
Hingga pada akhirnya lita menghasut orang tuanya untuk memasukan kepala desa ke kantor polisi
"apa kalian akan membiarkan kepala desa terus menculik keluarga kita dan terus menyiksa kehidupan kita"ucap lita
"kau tidak perlu ikut campur karena masalah ini kau yang menimbulkanya "jawab ayah lita
"ayah ada betulnya ucapan lita ibu tidak mau terus terusan di siksa oleh kepala desa ,ibu akan melaporkanya ke polisi"sambung ibu yang membuat lita dan tri tersenyum bahagia
"apa kau sudah memikirkan kehidupan kita selanjutnya kalau kita melaporkan kepala desa ke kantor polisi"bentak ayah
"tidak yah..jika kepala desa di seret ke kantor polisi maka kehidupan kita sedikit nyaman dan tenang karena tidak ada yang mengancam kita lagi "ucap kakak lia
"Kenapa kalian mendengarkan anak bodoh seperti lita ini haa.."ucap ayah lagi
"kalau ayah tidak mau melaporkanya ke polisi biar kami saja yang melaporkanya ,karena kami ingin hidup tenang tanpa ada ancaman meskipun kita hidup serba kekurangan"ucap ibu membentak ayah
"baik lah ayah akan melaporkan kepala desa tapi kita tidak punya bukti apa apa"ucap ayah bingung karena jika ia melaporkan kepala desa ke kantor polisi ia tidak ada barang bukti untuk melaporkanya
"dia selalu mengancam kita dan dia juga memiliki surat tanah kita kan dan ibu juga tau apa yang di lakukan oleh kepala desa kepada ibu nya tri"ucap lita membuat ibu terkejut namun tidak dengan tri karena dia sudah tau siapa pembunuh ibunya
"baiklah kita akan tetap melaporkan kepala desa terhadap apa yang telah ia lakukan dengan keluarga kita"ucap ayah
"baik lah sebaiknya kita cepat melaporkanya"ucap tri
"ya kita berangkat sekarang"ucap ibu lita
sesampainya di kantor polisi ayahnya lita melaporkan semua kejadian yang menimpanya atas perbuatanya selama ini
__ADS_1
beberapa polisi pun percaya dan menyuruh beberapa petugas untuk menangkap kepala desa
masalah pun selesai lita dan tri pun kembali ke kota karen tri harus bersekolah
lita dan tri pun berpamitan kepada orang tua mereka masing masing bahwa mereka akan kembali lagi ke kota
setelah beberapa jam kemudian mereka pun sampai dan di sana sudah ada billy yang baru saja datang dari london andika ,salsili ,bibi dan om yain
setelah sampai di depan rumah lita dan tri langsung masuk betapa terkejutnya mereka melihat begitu banyak orang yang sudah menunggu mereka
"kenapa begitu banyak orang di rumah kita"tanya tri melihat ke arah lita karena rumah mereka begitu banyak tamu
"entahlah aku juga tidak tau"jawab lita merasa sedikit bingung
"hai ...sayang apa kalian tidak apa apa"sapa bibi sambil berjalan menuju lita dan tri karena mereka sudah sampai
sementara lita dan tri hanya diam tanpa menjawab pertanyaan andika dan masih di dalam pelukan andika
"apa kalian tidak mau mrnjawab ku"tanya andika lagi
"*kenapa sepertinya mereka sangat menghawatirkan kami yang baru saja sampai apa bibi memberitahukanya kepada mereka"*batin lita
"*apa secemas ini mereka terhadap kami hingga menunggu kami pulang"*batin tri
mereka pun melepas pelukanya
"a ahh kami tidak apa apa kebetulan di desa kakak ku tiba tiba menelpon jadi kami langsung pulang ke desa khawatir jika ada apa apa dengan mereka"jawab lita sedikit berbohong karena ia tidak mau mereka tau yang sebenarnya
__ADS_1
"kamu jangan berbohong bibi yuni sudah menceritakanya kepada kami"ucap billy mendekat kepada lita
"a-apa kalian sudah tau semuanya"ucap lita terbata bata karena takut hal yang ia tutupi terbongkar
"ia kami sudah tau semuanya,apa kau tau aku sanga menghawatirkan mu hingga penerbangan ku, ku percepat"ucap billy memeluk lita hingga membuat lita kaget dan membuatnya ingin menangis atas prilaku sahabat sahabatnya terhadapnya
"sekarang ayo lah duduk dan ceritakan semuanya"ucap billy melepaskan pelukanya dan merangkul lita untuk berjalan mendekat di sofa begitu juga dengan andika ia membawa tri duduk di sofa
"hei ..sobat apa kalian tidak apa apa"tanya salsili memeluk lita dan tri dan menangis dalam pelukanya
"hei...tenang lah kami baik baik saja jangan menangis karena ini tidak akan terjadi lagi"ucap tri menenangkan salsili
"berjanjilah"ucap salsili
"ia kami janji"jawab lita dan tri
"sekarang ceritakan lah masalah kalian"ucap bibi memberikan minum kepada lita dan tri
"makasih bi"ucap lita dan tri
"baik lah tenangkan lah dulu diri kalian setelah kalian tenang baru lah kalian boleh berbicara kami tidak akan memaksa kalian"ucap om yain wo
"kami rasa belum saatnya kami menceritakan semuanya kepada kalian"ucap lita yang meminum teh hangat yang bibi berikan kepada nya
"kami akan menceritakanya suatu saat nanti jika kalian telah memgenal kami lebih dalam"sambung tri
"baik lah kami akan menunggu itu"ucap salsili
__ADS_1