
Satu minggu kemudian
Keadaan Lita dan tri masih sama saja , bahkan mereka sudah menjalankan perawatan terbaik namun masih belum keluar dari koma mereka
Karena Lita dan tri koma , pernikahan lia dan dio di undur karena harus mengurus lita di rumah sakit , ya meskipun ada yang menjaga lita dan tri di rumah sakit , tapi lia dan dio tidak mungkin akan mengelar dan melanjutkan pernikahan mereka atas penderitaan koma lita yang terbaring di ranjang rumah sakit
yang membuat acara pernikahan lia dan dio di undur sampai Lita dan tri sembuh
begitu juga dengan pernikahan billy dan Jana yang tinggal 3 minggu lagi , pernikahan mereka pun diundur juga sampai lita dan tri sembuh total.
Dan kini billy dan andika sudah ada di bandara , karena harus mengantar rio pulang ke London.
"saya pamit dulu tuan"ucap rio
"ya hati hati "ucap billy
"sampai ketemu kembali"ucap andika
Rio pun berjalan menuju pesawat yang akan ia tumpangi dan meninggalkan andika dan billy
billy dan andika pun pulang ke rumah sakit , untuk melihat keadaan lita dan tri
tring tring....ponsel billy berbunyi
"siapa bill"tanya andika yang sudah ada di dalam mobil billy begitu juga dengan billy yang duduk di samping andika
"Jana.."ucap billy mematikan panggilan dan menyimpan ponselnya di sakunya
"kenapa gak lo angkat , siapatau penting"ucap andika yang fokus menyetir
"biarkan aja gak penting"ucap billy
"gak penting dari mana , dia calon istri lo jadi kalau dia nelfon di angkat "nasehat andika
"iya iya gue telfon balik"ucap billy geram
tut tut tut…tidak di angkat
"gak di angkat "ucap billy mematikan ponselnya dan menyimpanya kembali ke saku
"coba lagi , mungkin dia tersesat atau membutuhkan bantuanmu , telfon lagi"ucap andika
"aaiiss... kau ini , kau saja yang menelfonya aku tidak mau"ucap billy
"ya sudah terserah kau saja , tapi ingat jangan menyesal nantinya"ucap andika
"menyesal kenapa "ucap billy
"ya , mungkin ya ni mungkin dia lagi butuh bantuan lo secepatnya terus lo gak angkat telfon dia , terus kalau dia di culik nanti lo mau ngomong apa sama bokapnya"ucap andika menakuti billy
"iya iya gue cari dia , sekarang kita ke rumah sakit dulu terus baru kita nyari dia"ucap billy ketus
"lo aja yang nyari gue gak sempat , balik dari rumah sakit gue mau ke kantor , soalnya satu minggu ini gue jarang ke kantor"ucap andika
"sebentar aja ngapa , males gue mau nyari dia sendirian , mana salsili udah tugas kembali lagi jadi susah mau minta tolong dengan dia"oceh billy
"bodo amat , gue mau ke kantor ada urusan penting"ucap andika
mereka pun sampai di rumah sakit , billy dan andika pun masuk dan menuju lift untuk pergi ke ruangan lita
"bill bukanya itu jana ya , kenapa dia bisa ke sini"ucap andika menunjuk seorang
"yang mana , mungkin lo salah liat kali"ucap billy dan terus berjalan tampa melihat kearah yang andika tunjuk
"itu di sana"ucap andika memutar kepala billy , sepontan billy pun melihat dan ternyata benar
"Jana"teriak billy , sepontan jana pun melihat ke arah billy dan berlari menuju billy
__ADS_1
"billy , gue takut tadi gue nabrak orang , terus gue bawa ke sini tapi gue masih belum tau keadaan orang yang gue tarbak"ucap jana memeluk billy dan sedikit gemetar
"jadi , lo nelfon billy tadi karena ini"ucap andika di belakan billy
"iya , tadinya gue mau kabur , tapi hati gue nyuruh gue untuk nolong dia , karena gue takut jadi gue nelfon billy tapi gak di angkat , ya udah deh gue terpaksa bawa dia sendirian ke sini"jelas jana yang masih gemetar namun sudah melepas pelukanya
"kenapa lo bisa nabrak dia "tanya billy pelan
"tadi tu gue mau belok tapi tiba tiba orang itu muncul dan gue gak bisa rem mobilnya karena gue takut , dan saat mau gue rem tapi orangnya udah kena tarbak duluan"ucap jana
"ya sudah lo tenang , sekarang orang itu di mana ruanganya , lo harus tanggung jawab Ok , jangan lari dari masalah"ucap billy mencoba menenangkan jana supaya tidak terlalu takut
"dia ke ruangan UGD "ucap jana
"ya udah kita ke sana kita liat kondisinya"ucap andika
mereka pun berjalan menuju ruang UGD
"kita nunggu dulu sebentar , nanti kalao dokternya keluar baru kita tanya Ok "ucap billy pada jana
"tu anak , tadi bodo amat tapi sekarang malah perhatian banget sama jana , dasar buaya "oceh andika dalam hatinya
"dika , lo nunggu sini dulu , gue mau ngantar jana sebentar di kamar kecil"ucap billy
"hmmm, sana jangan lama lama"ucap andika
billy dan jana pun pergi ke kamar kecil untuk membersihkan baju jana yang terkena darah , meakipun hanya sedikit darahnya
"dasar siluman bermuka dua"oceh andika yang duduk di luar ruang UGD
dokter pun keluar
"maaf , keluarga pasien"ucap dokter itu
sepontan andika pun berdiri dan menghampiri dokter
"owh , apa anda tau siapa keluarga pasien"tanya dokter
"saya gak tau dok , owh ia bagaimana keadaan pasienyaa dok"tanya andika
"dia baik baik saja , hanya bagian kepalanya saja yang terbentur sedikit hingga berdarah , namun sudah saya bersihkan dan sudah di perban"ucap dokter itu
"kalau begitu saya permisi dulu" sambung dokter
"owh , makasih dok"ucap andika
billy dan jena pun kembali
"bagaimana , dokternya udah keluar belum"tanya jana
"udah , dokter bilang pasienya baik baik aja cuman kebentur sedikit dibagian kepalanya"ucap andika
" udah siuman belum , kalau udah kita lihat saja"ucap billy
"entahlah gue gak nanya sama dokter"ucap andika menaikan kedua bahunya
"bagaimana sih lo dik"oceh billy
"lo liat aja sendiri gue gak mau "ucap andika
"ya sudah kita masuk liat keadaan dia"ucap jana
"hmm"
jana dan billy pun masuk sedangkan andika menunggu
tak lama kemudian billy dan jana pun keluar dan mengurus tagihan
__ADS_1
setelah selesai jana billy dan andika pun pergi ke ruang lita dan tri
tok tok tok...billy mengetuk pintu
mereka bertiga pun masuk , namun tak ada seorang pun yang menjaga lita dan tri di dalam melainkan hanya menjaga di luar
"kemana yang lain"ucap andika melihat sekeliling
"entahlah , mungkin mereka pulang"ucap billy yang duduk di sofa bersama andika sedaangkan jana duduk di kursi
"ya sudah kita saja yang menjaga mereka"ucap jana
"hmm"
Dua orang dokter pun masuk ke dalam dan menghampiri andika billy dan jana
"maaf tuan apakah kita bisa bicara sebentar"ucap dokter
"iya bicara saja"ucap andika
"begini tuan , saya hanya mau menyampaikan kondisi keadaan nona lita dan tri"ucap dokter
"iya sampaikan saja "ucap billy santay
"jadi begini , keadan nona lita dan tri semangkin menurun , kami para dokter yang mengurus mereka semangkin khawatir dengan keadaan mereka berdua , karena semangkin hari keadaan mereka semangkin menurun , kami semua takut ini akan menyebabkan kematian nantinya "jelas dokter
"apakah ada cara lain untuk menyembuhkan mereka "tanya andika
"ada , tapi cara ini jarang seklai berhasil"ucap dokter
"apapun caranya akan kami lakukan demi lita dan tri bangun dari komanya"ucap billy yang mulai serius
"cara ini sangat mudah , tapi ini jarang berhasil , kita hanya membisikan sesuatu di telinga mereka , yaitu sesuatu yang paling berharga bagi mereka "jelas dokter sedangkan dokter yang satunya hanya menganti infus lita dan tri yang sudah hampir habis
namun tiba tiba
"dokter keadaan pasien semangkin menurun "ucap dokter yang menganti infus tadi
sepontan mereka pun langsung mengambil tindakan medis kembali
"maaf dok apakah cara tadi bisa di pakai"tanya billy yang sangat khawatir
"bisa tuan silahkan , semoga saja cara ini berhasil"ucap dokter
billy dan andika pun menuju ranjang lita dan tri
billy membisikan sesuatu di telinga lita sedangkan andika di telinga tri
"Lita , bangun sayang lo gak kasian ya sama peliharaan lo mereka jatuh sakit karena tidak mau makan , mereka rela tidak mau makan demi menemani mu disini , apakah lo gak kasian sama mereka"bisik billy sambil meneteakan air mata di telinga lita
Karena tidak ada yang paling berharga bagi lita selain peliharaanya yang selalu ada untuk menghiburnya , meskipun dia punya sahabat dan keluarga namun yang paling lita sayang adalah hewanya karena semua hewanya bernasip sama dengan lita yang selalu mendatangkan masalah bagi keluarga meskipun lita tidak tau apa salahnya.
"tri , bangun lo gak kasian ya sama kita kita terutama ayah lo dia nunggu lo 24 jam disini demi lo bisa sembuh , jadi tolonglah bangun ini semua demi ayah lo"bisik andika pada tri yang menahan tangisnya
sepontan Bisikan bisikan tadi membuat reaksi yang kuat hingga membuat kondisi tubuh lita dan tri kembali normal dan sudah bisa mengerakan jari jari mereka
"dok apakah berhasil dok"tanya billy yang melihat jari jari lita bergerak
"sepertinya berhasil tuan , kondisi tubuh mereka kembali stabil secara derastis"ucap dokter
"billy , kita berhasil bil kita berhasil"ucap andika memeluk billy dengan sangat erat
"kita berhasil sobat "ucap billy meneteskan air mata
"sekarang hubungi salsili dan keluarga lita dan tri"ucap andika
"iya sekarang"ucap billy melepas pelukan mereka dan mengambil ponsel mereka masing masing
__ADS_1