
Setelah beberapa hari kemudian dirumah sakit akhirnya lita pun sudah bisa pulang kerumah
dimana billy dan devan yang selalu sibuk dengan lita, yang selalu menemani lita dirumah sakit setiap saat meskipun salsili tri dan andika masih ada disana untuk menemani lita
namun billy dan devan yang sudah sangat akrab dengan lita dan merasa lita yang paling penting sekarang, merasa tidak bisa meninggalkan lita dari dirumah sakit
dan kini dimana setelah beberapa puluh menit didalam perjalanan akhirnya lita dan yang lainnya pun sampai dikediaman lita
dimana dirumah lita sudah ada jana bella dan tamara yang menunggu kedatangan lita
lita dan yang lainnya pun langsung masuk kedalam rumah, dimana lita yang dibantu berjalan oleh devan dan billy
saat mereka lita masuk dengan cepat tamara berlari menghampiri lita
"mama...."ucap tamara yang berlari menghampiri lita
"sayang..."ucap lita yang memeluk tamara
"istirahatlah dulu, kau baru saja pulang" ucap jana yang ikut menghampiri lita
lita pun melihat jana yang berjalan berdampingan dengan bella
"ia baiklah, terima kasih sudah menjaga tamara selama aku tidak ada" ucap lita yang berdiri menghampiri jana
lita pun memeluk jana dan bella dan menangis dipelukan mereka berdua
jana dan bella yang sudah tau kenapa lita menangis dipelukan mereka pun hanya menepuk pelan bahu lita
"sudahlah, kau dan devan pergilah beristirahat kami akan menemami tamara disini" ucap jana
"baiklah, sal tri dik.. kalian istirahatlah juga" ucap lita pada salsili tri dan andika
"hmm ya kami akan istirahat nanti" ucap salsili
"ya sudah, mama akan istirahat sebentar tamara bermainlah bersama bibi" ucap lita pada tamara
"yaa.." angup tamara
"sementara salsili tri dan andika ada disini, aku dan jana akan pulang dan beristirahat dirumah, tapi jika ada apa apa segeralah hubungi aku" ucap billy pada lita dan mengecup dahi lita
"yaa pergilah" ucap lita
"kami permisi" ucap bella
"ya berhati hatilah" ucap andika pada billy
jana billy dan bella pun pergi pulang untuk beristirahat, sementara lita dan devan pergi kekamar dan salsili dan tri bermain bersama tamara sedangkan andika pergi kekamar untuk beristirahat
dan kini dimana dikamar lita, terdapat devan yang sedang mempersiapkan ranjang untuk lita beristirahat
"istirahatlah, aku akan mandi sebentar" ucap devan pada lita
"kau juga istirahat nantinya, kau sudah beberapa malam tidak tidur" ucap lita pada devan
"iya baiklah" ucap devan
devan pun pergi kekamar mandi sedangkan lita hanya berbaring sambil memainkan ponselnya
beberapa menit kemudian devan pun selesai dengan ritual mandinya dan ia pun menganti pakaiannya
"sayang apa kau belum tidur juga" ucap devan pada lita
"aku menunggu mu, cepatlah kemari" ucap lita pada devan
"ya baiklah, aku akan tidur bersama mu" ucap devan yang menghampiri lita diranjang
"tidurlah" ucap lita pada devan dan memeluk devan sambil memainkan rambut devan
"hmm" ucap devan yang berada dipelukan lita
lita dan devan pun tertidur bersama, dimana lita yang memeluk devan sambil memainkan rambut devan
beberapa hari kemudian dimana salsili tri dan andika akan kembali pulang, karena mereka sudah satu minggu lebih berada diLondon
dan kini dirumah lita dimana salsili tri dan andika sudah siap untuk berangkat kebandara
dan kini diruang tv dimana lita tri salsili andika billy dan yang lainnya ada disana
"kami pergi dulu" ucap salsili yang beranjak dari duduknya dan menyeret kopernya
"baiklah berhati hatilah" ucap lita pada salsili tri dan andika
__ADS_1
"ya..jaga dirimu baik baik" ucap tri yang memeluk lita dan bergantian dengan andika dan salsili
"itu pasti" ucap lita yang merangkul billy tri andika dan salsili, mereka pun saling memeluk satu sama lain sebagai tanda perpisahan
"maaf kami tidak bisa mengantar kalian sampai bandara" ucap billy yang sudah melepas pelukan mereka
"tidak masalah, kami pergi dulu" ucap andika
"ya... sampai jumpa" ucap billy dan lita yang mengantar tri salsili dan andika keluar
salsili tri dan andika pun pergi menuju bandara, sementara billy dan lita kembali masuk kedalam menyusul yang lainnya
"sayang, mama dan papah pergi juga ya " ucap lita pada tamara
"hati hatilah" ucap tamara
"kami pergi dulu" ucap lita pada billy
"hmm..." angup billy
lita dan devan pun pergi keluar untuk mengambil mobil dan pergi kekantor
sementara billy jana dan tamara masih didalam rumah lita, karena menjaga tamara
billy yang tidak bisa kembali bekerja karena kehamilan jana yang semangkin membesar, pun harus selalu menjaga jana
agar kejadian yang menimpa lita tidak terjadi juga pada jana.
______
______
Singkat cerita, dimana kini sudah hampir dua bulan lebih setelah lita keluar dari rumah sakit
dimana dalam dua bulan ini lita hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja kembali bersama devan dikantornya
sedangkan tamara hanya menghabiskan waktunya untuk jana, karena tamara tidak mempunyai teman saat ada dirumah kecuali lita dan devan sudah pulang dari kantor
dan kini dimana lita dan devan sudah pulang dari kantor dan sudah menuju jalan pulang
dan kini setelah beberapa puluh menit kemudian lita dan devan pun sampai dirumah
sedangkan kini orang yang ada didalam rumah sangat senang karena mobil lita sudah sampai
"kakak.... " ucap orang itu lalu memeluk lita saat lita dan devan audah masuk kedalam
"hai.. kalian sudah datang, bagaimana kabar kalian" ucap lita pada orang itu yang tak lain adalah dua adik kembar devan yaitu hans dan hany
"kami baik, bagaimana dengan kakak" ucap hans
"kakak juga baik" ucap lita
"kalian datang dengan siapa" tanya devan yang tidak tau kalau adiknya akan datang
"dengan kak frans" ucap hany
"lantas dimana dia sekarang" ucap lita pada hany
"dia bermain dengan tamara disana" ucap hans yang menunjuk arah ruang tamu
"ohh... baiklah kalau begitu kakak akan mamdi dulu lalu kita akan makan malam bersama" ucap lita pada si kembar sambil berjalan kearah sofa
"tidak perlu, kami sudah makan tadi, jadi kalian saja yang makan malam bersama" ucap hany
"benarkah, kalian makan dimana" ucap devan
"kami makan direstoran bersama tamara kak billy dan kak jana tadi" ucap frans yang mengendong tamara dan menghampiri lita dan devan
"frans... apa kau mengubah gaya rambut sekarang" tanya lita pada frans karena gaya rambut frans sidah berubah
"tidak, aku hanya mengikuti wajib militer saja jadi aku harus potong rambut" ucap frans
"ohh... apa kau serius akan ikut wajib militer" ucap lita yang meremehkan frans yang sangat manja itu
"tentu, itu sudah menjadi keyakinan ku" ucap frans dengan semangat
"baiklah, selamat menikmati tes wajib militer mu " ucap lita yang menepuk kepala botak frans
"kakak...sakit, apa kau mengejek ku" oceh frans
"tidak kakak hanya bangga saja pada mu" ucap lita
__ADS_1
"kau bohong" ucap frans
"hei sadarlah, umurmu sudah 22 jadi berpikirlah positif" ucap lita
"iya aku tau" oceh frans
"ya sudah, kalian istirahatlah ini sudah hampir tengah malam " ucap devan memerintah adik adiknya
"ya baiklah" ucap sikembar dan frans
"selamat malam mah.. pah.. " ucap tamara pada lita dan devan dan mengecup pipi devan dan lita sekilas
"selamat malam sayang, pergilah kekamarmu" ucap lita pada tamara
tamara hany hans dan frans pun pergi kekamar mereka masing masing dimana frans satu kamar dengan hans
sedangkan lita dan devan pergi kelantai atas untuk membersihkan diri mereka
kini dikamar lita, dimama lita dan devan hanya duduk diatas ranjang saja dan tidak langsung membersihkan diri mereka
"sayang..."ucap lita pada devan dan membuka kancing baju devan
"ada apa" tanya devan yang memainkan ponselnya
"tidak jadi" ucap lita yang sudah membuka seluruh baju devan dan tinggal celana devan saja lagi
"ada apa, apa kau punya masalah" ucap devan yang menyimpan ponselnya dan mengecup dahi lita
"tidak ada, sudahlah mandi sana aku akan menunggu" ucap lita pada devan dan mengemasi pakaian devan
"sayang.., ada apa jika ada masalah ceritakanlah padaku" ucap devan
"tidak ada, mamdilah sana kalau kau tidak mau mandi duluan biarkan aku saja yang duluan mandinya" ucap lita
"baiklah, kita mandi berdua saja " ucap devan
"tidak mau kau mandilah dulu" ucap lita yang kembali dusuk diatas ranjang
yang awalnya devan sudah sampai didepan kamar mandi pun kembali menyuaul lita diranjang
"sayang apa kau punya masalah besar" ucap devan pada lita dan mengangkat lita dipangkuannya
"kak lia akan segera melahirkan, dan kak dio meminta ku untuk memberikan nama untuk putra pertama mereka" ucap lita yang memeluk devan
"apa hanya itu masalahnya" tanya devan yang menatap lita
"hmm.." angup lita
"sudahlah sayang, lagi pula yang akan kau beri nama itu adalah keponakan mu jadi jangan terlalu dipikirkan" ucap devan yang menghapus air mata lita yang jatuh
"bagaimana bisa aku tidak memikirkannya, dulu dokter bilang kalau kandungan ku mungkin laki laki, lalu sekarang aku harus memberi nama putra pertama kakak ku, bagaimana bisa aku tidak memikirkannya" ucap lita yang menangis dipwlukan devan
sejenak devan pun terdiam dan berusaha untuk tidak menangis karena mendengar ucapan lita
"sayang apa kau merindukan janin mu dulu" tanya devan pada lita
"tentu saja aku merindukannya, kalau saja dia masih ada pasti aku akan selalu berbicara padanya saat ini" ucap lita yang mulai menghayal tentang janinnya yang gugur dulu
"sayang, jangan dipikirkan ya, apa kau melupakan pesan dokter untuk mu" ucap devan
lita pun terdiam sejenak dan melihat kearah devan
"apa yang harus aku lakukan sekarang" ucap lita
"sayang jika kau merindukan janin mu, kita bisa membuatnya lagi meskipun tidak sama dengan yang pertama" ucap devan
"tapi.. bagaimana bisa kita mendapatkannya, kita saja tidak pernah berhubungan badan lagi" ucap lita
devan pun hanya tersenyum dan mengecup sekilas dahi lita
"sayang, bukannya kau ya yang tidak mau berhubungan dengan ku" ucap devan
"aku bukan tidak mau, tapi aku hanya masih takut saja dengan kejadian hari itu" ucap lita
devan pun hanya memeluk lita dan sedikit tersenyum
"sayang, kalau kau masih takut kita bisa perlahan lahan saja memulainya" ucap devan
"aku tau, ya sudah mandilah sana" ucap lita
"baiklah aku mandi dulu" ucap devan
__ADS_1
devan pun pergi mandi sedangkan lita hanya duduk diam memandang foto kehamilannya dulu