Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
uang saku dipotong


__ADS_3

Saat sudah sampai direstoran lita dan devan pun memesan makanan ringan untuk menikmati suasana restoran


"sayang..."ucap devan yang duduk didepan lita


"ada apa, jangan banyak tanya minum saja minumanmu lagi pula makanannya akan segera datang"ucap lita dengan santai sambil memainkan ponselnya


"tidak, aku hanya mau bertanya saja ini bukan soal makanan tapi soal yang tadi"ucap devan sedikit canggung karena takut lita marah lagi


"hmm...ya, kenapa dengan yang tadi"ucap lita dengan santai yang masih fokus sama ponselnya


"apa tidak bahaya membawa senjata api dikantor seperti ini"ucap devan


lita pun mematikan ponselnya, menyimpannya diatas meja dan melihat kearah devan


"semua pegawai ku sudah tau siapa aku, jadi aku tidak takut untuk selalu membawa pistol ku"ucap lita dengan santai


"owh...apa kau tidak takut diincar polisi"ucap devan


"tidak, karena ada beberapa bawahanku bekerja sebagai polisi"ucap lita


"owh...kau hebat, bahkan aku saja takut padamu"ucap devan tersenyum manis pada lita


"kau takut karena kau tidak punya nyali lagi"ucap lita dengan ketus


"hei...kau ini selalu saja cari masalah"oceh devan yang kembali cemberut


"sudahlah, makanan kita sudah sampai"ucap lita menyambut uluran pelayan lestoran itu yang mengulurkan makanan ringan pesanan mereka tadi


"selamat Menikmati" ucap pelayan itu pada devan dan selalu saja memperhatikan devan dari tadi


lita yang merasa devan selalu diperhatikan oleh pelayan itu pun merasa tidak nyaman


"maaf...apa ada yang salah dengan suami saya"ucap lita menegur pelayan itu


pelayan itu pun terkejut dan melihat ke arah lita


"suaminya ya, maaf dikira in tadi adiknya, maaf ya silahkan nikmati makanannya"ucap pelayan itu dan pergi kembali kebelakang


"apa aku terlihat tua, sampai sampai kau dikira adikku"ucap lita dengan ketus sambil memakan makanannya


"kau cantik, apalagi saat kau sedang marah kau terlihat seperti bayi yang merengek"ucap devan dengan lembut dan diiringi senyum manisnya


"hei...apa kau mau bilang aku tua juga"oceh lita pada devan


"haa..tidak, mana mungkin itu aku katakan, ucapan itu akan aku katakan saat kita sudah punya cucu nantinya"ucap devan yang mulai menghayal


"hei...kita saja belum punya anak, apalagi cucu jangan menghayal kesana"ucap lita dengan ketus

__ADS_1


"ya.. semoga saja kita cepat punya anak kembar yang mengemaskan nantinya" ucap devan yang mulai menghayal


"haa sudahlah habiskan makanan mu"ucap lita pada devan dan diangupi oleh devan


setelah satu jam lebih lita dan devan bersantai direstoran, lita pun mengajak devan untuk melihat pekerjaan bella dan teman temannya


saat sudah sampai dikantor lita pun disambut kembali oleh para kariawan dan lita juga disambut oleh ayah billy dan papa bella disana


"lihatlah putri kecil kami, dia seperti singa yang sedang marah"ucap ayah billy pada lita dan memeluk lita dan bergantian dengan papa bella


"yah...pa..ada apa, tumben sekali mampir kesini"ucap lita


"hallo o'om "ucap devan membungkuk setengah badan


"iya "ucap ayah billy


"owh iya apa benar kau menyuruh bella dan teman temannya untuk mengemasi ruangan mu kenapa kau tidak suruh yang lain saja"ucap ayah billy


"bukan seprrti itu yah...tapi tadinya lita tidak marah karena bella ada disini, tapi saat aku sampai diruangan ku aku melihat ruangan ku sangat kotor dan sisa makanan berserakan dimana mana,"


"jadilita nyuruh bella untuk mengemasinya, agar bella dan teman temannya tidak kebiasaan membuat kekacauan diruangan ku"ucap lita yang berjalan menuju sofa tamu bersama dengan devan dan ayah billy dan papa bella


"owh...ya sudah bagus kalau begitu, meskipun bella tua dari mu tapi pikiran mu lebih dewasa dari dia, papa senang lita mau menegur bella dengan cara begini soalnya papa kasian sama mama, dia srlalu dibentak oleh bella karena masalah kecil saja"ucap papa bella pada lita dan mengusap usap rambut lita


"tidak apa apa, lain kali papa harus berani menegur bella agar bella tidak jadi anak manja"ucap lita dengan sopan


"Owh.. apa ayah dan papa sudah melihat bella"ucap lita


"iya sudah, tapi kami membiarkannya mengemasi barang barang yang ada disana karena kami percaya pada lita"ucap papa bella


"hmm...makadih sudah mau percaya"ucap lita


"ya sudah kami pulang dulu, karena madi banyak yang harus kami kerjakan"ucap ayah billy


"baiklah sampai jumap "ucap lita melambaikan tangannya


"sampai jumpa kembali o'om"ucap devan membungkuk setengah badan


"iya...bay..."ucap papa bella yang betjalan berdampingan dengan ayah billy menuju pintu keluar


sedangkan lita dan Devan pergi keruangan lita


setelah sampai diruangannya lita melihat hasil kerja bella dan teman temannya tadi


"hei...apa yang kalian lakukan selama satu jam lebih tadi, apa kalian tidur kenapa belum bersih bersih juga"ucap lita memukul mukul meja


"hei...apa kau pikir kami bisa mengemasi hal seperti ini, bagaimana kau saja yang mengemasinya"ucap hernita pada lita

__ADS_1


"lantas apa peduli ku, ini semua adalah hukuman untuk kalian jadi bereskan cepat"ucap lita dengan tegas


"hei..apa kau mau papa marah karena selalu membentak ku haa...."ucap bella dengan ketus


"aku sudah bertemu dengan papamu tadi, dan dia bilang kalau hukuman kalian ditambah dan aku akan menambahnya yaitu membersihkan toilet kantor" ucap lita


"apa kau gila ini saja belum bersih bagaimana kami bisa lanjut dengan membersihkan toilet lagi " ucap wanita tadi salah satu teman bella juga


"apa peduliku itu semua hukuman buat kalian"ucap lita mengambil beberapa berkas yang harus ia kerjakan dan kembali keruang bawah untuk menyelesaikan berkas tadi


sementara bella dan teman2nya melanjytkan pekerjaan mereka


saat sudah sampai di lantai bawah lita langsung memeriksa berkas yang harus ia korekasi seperti pengeluaran per bulan dan pemasukan


karena pekerjaan billy yang sangat teliti, keadaan perusahaan baik baik saja pemasukan dan pengeluaran standar seperti kemauan lita srperti dulu


lita pun lanjut melihat keuangan dari gaji kariawan dan pinjaman dari beberapa bank, dan semuanya aman, namun saat lita mengecek uang perusahaan lita melihat ada sedikit pengeluaraan uang sebesar 15 juta dan pengambilan uang tersebut diambil sore kemarin


lita yang melihat uang perusahaan dipakai, lita pun langsung memanggil kariawan yang khusus bagian keuangan


dengan cepat kariawan itu menghadap lita dengan wajah pucat, gemetar dan takut yang dirasakan oleh kariawan tersebut


"siapa yang memakai uang perusahaan, bukannya saya sudah bilang kalau bonus para kariawan akan saya kasi perbulannya, lalu kenapa uang perusahaan bisa hilang dalam waktu singkat"ucap lita yang bertanya pada 3 orang kariawan keuangaannya dengan lembut namun tegas


"maaf nona, kemarin sore nona bella mengambil kess uang tersebut dari saya, dia bilang kalau sudah izin sama nona lita dan tuan billy"ucap ketua kariawan keuangaan itu


"apa bapak yakin kalau nona bella yang mengambilnya" tanya lita lagi


"iya nona saya yakin karena kemarin sore nona bella datang dengan temannya disini"ucap yang satunya lagi


"baiklah kalian boleh pergi"ucap lita


"permisi nona tuan, kami pergi dulu"ucap kariawan yang satunya lagi


"ya.."ucap devan dengan senyum manis dan duduk santai disofa


sedangkan lita menelfon papa bella dan mama bella, untuk menanyakan uang tersebut


:"hallo pa.."ucap lita diponselnya


📞:"iya kenapa sayang "ucap papa bella


lita pun bertanya pada papa bella mengenai uang tadi, namun papa dan mama bella tidak tau uang itu untuk bella apa dan kapan bella mengambil dan mrmakainya


karena pengeluaran uangnya tidak terlalu banyak, jadi lita tidak terlalu ambil pusing namun dihati lita uang segitu sangat banyak, sangat sayang jika disalah gunakan


namun mama bella bilang sama lita kalau biarkan saja uang itu, jangan berikan lagi dan tentunya uang saku bella akan dipotong untyk menganti uang yang bella ambil tampa izin

__ADS_1


__ADS_2