
Keesokan harinya dimana acara ultah tina akan dirayakan malam nanti
"ibu apa ibu tau, sejak beberapa taun lalu ultah ku selalu dirayakan dengan meriah, apa ultah ku kali ini akan seperti taun kemarin juga" ucap tina pada ibu yang sedang berkumpul bersama diruang keluarga
"hei tina kau itu sudah 17 tahun, apa harus ultah mu dirayakan semeriah mungkin" ucap kak lia dengan ketus
"diamlah kau" oceh tina pada lia
"hhhaa...sudahlah, kapan kau akan berpikir dewasa haa.." ucap lia lagi
"ya sudah iya, tidak apa apa kalau ultah ku kali ini tidak dirayakan asalkan aku mendapatkan hadiah dari kak lita" ucap tina
"sudahlah lagi pula ultah kalian selalu dirayakan jadi diamlah" ucap ayah
"hmmm bersabarlah ibu akan buatkan kue untuk mu nanti" ucap ibu pada tina
"apa ibu yang akan membuat kue ultah ku nanti ibu" ucap tina dengan senang
"iya ibu akan buatkan nanti" ucap ibu
"makasih bu.." ucap tina pada ibu dan mencium pipi ibu
"ya sudah kau bantu ibu nanti, aku akan membeli bahannya nanti" ucap dio pada lia
"hmm...iya nanti akan ku bantu ibu" ucap lia
"ya... aku akan membantu juga "ucap tina
" ya sudah aku akan membeli beberapa bahannya dulu, ibu ayah aku pergi dulu" ucap dio
"iya hati hati dijalan" ucap ayah pada dio
"tunggu aku mau ikut denganmu" ucap lia yang mengejar dio
"cepatlah" ucap dio
"kami pergi dulu" ucap lia dan dio
"iya..."ucap tina dan ibu
lia dan dio pun pergi berbelanja bahan untuk mwmbuat kue
Sedangkan kini lita yang sedang duduk santai dengan sikembar diruang tv
"sayang aku pergi dulu" ucap devan pada lita dan mengecup dahi lita
"kau mau kemana" tanya lita pada devan
"aku mau beli sesuatu untuk tina" ucap devan
"apa aku boleh ikut" ucap lita pada devan
devan pun melihat kearah lita dengan malas
"iya boleh" ucap devan
"bagaimana dengan kami apa kami boleh ikut juga" ucap hany pada devan
"kalian pergi saja berdua " ucap devan
"kenapa "ucap hany cemberut
"sudahlah lagi pula kitakan punya mobil sendiri jadi kita bebas untuk pergi kemana saja" ucap hans menarik hany keluar
"kita mau kemana" tanya hany pada hans
" ikut saja" ucap hans pada hany
hans pun mengeluarkan mobilnya dan pergi bersama hany
sedangkan devan dan lita hanya diam melihat kepergian hans dan hany
" ya sudah kita pergi juga" ucap devan pada lita
" sayang.. gendong aku" ucap lita melebarkan tangannya
" kau ini, kau punya kaki jadi jalan sendiri saja" ucap devan dengan ketus
"apa kau lupa kata dokter kemarin " ucap lita
devan pun melihat kearah lita dan mendekatkan wajahnya
"kata dokter kau belum hamil jadi aku tidak akan memanjakan mu" ucap devan
" tapikan " ucap lita cemberut
devan pun menarik tangan lita dan mengendong lita menuju mobilnya
"awas saja jika kau tidak memberiku jatah malam ini" ucap devan
"kau saja tidak mau mengendong ku bagaimana bisa aku berikannya pada mu" ucap lita
"apa kau lupa kata dokter kemarin kita harus sering sering melakukannya agar kita dapat cepat mendapatkan hasilnya" ucap devan dengan ketus
"terserah saja, minggirlah aku bisa jalan sendiri, cepat turunkan aku" oceh lita pada devan
"kau ini diamlah kau bisa jatuh nanti" ucap devan
"turunkan aku" ucap lita
__ADS_1
"iya iya, sayang aku tidak akan memaksa mu jika kau tidak mau" ucap devan melembuti lita yang membuat lita tersenyum jahil
cup...
lita pun melumut bibir devan dengan lembut yang membuat devan terkejut
"kau ini dari mana kau belajar haa.., kenapa kau akhir akhir ini selalu saja seperti ini" ucap devan
"aku belajar dari mu, kau selalu mengajari ku hal hal ini" ucap lita mengecup bibir devan sekilas lagi
"kau ini, sudahlah ini masih siang jangan memancing ku" ucap devan pada lita dan melanjutkan jalannya
dengan jahilnya lita pun mengigit telinga devan dan menghembuskan nafasnya dileher devan dan sesekali lita mencium pipi devan
devan yang mulai terpancing pun menghentikan langkahnya
"ada apa dengan mu haa, apa kau mau dihukum" ucap devan pada lita
dengan cepat lita menyembunyikan kepalanya dibelakang telinga devan dan mempererat pelukannya
"hei... kalau begitu kau akan ku hukum dahulu barulah kita pergi" ucap devan membalik badannya dan kembali masuk menaiki anak tangga
lita yang tidak mau memperlihatkan wajahnya pada devan pun hanya mengigit telinga devan agar berhenti melangkah
"kau ini apa kau tau itu sangat sakit" ucap devan pada lita
"kenapa kita kembali masuk bukannya kita akan keluar ya" ucap lita
"bukannya kau ya yang memancing ku dari tadi"ucap devan yang melnjutkan langkahnya
"hei... kita pergi sekarang nanti kita bisa kemalaman " ucap lita
"tidak mau yang pasti kau harus dihukum dulu" ucap devan
lita pun hanya pasrah dan hanya diam saja saat digendong oleh devan menuju kamar mereka
saat sampai kamar devan pun mengunci pintunya dan membaringkan lita diranjang
"sayang kita harus pergi sekarang, nanti malam saja ya" ucap lita pada devan
"tidak mau, lagi pula aku sudah menyuruh seketaris ku untuk membawakan hadiahnya nanti" ucap devan
"bagaimana denganku apa yang akan aku berikan pada tina nantinya jika aku tidak membelinya sekarang" ucap lita
"tidak masalah jika kau tidak memberikannya pada adikmu bukan" ucap devan
"kau ini sudahlah " ucap lita
devan pun mulai bermain begitu juga dengan lita yang mengikuti permainan devan
Malam pun tiba dimana acara ultah tina akan dirayakan, meskipun yang merayakannya hanya sekeluarga saja namun tina tetap senang karena ultahnya dirayakan
"tidak tau, ya sudah lanjutkan saja makan makannya mungkin kak lita sedang diperjalanan" ucap lia pada tina dan melanjutkan makannya
"baiklah" ucap tina murung karena beberapa tahun akhir akhir ini lita tidak pernah datang untuk ikut merayakan ultah tina ya meskipun lita selalu memberikan tina hadiah namun itu tidak cukup bagi tina
"tina kak dio punya hadiah untuk tina, ini untuk tina " ucap dio memberikan hadiah untuk tina sebuah box sedang
" apa isinya kak " tanya tina yang mengambil boxnya
"buka saja" ucap dio
tina pun membuka boxnya dan ternyata isinya jaket hudy berwarna biru
"apa ini sungguh untuk ku kak" ucap tina dengan senang
"iya itu untukmu" ucpa dio
meskipun tidak terlalu bermerek namun hudy tersebut sudah diincar oleh tina daari dulu
"dan ini dari kakak" ucap lita yang tiba tiba datang tampa sepengetahuan yang lainnya
lita datang bersama devan billy dan jana dan membawa hadiah masing masing
"kak lita apa yang kau bawa" ucap tina yang beranjak dari duduknya dan menghampiri lita
"bukan apa apa" ucap lita dan memberikan hadiahnya pada tina begitu juga dengan yang lainnya
"wah... tahun ini aku banyak dapat hadiah " ucap tina yang membawa semua hadiah yang diberikan kepadanya pada ibu
"bergabunglah ibu masak banyak tadi" ucap lia pada lita
"baiklah" ucap lita berjalan kearah meja makan begitu juga dengan yang lainnya
"makasih makanannya" ucap billy yang menyantap makanannya begitu juga dengan jana
"sayang makanlah ini" ucap lita menyuapi devan
devan pun membuka mulutnya dan memakan makanannya
"makasih, kau juga makan" ucap devan
mereka pun makan bersama, namun sayang tri salsili dan andika tidak datang karena urusan masing masing begitu juga dengan bibi yuli
saat sudah selesai makan mereka pun berkumpul diruang keluarga bersama dan membuka hadiah milik tina
tina pun membuka hadiah satu persatu sampai akhir dan tingal satu box kecil lagi dan itu pemberian dari lita
"kak apa isinya, kenapa boxnya kecil sekali" ucap tina membuka bungkus boxnya
__ADS_1
"buka saja" ucap lita
tina pun membuka boxnya dan melihat sebuah kunci mobil, tina pun sangat terkejut karena kali ini hadiah dari lita adalah mobil
tina pun kegirangan dan memeluk ibu dan ayahnya dan berterimakasih pada lita
"kakak apa ini akan menjadi milik nantinya" ucap tina dengan girang
"iya, jadi kau tidak perlu satu mobil lagi dengan kak lia " ucap lita pada tina
"makasih "ucap tina yang berlari keluar dan melihat mobil barunya dan mencoba menaikinya
sedangkan mereka lita masih didalam dan mengobrol
"kalau begitu kita pulang duluan" ucap jana
"memangnya mau kemana" ucap lita
"kita ada urusan sedikit jadi kita duluan saja" ucap billy
"owh baiklah, kalau begitu kami juga pulang" ucap lita
"ya sudah, kami pulang dulu terimakasih makanannya" ucap billy
"kami pulang duluan yah bu.."ucap devan
"iya hati hati" ucap ibu dan lia
devan lita billy dan jana pun pulang, dan billy pun membawa lita dan devan mampir kerumahnya sebentar
Kediaman billy
"masuklah dulu ada yang mau aku bicarakan" ucap billy pada lita
"ya baiklah" ucap lita
lita dan devan pun masuk dan duduk disofa depan billy dan jana
"ada apa" ucap lita
"jadi begini, kemarin aku bertemu dengan seorang gadis kecil kemungkinan umurnya sekita 5 taunan dan aku membawanya pulang karena kasian dengannya" ucap jana pada lita
"ohh terus.. dia anak siapa dan bagaimana bisa kalian menemukannya" ucap devan
"jana bertemu dengannya dikamar kecil lalu jana membawanya kekasir namun kasir tidak mengenalinya dan kami membawanya kekantor polisi dan sekarang polisi sedang menyelidikinya" ucap billy
"lantas dimana anak itu" ucap lita
"dia sedang tidur, dia ku rawat disini karena kata dokter dia bisa rawat jalan" ucap jana
" memangnya ada apa dengan anak itu" ucap lita
" dia memiliki bekas luka dibeberapa bagian tubuhnya dan dia juga kekurangan nutrisi " ucap jana
"lantas apa kalian akan mengurusnya jika orang tuanya tidak dapat ditemukan" ucap devan
"tidak tau, karena ini kami meminta tolong pada mu untuk merawat anak itu" ucap billy meliihat kearah lita dan devan
"kenapa harus aku" ucap lita
"kau tau sendiri bagaimana sikap mami jana pada anak yang tidak dikenal"ucap billy
lita pun terdiam dan berpikir sejenak apa yang harus ia lakukan
"kami akan mengurusnya sampai orang tuanya ketemu" ucap devan
lita pun melihat kearah devan
"sayang.... "ucap lita pada devan
"sudahlah lagi pula dia masih terlalu kecil untuk dilantarkan" ucap devan pada lita dan merangkul lita
"apa kau yakin " ucap billy
"ya kami yakin, aku akan mengurusnya sampai orang tuanya ketemu"ucap lita
"baiklah terimakasih, owh iya besok pagi kami akan pulang lagi keLondon, karena pagi tadi bella menelfonku dan dia bilang kalau papanya sakit" ucap billy
"tapi bagaimana dengan kami, apa kami akan pergi juga besok" ucap lita
" tidak kalian menetaplah sebentar disini, dan pastikan saja anak itu aman "ucap billy
"baiklah aku akan menyusul mu disana nantinay" ucap lita
"hmm itu terserah kau saja" ucap billy
"owh iya, aku ingin meminta tolong pada mu tolong jika orang tua anak itu sudah ketemu maka jangan biarkan anak itu kembali pada ibunya" ucap jana
"memangnya kenapa" ucap lita
"anak itu sangat takut dan gemetar jika aku menyebut nama ibunya dan dia bilang kalau dia tidak mau bertemu ayah dan ibunya lagi" ucap jana
"baiklah, aku akan mengurusnya nanti" ucap lita
"kalau begitu kami pulang dulu" ucap devan
"hmm.. berjanjilah padaku kau akan mengurus anak itu" ucap billy pada devan sedangkan lita mengikuti jana untuk membawa anak tadi
lita dan devan pun pulang dan mengurus tamara.
__ADS_1