Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
Panikan....


__ADS_3

Keesokan harinya dimana lita dan devan yang akan berkunjunh lagi dirumah sakit, untuk menjenguk kak lia karena siang ini kak lia sudah boleh pulang


dan saat ini dimana tamara yang baru saja keluar dari kamarnya menyusul lita dan devan diruang keluarga, untuk ikut juga dirumah sakit


"ibu ayah, aku sudah siap" ucap tamara pada lita dan devan


lita dan devan pun melihat kearah Tamara dan tersenyum kecil


"kau sudah siap sayang" ucap lita pada tamara


Tamara pun mengangup


"iya" ucap tamara


"baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang" ucap devan yang menghampiri Tamara dan mengendongnya


sedangkan lita hanya diam saja dan mengikuti langkah devan menuju mobil yang sudah disiapkan dari tadi


Mereka pun berangkan, melaju mobil mereka menuju rumah sakit


beberapa puluh menit kemudian mereka pun sampai


"sayang turunlah bersama ibu mu, ayah akan memakirkan mobilnya"ucap devan pada tamara


tamara dan lita pun turun, sedangkan devan memakirkan mobilnya


saat devan sudah menyusul lita, devan berpapasan dengan salsili yang sedang bertugas


devan pun menghampiri salsili


"hai, "sapa devan


salsili pun melihat kearah devan


"ya hai juga, lo ngapain disini" tanya salsili


"ohh... gue mau jemput kak lia, dan lo Ngapain disini"ucap devan


"oh bukannya kak Lia Dan kak dio baru aja pergi ya"ucap salsili


"benarkah, apa mereka pergi sudah lama" tanya devan


"ya kurang lebih sudah 30 menit yang lalu"


"benarkah"


"ya.. aku tadi melihat mereka mengeluarkan mobil dan didalamnya ada ayah, sama ibunya lita"ucap salsili


"kenapa mereka tidak memberi tau kami dulu kalau mau pergi" ucap devan


"sudahlah, susul saja mereka lagi pula belum lama mereka pergi" ucap salsili


"ya baik lah, aku pergi dulu"ucap devan


"ya pergilah, "ucap salsili


devan pun pergi meninggalkan salsili dan pergi mencari lita untuk membawa lita kembali ke kediaman lita


tak lama kemudian Devan pun menemukan lita yang sedang berdiri di depan ruangan Kak lia


karena Lita belum tau kalau Kak lia dan yang lainnya sudah pergi dari tadi


depan pun menghampiri lita


"sayang" panggil devan


lita dan tamara pun melihat ke arah depan dan tersenyum manis


"ada apa" ucap lita


"ahh tidak, aku hanya mencari mu saja tadi"ucap devan


"hmmm" angup Lita


"sayang... "ucap Devan, sedikit ragu


lita yang melihat Devan sedikit berbeda dari sebelumnya pun merasa ada yang aneh


"ada apa dengan mu" tanya lita


"Kak lia dan yang lainnya sudah pergi dari...."ucap devan yang terputus


"kenapa baru bilang"oceh lita memutuskan pembicaraan Devan


"lantas siapa yang ada di dalam ruangan ini, baru saja aku melihat dokter masuk kedalaman ruangan ini"oceh Lita


"mana aku tau"ucap Devan


"sudahlah, kita pergi sekarang"ucap lita

__ADS_1


karena kesal dengan kakaknya lita pun pergi begitu saja dengan tamara dan hanya melupakan amarahnya ke Devan


sedangkan Devan hanya diam dan tak berani menatap lita


lita pun berjalan menuju luar dan meninggalkan Devan yang mematung


lalu lita yang menyadari bahwa Devan yang tidak ada disampingnya pun berbalik melihat ke belakang


"sayang... "ucap lita memanggil Devan yang mematung


devan pun melihat ke arah lita


"kenapa kau diam saja, apa kau akan tetap di sini sampai besok"oceh lita


Devan pun berjalan ke arah lita dan mengikuti langkah lita


Devan dan lita pun menuju pakiran dan pergi meninggalkan Rs dan menuju kediaman lita


Tak lama kemudian mereka pun sampai di kediaman lita


Lita dan Devan pun masuk ke dalam rumah


"ibu, ayah kenapa kalian memberitahu ku kalau kalian sudah pulang" oceh lita di depan ortunya


ibu dan ayah pun melihat ke arah lita dan devan


"ada apa dengan mu" ucap ibu dengan kasar


"ada apa, apanya, aku hanya bertanya kenapa kalian tidak memberitahu ku kalau kalian sudah pulang"oceh lita


"kau ini, keponakan mu sedang tidur jadi jangan berisik "ucap ayah


"aku tau" ucap lita yang berjalan menuju sofa dan duduk bersama Devan sedangkan tamara duduk di pangkuan Devan


"kalau sudah tau kenapa berisik sekali"oceh ibu


lita pun hanya melihat ke arah ibu dengan raut wajah cemberut / kesal


"sudah lah, lebih baik kau pergi saja melihat keponakan mu, jangan membuat kerusuhan di sini"ucap ayah


"tidak, ya sudah aku pulang saja, lagi pula D.o sedang tidur" ucap lita


"iya pergilah"ucap ibu


lita dan devan pun beranjak dari duduk mereka


devan pun melihat ke arah lita, sedangkan lita mengambil ponselnya di saku tasnya


"siapa"tanya Devan


"entahlah"jawab lita


lita pun melihat layar ponselnya, dan ternyata itu dari anak buahnya dari Itali


lita pun berjalan sedikit menjauh dari devan dan yang lainnya, sedangkan Devan duduk kembali di sofa bersama tamara


"siapa yang menelfonnya" tanya ayah


"entahlah, dia tidak memberitahu ku"ucap Devan


ayah pun hanya melirik sedikit ke arah lita dan kembali ke posisi semula


"mungkin saja dari Tri "ucap ibu


"sepertinya bukan"ucap Devan


"ya sudah biarkan saja dia"ucap ibu


"hmmmm"angup Devan


karena ingin tau siapa yang menelfon Lita Devan pun berdiri dan akan menghampiri lita


namun saat devan mau melangkah tiba tiba


"Aaaa... "teriak tina


ada suara tembakan di lantai atas tepatnya di kamar tri dulu yang sekarang menjadi kamar tina


devan dan yang lainnya pun terkejut dan hendak pergi ke lantai atas namun di hentikan oleh lita


"jangan bergerak, dan pergilah kekamar Kak lia jangan pergi sebelum aku menghampiri kalian"ucap lita yang berlari ke lantai atas


"tapi sayang... "ucap Devan


"aku mempercayakan mereka kepada mu sayang "ucap lita pada devan


secara tiba tiba hati devan tergerak dan teringat akan tiga adiknya yang berada di sekolah mereka


devan pun mengambil ponselnya dan menghubungi frans dan membawa ayah tamara dan ibu ke kamar Kak lia

__ADS_1


"ada apa ini, siapa yang menembak di lantai atas "tanya ayah


"ayah bagaimana dengan Tina, dia ada di lantai atas "tanya ibu


"Devan.."ucap ayah menatap devan dengan penuh harapan


"ibu dan ayah tenanglah, dan ikuti saja apa yang lita ucapkan"ucap devan


mereka pun masuk ke dalam kamar Kak lia, dan melihat Dio sedang mengendong D.o dan memeluk kak lia


"sayang apa kalian baik baik saja"ucap ibu memeluk Lia


"ibu apa yang terjadi di atas" tanya lia yang gemetaran


"sebaiknya kita tidak terlalu berisik di dalam sini"ucap devan


"apa yang terjadi diluar sana, kenapa ada suara tembakan dilantai atas dan dimana lita dan tina" tanya Dio ke Devan


"entahlah, aku juga tidak tau apa yang terjadi dan saat ini lita sedang ada di lantai atas menyusul tina"ucap devan yang masih menghubungi ke tiga adiknya namun tidak di angkat


Dio yang mendengar bahwa kita sedang ada di lantai atas pun mulai cemas pada lita dan Tina


"apa.. apa kau sudah gila kenapa kau membiarkan dia naik ke atas, apa kau tidak mendengar suara tembakan tadi"oceh Dio pada Devan dan memegang leher baju Devan


"Dio.. "ucap lia


Dio pun melepaskan Devan dan menghela nafas panjang


"aku akan menyusul lita, kalian tetap di sini" ucap Dio


"tidak, jangan lakukan itu" ucap Devan menghentikan Dio


"jika kau tidak mau ikut, tetap saja disini" ucap Dio


"bukan seperti itu, namun jika kau naik ke sana maka kita tidak akan mengampuni kalian" ucap devan yang sudah tidak lagi menghubungi adik adik nya lagi


"apa maksud mu, apa yang kalian rencanakan, apa kalian menyembunyikan sesuatu dari kami" ucap Dio


"tidak ada... tadi Lita hanya memerintahkan aku untuk menjaga kalian saja" ucap Devan


"jika kau menjaga kami, lantas yang menjaga lita dan tiba dia atas siapa, jika terjadi sesuatu pada mereka maka kau yang akan menbayarnya" ancam Dio


"baiklah "ucap Devan


prakk... (pintu di dobrak begitu saja yang membuat semua terkejut)


"semuanya keluar, kita pergi di kediaman ku" ucap lita dengan nafas terjemah hengah


"sayang..."ucap Devan


"mama.. "ucap tamara juga


"cepatlah" ucap lita yang masih menghembuskan nafas kasar


"bagaimana dengan Tina dimana dia"tanya ibu


"cepatlah" ucap lita


"tenanglah dulu, dan jelaskan pada kami apa yang terjadi dan dimana Tina" ucap Dio


"Apa kalian tidak mendengar apa yang aku katakan, Keluar... "teriak lita


mereka pun terkejut yang membuat mereka yang diam saja dari tadi lalu berjalan menuju luar


Dio pun mengendong lia sedangkan ibu membara D.o dan ayah memimpin jalan lalu Devan menyusul dibelakang sambil mengendong tamara


"sayang tenangkanlah dirimu"ucap Devan memeluk lita sambil berjalan


"ya baiklah, apa kau sudah menghubungi adik adik mu"tanya lita


"sudah, tapi tidak ada satupun yang mengangkat telefon ku" ucap devan


"ya sudah sekarang kita pergi dulu dari sini" ucap lita


mereka pun keluar dan melihat ada sepuluh mobil hitam yang siap mengantar mereka


"siapa mereka "tanya ayah


"naik saja"ucap lita


ibu ayah dan D.o pun menaiki mobil yang sama sedangkan Dio dan Lia lalu Devan dan tamara menaiki mobil yang berbeda dengan lita


dimana beberapa suruhan lita membawa mobil lita yang ada dirubah tersebut, sedangkan lita memakai mobil yang ia pakai saat ia akan datang tadi


semua orang pun berangkat mengikuti mobil yang di bawa lita


saat sudah hampir sampai jalan dirumah Devan semua mobil pun melaju ke arah yang berbeda yang membuat devan bingung begitu juga yang lain


sedangkan lita memisah dengan mobil yang lain dan menuju jalur yang berbeda

__ADS_1


__ADS_2