
pukul 13 : 25
Saat ini dimana Salsili Tri Andika dan Billy, sudah lelah mencari lita, bahkan seluruh anak buah lita sudah digerakan untuk mencari lita namun masih belum ketemu, termasuk beberapa rekan salsili sebagai polisi.
dan kini andika dan billy yang pergi ke gedung persembunyiaan anak buah lita, sedang menunggu kabar baik dari anak buah lita
"permisi tuan, kami sudah menyuruh seluruh anak buah termasuk anjing pelacak nona lita dan beberapa anjing pelacak lainya"
"namun masih belum ketemu, kami mencoba menggunakan anjing pelacak namun bau parfum nona lita hilang begitu saja saat kami melacak dibagian taman tua bagian timur, baunya hilang begitu saja kemungkinan baunya menghilang karena ada turun hujan kemarin"ucap ketua para anak buah itu pada billy
"apa saja yang dilakukan nona lita kemarin saat mobilnya sudah tidak bisa dijalankan"tanya andika
"saat mobil nona lita sudah tidak bisa jalan lagi karena salah satu ban mobilnya bocor, nona lita berjalan selama hampir satu jam lebih hingga dia sampai ditaman tua bagian timur, kemungkinan nona lita mencari bantuan tapi karena dibagian sana jarang sekali ada pengunjung membuat nona lita terus berjalan sampai dia sampai ditaman tua itu"
"hmm, terus cari sampai dia ketemu"perintah billy
"ya sudah kalau begitu saya permisi dulu tuan"
"hmmm"
"ya sudah kita kembali saja takutnya nanti salsili dan tri mencari kita"ucap andika beranjak dari tempat duduknya
"owh iya apa kau sudah memeriksa seluruh rumah sakit dan tempat umum lainya termasuk hotel, apartermen, dan villa milik lita"tanya billy yang berjalan berdampingan bersama andika dan menuju mobil mobil mereka masing masing
"sudah semuanya sudah dicek namun tidak ada lita di sana bahkan seluruh rumah sakit dan tempat umum lainya sudah dicek namun tidak ada"
"tidak ada yang ketinggalan satu pun"
"tidak"
saat sampai dimobil mereka pun masuk kedalam mobil mereka masing masing menuju kantor andika
beberapa puluh menit kemudian andika dan billy pun sampai dikantor
billy dan andika pun turun dari mobil dan masuk kedalam kantor dan menuju ruangan andika, disana mereka dikagetkan karena salsili dan tri sudah menunggu disofa dari tadi
"dari mana saja kalian berdua"tanya salsili kesal
"sudah ku duga pasti mereka mencari kami"batin andika, sambil berjalan menuju sofa begitu juga dengan billy
"kami tadi mencari lita dihotel, kami kira dia ada disana namun ternyata tidak ada"ucap billy yang sudah duduk disofa depan tri dan salsili begitu juga dengan andika
"owh..terus kita mau mencari lita kemana lagi"ucap tri memegang dahinya sambil memejamkan matanya
"entahlah kita sudah mencari kemana mana namun tidak menemukan lita"ucap andika
"lantas harus sampai kapan kita begini, kita semua harus bekerja juga, namun lita belum ketemu, bahkan kemarin aku sudah janji pada keluarga lita kalau aku pasti bisa menemukan lita, namu ternyata aku tidak menemukan lita apa yang akan aku katakan pada keluarganya"
"Sebenarnya apa yang terjadi kemarin kenapa lita bisa pergi tanpa kau"ucap billy sedikit marah dan mengerutkan dahinya
"kemarin kami pergi kedesa untuk menanyakan tes DNA, namun semangkin lama kami mengobrol suasananya semangkin panas sehingga ayah lita mengatakan yang sebenarnya kalau lita bukan keluarga kandungnya, dan disitu lita seperti despresi dan lari begitu saja tampa membawaku"ucap salsili
__ADS_1
semua pun terkejut dan tidak menyangka apa yang sudah mereka dengar dari mulut salsili barusan
"jadi dugaanku dan lita selama ini benar"batin tri
"kenapa kau tidak mengikutinya dari belakang"bentak andika
salsili pun terkejut"aku ingin mengikutinya kemarin namun dia memarahiku dia bilang "jangan ikutiku jika kau tidak mau mati" itu yang dia ucapkan kepadaku sampai sampai aku bergemetar mendengarnya, jadi aku menunggu saja setelah 30 menit baru ku susul namun aku tidak menemukanya melainkan haanya menemukan mobilnya saja"ucap salsili dengan nada tinggi
"kalau kau takut kenapa kau tidak menghubungi kami"bentak tri
salsili pun kesal karena selalu dibentak"aku sudah menghubungi kalian tapi tidak satupun dari kalian yang mengangkat telfonku, bahkan aku sudah menghubungi kallian berkali kali namun tidak dijawab, dan kenapa kalian selalu saja membentak ku seakan akan aku yang salah disini"ucap salsili dengan nada tinggi dan sedikit emosi
"huuuu, sudah sudah jangan ribut disini banyak kariawan yang mendengar kalian nantinya"ucap andika menghelai nafasnya
"ya sudah kita cari lagi lita"ucap billy beranjak dari tempat duduknya
mereka pun keluar dari ruangan dan mencari lita lagi
dan kini dikediaman Devan, dikamar devan
dimana lita sedang menunggu dibalkon kamar devan, sedangkan devan hanya duduk diranjangnya saja sambil menatap laptopnya
"mau sampai kapan kita disini, aku sudah bosan dikamar terus"oceh lita menuju devan
"sampai frans pulang dari kantor"ucap devan
"kenapa kau tidak minta bukakan saja pada maidmu supaya kita bisa keluar dari sini"oceh lita yang duduk disofa yang menggunakan baju kaos dan jelana santay devan karena tidak ada pakaian wanita dikamar devan
"apa kau lapar, aku bisa menyuruh maid untuk mengambilkan makan untukmu"
"ya sudah loncat saja dari balkon"
"Aaaa......Aaaaa....Aaa...."teriak lita yang membuat devan menghentikan aktivitasnya dan menutup telinganya
"kenapa kau ini haa, apa kau sudah gila"bentak devan
"iya aku sudah gila karena, aku bisa bisanya satu kamar denganmu bahkan kau memeluku tadi malam, padahal aku tidak kenal denganmu bahkan kau tidak kenal denganku"ucap lita dengan nada tinggi
"pantas saja, kalau kau mau keluar sana loncat saja dibalkon"ucap devan menanjutkan aktivitasnya
"Aaaa.........Aaaa........Aaa......Aaaa......."
"Aaa.....Aaaa...Aaa"ledek devan pada lita yang menbuat lita semangkin kesal
"kau ini bukanya mencari solusi untuk keluar dari sini, malah santai saja"ucap lita menghampiri devan
"hei anak nakal, satu satunya solusi untuk keluar dari sini hanyalah loncat dari balkon sana, selain itu tidak ada lagi cara selain menunggu frans datang dan membuka pintunya"oceeh devan
"Aaa.....kenapa kau tidak memarahi frans dan perintahkan dia untuk membuka pintunya bukanya dia adik lo, kenapa lo yang takut sama dia"
"karena dia lebih menyeramkan daripada lo, jika dia yang bertindak maka ikuti saja kemauanya, kalau tidak.."
__ADS_1
"kalau tidak apa haa, dia akan membunuhku atau aku akan mati ditanganya haa... aku tidak takut sama sekali dengan ancaman itu"
"kenapa kau tidak takut untuk mat??"
"karena sudah tiga kali gue diambang hidup antara hidup dan mati tapi nyatanya aku masih hidup, jadi aku sudah tidak takut yang namanya mati"
"dasar rubah...ya sudah kalau begitu kalau kau tidak takut mati kau loncat saja dibalkon sana, kau kan tidak takut mati bahkan kau sudah tiga kali dijemput maud, namun kau tetap hidup, jadi loncat saja sana supay kau bisa keluar dari sini"
"Aaiisss...bisa bisa kau yang kubunuh"oceh lita pada devan
devan yang mendengar kalau dia akan dibunuh oleh lita, langsung menarik lita hingga jatuh diranjang dengan cepat devan menaiki tubuh lita dan mengoda lita
"apa yang kau lakukan, cepat turun kalau tidak.."
"apa, kalau tidak apa... kau akan membunuhku, silahkan saja kalau kau bisa keluar dari dekapan ku"
"aaa....dasar sialan, mingir...aku tidak bisa bernafas"
"lantas apa urusanya denganku"
"Aiisss kau ini...awass..."
devan pun semangkin menimpa lita dan memeluk lita dengan sangat erat supaya lita tidak bisa bergerak
sedangkan lita yang diperlakukan seperti itu semangkin takut namun tidak bergemetar bahkan rasanya tubuh lita mau menerima sentuhan devan
devan pun membisiki sesuatu pada lita"lo beruntung bisa tidur satu ranjang denganku, bahkan diluar sana begitu banyak wanita yang ingin memiliki ku namun aku menolaknya"
"bahkan mereka rela menjadi maid disini supaya bisa melihatku sepanjang hari"
"lantas apa untungnya buat ku, aku sama sekali tidak nafsu untuk tidur satu ranjang dengan mu, bahkan bagiku kenapa aku sesial ini bisa bisanya aku tidur satu ranjang dengan mu"
"heii...aku tau kau pasti menerima setiap sentuhanku, jadi jangan banyak bicara kita bisa melakukanya sekarang, lagi pula aku tidak pernah menyentuh wanita lain, hanya kau saja yang pernah ku sentuh, bahkan kau sangat beruntung bisa satu ranjang dengan ku"
devan pun mulai bermain, devan terus menerus mencium dan menjilat leher lita, hingga membuat lita gelii
"aku mohon jangan, aku masih terlalu muda jadi jangan lakukan itu"ucap lita terus menerus menghindar namun tidak bisa karena tubuhnya sudah dikunci oleh tubuh devan
devan pun terus melanjutkan permainanya tampa menghiraukan lita
"ada apa denganmu apa kau sudah gila"
"jangan takut aku hanya bermain dilehermu saja, tidak lebih jadi nikmati saja"
"ku mohon jangan.."
"tenang saja aku pasti memperlakukan mu dengan lembut"
"tidak aku tidak mau"
"tahan sedikit mungkin ini akan sakit jika dilepas"
__ADS_1
devan pun terus bermain, namun dia tidak merusak tubuh lita dia hanya bermain dibagian leher lita saja dan meninggalkan bekas disana.
lita pun terus memberontak namun sama saja hanya menguras tenaga saja