Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
pernikahan billy


__ADS_3

Tak lama kemudian lita dan jana pun sampai di sebuah gedung gereja besar dan di hiasi dengan rapi dan indah dan sudah terdapat beberapa orang yang ikut menghadiri upacara pernikahan jana dan billy


Upacara pernikahan pun di mulai, di mana jana dan billy mengucap janji pernikahan mereka didepan semua orang


saat sudah selesai upacara semua pun kembali ke rumah masing masing karena untuk mempersiapkan diri di pesta malam nanti


sedangkan billy dan jana langsung pergi ke hotel dimana tempat mereka akan mengadakan pesta pernikahan mereka


"bay...sampai bertemu nanti malam ya"ucap salsili pada jana yang sudah ada di depan mobil masing masing


"iya..hati hati di jalan"ucap jana pada salsili dan yang lain nya


"hei billy...kau sudah menikah, jadi kau jangan sampai melupakan aku ya"ucap andika yang menghampiri billy dan menepuk nepuk bahu billy


"ya kau tenang saja, kau pasti ku lupakan karena kau lah yang paling mudah dilupakan"ucap billy dengan nada serius


"kau yakin akan melupakan aku"ucap andika dengan senyum sinis


"hei..jangan memasang wajah seperti itu, lagi pula aku tidak akan melupakan mu, karena kau sahabat ku"ucap billy memeluk leher andika dan memberikan kode


"hei...jangan merayu ku karena aku tidak akan tergoda"ucap andika menepiskan tangan billy dari lehernya


"kau ini..."ucap billy menepuk bahu andika


"hei kalian, hentikan lah aku sudah lelah berdiri terus menerus"oceh lita yang berdiri disamping devan dengan raut wajah kesal


sepontan yang lain pun terdiam dan melihat ke arah lita dan devan, sedangkan orang tua dan saudara lita sudah pulang duluan semenjak upacara selesai


"hmm baik lah kita pulang saja"ucap tri yang menaiki mobilnya bersama salsili dan andika


"ya sudah ayah duluan ya sayang"ucap ayahnya jana pada jana dan mengecup dahi jana sekilas


"hmmm...sampai jumpa nanti malam, yah.."ucap jana memeluk mami dan ayahnya dan bergegas menaiki mobil


"ya.."ucap mami jana


ayah dan mama billy pun menghampiri lita begitu juga dengan ayah dan maminya jana


"sayang.. mama dan ayah duluan ya"ucap mama nya billy pada lita dan mengecup dahi lita sambil memeluk lita


"hmm iya ma...hati hati dijalan "ucap lita, mamanya billy pun melepas pelukannya dan disambung oleh maminya jana


"mami dan ayah juga duluan ya sayang"ucap maminya jana pada lita dan mengecup dahi lita


"hmmm...sampai jumpa nanti malam"ucap lita


"ya sudah kita duluan ya..."ucap mamanya billy yang sudah menaiki mobil


mereka pun pulang dengan jalur yang berbeda beda


Dalam mobil milik lita


"sayang..."ucap devan pada lita dan masih fokus menyetir


"hmm ada apa"tanya lita yang fokus pada ponselnya dan melihat ke arah devan


"apa mereka sesayang itu dengan mu"ucap devan


"mereka siapa"tanya lita yang tidak tau orang yang dimaksud devan


"siapa lagi kalau bukan orang tua jana dan billy, sepertinya mereka sudah mengangap mu sebagai anak mereka"ucap devan


lita pun melihat kearah devan


"mereka memang seperti itu, jadi tangapi dengan biasa saja mereka semua mengangap aku sebagai anak kandung mereka karena mereka berhutang budi dengan ku"ucap lita


"memangnya apa yang kau lakukan pada mereka"tanya devan pada lita

__ADS_1


"pertama, aku menyelamatkan nyawa billy. kedua aku udah buat perusahaan papanya bella dan perusahan billy naik derajat secara drastis"


" dan ketiga aku dulu pernah bekerja sama dengan ayahnya jana sampai ayahnya jana menjadi sesukses ini, jadi ya wajar saja mereka sayang kepada ku"ucap lita dengan panjang lebar


"hmmm apa kau sehebat itu di mata mereka"ucap devan pada lita dengan nada kagum


"tentu saja tidak, mereka seperti itu karena takut mereka akan bangkrut karena aku bisa membuat mereka bangkrut dalam hitungan jam dan mungkin karena mereka sudah terbiasa dengan ku jadi mereka sudah mengangap aku anak kandung mereka"


"Ooo..apa kau lapar"ucap devan melihat kearah lita


"tidak aku tidak lapar, kalau kau lapar kita bisa mampir sebentar direstoran dekat sini" ucap lita pada devan


"bukan itu maksud ku, hal yang lain yang ku bahas"ucap devan dengan tatapan penuh semangat


"hal apa... jangan bicara berbelit belit aku tidak suka"oceh lita karena tidak faham maksud devan


"ya sudah...kalau kau tidak mau"ucap devan cemberut


lita pun menghembus nafas panjang dan menatap devan dengan senyum manis


"ada apa, apa yang kau inginkan dari ku apa kau mau mobil baru, ponsel baru atau apa..."ucap lita ketus


"frans menelfon ku tadi, katanya dia ingin memiliki keponakan kembar seperti temanya yang sudah memiliki keponakan kembar 2" ucap devan cemberut


"terus..."ucap lita ketus


"apa kau tidak menginginkannya dari ku, kenapa raut wajah mu biasa saja"ucap devan ketus


"kita saja baru tiga minggu sesudah menikah, apakah secepat itu kita akan memilikinya"ucap lita ketus


"bilang saja kau tidak mau" oceh devan karena kesal permintaannya tidak diwujuskan


"apa kau tau adik kembar ku terus menerus menanyakan hal itu, terutama frans dia bilang iri melihat teman temannya sudah memiliki keponakan"ucap devan ketus


"ya sudah suruh saja frans yang menikah" oceh lita


"aiss... kau ini, apa kita bisa tidak berkelahi sehari saja agar hidupku bisa tenang"oceh lita


"ya sudah diam saja jangan di bahas lagi"ucao devan cemberut


"kau ini...haaa diam lah "ucap lita menutup pembicaraan


suasna pun menjadi hening, tidak ada yang angkat bicara antara devan dan lita


beberapa menit kemudian devan dan lita pun sampai dikediaman lita dan masuk kedalam rumah bergantian, dimana devan meninggalkan lita sendirian dimobil dan devan pun langsung masuk begitu saja didalam rumah


"devan..ada apa dengan mu, apa kau sakit"tanya ayah panji pada devan yang duduk di ruang Tengah bersama yang lainnya


"tidak aku baik baik saja, aku hanya sedikit lelah saja"ucap devan yang berjalan menaiki anak tangga


"owh...ya sudah istirahat lah"ucap ibu pada devan


"hmm..."ucap devan yang terus menaiki anak tangga


lita pun masuk kedalam rumah menyusul devan


"hei...lita ada apa dengan suami mu, kenapa dia terlihat sangat kesal tadi"oceh kak lia pada lita


"diam lah urus saja suami mu, jangan mengurus urusan ku "oceh lita


"dasar hati batu"oceh lia


"hei diam lah kataku, apa kau sudah bosan hidup"oceh lita pada lia


"kau pikir aku taku pada mu, ciehhh...."ucap lia ketus


"hei tina, pergi lah kesalon dengan yang lainnya, karena nanti malam ada kelayen yang penting jadi pergilah ke salon dan beli apa saja yang kalian mau"ucap lita melempar kunci mobil pada tina

__ADS_1


"baik lah serahkan pada ku"ucap tina


"apa kau pikir kesalon itu murah haa... dapat uang dari mana kami untuk kesalon"oceh lia


"pergi saja dibutik kecantikan ku disana faselitasnya banyak dan kalian bisa geratis disana dan aku sudah minta pada bawahan ku untuk mengantar kalian"ucap lita yang terus menaiki anak tangga


"kau ini..."ucap ibu terpotong oleh lita


"tidak ada bantahan pergi lah sekaran juga"oceh lita sambil berteriak


mereka semua pun pergi kebutik


dan kini kamar lita


"devan...apa kau didalam"ucap lita yang masih diluar kamar


"..."


"apa dia marah padaku lagi, haa kenapa harus aku teeus yang mengalah"oceh lita yang berjalan memasuki kamar


saat lita masuk kedalam, lita melihat devan sedang berbaring memainkan ponselnya


"heii apa kau benara benar marah padaku"tanya lita dengan lembut dan menghampiri devan di ranjang


saat lita baru saja duduk diatas ranjang, dengan cepat devan beranjak dari


ranjang dan duduk disofa


"hei ada apa dengan mu"oceh lita


"jika kau lelah, tidurlah jangan gangu aku"ucap devan ketus


"apa yang kau lihat diponsel mu itu"tanya lita ketus karena devan menatap ponselnya dengan serius dan senyum senyum


"urus saja urusmu"ucap devan


"berikan ponselmu "ucap lita yang menghampiri devan


"tidak mau lagi pula ini urusan pribadiku" oceh devan


"apa ada wanita lain diponsel mu"tanya lita yang merampas ponsel devan


"kembalikan ponselku"oceh devan


lita pun melihat isi ponsel Devan dengan detil


"Bella..dari mana kau mendapatkan no ponselnya"bentak lita


"dia yang memberikan no. ponselnya padaku, lagi pula kalian kan sudah menjadi saudara apa salahnya dia meminta no ponselku"ucap devan ketus dan merampas kembali ponselnya


"kau ini...hapus nomor ponselnya atau kau tidur diluar malam ini"ucap lita mengancam devan


"ya sudah aku akan tidur di hotel malam ini dan tentunya aku akan menyewa wanita untuk ku malam ini"ucap devan yang berjalan ke arah lemari dan mengambil beberaja pakaian yang ia masukan kedalam kopernya


"kenapa kau membawa koper"tanya lita


"ya tentu saja aku akan tinggal dihotel, selama yang ku mau dan aku tidak akan kembali kesini lagi"ucap devan yang menyusun pakaiannya didalam koper


"ya sudah itu bagus untuk ku, tidak akan ada yang memarahiku lagi nantinya"ucap lita yang berjalan menuju ranjang dan berbaring lepas


"apa kau tidak marah kalau aku pergi"ucap devan melihat kearah lita


"tentu saja tidak, untuk apa kau marah pada mu, itu bukan urusan ku"ucap lita


"ya sudah aku akan tetap menginap di hotel"ucap devan yang berjalan menyeret kopernya dan pergi keluar


"ya sampai jumpa, ku harap tidak bertemu dengan mu lagi"teriak lita

__ADS_1


"itu pasti karena aku tidak kan kembali kesini lagi"ucap Devan dengan nada tinggi yang sudah menuruni anak tangga


__ADS_2