
Keesokan harinya
dimana kini dikamar lita, terdapat lita dan devan yang belum bangun dari mimpi mereka
sedangkan sikembar frans dan tamara sudah sarapan bersama karena terlalu lama menunggu lita dan devan turun kebawah
kamar lita
dimana lita yang baru saja bangun dan melihat devan yang membelakangi dirinya
lita pun hanya menatap punggung devan dari belakang, dan ingin rasanya lita memeluknya namun takut devan terbangun
lita pun hanya diam dan membalik tubuhnya membelakangi devan, namun saat lita mengubah posisinya dengan cepat devan memeluk lita dan mengecup leher lita
"sayang apa yang kau lakukan" oceh lita dan membalik tubuhnya namun ditahan oleh devan
"sayang, semalam aku bermimpi kalau kita sedang berolahraga bersama, namun saat aku terbangun itu semua hanya mimpi dan membuat juniorku terbangun juga" bisik devan pada lita dan mengigit telinga lita
"terus.." ucap lita ketus
"apa kita boleh berhubungan badann sekarang" ucap devan
"tidak, ini sudah pagi adik adik mu bisa mendengarnya nanti" ucap lita yang membalik tubuhnya dan menatap devan
"ya sudah kita melakukannya diam diam saja, lagi pula dibawah tidak akan kedengaran kalau disini ribut" ucap devan yang mencoba mengoda lita
"bagaimana kalau mereka menyusul kita disini" ucap lita
"pintunya sudah aku kunci jadi mereka tidak akan masuk" ucap devan
"oh, ya sudah aku mau mandi dan mau pergi sarapan, bukannya ini sudah waktunya sarapan ya" ucap lita
"hei, apa kau mencoba kabur dari ku haa...."oceh devan
"tidak" ucap lita yang menatap dalam wajah devan
"lantas kenapa kau mau mandi duluan haa..." ucap devan
"sayang kau terlalu banya bicara, bukannya kau tau aku tidak menyukai orang yang banya bicara seperti mu tadi" ucap lita yang menaiki tubuh devan dan membuka kancing baju devan satu persatu
"sayang, apa kau marah pada ku" ucap devan yang mulai ketakutan dengan sikap lita padanya
"tidak, bukannya kau ya yang dari tadi memarahi ku" ucap lita pada devan dan membuka celana devan setelah membuka baju devan
"sayang, apa yang kau lakukan" ucap devan yang semangkin ketakutan
"bukannya kau ya yang mau berolahraga dengan ku tadi" ucap lita yang menaiki tubuh devan kembali setelah membuka seluruh pakaian devan hingga tidak ada satu benang pun yang devan pakai
"sayang sudahlah, ini sudah pagi sebaiknya kita mandi dan pergisarapan saja" ucap devan yang mulai gemetar dan keringat dingin
"tutup mata mu" ucap lita
"sayang, ku mohon jangan lakukan" ucap devan
lita pun menutup wajah devan dengan bantal, dan melumuri junior devan dengan air liurnya danemasukannya digua miliknya
lita pun bermain dengan junior devan, sementara devan hanya menutup matanya dan menahan rasa takutnya
__ADS_1
lita pun teris bermain bersama junior devan, hingga junior devan sangat tegang begitu juga dengan devan yang sudah tidak bisa menahan dirinya
"sayang, sebaiknya kita melakukannya dengan benar aku sudah tidak kuat lagi" ucap devan yang masih menutup wajahnya dengan bantal
"diamlah permainan ku belum selesai, jika kau banyak bicara maka permainan akan berakhir" ucap lita yang mencoba mengeluar masukan junior devan
devan pun semangkin takut dan hanya bisa diam menahan hawa nafsunya, karena takut dimarahi oleh lita
lita yang merasa permainannya tidak terlalu seru, dia pun membuka bantal yang menutupi wajah devan tadi dan melumut bibir devan dan didiamkan oleh devan
"sayang, bermainlah" ucap lita yang membuka pakaiannya didepan mata devan
"sayang apa kau mengoda ku, atau kau sedang menghukum ku" ucap devan yang melihat dua gunung milik lita
"bermainlah dan ajari aku cara bermainnya" ucap lita yang kembali melumut bibir devan
devan pun hanya diam dan mengikuti permainan lita dan menjatuhkan lita dibawah pelukanya
"sayang jika kau ingin bermain, ajari aku cara bermainnya juga" ucap lita yang menjilat leher devan dengan perlahan
perlakuan lita yang seperti itu membuat darah devan mendidih tak menentu
"jika kau ingin ku ajari, tahanlah ini sebentar karena ini tidak akan sebentar" ucap devan pada lita
"baiklah aku akan menikmatinya"bisik lita pada devan dan mengigit telinga devan
"dari mana kau belajar, kenapa kau bisa dengan cepat mengalahkan ku" bisik devan yang membaringkan lita dibawah tubuhnya
"apa aku harus menjawabnya" ucap lita yang memainkan dua buah dada devan yang penuh dengan otot
"baiklah, kita harus cepat mengangkatnya, kalau tidak kau bisa terhanyut nantinya" bisik devan
"baiklah aku akan membeli ***** nantinya agar junior ku semangkin panjang dan besar, agar kau takut nantinya" bisik devan
"aki sudah membelinya, namun tidak pernah kau pakai" bisik lita
devan pun membesarkan matanya dan melihat kearah lita
"kau jangan mempermainkan ku sayang, mana mungkin kau berani membelinya" bisik devan
"apa kau meragukan ku" bisik lita lalu beranjak dari tidurnya dengan posisi masih berhubungan badan dengan devan dan membuka laci milik devan dan mengambil barang yang sudah ia beli
devan pun terdiam dan langsung mengambil pil itu dari lita dan menepurkannya di belakang tubuhnya
lita pun hanya menatap devan dan naik dipangkuan devan, agar memperdalam ve*** devan dengannya
"kenapa, bagaimana bisa kau memiliki ini haa.."oceh devan
"sudahlah, gendong aku kita mandi bersama sama" ucap lita melebarkan tangannya
"kau ini, awas saja kau kalau aku lihat kau masih memiliki ini" oceh devan pada lita lalu mengendong lita menuju kamar mandi
"apa kau tau kenapa aku membelinya" ucap lita yang sudah ada didalam kamar mandi
"tidak, memangnya itu untuk ku" ucap devan yang menurunkan lita dibathup
"tentu saja itu untuk mu, aku sengaja membelinya karena itu bagus..."ucap lita terpotong
__ADS_1
"sudahlah diam, bersihkan dirimu cepat" oceh devan yang melumuri tubuhnya dengan sabun mandi
lita pun hanya diam dan ikut membersihkan dirinya
setelah beberapa menit kemudian lita dan devan pun selesai dengan ritual mandi mereka
setelah menganti pakaian mereka pun turun kebawah untuk sarapan
namun lagi lagi mereka berdua tidak bisa sarapan bersama dengan yang lainnya karena yang lainnya sudah selesai sarapan
"apa kita akan selalu seperti ini" ucap lota pada devan yang sudah ada dimeja makan
"iya, sudahlah makan saja sarapan mu lagi pula mereka sudah terbiasa sarapan awal" ucap devan
"ya..."ucap lita
lita dan devan pun melanjutkan sarapan mereka berdua
sementara si kembar tamara dan frans hanya bermain diruang tamu sambil mengemil
singkat cerita, dimana kini saat sudah hampir jan satu siang dimana lita devan frans sikembar dan tamara sudah ada dibandara
dimana mereka harus kembali keSeoul untuk melihat persalinan kak lia yang sebentar lagi akan melahirkan
sementara billy dan jana tidak bisa ikut karena jana juga sedang hamil besar jadi jana dan billy tidak bisa ikut
Keberangkatan menuju Seoul pun mulai terbang diudara selama sembilan jam lebih, akhirnya mereka pun sampai dikota Seoul
dimana kini dibandara Seoul terdapat devan yang mengendong tamara karena tamara sedang tertidur
ditambah lagi mereka harus menunggu jemputan yang tak kunjung datang karena mobil yang akan ditumpangi mereka sedang macet dijalan
lita sikembar frans dan devan yang mengendong tamara pun hanya duduk santai sambil menunggu jemputan disalah satu cafe dekat bandara
"sayang apa kau lelah" ucap lita pada devan yang selalu berdiri karena tamara yang tidak mau diam
"tidak" ucap devan
"Oo..baikalah" ucap lita
"bagaimana kita cari jemputan yang lain saja" ucap hany
"sudah mereka semua sudah dalam perjalanan" ucap frans
"benarkah kenapa lama sekali" ucap hans
"hmmm kenapa mereka lama sekali mana disini sangat dingin lagi" oceh hany
"mungkin mereka lagi menuju kesini, jadi bersabarlah dan minum kopi kalian untuk menghangatkan tubuh" ucap lita
"baiklah" ucap hany
mereka pun terus menunggu jemputan mereka, hingga tiga puluh menit kemudian jemputan mereka tak kunjung datang
akhirnya devan dan lita pun menyewa kamar hotel disalah satu hotel dekat bandara karena jemputan mereka tak datang juga
lita pun memesan tiga kamar, dimana hany dan tamara, devan dan lita, dan hans dan frans
__ADS_1
mereka semua pun beristirahat untuk semalaman karena, jemputan mereka tidak bisa datang