
Masih di rumah sakit dimana semua orang masih menunggu di depan ruang UGD
Sudah hampir satu jam dokter yang di perintahkan untuk menangani lita dan tri belum keluar keluar
"apa yang dokter itu lakukan , kenapa mereka lama sekali , apa mereka bermain di sana"oceh billy yang sedang mondar mandir
"tenang lah billy dokter masih menangani mereka , jadi bersabarlah sebentar lagi"ucap wanita yang ikut dengan billy kemarin
"hmm"
"hei siapa nama mu nona"ucap salsili mendekati wanita billy dan menatapnya dengan tajam
"maaf nona jangan tatap saya seperti itu , saya akan memberitau nona jika nona tidak menatap saya lagi"ucap wanita itu menunduk karena takut
"iya iya maaf , perkenalkan Namaku salsili teman billy , dan kau siapa namamu"ucap salsili mengulurkan tanganya dan mengubah ekspresi nya
"Iya , Namaku Jana tunangan billy"ucap wanita itu dan menyambut uluran tanga salsili
"owh, kapan kalian bertunangan dan kapan kalian akan menikah"ucap salsili menatap Jana
"kami tunangan satu minggu yang lalu dan kami akan menikah satu bulan lagi"jawab jana
Nama : Jeoun jana
Umur : 22 tahun
setatus : tunangan billy dan anak satu satunya dari tuan Jeoun jun , rekan yang pernah bekerja sama dengan billy namun dibatalkan karena Jana bermasalah dengan bella , namun kerja samanya di lanjutkan karena tuan Jun meminta pada billy untuk menikahi putrinya , sebenarnya billy menolak namun billy tidak ada pilihan lain demi menyelamatkan proyeknya
*lanjut
"owh, aku mau minjam billy dulu sebentar Ok "ucap salsili dan menarik andika dan billy sejauh mungkin
"sal kenapa sih"tanya andika
"lo diam , dengarkan aja"perintah salsili pada andika
"terus lo ngapa narik gue"Ucap billy
"gue mau nanya sama lo , tu perempuan beneran mau lo nikahin , kapan kalian pacaran serasa gue lo gak punya pacar"oceh salsili
"dia di jodohkan dengan gue , karena perusahan"ucap billy
"terus lo mau"ucap salsili
"ya mau gak mau , harus mau daripada harus kehilangan proyek besar"ucap billy
"kalau gue jadi lo , lebih baik gue kehilangan proyek daripada gue di jodohin dengan orang yang gak gue kenal"ucap salsili mengocehi billy sedangkan andika hanya diam
__ADS_1
"masalahnya tu kalau gue gak dapat tu proyek , makan kerja sama gue dengan kelayen gue yang lain itu akan putus dan tidak ada lagi yang namanya kerja sama"tegas billy
"ya udah lah , kan perusahan lita ada kenapa harus pusing"ucap salsili
"lo kira bangun sebuah perusahan itu mudah , dari dulu bokap gue sama papanya bella bekerja sama untuk membangun dua perusahan supaya bisa di wariskan dengan gue dan bella , tapi sekali udah di wariskan dengan gue dan gue ngancurin tu perusahan kaya mana reaksi bokep gue nantinya"ucap billy kesal
"ya sudah lah gak penting lagi itu "ucap salsili pasrah
"udah udah cuman satu wanita aja kalian udah ribut , apa lagi kaya lita yang berusaha ngumpulin orang supaya bisa jadi anak buahnya"sahut andika yang diam saja dari tadi
"hmm, sudahlah jangan di bahas lagi , yang penting kita fokus pada perawatan lita dan tri saja"ucap billy
"ya maafin gue , yang gak ngerti perasaan lo"ucap salsili pada billy
"sudahlah kita kesana sekarang"ucap andika
mereka pun ikut bergabung lagi dengan yang lainya
beberapa menit kemudian , keluarlah dua orang dokter yang memang dokter rumah sakit itu
"dokter udah keluar "ucap dio pada lia
"ha, ya sudah kita hampiri saja , lagi pula ayah masih menemani ibu di ruang rawat"ucap lia dan berjalan mendekat pada dokter begitu juga yang lainya
"keluarga pasien Lita dan tri"ucap salsh satu dokter itu
"saya saudara pasien lita"ucap lia
"kami teman mereka"ucap salsili mengandeng billy dan andika
"maaf dokter saya anak buah nona lita, bagaimana ke adaan nona lita di dalam" tanya anak buah lita yang laki laki
"iya dokter bagaimana dengan keadaan dua pasien tadi"ucap andika
"apa kakak saya baik baik saja dokter"ucap tina
"maaf semua , satu satu saja saya bingung mau menjawab yang mana "ucap dokter itu kebingungan karena terlalu banyak pertanyaan
"jadi begini , keadaan dua pasien tersebut keritis karena pasien Lita terkena tusukan pisau di bagian perut kirinya dan terkena ledakan bom , sedangkan pasien tri kaki kirinya terkilir dan bagian perut belakangnya terkena tembakan , namun kami tidak menemukan anak peluru di dalam perus pasien , kemungkinan peluru itu sudah di keluarkan terlebih dahulu namun bagian perutnya belum habis di jahit menyebabkan darahnya terus keluar"jelas dokter itu yang membuat para pendengar syok
"apa mereka bisa sembuh dari keritisnya dok"tanya billy bergemetar namun di tenangkan oleh jana
"kalau untuk bertahan hidup hanya kemungkinan kecil , namun kami akan berusaha supaya pasien bisa selamat"ucap dokter itu
"apa pasien bisa di jenguk dokter"tanya anak buah lita yang perempuan
"untuk saat ini masih belum karena ke adaan pasien masih sangat lemah"ucap dokter
"tapi kami ingin mengetahui ke adaan Mereka saja"ucap salsili menangis di pelukan andika hungga membuat jas hitam andika basah
__ADS_1
"baik lah yang bisa melihat mereka hanya dua orang saja dan jangan terlalu lama"ucap dokter
"kalau begitu saya saja"ucap semuanya serentak kecuali Jana
"mmmm maaf hanya berdua saja , tidak boleh lebih"ucap dokter itu bingung
"ya sudah aku dan ayah kakak tri saja yang masuk"ucap tina menarik tangan ayah tri
"aku juga mau ikut"ucap salsili
"bagaimana saya saja "ucap anak buah lita yang perempuan
"tidak bisa , aku yang akan menjenguk kakakku"ucap tina
"tapi kami hanya ingin memastikan saja bagaimana keadaan bos besar kami"ucap anak buah lita
"siapa yang kau maksud bos besar itu"ucap tina
"Nona lita"ucap semua anak buah lita secara serentak hingga membuat semua orang terkejut kecuali billy dan andika
"Apa , bukanya lita tidak pernah memikiki rekan kecuali tri"ucap lia
"maaf nona anda siapa , kami disini hanya untuk memastikan kondisi bos kami saja"ucap anak buah lita secara sopan
"saya kakaknya lita kenapa , dan kau siapa "ucap lia ketus
"maaf nona kami tidak tau sekali lagi kami minta maap"ucap anak buah lita , mereka memang tidak tau karena mereka semua berasal dari luar negri jadi mereka tidak tau kecuali yang dari London maupun yang asli Seoul
"ya sudah kalian tunggu saja di sini"ucap bibi yuni
"tapi , kami mau memberikan info kepada rekan kami yang lainnya "ucap anak buah lita lagi
"sudah sudah kalian gantian saja masuknya , tapi ingat jangan ribut dan jangan lama lama cukup lima menit saja , tapi tidak semuanya ya hanya sebagian saja"jelas dokter bingung dengan perdebatan mereka yang tidak mau ngalah
"kalau begitu kami duluan"ucap tina menarik tangan ayah tri
"maaf nona , sebaiknya kami duluan karena kami butuh informasi cepat"ucap anak buah lita
"tidak bisa , lagi pula saya adiknya dan ini ayah pasien tri jadi kami duluan"oceh tina
"kami hanya sebentar nona hanya dua menit saja , setelah selesai dua menit kami akan keluar , saya janji nona biarkan kami terlebih dahulu"ucap anak buah lita membujuk tina sedangkan yang lainya hanya diam dan memperhatikan saja
"baik lah dua menit dari sekarang 1 2 3 4 5.... "ucap tina mulai menghitung
sepontan membuat anak buah lita langsung masuk tampa aba aba
anak buah lita pun merekam kondisi lita dan kondisi tri , sedangkan keempat dokter yang masih di dalam hanya membersihkan peralatan medis saja
anak buah lita pun keluar setelah dua menit , dan mereka semua pun kembali ke markas dan memberikan informasi dengan yang lainya
__ADS_1
sedangkan yang masih di rumah sakit bergantian masuk ke dalam ruangan secara berurutan