
Keesokan harinya dimana devan dan billy yang menginap dirumah sakit untuk menjaga lita
pukul 08 : 40
dimana tamara jana dan bella yang mengunjungi lita dan mengantarkan makanan untuk billy dan devan
jana tamara dan bella pun masuk kedalam ruangan lita dan melihat devan dan billy yang masih tertidur disamping lita dengan posisi duduk dan kepala mereka menyandar dibahu lita
jana yang melihat billy dan devan pun mrasa kasian dan tidak tega dengan kabar yang mereka dengar semalam
jana pun menghampiri billy sedangkan tamara menghampiri devan
"sayang bangunlah ini sudah pagi" ucap jana pada billy yang membangunkan billy dengan lwmbut
sementara bella hanya diam saja dan duduk disofa
"pah... papah bangun" ucap tamara pada devan
devan dan billy pun terbangun dan melihat jana dan tamara yang berada disamping mereka
"jana kenapa kau disini, seharusnya kau istirahat saja dirumah" ucap billy pada jana dan memeluk jana sambil mengusap usap perut jana
"aku menghawatirkan mu, kau semalaman disini dan suhu udaranya juga naik, kau pasti kedinginan" ucap jana pada billy
billy pun beranjak dari duduknya dan mendudukan jana dikursinya tadi
"aku baik baik saja " ucap billy pada jana
"hmm baiklah, makanlah aku sudah buatkan sarapan untuk mu dan untuk devan" ucap jana
billy pun hanya tersenyum dan mengusap usap kepala jana
"pah..apa mama belum bangun juga" ucap tamara pada devan
"belum sayang, mama masih tertidur sekarang" ucap devan pada tamara yang mengendong tamara dipangkuannya
"benarkah.." ucap tamara
"iya sayang" ucap devan
"owh iya pah.. tadi bibi jana buatkan sarapan untuk papah, dan aku juga buat sarapan untuk papah dan mama" ucap tamara
devan pun hanya tersenyum dan mengecup dahi tamara dan memeluk tamara dengan erat
"papa masih kenyang, tamara makan saja ya sendiri" ucap devan
"aku sudah sarapan tadi bersama bibi jana " ucap tamara
"hmm baiklah"ucap devan
jana yang melihat devan sangat murung dan pucat pun merasa kasian dengan keadaan devan sekarang
"devan.. makanlah bersama billy, aku bella dan tamara yang akan menemani lita disini" ucap jana pada devan
devan pun melihat kearah jana
"tidak perlu, aku masih kenyang saat ini" ucap devan
"kau belum makan semalaman ini jadi makanlah dulu, kau bisa sakit jika tidak makan" ucap billy pada devan yang sudah memakan sarapan yang dibawa jana tadi dan duduk disamping bella disofa
"tidak aku masih kenyang, kau makanlah sendiri" ucap devan
"kau ini, makanlah jika kau sakit siapa yang akan menjaga lita nantinya apa kau pikir aku akan selalu menemani mu untuk menjaga lita" oceh billy pada devan
__ADS_1
devan pun hanya tersenyum dan berfikir sejenak
"billy benar, makanlah tidak apa apa sedikit yang penting kau makan" ucap jana pada devan
"baiklah aku akan makan" ucap devan
tamara pun mengambil sarapan yang ia buat bersama maid dirumah lita tadi
"pah.. makanlah ini mama bilang kalau ini makanan kesukaan papa, jadi aku meminta maid dirumah kita untuk membuatnya" ucap tamara pada devan
"makasih sayang" ucap devan pada tamara
tamara pun menyuapi devan, meskipun rasa makanannya sedikit berbeda dengan masakan lita namun devan tetap memakannya karena tamara memaksa devan untuk menghabiskan makanannya
saat devan dan billy sudah selesai makan mereka pun pulang sebentar untuk membersihkan diri setelah itu mereka berdua kembali lagi kerumah sakit
namun saat devan dan billy kembali, mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan salsili tri dan andika yang sudah ada didalam ruangan lita
salsili tri dan andika yang melihat billy baru saja masuk ruangannya lita langsung menghampiri billy dan memeluk billy
"billy.. apa yang terjadi pada lita kenapa kau tidak menjaganya dengan baik, bukannya kau sudah berjanji pada kami untuk menjaganya" ucap tri pada billy yang menangis dipelukannya billy begitu juga dengan salsili dan andika
"kau kemana saja kenapa kau tidak menjaga lita haa..." ucap salsili yang memukul bahu billy
"sudahlah ini sudah terjadi, ini semua akan baik baik saja " ucap billy
"bagaimana bisa kau bilang kalau ini akan baik baik saja, bukannya kau sudah tau keadaan lita sekarang, bagaimana bisa kau bilang semuanya akan baik baik saja " ucap andika
"sudahlah, seharusnya kalian malu karena disini ada anak kecil yang melihat kalian menangis" ucap billy yang tertawa namun mengeluarkan air mata
"kau ini" ucap tri yang memukul billy
sedangkan jana bella dan tamara hanya diam dan memperhatikan billy dan yang lainnya, dan devan yang tidak mau jauh dari lita hanya duduk disamping lita dan mengengam erat tangan lita
"ceritakanlah apa yang terjadi, bagaimana bisa lita sampai seperti itu lagi haa" ucap andika pada billy
"tenangkanlah diri kalian dulu baru aku ceritakan" ucap billy
"kami sudah tenang, cepat ceritakan apa yang terjadi" ucap salsili pada billy yang mencoba menahan air matanya
"iya, berjanjilah jangan menangis lagi" ucap billy
"kami berjanji" ucap tri
billy pun menceritakan kejadian bagaimana bisa lita sampai seperti itu
billy pun terus menceritakannya sampai akhir yang membuat billy ikut menangis menceritakannya
flash back (kejadian semalam)
rumah sakit depan ruangan lita
"permisi, apa disini ada keluarga pasien" ucap dokter yang mwnangani lita
devan dan billy pun beranjak dari duduknya dan menghampiri beberapa dokter yang baru saja keluar
yaitu satu dokter perempuan dan dua dokter laki laki dan didalam ruangan dua dokter perempuan yang lagi menangani lita
"saya suaminya dok"ucap devan
"bagaimana keadaan adik saya" ucap billy pada dokter
"kami tidak bisa menentukan keadaannya sekarang, yang pasti pasien kekurangan banyak darah karena mengalami pendarahan dibagian kepalanya" jelas dokter itu
__ADS_1
"lantas bagaimana keadaan, kandungannya" tanya billy
dokter pun menunduk dan menarik nafas sejenak
"jadi besok kami akan memeriksa keadaan pasien lagi, dan kami juga mendapatkan kejangalan didalam kandungannya" ucap dokter yang kembali menunduk karena takut dimarahi
"apa dokter bisa menjelaskannya dengan benar dan jelas dan jelaskanlah semuanya jangan setengah setengah" ucap devan dengan ketus
dokter itu pun hanya diam dan menarik nafasnya lagi
"baiklah akan saya jelaskan, soal kandungannya, nona lita mengalami keguguran karena bukan hanya kepalanya yang terbentur namun juga kandunngannya, yang membuat pasien banyak mengeluarkan darah dan mengalami keguguran" ucap domter yang satunya lagi
devan dan billy yang mendengar bahwa lita keguguran pun langsung syok dan tidak menyangka apa yang telah mereka dengar dan air mata mereka mulai menetes dimana amarah mereka keluar
sedangkan para dokter itu pun kembali masuk kedalam dan meninggalkan devan dan billy
devan dan billy pun saling menyalahkan diri mereka masing masing, dan mengeluarkan amarah mereka didalam kamar kecil karena takut mengangu yang lain
sedangkan para anak buah lita hanya diam dan menyebarkan kabar bueuk itu pada setiap rekannya
off flashback
Saat salsili tri dan andika mendengarkan semua cerita billy, mereka pun terdiam sejenak dan saling memeluk untuk mengeluarkan semua kesedihan mereka
mereka pun mulai menenangkan diri mereka masing masing dan berusaha untuk tetap tegar
"lantas apa dokter sudah memeriksa lita lagi" tanya andika pada billy
billy pun menarik nafas dan mulai tersenyum kembali
"iya sudah, dokter bilang kalau lita mengalami koma, kami semua tidak tau sampai kapan lita akan koma" ucap billy
"ya sudah, ini semua sudah terjadi sebaiknya kita masuk lagi tidak enak dilihatkan orang" ucap tri
"baiklah, owh iya kapan kalian datang kenapa tidak mengabari ku dulu" ucap billy
"tidak lama sebelum kau datang" ucap andika
"owh..apa kalian audah makan" ucap billy
"belum, aku belum makan dari kemarin, karena setelah mendapatkan kabar aku terburu buru mwngambil cuti dan mengemaskan barang barang ku" ucap salsili
billy andika dan tri pun hanya tersenyum
"sama aku juga seperti itu kemarin, bahkan aku belum sempat bilang pada ayahku kalau aku akan kesini" ucap tri
"benarkah" ucap billy
"hmmm" angup tri
"ya sudah kita makan dulu, aku kasian pada kalian yang belum makan" ucap andika
"memangnya kau sudah makan" ucap salsili
"sudah, aku makan didalam pesawat karena saat aku makan kalian sedang tertidur" ucap andika
"tapi kau belum makan siang buka, ini sudah hampir dua siang kalian bertiga belum makan" ucap billy
"kita pergi sekarang, aku sudah sangat lapar" ucap salsili
"baiklah ayo kita pergi" ucap tri yang berjalan bersama salsili sedangkan billy dan andika dibelakang
billy andika tri dan salsili pun pergi kesalah satu restoran
__ADS_1