Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
kabur...


__ADS_3

Saat orang itu melepas topengnya, Lita pun tetap tidak mengenalinya


namun orang itu bersikeras dan menunjukan dirinya pada Yuli yang ia sebut sebagai ibu


"apa kau masih mengingat ku ibu, kau telah menelantarkan ku selama 25 tahun lamanya dan kau sama sekali tidak mengingat ku "ucap orang itu


Lita pun melihat ke arah bibi Yuli dengan tatapan penuh pada orang itu


"siapa kau, dan bagaimana bisa kau mengenali ku dan bibi yuli" ucap Lita membelikan tubuh pria itu


pria itu pun menatap Lita, dan seketika Lita mengingat seseorang yang terlintas dipikirannya


"siapa kau, dan siapa kau sebenarnya"ucap Lita dengan penuh amarah sambil memegang erat tangan orang itu


"Apa kau sudah mengingat ku, Akulah orang yang kau tolong 10 yang lalu, apa kau masih tidak mengingat ku" ucap orang itu


"apa kita pernah bertemu" ucap Lita


"tentu, saat itu terjadi kecelakaan kecil dan dengan singgap kau menolong ku saat mobilku hampir meledak" ucap orang itu


"jika aku menolong mu, lantas kenapa kau menyakiti keluarga ku" ujar Lita


"aku belum selesai, 17 tahun sebelumnya aku pernah pergi ke rumah mu dan saat itu penampilan ku tidak sempurna dan kalian semua mengangap ku seorang pengemis"


"namun saat itu pada saat Tri dan wanita jahat itu mengusirku, hanya kau yang memberiku makanan dan uang untuk ku membeli pakaian dan sepatu dan sampai saat ini aku masih mengingatnya"


"Lantas kenapa kau menyakiti adik ku dan para bawahan ku" bentak Lita


"aku hanya menguji kesabaran Mu saja, apakah mau masih yang dulu atau sudah berubah seperti wanita jahat itu" ucap orang itu


"apa maksudmu" ucap Lita


Dor.... satu tembakan yang mengenai tali yang mengikat bawahan Lita, sehinyya semua anak buah Lita pun jatuh di lantai dan di tolong oleh bawahan lita yang Lain


"apa kau puas, jika kau mau adik adik mu ku lepaskan maka menikahlah dengan ku"ucap orang itu


"apa kau sudah gila, aku sudah menikah dengan pria lain" ucap Lita


dan seketika pria itu melepaskan satu tembakan lagi yang mengenai salah satu tali yang mengikat Hany sehingga membuat tangan hany yang satunya terlepas


Lita yang melihat itu pun terkejut dan tidak fokus


"apa yang kau lakukan, apa kau ingin membunuh adik ku" bentak Lita


"adik mu, bukan kah adik mu hanya dia saja" ucap orang itu menunjuk ke arah Tina


"bukankah sudah aku bilang kalau aku sudah menikah" ucap Lita


dor... satu tali lah yang putus yaitu tali yang mengikat kaki Hany, yang membuat Lita takut Hany akan jatuh di bawah


"apa yang kau lakukan" ucap Lita


"tidak ada, jika kau mau menikah dengan ku maka mereka akan aku lepaskan" ucap orang itu


"apa kau tidak mendengar ucapan ku tadi" ucap Lita


"kau bisa menceraikannya dan menikah dengan ku" ucap orang itu


"itu tidak akan terjadi" ucap Lita


"terserah saja" ucap orang itu mengarahkan pistol ke arah Hany


Lita pun takut terjadi sesuatu pada Hany dan langsung menerima


"aku terima, kau biarkan adik ku pulang dan kau bisa membawa ku" ucap Lita


"nona apa yang kau lakukan" ucap bawahan Lita


"kalian diam saja, pilihan ada di tangan Lita dan bukan di tangan kalian" ucap orang itu


"itu bukan pilihan melainkan ancaman" ucap bawahan Lita


"kau diamlah, "ucap Lita padanya


"nona Lita.."ucap bawahan Lita


"kakak apa yang kau lakukan" ucap Hany yang menangis dan menanti kematiannya


"Kalian diamlah, Lita sudah memutuskan untuk mengikuti ku jadi jangan ikut campur" ucap orang itu


"ya itu sudah jadi pilihan ku, jadi kalian jangan menghalangi ku" ucap Lita yang menahan tangisnya dan selalu memikirkan Devan


"baiklah semuanya sudah adil, lepaskan mereka dan kau ikut dengan ku" ucap orang itu menarik tangan lita

__ADS_1


Lita pun hanya menatap adiknya dan bibi yuli yang pingsan karena kaget akan tembakan tadi


"bisakah aku mengantar adikku pergi dari sini" ucap Lita


" tidak, kau hanya bisa melihat mereka dari jauh saja" ucap orang itu


Lita pun terdiam dan menghampiri bawahannya


"pastikan mereka aman, dan jangan lupa untuk menghilangkan ingatan mereka " ucap Lita


"tapi bagaimana dengan Nona" ucap bawahan itu


"tidak masalah, ku serahkan sisanya pada mu" ucap Lita


"apa kau sudah selesai berbicara, kalau begitu kita juga pergi sekarang" ucap orang itu


Hany Tina bibi yuli dan bawahan lita yang di sekap pun meninggalkan bangunan itu, begitu juga dengan Lita dan sang penculik


mereka pun pergi dengan jalur yang berbeda beda


Dengan sangat terpaksa Lita pun mengikuti pria itu dan menangis didalam hatinya dan selalu memikirkan tentang Devan


"ada apa dengan mu " ucap pria itu


Lita pun melihat kerah pria itu dan dengan sangat terpaksa lita tersenyum


"aku tidak apa apa" ucap Lita


"Benarkah, owh iya besok kita akan menikah dan aku mau kau memakai gaun yang indah besok" ucap pria itu dengan senyuman sinis


"siapa nama mu" ucap Lita


"kau akan mengetahuinya iya nanti" ucap pria itu


"apa kau tidak akan memberitauku" ucap Lita


"aku akan memberitahu mu nanti" ucap orang itu


Lita pun hanya diam dan pasrah, karena baginya saat ini hanya keselamatan adiknya


Tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah apartemen pria itu


mereka pun berjalan menaiki lift dan tak lama kemudian sampai di apartemen milik pria itu


"aku ingin mandi sendiri" ucap Lita


"baiklah kalau begitu kita akan makan ramen nantinya" ucap pria itu


Lita pun membesarkan matanya dan hanya diam saja


"kenapa harus makan ramen" ucap Lita


"karena aku menyukainya"


"baiklah, aku akan pergi mandi dulu "


Lita pun pergi ke kamar mandi, dan mencari sabun batang untuk menulis kode pintu apartemen dikertas karena ponselnya mati


Setelah menulis Lita pun menyimpannya di balik ponselnya dan pergi bergegas mandi


tak lama kemudian Lita pun selesai dengan mandinya, lalu pergi di ruang ganti


dengan sangat hati hati kita menganti pakaiannya supaya tidak ada sedikitnya bagian tubuhnya yang kelihatan


saat sudah selesai Lita pun menghampiri pria tadi, pria yang lebih tua satu tahun dari Devan


"apa kau sudah selesai " ucap pria itu


"ya sudah" ucap lita


"makanlah ini sudah hampir tengah malam" ucap pria itu


"aku tidak mau ramen" ucap Lita


"jika kau tidak mau makan, maka aku yang akan memakan mu, mungkin aku harus memberi mu sedikit tenang agar kita bisa melakukannya dalam waktu yang lama" ucap pria itu


"apa maksudmu" ucap Lita dengan santai


pria itu pun tersenyum sinis


"baiklah ternyata kau sudah siap" ucap pria itu pergi menghampiri Lita yang ada di depannya


"apa yang akan kau lakukan" ucap Lita

__ADS_1


pria itu pun mengendong Lita kekamarnya,


meskipun Lita memberontak Lita tetaplah wanita yang lemah, sekuat apa pun ia berusaha ia akan kalah dengan kekuatan pria itu


pria itu pun membuka kamarnya dan membaringkan Lita di atas ranjangnya


"apa yang kau lakukan, lepaskan aku, ku mohon bebaskan aku, aku tak ingin menyakiti suami ku" ucap Lita yang menangis sangat keras sambil berbaring dan didekap oleh pria itu


"tenanglah aku hanya ingin kau menepati janjimu saja, lagi pula kau sudah pernah melakukannya jadi ini tidak akan sakit" ucap pria itu


"apa maksudmu, kau bukan suami ku, jadi aku tidak akan membiarkan mu" ucap Lita mencoba mendorong pria itu namun usahanya gagal


"tenanglah" ucap pria itu merobek pakaian yang di kenakan Lita hingga dada lita terlihat


Lita pun tidak bisa diam lagi, dan langsung memukul pria itu dengan keras sehingga hidung pria itu bedarah


Lalu lita mencoba lari, namun kaki lita di tarik olehnya lalu dengan cepat Lita menendang kepala pria itu sehingga pria itu pinsan


Lita pun mengambil jas pria itu untuk menutupi dadanya dan mengambil ponselnya lalu membasahkan kertas tadi


dan mudah saja kode benar dan pintu pun terbuka, lalu lita meminta salah satu pelayan untuk meminjam alas kaki dan menyuruh pelayan itu melihat keadaan pria tadi


Lita pun kabur menggunakan mobil pria itu dan secepat mungkin menuju hotel yang ia gunakan kemarin malam


dan tak lama kemudian Lita pun sampai di hotel itu dan langsung bergegas menuju kamarnya


lalu lita pun masuk dan mengambil ponsel yang satunya untuk memesan tiket keberangkatan menuju London


dan tentunya Lita mendapatkan tiketnya dan bergegas menganti pakaian lalu pergi meninggalkan hotel dan Lita pun pergi menggunakan mobil sewaan


Lita pun menuju bandara, karena keberangkatan tinggal 20 menit lagi


dengan kecepatan tinggi akhirnya lita pun bisa sampai di bandara, setelah melaju selama 15 menit dan berlari menuju pesawat 3 menit lita pun akhirnya selamat


dan sekarang Lita sudah bisa berpikir jernih


lalu lita pun duduk lalu menyandarkan bahunya bernafas legan


lalu ada orang lagi yang duduk di sampingnya, yaitu wanita tua sekitar 40 an


"Nona apa kau yang berlari tadi" tanya wanita itu


Lita pun melihat ke arah wanita itu dan tersenyum


"iya, karena saya takut ketinggalan pesawat" ucap Lita


"owh tenang saja, itu tidak akan terjadi" ucap wanita itu


"ya itu tidak akan terjadi, jika aku tidak ketiduran tadinya" ucap Lita berbohong


"benarkah, kau sama dengan putri ku dia akan tidur sebelum dia naik pesawat " ucap wanita itu


"benarkah, apa dia seusia ku" ucap Lita


"sepertinya dia lebih tua dari mu"


"benarkah, berapa umurnya"


"23 tahun"


Lita pun terdiam dan tersenyum malu


"sepertinya saya yang lebih tua dari putri ibu"


"benarkah, maafkan saya"


"iya tidak apa apa"


"apa kau sudah menikah"


"sudah"


"lantas apakah kau sudah punya anak"


lita pun terdiam sejenak dan kembali tersenyum pada ibu itu


"sebenarnya sudah namun aku tidak menjaganya dengan hati hati, jadi dia sudah tiada sebelum dia lahir"


wanita itu pun terkeju lalu memperhatikan Lita yang sedikit murung


"sebaiknya tadi aku tidak perlu bertanya begiu"


"tidak masalah"

__ADS_1


Lita pun terdiam dan menatap ke arah jendela lalu tersenyum pada bayang bayang bayi dihalusinasinya


__ADS_2