
Keesokan harinya dimana lita dan devan sudah bangun dan bersiap siap untuk turun kebawah untuk sarapan
pukul 07 : 30
"aku turun duluan, nanti kau menyusul saja"ucap devan membuka pintu kamar
"iya, sana pergilah"ucap lita yang masih duduk santai didepan meja rias sambil memainkan ponselnya
meja makan
"kau mau kemana kak dan dimana kakak ipar"tanya frans sambil memakan sarapanya
"aku mau kekantor dan wanita itu masih dikamar mungkin sebentar lagi dia turun"ucap devan duduk didepan frans dan menyantap sarapanya
"kau tidak mau berbulan madu dengan kakak ipar"tanya frans sedikit mengoda
"tidak, lagi pula pekerjaanku sudah menumpuk dikantor"ucap devan yang masih menyantap makananya
"kalau urusan kantor aku bisa mengurusnya, kau pergilah berbulan madu dengan kakak ipar"ucap frans sambil menyantap sarapanya
"tidak, lagi pula sepertinya dia akan pulang kerumahnya dan bekerja lagi"ucap devan
"seharusnya kalian berbulan madu dulu kak barulah fokus pada pekerjaan kalian"oceh frans
"hmmm lagi pula itu bukan urusanmu jadi diamlah dan makan sarapan mu"oceh devan
lita pun datang menyusul devan dan frans dan duduk disamping devan namun melangkah satu bangku dari devan
"pagi kakak iparku"sapa frans pada lita yang baru saja duduk
"iya pagi juga"ucap lita yang masih fokus pada ponselnya dan laptopnya
"kakak makanlah dulu baru memainkan ponsel"oceh frans
"iya" jawab lita yang masih memainkan laptopnya
seketika devan pun menarik ponsel dan menutup laptop lita
"sarapan dulu nanti kau sakit"oceh devan
"kenapa kau ini, lagi pula aku sudah tiga hari tidak memainkan ini"oceh lita membuka laptopnya namun ditutp kembali oleh devan
"sudah aku bilang sarapan dulu, lagi pula apa yang kau kerjakan dengan ponsel dan laptop ini"oceh devan
"terserah ku lagi pula ini ponsel dan laptopku jadi kau tidak ada hak untuk memarahiku"oceh lita
"kau ini jika tidak mau sarapan jangan kesini, sana dikamar saja"oceh devan
"terserah aku, lagi pula apa urusanya dengan mu"oceh lita membuka laptopnya kembali
"terserah kau saja"oceh devan melanjutkan sarapanya
"kenapa kalian terus menerus bertengkar bukanya kalian sudah menjadi suami istri ya, kenapa bertengkar terus"oceh frans yang memperhatikan lita dan devan dari tadi
"huu... tidak kami tidak bertengkar jadi lanjutkan saja sarapanmu"ucap lita menghelai nafasnya
"owh..."
"hmmm kakak ipar apa kakak tidak mau berbulan madu dengan kakak devan"tanya frans
seketika lita pun membulatkan matanya dan melihat kearah frans
"tidak, aku tidak mau lagi pula pekerjaan ku menumpuk jadi aku tidak ada waktu"ucap lita menutup laptopnya dan sarapan
"kenapa tidak, bukanya pengantin baru itu jika baru menikah akan berbulan madu dulu supaya dapat momongan"ucap frans polos
seketika lita pun tersipu malu dan menunduk
sementara devan yang melihat lita menunduk malu langsung angkat bicara supay frans tidak banyak bertanya
"kami akan berangkat berbulan madu setelah selesai sarapan"ucap devan
lita pun membulatkan matanya dan melihat kearah devan namun devan tidak melihat kearah lita
"apakah itu benar kakak ipar"tanya frans
lita tidak menjawab
"iya itu benar, kami sudah selesai sarapanya jadi kami akan pergi dekarang"ucap devan beranjak dari duduknya dan membawa lita pergi dari rumah
"ada apa dengan mereka berdua"ucap frans melanjutkan sarapanya
__ADS_1
beberapa puluh menit kemudian
lita dan devan pun sampai dihotel milik lita namun devan tidak tau kalau hotel itu milik lita
"kita mau ngapain disini"tanya lita sambil mengetik pesan untuk stap yang bekerja dihotel itu supaya tidak memberitau siapapun kalau hotel itu milik lita termasuk devan
para satp pun membalas pesan lita dan bertanya "kenapa", namun dibalas oleh lita dengan jawaban "jangan banyak tanya ikuti saja kemauan ku jika kalian tidak mau dipecat" perintah lita pada stapnya
devan pun memesan satu kamar VVIP untuk mereka berdua
devan dan lita pun langsung menuju kamar yang dipesan oleh devan tadi
Kamar VVIP
"istirahatlah, aku mau memesan beberapa helai pkaian dulu untuk kita disini"ucap devan mengambil ponselnya dari sakunya
"berapa hari kita disini"tanya lita yang berbaring diranjang
"tidak tau"jawab devan dan duduk disofa
sedangkan lita berbaring diranjang sambil memainkan ponsel dan laptopnya yang ia bawa tadi
"hei...apa kau mau istirahat"tanya lita pada devan yang bersandar disofa
"hmm, tapi aku harus menunggu oderan ku dulu barulah aku bisa istirahat"ucap devan sambil mengangup
"owh ya sudah istirahatlah dulu nanti jika pesanan mu sudah datang aku bisa membangunkan mu"ucap lita beranjak dari ranjang
"hmm, aku akan menunggu dulu setelah itu kita istirahat"ucap devan
pukul 10 : 45
pesanan devan pun datang dan mereka pun mengemasi barang barang mereka dan setelah itu mereka pun makan karena tadi devan memesan makanan juga
setelah selesai makan lita dan devan pun beristirahat sampai sore, dan bangun untuk mandi dan mencari makan malam
setelah selesai makan malam devan dan lita pun beristirahat kembali karena sudah pukul delapan malam
"apa kita akan tidur satu ranjang lagi"tanya lita yang duduk di ranjangnya
"aa.. tidak tidak perlu lagi pula kita disini untuk berbulan madu bukan untuk liburan"ucap lita polos
"siapa bilang kalau kita akan berbulan madu disini"tanya devan mendekati lita
"bukanya kau ya yang bilang kalau kita akan berbulan madu"ucap lita gemetar
"kapan??"
"tadi pagi"
"owh...aku hanya bercanda supaya frans tidak banyak tanya, tapi jika kau mau boleh boleh saja"ucap devan mendekatkan wajahnya ke wajah lita
"apa yang kau lakukan" gemetar
"bukanya kita akan berbulan madu disini" goda devan dan membaringkan
"lantas apa yang akan kau lakukan"tanya lita gemetar karena devan sudah ada diatas tubuhnya
"apa lagi kalau bukan berolahraga denganmu" goda devan
"kalau kau mau berolahraga jangan disini lagi pula ini sudah malam kenapa kau mau berolahraga malam malam begini"ucap lita polos dan sedikit tenang
"dasar wanita polos, rasanya aku sudah tidak sabar untuk berolahraga denganmu"
devan pun mengambil tangan lita dan memasukan tangan lita didalam celananya
"apa yang kau lalukan"
"apa kau tidak merasakan kalau juniorku sudah bangun"
"apa maksudmu"
devan pun membuka baju lita satu persatu meskipun lita memberontak namun tidak membuat devan menghentikan aktibitasnya
dan kini lita sudah tidak menggunakan pakaian dan hanya menggunakan celana dalam saja
devan pun mulai bermain mulai dari menginsap payu ***** lita dan menjilat leher lita hingga meninggalkan bekas disana
sementara devan yang sudah tidak sabar untuk menerkam lita langsung membuka seluruh pakaiannya dan hanya meninggalkan celana dalamnya saja
__ADS_1
lita yang diperlakukan seperti itu hanya diam dan tidak terbawa nafsu sama sekali karena kepolosannya
devan yang tidak melihat reaksi apa pun dari lita langsung melumut bibir lita namun tidak dibalas oleh lita
devan pun mengigit bibir mungil lita supaya lita bisa ikut bermain juga, lita pun membuka mulutnya dan mengikuti permainan devan
"apa kau merasakannya" bisik devan pada lita
"merasakan apa"tanya lita polos
devan pun memainkan payu dara lita, sedangka tangan lita devan masukan kedalam celana dalamnya supaya lita memainkan juniornya
"bermainlah dengan juniorku"bisik devan,
dengan polosnya lita pun mengikuti kata kata devan, namun lita sama sekali tidak terbawa nafsu
sedangkan devan yang menikmati permainan langsung terbawa nafsu dan kini devan sudah memanas dan ingin langsung menerkam lita
"apa aku boleh memakanmu"bisik devan
"maksudnya" tanya lita polos yang masih belum mengerti apa apa
devan pun membuka celana dalam milik lita dan celana dalamnya dan melemparnya begitu saja
"kau mau ngapain"tanya lita
"tahan sedikit ini akan sakit, tapi kau tenang saja aku akan memperlakukanmu dengan lembut"ucap devan yang membuka kaki lita dan memasukan juniornya sedikit demi sedikit
"punyamu terlalu besar, jadi tidak akan muat"oceh lita yang melihat junior devan
"tidak ini tidak besar hanya saja ruanganya yang terlalu kecil"ucap devan mencoba memasukan juniornya
"keluarkan juniormu aku sudah tidak tahan lagi ini rasanya sangat sakit"oceh lita mencengkram selimut dan bantalnya
"sabarlah sedikit ini belum setengah yang masuk"
"tapi aku sudah tidak tahan lagi Aaahh..."desah lita
"sedikit lagi ini baru setengahhh"ucap devan yang mulai mendesah
"kenapa juniormu sangat besar dan panjang, keluarkanlah aku tidak tahan lagi"
"ini baru setengan belum semuanya sayang jadi tahanlah sedikit lagi"
"tidak aku mohon keluarkan juniormu"ucap lita membalikan posisi yang awalnya lita dibawah dan kini devanlah yang dibawah tubuh lita dan junior devan masuk semua kedalam dengan sangat cepat hingga membuat lita bernafas lega
"apa kau yang akan memimpin sayang"tanya devan yang tersenyum nakal
"apa maksudmu aku yang memimpin"tanya lita polos dan berbaring diatas tubuh devan
"apa kau tidak sadar kalau kau sudah ada di atas tubuhku"
"memangnya kenapa kalau aku sudah ada diatas tubuhmu"
"tidak , apa kau mau belajar memimpin permainan kita malam ini"
"kau ini berbicaralah dengan jelas aku tidak mengerti dengan ucapanmu"
"apa kau tau juniorku masih ada didalam sama jadi mulailah bermain"
"kau saja yang bermain aku tidak pandai"
dengan cepat devan membalik tubuhnya lagi dan saat ini litalah yang ada dibawah
"apa kau sudah siap" bisik devan pada lita dan mulai menghentakan juniornya dengan pelahan pelahan
"hmmm, Aaahh...pelan pelan saja itu rasanya sangat sakit"desah lita
satu hentakan dua tiga empat hentakan
desahan demi desahan yang keluar dari mulut lita dan devan
"tunggu dulu sebentar rasanya ada yang akan keluar"ucap lita
"biarkan saja dia keluar"
devan pun melanjutkan permainanya
"apa kau belum selesai "tanya lita
"apa kau lelah"
__ADS_1