Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
terjebak lagi...


__ADS_3

Malam pun tiba, kini saatnya frans pulang dari kantor


jam 19 : 00


dimana kini dikamar devan, Lita sudah selesai makan dan sudah mandi ya tentunya menggunakan pakaian devan lagi, karena devan mau memesan pakaian dia tidak ada ponsel.


Ya dikarenakan ponsel devan dibawa oleh frans dan hanya menyisakan laptop itu pun hanya laptop cadangan milik devan, sehingga mempersulit lita untuk menghubungi siapapun karena lita tidak membawa apa pun selain kunci mobilnya


dan kini diluar, masih dikediaman rumah devan


tit tit tit...kemungkinan suara mobil frans


para maid pun berkumpul untuk menyambut kedatangan tuan mereka


cekalak...pintu dibuka


"apa mereka masih dikamar"tanya seseorang yang barusaja masuk dirumah yang tak lain adalah frans


"iya tuan sesuai perintah, kami masih mengunci tuan devan dan wanita itu dikamar dan kami hanya membuka pintu untuk mengantar makanan saja"ucap salah satu maid


"owh...bagus kalau begitu, apa mereka sudah makan malam"tanya frans lagi sambil berjalan menuju kamarnya


"sudah tuan"


"bagus, kalau begitu siapkan makan malam"ucap frans dan menaiki anak tangga


sementara semua maid bubar setelah membungkuk setengah badan pada tuanya


dan kini frans sudah didepan kamar devan dan membuka kunci kamar


tok tok tok...."kak frans mau masuk"ucap frans dan membuka pintu


Ceklak...pintu pun terbuka, frans pun masuk kedalam kamar


disana frans hanya melihat devan saja dan tidak melihat lita didalam


"kemana wanita itu"tanya frans pada devan dan duduk disamping devan diatas ranjang


"dia diluar, memangnya kenapa"tanya devan melihat kearah frans


"tidak, aku hanya bertanya"ucap frans tersenyum nakal


"kenapa ada apa, kenapa kau menatapku seperti itu"tanya devan ketus


"tidak, apa kakak melakukanya dengan wanita itu tadi malam dan seharian ini"ucap frans memperhatikan seluruh tubuh devan


"apa yang kau lihat, kami tidak ngapa ngapain semalaman dan seharian ini, kami hanya bertengkar saja, sampai sampai membuat gendang telinga ku pecah karena dia selalu saja berteriak"oceh devan


"apa kau menyukainya kak"


seketika devan pun membulatkan matanya dan menatap frans


"apa gue suka sama wanita seperti dia, jangan mimpi yang ada seluruh rumah ini roboh olehnya karena selalu berteriak kepadaku"


"apa kakak tidak bohong kepadaku"

__ADS_1


"tidak, memangnya sejak kapan kakak mu ini suka berbohong hha"


"sejak kedatangan wanita itu kak"


"aiiss kau ini...sudahlah sana kau membuatku semangkin gila saja"


"tidak aku tidak akan pergi sebelum kau mengatakan yang sebenarnya"


"memangnya apa lagi yang akan ku katakan kepada mu hha"


"apa kau menyukainya kak"


frans pun terus menerus mengoda devan hingga devan kelelahan untuk menjawab pertanyaan adiknya itu


"tidak, sudah ku bilang aku tidak menyukainya, kau ini jika kau menyukainya ambil saja dia"ucap devan turun dari ranjang


"aku tidak mau memiliki wanita yang sudah tidak perawan, apalagi jika wanita itu sudah tidak perawan karena kakak ku sendiri"


"apa yang kau maksud tidak perawan haa, apa kau pikir aku sudah menyentuhnya haa, hanya gara gara kau mengurung kami disini seharian"


"tidak, aku rasa kalian sudah melakukanya tadi malam"


"sudah aku bilang tidak ya tidak kau ini ada apa dengan mu haa"ucap devan dengan nada tinggi yang membuat lita menghampiri devan


"ahh..jangan marah marah....."ucap frans terputus karena lita memotong pembicaraannya


"ada apa ini kenapa kalian berteriak tidak jelas"oceh lita yang baru datang dari balkon


devan dan frans pun melihat kearah lita yang mengoceh tidak jelas


"owh kakak ipar, hai kak bagaimana kabar kakak ipar"sapa frans menghampiri lita


"sabar lah kakak, karena sebentar lagi kalian berdua akan menikah, jadi bersikap baiklah kepada ku maka aku akan membuatkan pesta pernikahan yang sangat mewah untuk kalian berdua"ucap frans mengedipkan matanya sebelah kearah devan


"Apa Menikah...."teriak lita dan devan bersamaan


"ada apa dengan kalian berdua, kenapa kalian selalu saja samaan"ucap frans bingung dan melihat kearah lita dan devan secara bergantian


"apa kau gila, ingin menikahkan aku dengan wanita gila seperti dia haa"bentak devan


"heii apa kau bilang tadi wanita gila, bukanya kalian berdua ya yang gila kalian berdua sudah mengurungku disini seharian" teriak lita


"apa kau bilang aku gila, bukanya kau ya yang gila karena seharian dikurung disini"oceh devan


sementara frans hanya diam dan tersenyum dan diam diam keluar dari kamar dang mengunci pintu lagi dari luar sementara lita dan devan masih saja bertengkar


"sudahlah hanya membuang waktu ku saja bertengkar dengan mu"oceh lita dan pergi kearah pintu dan mau membuka pintu namun tidak bisa karena frans sudah menguncinya lagi


"ada apa kenapa kau tidak keluar keluar bukanya kau ingin pulang katamu kenapa kau masih disini"oceh devan berbaring diranjang


"hei...buka pintunnya aku ingin pulang...heiii buka pintunya"teriak lita sambil memukul pintu


"hei .. apa kau mau merusak pintu kamarku haa...pintu itu lebih mahal daripada gajimu sebagai perjurit itu"oceh devan menghampiri lita


"bodo amat yang penting aku bisa keluar dari sini, heiii buka pintunya....."ucap lita sambil memukul pintu

__ADS_1


"hei jika masih ingin bersamaku bilang jangan seperti ini, alasan saja kau"oceh devan


"kalau pintunya tidak dikunci gak bakalan gue masih disini"oceh lita yang masih memukul pintu


seketika devan pun mencoba membuka pintu namun tidak bisa dibuka


"frans......buka pintunya"teriak devan


sementara frans yang diluar hanya tertawa bahagia, mendengar teriakan demi teriakan kakaknya dari dalam kamar


sementara para maid yang mendengar hanya diam tidak mau bertanya karena takut dengan frans


dan kini didalam kamar devan dan lita sudah lelah berteriak dan memukul mukul pintu namun tidak dibuka buka


"apa kita dikunci lagi disini"tanya lita yang berjalan menuju ranjang dan berbaring begitu juga dengan devan yang berbaring disamping lita, dan mengumpulkan nafas karena selalu berteriak


"entahlah, yang pasti saat ini kita dikunci lagi dari luar"ucap devan melihat kearah lita begitu juga dengan lita dan mereka pun saling bertatapan dan berhadapan


"kapan aku akan pulang"tanya lita


"aku tidak tau, maaf sudah membuatmu terlibat sampai sampai kau harus dikunci disini seharian semalaman"


"hmm tidak apa apa lagi pula ini bukan sepenuhnya salahmu, kalau saja kemarin gue gak kabur pasti gue gak bakalan gini"


"hmmm makasih sudah mau mengerti dan maaf sudah mengurung mu disini"


"tidak masalah, lagi pula aku masih bisa makan itu sudah cukup"


"hmm kalau begitu tidurlah aku janji besok kau akan pulang, aku janji itu"


"hmm semoga saja kau tidak melingkari janjimu, selamat malam"


"ya selamat malam"


mereka berdua pun tertidur lagi satu ranjang





Nama : Devan Dernata


umur : 24 tahun


pekerjaan : Ceo terkenal diseoul


Sifat : baik hati, penyabar, lemah lembut, sedikit cuek, dan jika marah sangat seram.



Nama : Frans Dernata


Umur : 21 tahun

__ADS_1


pekerjaan : seketaris Devan dan adik kandung devan yang pertama


Sifat : Cuek, pendiam, pemarah, lemah lembut tapi tergantung orang memperlakukanya, dan murah hati


__ADS_2