
Keesokan harinya, dimana kini dikediaman Lita
Kamar lita
"Aaaaa....."
Lita yang berteriak dengan sangat kerras membuat orang yang ada disampingnya maupun seisi rumah menutup telinga mereka karena teriakan lita
"hei....kenapa kau berteriak haa...apa kau sudah gila"oceh billy yang menutup telinganya dengan bantal
Lita yang masih kaget saat ia bangun dari tidurnya tidak melihat devan melainkan melihat billy dan andika di sampingnya
"apa yang kalian lakukan disini, dan kemana devan kenapa kalian berdua yang ada disini"oceh lita yang menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut
"kau ini sejak kapan kau suka berteriak seperti ini haa...bukannya kau tidak pernah berteriak seperti ini kepada kami"oceh andika sambil menarik selimut lita
"lagi pula kenapa kalian disini"oceh lita melempar selimutnya kepada andika
"kami disini mau menjemputmu, jadi cepatlah bersiap siap"oceh billy dan turun dari ranjang begitu juga dengan andika
"cepatlah suami mu sudah mandi, jadi cepat bangun dan mandi sana"ucap andika yang berjalan menuju sofa dan duduk disana begitu juga dengan billy
"kalian ini...sejak kapan kalian ada disini"oceh lita yang turun dari ranjang
"sudah hampir 30 menit"sahut devan yang baru saja keluar dari kamar mandi
lita pun melihat kearah devan yang masih mengunakan handuk dipinggulnya
"kenapa kau tidak membangunkan ku kalau mereka datang"oceh lita menghampiri devan
"dia sudah membangunkan mu tapi kau saja yang tidak mau bangun"ucap andika yang memainkan ponselnya begitu juga dengan billy
" benar kah..."ucap lita yang menyiapkan pakaian untuk devan
"hmmm...bukannya kau selalu begitu ya, kau sangat susah dibangunkan"ucap billy yang masih fokus dengan ponselnya
"kalian ini..."oceh lita melempar andika dan billy menggunakan pakaian devan yang ia siapkan tadi
"kau ini bukannya yang aku katakan tadi benar ya...kenapa harus marah"oceh billy melempar kembali pakaian devan kelantai
"hei....itu pakaian ku jadi jangan dibuang buang itu sangat mahal..."oceh devan mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai
"kau marah saja istrimu...kenapa memarahi kami kan istri mu yang melemparnya duluan"oceh andika yang merapikan pakaian yang ia kenakan
"terserah saja..."oceh devan yang mengambil pakaiannya dan melemparnya diranjang
lita yang melihat devan sangat kesal, dengan cepat lita langsung mengambil pakaian devan yang lain dan mencoba membantu devan mengenakannya
"hei kalian berdua, keluarlah dan tunggu diluar"ucap lita melihat kearah andika dan billy
"ya...kami akan keluar"ucap andika dan beranjak dari duduknya dan menuju pintu, begitu juga dengan billy
"jangan terlalu lama, aku tidak suka menunggu"ucap billy yang membuka pintu
"iya...sudah sana pergilah"ucap lita
andika dan billy pun keluar dari kamar dan menutup kamar kembali
"apa kau tidak marah"tanya lita yang masih membantu devan mengenakan pakaian nya
"tidak, ya sudah sana mandi dan siap siap aku akan masak untukmu"ucap devan mencium dahi lita
"baik lah..."ucap lita mendorong devan ke ranjang
__ADS_1
"kenapa...ada apa..mandi sana aku mau buat sarapan dulu"ucap devan beranjak dari ranjang, namun lagi lagi lita mendorong devan keranjang
"diamlah, bagaimana kalau kau mandi lagi"ucap lita yang duduk diatas tubuh devan
"kau ini kalau mau mandi, mandi saja sendiri..minggir"ucap devan ketus sambil membaringkan lita diranjang sementara dia berdiri
"kemarilah..."ucap lita menari devan
"kau ini...minta dimakan atau apa haa...berhenti mengoda ku"oceh devan beranjak dari atas tubuh lita
"tidak..aku tidak mengodamu, aku hanya mau kau mandikan aku saja"ucap lita yang beranjak dari ranjang
"terserah kau saja"ucap devan meninggalkan lita begitu saja
"aiss...apa dia marah kepada ku atau dia marah karena pakaiannya ku lempar tadi"ucap lita yang menatap pintu kamarnya yang tertutup rapat
lita pun pergi kearah kamar mandi dan memulai acara ritual mandinya
Sementara kini dimeja makan
"kemana istri mu, kenapa hanya kau sendiri"tanya andika yang ikut sarapan dengan yang lain begitu juga dengan billh
"dia masih mandi"ucap devan yang ikut bergabung dengan yang lainnya
"owh.."
"kak billy, kenapa kakak selalu saja mengangu kak lita, bukannya kak billy udaha mau nikah ya"ucap tina tampa memikirkan perkataannya
sepontan membuat semua melihat kearah tina
"memangnya kenapa"tanya billy santay dan melanjutkan sarapannya
tina pun melihat kearah billy dengan tatapan tajam
"apa kakak tidak memikirkan perasaan kak devan sebagai suaminya"ucap tina ketus
"dasar hati batu.."gungum tina dan melanjutkan sarapannya
"aku dengar apa yang kau katakan, asal kau mau tau aku lebih menyayangi lita dari pada kau"ucap billy ketus
"memangnya kakak siapa, lagi pula aku adiknya jadi aku menyayangi kakak lita dan rasa sayang ku lebih dari rasa sayang kak billy ke kak lita"ucap tina ketus
"tapi rasanya kasih sayang ku lebih tajam daripada kau"ucap billy ketus
"aku keluarganya dan aku tau yang mana yang baik dan yang mana yang buruk untuk kak lita, lagi pula kakak tidak akan tau kak lita itu seperti apa"oceh tina
"aku sudah 8 tahun hidup dengannya jadi aku pasti tau lita itu bagaimana"ucap billy ketus
"aku kenal kak lita dari kecil"ucap tina ketus
"bukan urusan ku, lagi pula lita itu sudah menjadi anggota keluarga ku jadi kami sekeluarga sudah tau siapa lita dan kami semua sudah tau apa yang baik dan buruk nya untuk lita"oceh billy
"kak lita itu...."ucap tina terputus
"hei....ada apa ini kenapa ribut sekali, ada apa haa..."oceh yang baru saja datang
semua pun diam dan melihat kearah lita
"ada apa kenapa diam saja, apa yang kalian ributkan"oceh lita lagi dan duduk disebelah devan
"tidak...tidak ada apa apa, kau sarapan saja ya sebentar lagi kita akan pergi"ucap andika menenangkan lita
"owh..ya sudah lanjutkan sarapan nya"ucap lita
__ADS_1
"iya...."
mereka semua pun sarapan, sampai selesai
setelah selesai sarapan lita billy devan dan andika pergi
"kami pergi dulu"ucap lita
depan rumah
"sebenarnya kita mau kemana"tanya lita yang masih berdiri didepan mobil begitu juga dengan yang lain
"mau menyusun startegi supaya acaranya nanti tidak berantakan"ucap andika
"owh..bukannya aku sudah bilang ya kalau soal keamanan semuannya sudah beres, aku sudah mengarahkan anak buah ku untuk berjaga jaga disetiap sudut rumah, hotel, gereja, dan beberapa jalan yang akan dilewati"ucap lita
"bukan seperti itu, gue, andika, salsili dan tri berfirasat buruk tentang acara pernikahannya nanti, jadi gue mauengarahkan anak buah lo lagi supaya lebih ketat"ucap billy
"ya sudah terserah saja"ucap lita
"hmm kita bahas dikantor saja"ucap billy
mereka pun menaiki mobil dimana billy dan andika mengunakan mobil billy sementara lita dan devan mengunakan mobil lita
beberapa puluh menit kemudian mereka berempat pun sampai dikantor lita
mereka pun turun dari mobil dan masuk kedalam
"apa ini gedung perusahaan yang kau maksud"tanya devan pada lita
"iya ini kantor gue, yang selama ini gue kerjakan"ucap lita
devan pun kagum dengan lita karena kesuksesan lita yang ia tutupi dari mata orang
mereka pun masuk kedalam dan disana para kariawan dan satp lainnya berbaris memanjang dua baris menyambut kedatangan lita dan dibalas dengan senyuman oleh lita
mereka pun pergi keruangan pribadi lita
"jadi, apa rencana mu"tanya lita yang sudah duduk disofa bersama dengan yang lainnya
"gue mau lo nanti jemput jana dari rumahnya menuju gereja, supaya jana bisa aman sedangkan tri dan salsili ngawal orang tuanya jana dan andika akan ngawasin keamanan gereja"ucap billy
"kenapa harus lita, kalau lita yang celaka bagaimana apa kau mau tanggung jawab"sahut devan tidak terima dengan rencana billy
"sayang...percayalah itu semua tidak akan terjadi Ok"ucap lita menenangkan dan menjernihkan pikiran devan
"tapi..."ucap devan kesal
"sudahlah lo percaya aja sama gue Ok"ucap billy menepuk pundak devan
"terserah saja"ucap devan membuang muka
"percayalah rencana ini akan berjalan lancar"ucap lita memeluk devan
"hmm...aku percaya padamu"ucap devan mencium dahi lita yang membuat billy dan andika membuang muka
"ya sudah, jadi kesepakatannya sudah beres jadi tinggal m""enjalankannya saja besok"ucap andika
"hmm...semoga saja tidak mengecewakan hasilnya"ucap devan
"sudahlah kau tenang saja"ucap billy
"hmm.."
__ADS_1
mereka pun melanjutkan obrolan mereka sambil mengawasi pemasangan CCTV disetiap sudut ruangan yang akan dipakai
beberapa menit kemudian, lita pun turun