
Keesokan harinya dimana satu keluarga harus kesiangan karena kelelahan
pukul 08 :23
dimana kini dikamar lita
tring tring tring.....ponsel lita berbunyi
tring tring tring......2x
devan yang tergangu pun terpaksa harus bangun untuk mengangkat telfonnya
devan pun mengambil ponsel lita dan melihat siapa yang menelfon dan ternyata Billy yang menelfon, devan pun membangunkan lita untuk mengangkat telfon dari billy
dengan malasnya lita pun bangun untuk mengangkat telfonnya dan duduk diatas ranjang, mata yang belum terbuka, tubuh yang sangat lesu dan tidak bertenaga
:"ada apa kau menelfonku haa.."oceh lita
sementara devan bangun dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri
📞:"aku mau kau menyiapkan gaun pengantin untuk jana, cincin pernikahan dan jas untuk. Siapkan itu semua dan bawa juga pergi ke London, nanti aku akan ikut denganmu mempersiapkannyaa"ucap billy dengan ketus karena dari tadi telfonya tidak diangkat angkat
:"kenapa tidak disana saja menyiapkannya bukanya disana ada juga butik ya, kenapa harus disini mempersiapkannya kau ini menyusahkan saja"oceh lita
📞:"ikuti saja kemauanku, lagi pula ini untuk kakak iparmu bukan untuk orang lain, jadi cepatlah bersiap siap aku menjemputmu sekarang"
billy pun memutuskan panggilanya padahal lita baru saja mau angkat bicara tapi sambungannya sudah terputus
:"hallo bil"
(…)
"Billy...."teriak lita hingga membangunkan seisi rumah
devan yang baru saja keluar dari kamar mandi harus menutup telinganya karena lita
"ada apa kenapa kau berteriak, ini masih pagi"oceh devan yang masih menggunakan handuk dan menuju lemari
"tidak aku hanya...."ucap lita terputus karena ada yang membuka puntu
Ceklak.....pintu pun terbuka lebar, diluar kamar didepan pintu terdapat tina lia ibu dan ayah yang menatap lita, dan sedang mengatur nafas mereka karena berlari
"hanya kesal...."ucap lita melanjutkan ucapanya sambil melihat kearah pintu begitu juga devan yang barusaja mengambil pakaiannya dilemari
"kenapa, ada apa kenapa kau berteriak"oceh lia sedangkan dio yang baru datang hanya melihat saja
"kau kenapa kak"tanya lita yang masih mengatur nafasnya
"aaa..tidak, tidak ada apa apa kalian boleh bubar sekarang"ucap lita tersenyum cangung
"lantas kenapa kau berteriak"oceh ibu
sementara dio dan ayah sudah turun duluan sambil menjaga keseimbangan karena masih ngantuk
"tidak aku hanya kesal saja tadi, jadi aku berteriak"ucap lita
"kau ini mengagetkan saja"oceh ibu
lia tina dan ibu pun turun lagi kebawah yang masih ngantuk dan sedikit masih lemas
sedangkan devan yang mau menganti pakaiannya tadi dia harus menunggu dulu karena banyak orang
Setelah semuanya sepi devan pun mengunci pintu dan menganti pakaiannya lagi
"huuu hampir saja"ucap lita turun dari ranjang menuju meja rias
"apanya yang hampir, kau membuatku malu, untung saja aku menggunakan handuk kalau tidak aku bisa mati berdiri karena malu"oceh devan pada lita yang duduk dimeja riasnya
"kau saja yang salah kenapa pintu hanya ditutup dan tidak dikunci, kan itu salahmu sendiri"ucap lita ketus
"kau saja yang salah kenapa kau berteriak sepagi ini"oceh devan
"ini sudah jam delapa lewat dan hampir jam sembilan, jadi ini bukan pagi lagi"ucap lita melihat jam diponselnya
"terserah kau saja, owh iya billy tadi bilang apa"ucap devan yang sudah menggunakan pakaian lengkap
"bukan apa apa, aku mau mandi dulu dan nanti kau dirumah saja jangan kemana mana"tutur lita
"memangnnya kau mau kemana"
"aku mau jalan jalan"ucap lita yang menutup pintu kamar mandi
"dasar sialan, kenapa aku harus menunggu dirumah sedangkan dia pergi jalan jalan"oceh devan keluar dari kamar
beberapa menit kemudian, lita pun selesai dengan ritual mandinya dan turun kebawah dengan sangat rapi
lita pun pergi kemeja makan untuk mengambil roti dan susu hangatnya
"kau mau kemana kak"tanya tina yang menyantap sarapannya begitu juga dengan yang lain
"jalan jalan"ucap devan ketus
"benarkah, apa kalian berdua mau jalan jalan"ucap lia
"tidak, dia saja yang jalan jalan aku menungu dirumah"ucap devan ketus
sedangkan lita hanya senyum senyum saja dan mengambil sarapannya dan meminum susunya yang sudah disiapkan oleh devan
cup..satu kecupan dipipi devan
__ADS_1
semua orang pun melihat kearah lita dengan mulut yang terbuka
"aku pergi dulu"ucap lita pergi keluar
sedangkan devan masih diam mematung karena dicium oleh lita
depan rumah dimana billy sudah menunggu lita dari tadi
"kemana saja kau dari tadi aku menunggumu"oceh billy menjalankan mobilnya
"siap sipa"ucap lita memainkan ponselnya
"suamimu kemana kenapa dia tidak ikut"tanya billy
"jangan bilang kalau devan itu suamiku, sebut saja namanya"oceh lita
"kenapa bukannya dia memang suamimu sekarang"
"aku masih tidak rela dibilang istri orang, aku ini masih muda jadi diamlah"
"ceehh....itu saja marah"
billy pun terus melaju mobilnya hingga sampai dibutik lita
mereka berdua pun masuk kedalam dan mengambil gaun dan jas yang sudah dipesan oleh lita tadi
"yang mana yang kau mau"tanya lita memperlihatkan dua gaun hasil rancangannya sendiri
"yang putih saja, ini sedikit tertutup dan pas untuk jana karena pingulnya kecil"
"bukannya dua duanya kecil ya"
"aku tau, yang satu ini terlalu terbuka jadi aku tidak suka"
"terserah kau saja"
lita pun membungkus jas yang sudah dipilih oleh lita tadi dan gaun janan yang dipilih oleh billy tadi
dan sekaran billy dan lita akan pergi ketokoh periasan lita yang kebetulan satu atap dengan butik
"yang bagus yang mana"tanya billy memperlihatkan dua cincin yang ia pegang
"yang ini saja karena ini simpel, jadi enak dipandang"
"ya sudah ini saja"
Setelah selesai mempersiapkan semuannya, billy dan lita pun pulang kerumah, karena lita mau menjual mobil jana dan tri dan menukarkannya mobil sport
didalam mobil billy yang menuju kediaman lita
"apa kau yakin akan menjual mobil mereka"tanya billy
"hmm, aku sangat yakin"
billy pun semangkin gelisah karena diwajah lita tampak sangat serius
"apa kau tidak kasian dengan jana dan tri"
"tidak, karena mereka berdua yang menantangku"
"kapan kau akan menjual mobilnya"
billy yang mulai keringat dingin
"nanti kalau kita sudah pulang dari london"
"secepat itu kah.."
"iya, dan kenapa kau banyak tanya sekali bukannya biasanya kau selalu saja mendukung ku"oceh lita
"ahh tidak tidak "
billy pun melaju mobilnya hingga sampai dikediaman lita
pukul 13 : 02
"bay..."ucap lita memasuki rumahnya
didalam rumah, ruang tv
"lama sekali kau, dari mana saja"oceh devan yang melihat kearah lita yang baru saja duduk disampingnya
"sudah aku bilang aku jalan jalan"ucap lita memainkan ponselnya dan tidak menghiraukan yang lainnya
"apa kau pergi dengan billy"ucap devan menatap lita sinis
"hmm" angup lita
"apa yang kau lakukan dengan dia kenapa lama sekali"oceh devan
"apa kau tau dia membelikan aku cincin"ucap lita santai
"apa.."ucap devan dengan nada tinggi yang membuat semuanya terkejut kecuali lita yang hanya tersenyum
__ADS_1
"kau ini kenapa, kenapa kau tega sekali dengan suamimu"oceh lia pada lita
"bukan urusanmu jadi diamlah urus saja suami mu"ucap lita dan berlalu pergi
"kenapa dia tega sekali dengan suaminya"oceh ibu
sedangkan devan diam saja
"dasar tidak punya hati"oceh tina
"kan sudah ayah bilang kakakmu itu memang tidak punya hati dan jiwa kemanusiaan, lihat saja tingkahnya bahkan dia sudah tiga kali hampir mati"oceh ayah
"hmm, apa jangan jangan dia bukan manusia"ucap lia
"apa yang kau maksud, tentu saja dia manusia"oceh dio pada lia
"diamlah kau"
sementara devan hanya diam dan menyusul lita dikamar
tok tok tok....devan mengetuk pintu
"masuklah pintu tidak dikunci"ucap lita didalam
Ceklak... devan pun masuk kedalam dan duduk diranjang
sementara lita hanya diam dan menganti pakaiannya
"ada apa denganmu"tanya lita menghampiri devan
"benarkah yang kau ucapkan tadi"ucap devan menatap lita
lita pun berdiri dan duduk dipangkuan devan
cup..lita mengecup pipi devan
"tenang saja aku hanya bercanda, tadi billy minta tolong kepadaku untuk memilihkan gaun dan cincin pernikahan untuk mereka"ucap lita memainkan rambut devan
"benarkah"
"hmm aku tidak bohong"
devan pun memeluk lita dengan erat dan berbaring diranjang
"apa aku boleh memakanmu"tanya devan memainkan rambut lita
"tidak, ini masih siang"
"kalau nanti malam bagaimana"
"tidak juga, karena kita harus berkemas untuk pergi ke London"
"huu"
"kau pasti mendapatkannya jika kita sudah ada dilondon, owh iya apa frans akan ikut dengan kita"
"tidak dia harus mengurus perusahaan"
"owh iya apa aku boleh bekerja lagi, karena kemarin ketua menelfonku tapi dia tidak bilang kalau aku harus masuk lagi"
"tentu saja, kau sudah dikeluarkan oleh frans jadi kau tidak perlu bekerja"
"kenapa dia mengeluarkanku begitu saja tampa memberitau ku"
"entahlah,"
"dasar sialana"
"apa aku boleh bertanya"
"apa"
"bagaimana kau bisa memiliki hotel kemarin"
"bukan hanya hotel yang kumiliki tapi masih banyak yang lainnya"
"apa, bagaimana kau bisa memilikinya"
"tentu saja sangat mudah bagiku untuk memiliki semua itu"
"apa apa saja yang kau miliki"
"satu sekolahan, satu kampus dua villa, mall dan satu hotel bintang tiga di london, terus dua villa diluar negri supermarket dan butik, dan tiga hotel satu butik dan rumah yang ada disini"
"apa, apa sebenarnnya pekerjaanmu"
"pengusaha, billy memberikan perusahaannya padaku dan aku mengelolanya dengan mulus saat aku kuliah"
"ku kira kau hanya seorang prajurit biasa tapi ternyata kau seorang pengusaha juga dan ketua gengster"
"maaf"
"aku semangkin takut dengan mu karena kau sangatlah seram"
"maaf,sudahlah sebaiknya kita tidur saja dari pada memikirkan semua ini"
"hmm"
lita dan devan pun tidur siang dimana lita masih diatas tubuh devan
__ADS_1