yang kau lakukan "teriak bella pada lita


"bereksan semuanya, sebelum kalian aku kuburkan disini"ucap lita dengan tegas dan merampas senjata api dan tasnya dari Devan


"apa kau pikir kami mau mengemasinya" ucap wanita yang ada didalam ruangan khusus lita tadi


"hei apa yang kau katakan, apa kau mau mati cepat minta maaf padanya"ucap pria tadi


"kau pikir aku bodoh, dia hanya mengancam kita untuk membereskan semua ini, lagi pula dia siapa"ucap wanita itu lagi pada pria yang disampingnya


"hei...apa kau mau tau aku siapa, kemarilah akan ku beritau siapa aku"ucap lita


"kau pikir aku maidmu apa yang kau perintah harus menurut"ucap wanita tadi dengan santai


"baiklah jika kau tidak mau, kemasi dan bereskan semua ini, satu jam kedepan aku akan kembali lagi jadi cepatlah bereskan semua ini"tegas lita lagi dan pergi meninggalkan ruangan bersama devan


"hei lita seharusnya kau juga mengemasinya karena kau yang menghancurkannya"oceh bella pada lita


"cepat bereskan"ucap lita yang kembali masuk kedalam mengambil beberapa minuman yang masih utuh belum dibuka


"makasih, nanti ada penjaga yang mengawasi kalian "ucap lita de ngan santai dan meminum minumannya


"awas saja kau, aku akan bilang sama papa mama kalau kau menyiksa ku disini"ancam bella pada lita


"silahkan saja, maka aku akan bilang sama papa kalau kau berbuat mesum disini"ucap lita mengancam balik bella


"lita....ku pastikan kau keluar dari sini selamanya"ucap bella


"sudahlah bereskan saja, waktu terus berjalan"ucap lita dengan santai


"sayang apa kau tidak terlalu kejam pada mereka"ucap devan pada lita


"jika kau kasian pada mereka maka pergilah masuk kedalam dan bantu mereka semua"ucap lita yang berjalan menuju lift sementara penjaga sudah siap sedia didepan pintu


"bukan itu maksudku, jangan marah lagi"ucap devan menyusul lita masuk kedalam lift


"jangan banyak bicara, maka kau akan tau sendiri nanti akibatnya"ucap lita dengansantai


"baiklah"ucap devan cemberut


"haa..melelahkan sekali"ucap lita bersandar di dinding lift


lift pun terbuka, lita dan devan pun keluar dan kembali disambut oleh kariawannya


lita pun menyuruh salah satu kariawannya untuk memesan pintu untuk ruang khususnya lagi

__ADS_1


karena bosan hanya duduk santai diruang tamu bersama devan lita pun pergi kerestoran depan kantornya yang tak jauh dari kantor


__ADS_2