
Lita dan Devan pun ikut menyusul di kantor polisi untuk ditanyai beberapa pertanyaan
sedangkan orang yang Devan tembak tadi di larikan ke rumah sakit terdekat
beberapa puluh menit kemudian mereka pun sampai di kantor polisi
dimana mereka semua masuk kecuali ayah tri dan cucunya
mereka semua pun di tangani masing2 oleh polisi dan ditanyai beberapa pertanyaan,
setelah mendapatkan informasi polisi pun membolehkan mereka pulang dan kembali beberapa hari lagi
mereka pun pulang dan meninggalkan kantor
"tri kalian pergilah menginap di rumah lama, nanti aku akan bilang sama ayah dan ibu kalau kalian akan menginap" ucap Lita yang berjalan menuju mobil
"tidak perlu, sekarang itu adalah rumahmu, jadi kami akan pulang ke desa saja nanti" ucap bibi yuni
"tidak masalah lagi pula itu kan rumah bibi dulunya" ucap Lita
"tidak apa apa, lagi pula kami hanya beberapa hari pulang ke desa, lalu jika rumah itu sudah selesai di perbaiki kami akan kembali tinggal ke sana" ucap om yainwo
"baiklah kalian bisa menggunakan mobilku untuk pulang nanti"ucap Lita memberikan kunci mobilnya pada tri
"makasih, aku janji akan segera mengembalikannya" ucap tri
"tidak masalah, pakailah jika kau membutuhkannya lebih lama" ucap Lita
"makasih"
"kalau begitu kami pergi dulu" ucap Devan
"yaa.."
"kalian akan pergi ke mana" tanya tri
"rumah sakit, aku harus menemuinya dulu karena tadi Devan telah menembaknya jadi Devan harus minta maaf" ucap Lita
"baiklah, kalau begitu pergilah" ucap bibi yuni
Lita dan Devan pun menaiki mobil Devan, karena mobil Lita, tri yang akan memakainya
Mereka berdua pun pergi menuju rumah sakit
dan saat mereka sampai, Lita pun langsung mencari ruangan orang itu dan tak lama kemudian mereka pun menemukannya
Lita pun membawa Devan masuk, beruntung saat mereka masuk orang itu sudah sadarkan diri
Lita dan Devan pun perlahan lahan mendekati orang itu
"apa tubuhmu sudah merasa nyaman" tanya Lita
"tentu saja, karena istriku mengunjungi ku disini jadi aku merasa sangat nyaman" ucap orang itu yang tersenyum lebar pada Lita
Devan yang mendengarnya pun merasa kesal
"apa kau mau langsung mati saja" ucap Devan yang menahan emosinya
"tentu saja aku akan mati bersama istriku nantinya" ucap orang itu yang menatap Devan tajam
"baiklah aku akan mengubur mu hidup hidup nanti" ucap devan yang semangkin kesal
"sayang sudahlah, mungkin saja dia ada kelainan otak" ucap Lita yang menenangkan Devan
sementara polisi yang mengawasi orang itu pun hanya diam
"kalau begitu kita pulang saja dari sini" ucap Devan
"sayang apa kau lupa tujuan kita tadinya" ucap Lita
"ya sudah cepat lakukan dan pergi dari sini" oceh Devan
"seharusnya kau yang meminta maaf bukan aku" ucap Lita
"tidak mau"
"baiklah"
Lita pun melihat kembali ke arah orang itu dan tersenyum secara terpaksa
"maafkan kelakuan suami ku tadi, ku harap kau mau memaafkan dia" ucap Lita
"baiklah akan aku maafkan, asalkan istriku bisa tersenyum pada ku" ucap orang itu
"kalau begitu kami permisi dulu" ucap Lita pada orang itu dan pada polisi
"kau mau kemana" tanya orang itu
"aku akan pulang, jika ada sesuatu yang anda inginkan beritau saja saya" ucap Lita
"baiklah, aku menginginkan sesuatu" ucap orang itu
"apa " tanya Devan
"aku mau kau membawa ku ke rumah mu" ucap orang itu
Lita pun sedikit bingung, rumah yang di maksud orang itu rumah yang mana yang dan apa tujuannya, lalu Lita pun sedikit tersenyum
"maaf aku sudah tidak ada rumah lagi, karena aku sudah tinggal bersama suamiku " ucap Lita
"bukankah kau membeli rumah Yuni"
"iya benar, tapi aku tidak tinggal disana"
__ADS_1
"aku tau, tapi bisakah kau membawa ku kesana untuk beberapa saat saja"
"baiklah, aku akan membawa mu kesan saat lukamu sudah pulih total"
"baiklah, besok aku mau kita pergi kesana"
"baiklah, kalau begitu saya permisi"
Lita pun langsung membawa Devan pergi
"kenapa kau mengizinkan nya untuk pergi" ucap Devan
"sudahlah, aku ingin tau sesuatu dari dia" ucap Lita
"terserah saja"
lalu mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit
Keesokan harinya
Lita pun kembali ke rumah sakit untuk menjemput orang itu dan pergi ke rumahnya
sebelum pergi ke sana Lita sudah menyuruh ortunya dan saudaranya untuk meninggalkan rumah itu sementara waktu
dan mereka pun pergi kedesa untuk menginap sementara waktu.
tak lama kemudian mereka pun sampai dikediaman itu dan masuk kedalam
"ruangan yang mana yang ingin pertamakali kau tuju" tanya Lita yang berjalan masuk sambil mendorong kursi roda orang itu
"kamarku"
Lita pun bingung
"apa memang benar dia anaknya bibi yuni, tapi bukankah anak bibi yuni sudah meninggal "batin Lita
lita pun terus mendorong kursi rodanya
"yang mana kamar mu" tanya Lita
"Sebelah ruang dapur"
Lita pun membawanya kesan lalu menyuruh pelayan membuka pintunya, karena ruangan itu sudah lama tidak dibuka
mereka pun masuk kedalam hanya berdua saja
"apa yang kau cari disini"
"apa boleh aku meminta tolong pada mu untuk membongkar ranjang itu" ucap orang itu menunjuk ranjang yang penuh dengan debu
Lita pun melihat ke arah ranjang lalu berjalan dan mencoba membungkarnya
"apa ada sesuatu didalam sini" tanya Lita yang melihat orang itu berjalan kerah meja dan membuka laci meja
sedangkan pria itu mengambil beberapa barangn didalam laci
sedangkan Lita sudah selesai dengan pekerjaannya dan memberitahu pria itu lagi
" geserlah ranjangnya"
Lita pun dengan sekuat tenaga mengeset ranjang itu, dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada pintu ruang bawah tanah dilantai
"apa ini, kenapa aku baru mengetahuinya"
"aku juga begitu, awalnya aku tidak percaya dengan perkataan ayahku, namun aku selalu mengingat ucapannya"
"maksudmu"
"bukalah dan bawa aku masuk ke sana"
"bagaimana caranya, bukankah kau belum bisa berjalan"
"akan aku coba, lagi pula ini hanya luka biasa"
"baiklah, aku akan membawa kotak obat aku takut kau berdarah nantinya"
"baiklah itu terserah saja"
Lita pun pergi mencari kotak obat dan kembali lagi didalam ruangan itu untuk turun bersama dengan pria itu
lalu Lita pun membantu pria itu turun kebawah dan disusul olehnya
dan saat berada dibawah, betapa terkejutnya mereka saat melihat beberapa batang emas yang disusun diatasi meja yang penuh dengan jaring laba2 dan beberapa pas foto yang digantung di atasnya
"milik siapa ini semua" tanya lita yang memegang tangan pria itu
"itu adalah milik kita, ayahku bilang siapa pun yang membantu ku masuk ke sini dia harus mendapatkannya juga"
"lantas maksudmu, ini adalah peninggalan ayah mu dan dia menyuruhmu untuk mengambilnya sendiri"
"ya kurang lebih seperti itu "
"bagaimana dengan bibi yuni "
"dia tidak penting, lagi pula dia bukan ibu kandung ku"
"apa maksudmu"
"dia ibu tiri ku, saat dia pergi kekota dia tidak sengaja menabrak ibu ku hingga tewas, lalu ayahku meminta pertanggungjawaban dan mereka pun menikah supaya ada yang mengurusku"
"lantas"
"ya seperti itu, ayahku menyembunyikan identitas nya selama ini, sampai ia mati pun tidak ada yang tau siapa dia"
__ADS_1
" jadi, apa kita harus mengeluarkan ini semua"
"ya semuanya, jumlahnya ada 50 batang namun sudah diambil oleh rekan ayahku 5 batang dan tinggal 45 batang lagi yang tersisa "
"baiklah aku akan mengeluarkan semuanya dan mengeluarkan mu dari sini"
"aku akan membantu"
"baiklah"
Lita pun mengambil beberapa kain dan melapisnya lalu menyusun beberapa batang emas didalaminya dan mengikatnya naik ke atas
seperti itu selanjutnya sampai selesai dan membawa pria itu juga naik ke atas dan kembali duduk ke kursi roda
lalu Lita pun kembali mengemasi ranjang yang ia bungkar tadi seperti semual
"lantas bagaimana selanjutnya"
"aku akan memberimu 15 batang dan sisanya akan aku bawa pulang ke Itali"
"apa tidak kebanyakan"
"itu tidak seberapa"
"benarkah, baiklah terimakasih telah percaya pada ku"
"tugasnya akan selesai jika kau membiarkan aku lolos dari sini dan membiarkan aku pulang ke Negara ku"
"baiklah aku akan membantumu, tapi aku mau kau jangan kembali lagi disini"
"baikan, karena jika aku sudah kembali tandanya aku sudah tidak ada urusannya lagi dengan kalian"
"lantas, tujuan awal mu hanya untuk mengambil kembali emas mu lalu kenapa kau menyakiti keluarga ku"
"semua itu sudah aku rencanakan, aku tidak ingin menyakiti kalian hanya saja aku hanya mengancam kalian untuk meninggalkan rumah ini supaya rencana ku berjalan lancar"
"baiklah tujuan awali sudah selesai, nanti malam aku akan mengembalikan mu di tempat asalmu"
"benarkah, apa kau yakin secepat itu"
"jika kau mau sekarang, maka aku akan mengantarnya sekarang juga"
"baiklah aku percaya "
"sekarang kita keluar dari sini, tunggu sebentar aku akan mengambil tas untuk mu dikamar ku"
"Baiklah"
Lita pun keluar dari ruangan itu dan naik di lantai atas untuk mengambil tas
setelah naik ke atas Lita pun mengambil dua tas lalu turun kembali ke bawah
Lita pun mengemasi emas bayangannya didalam tas dan pergi keluar untukmembawa kabur pria itu
Tanpa di curigai siapa pun Lita pun langsung keluar dari rumah dan bergegas pergi ke bandaraa
"aku akan menyuruh bawahan ku mengantar mu sampai disana" ucap Lita yang fokus menyetir
"apa kau yakin, bagaimana jika kau ditanya sesuatu nantinya "
"itu hal mudah bagiku, jangan khawatir fokus saja pada perjalanan mu"
"baiklah"
Lita pun terus melaju sampai bandara dan sisanya Lita serahkan pada bawahannya
"selamat menikmati perjalanan mu" ucap Lita dari dalam mobil
"berhati hatilah"
"kau tenang saja"
Lalu lita pun turun dari mobil dan menaiki mobil yang satunya lagi, sedangkan mobil itu ia kembalikan pada anak buahnya
Dengan santai Lita meninggalkan bandara dan pergi menuju kediamannya
lalu ia menghubungi keluarganya untuk kembali lagi kekota
dan Lita pun menghitung mundur dan terus melaju mobilnya
dan..
duuar..... bunyi ledakan dari erphone
"apa semuanya sudah beres" ucap lita pada bawahannya dari erphone
"sudah Nona"
dengan santai dan tersenyum puas Lita pun hanya menghidupkan musik dimobilnya
karena mobil yang ia kendarai dengan pria tadi telah meledak
dengan santai Lita menyetir dan bernyanyi
Lita tau bahwa pria tadi sudah menyimpan peledak dimobilnya dan dengan berpura pura tidak tau Lita pun berhasil menipu pria itu
sedangkan si pria sedang tersenyum lebar, karena dia pikir Lita sekarang sudah mati
Lalu Lita pun menghubungi kembali bawahannya yang membawa mobilnya tadi untuk menemuinya
dan pada saat malam hari, Lita pun menemui setiap bawahannya yang berbeda negara
Lita pun memberi satu batang pada setiap bawahannya dimana satu negara satu batang dan Lita memiliki bawahan 5 negara yang berbeda beda
__ADS_1
sedangkan 5 batang lainnya ia carikan menjadi uang dan 5 batang lagi ia simpan