
kini billy dan andik sudah hampir sampai di kediaman lita
"bil apa yang akan lita lakukan jika mereka sudah bertemu"tanya andika
"mana ku tau , kemungkinan lita akan mengurung mereka di rumah saja dan tidak akan membiarkan mereka keluar"
"kenapa lita begitu kejam ya"
"bukan kejam tapi dia takut kalau salsili dan tri sama seperti ku dulu"
"ya , apa hanya karena itu dia akan marah besar"
"mana ku tau , yang pasti kau dan aku akan kena juga nantinya"
"aaah...lita memang menyeramkan"
"ya kau tau sendiri dia seperti apa orangnya dia tidak akan membiarkan temanya menangis"
"owh iya kalau salsili dan tri melangar aturan lita , apa yang akan lita lakukan"
"ya tentu saja memasukan mereka berdua di dalam sel"
"apa di rumah lita ada sel nya"
"itu sudah pasti "
"apa rumahnya besar"
"tidak rumahnya kecil tidak sebesar rumah ku , bahkan rumah ku sangat kecil bagi ku"
"kalau rumahmu kecil , bagaimana dengan rumah lita"
"ya kau bayangkan saja"
"apa dia cuman beli rumah saja"
"tidak , disini dia membeli rumah , vila , apartermen , sekolah dan dia akan membeli kampus kami "
"wow....apa semua itu dia sendiri yang membelinya"
"ya ....rumahnya dia beli waktu dia bekerja dengan ku , sedangkan yang lainya dia beli dengan hasil pekerjaannya di perusahanya yang aku berikan kepada nya"
"wow...dia sangat hebat , bahkan dulu perusahan keluarga mu tidak ada apa apanya tapi sekarang sudah cukup terkenal di luar negri"
"ya...itu semua berkat lita yang bekerja sama dengan ku"
pembicaraan di dalam mobil pun terputus karena billy dan andika sudah sampai di kediaman lita
"wow...ini rumahnya"
"iya ini rumahnya"
sedangkan kini di dalam rumah salsili dan tri terdiam tersipu ketakutan
"Lita"
"kenapa kalian datang ke sini"tanya lita berjalan mendekati salsili dan tri
__ADS_1
"kenapa kau ada si sini"tanya tri
"ini rumahku jadi wajar saja aku ada di sini"
"tapi ..bukanya ini rumah billy"ucap salsili
"bukan ini rumahku"
"Ooo..."
"kalian berdua belum menjawab pertanyaan ku"
"Aaah..iya , kami di sini mau melihat billy saja karena kami khawatir dengan ke adaan billy"jawab tri
"owh"
"iya, he he he"ucap salsili tertawa garing
"kalian berdua sudah tau di sini banyak orang yang suka mengkonsumsi atau memakai barang barang berbahaya"
"iya kami sudah tau"jawab tri
"bagus , jadi di sini kalian tidak boleh berperilaku seenaknya ,kalian mengerti."
"tapi lita , apa mungkin kita berdua sama sekali tidak boleh keluar rumah atau hanya berbelanja keperluan kami saja"
"tidak , semua keperluan kalian sudah aku siapkan dan ingat jangan sampai kalian keluar rumah tanpa izin ku"
"iya kami akan ingat" jawab tri
"apa kalian berjanji"
"bagus , istirahat lah aku akan memberitau kalian nantinya apa yang boleh dan apa yang tidak boleh"
"iya lita..."
"ya sudah sana pergi mandi dan beristirahat "
"iya "
billy dan andika yang baru saja masuk pun hanya diam dan memperhatikan lita yang sedang medegaskan salsili dan tri
"kenapa kalian berdua masih di situ , duduk lah cepat"ucap lita yang membuat salsili dan tri salah tingkan dan duduk kembali
"lita bukanya kau menyuruh kami untuk beristirahat"ucap salsili
"iya , kenapa kau menyuruh kami duduk kembali"ucap tri
"bukan kalian tapi tamu ku , kalian berdua sana istirahat"perintah lita salsili dan tri pun berlalu pergi tanpa tau kalau andika dan billy sedang memperhatikan mereka dari tadi
"kau ini kejam sekali"ucap andika yang baru saja duduk di sofa begitu juga dengan billy
"itu sudah biasa aku saja sering dia marahi , ya walau pun itu memangng salah ku"sahut billy
"kau ini" ucap lita memukul kepala billy
"aduh...sakit lita "ucap billy memegang kepalanya
"bodo , andika lo dan billy terus awasin tu dua anak"ucap lita
__ADS_1
"iya itu pasti"jawab andika
"hmm..gue percaya sama lo" jawab lita
"lita lo sebenarnya mau ke mana besok" tanya billy
"rahasia..owh iya gue nambah hari libur gue jadi tiga hari ya soalnya gue pasti sibuk bange tiga hari ni"ucap lita
"kok mangkin nambah sih lita , lo tu ya memang suka liat orang susah"ucap billy kesal
"ya ilah tiga hari doang"ucap lita
"itu tu tiga hari serasa tiga taun bagi gue"ucap billy
"ya elah biasanya lo tenang tenang aja kalau gue tinggal sebentar"ucap lita
"bukan itu masalshnya , ini ni masalah mengurus perusahan satu minggu ni jadwal gue padat , jadi gue bingung mau ngurus yang mana"ucap billy memegang kepala nya
"lo tenang aja soal perusahan gue biar andika aja yang ngurus , lagi pula gue dak ada pertemuan dengan klayen dalam beberapa hari ni jadi lo tenang aja"ucap lita
"loh kok gue sih lita yang ngurus perusahan lo"ucap andika
"lo mau gue kurung atau ngurus perusahan gue untuk beberapa hari ni"ancam lita kepada andika
"iya iya gue ngurus perusahan lo , tapi gue harus dapat imbalan juga dong"ucap andika
"ok perusahan bokap lo gue hancurin supaya lo gak jadi ceo"ucap lita dengan nada ancaman
"dak perlu di hancurin juga dong"ucap andika pasrah
"makanya nyuruh bokap lo kerja sama dengan lita supaya perusahan lo bisa kaya punya gue yang sekarang"ucap billy menghasut andika
"lagi pula lita gak akan lakuin hal hal yang bukan tandingan nya kan"ucap andika
"siapa yang bilang"sahut billy
"kalau ada yang bermasalah dengan gue otomatis dia akan hancur dengan waktu 2 jam"ucap lita tersenyum licik
"huuuh.....apa guna gue yang cuman perusahan yang kecil doang"ucap andika menghelai nafasnya
"udah lo tenang aja Perusahan yang lo jalanin pasti aman kok"ucap lita
"iya , ya sudah gue mau istirahat juga , di mana kamar gue"tanya andika
"lo nginap di sini dak mau di rumah gue aja"tanya billy
"dak gue di sini aja"jawab andika
"owh ya sudah tidak apa apa , tapi lo yakin mau nginap di sini"ucap billy
"iya yakin , kan lita tidak ada di rumah jadi siapa yang mau jagain salsili dan tri di sini"ucap andika
"ya udah terserah lo aja , lo bisa pakai yang ada di sana tu , di sana kosong"ucap lita
"rumah lo kecil tapi kamarnya banya ya lita"ucap andika
"cuman ada enam itu pun untuk tamu dua ,untuk keluarga dua untuk gue satu dan untuk maid gue satu karena gue nyewa sepasang suami istri jadi mereka bisa satu kamar"ucap lita
"owh."
__ADS_1