
8 Tahun kemudian setelah kejadian itu
dimana kini setelah 8 tahun lamanya tidak terasa usia anak Lita sudah menginjak usia 5 tahun
dimana setelah 2 tahun kemudian dari kejadian itu, Lita dan Devan berencana untuk memiliki anak kembali
dimana setelah kejadian 8 tahun itu dan ditambah anggota baru dikeluarganya membuat Lita merasa kalau hidup barunya sudah dimulai
karena anggota keluarga yang lengkap dan para sahabat yang selalu ada disisinya
Lita pun melupakan semua masalalunya dan fokus dengan masa depan anak dan keluargannya saja
sedangkan kehidupan Billy dan Jana mereka menjadi sangat akrab semenjak putri kecil mereka lahir dan sekarang sudah duduk dibangku SD, begitu juga dengan D.O
lalu bagaimana dengan Andika Salsili dan Tri..??
sekarang hidup mereka sudah memiliki pendamping hidup masing masing dimana Salsili sudah menikah dengan rekan satu timnya sebagai polisi
sedangkan Tri juga sudah menikah dengan atasannya yang dulu pernah menjadi bawahannya yaitu bernama Takama
Sedangkan Andika ia masih sendiri karena sifat pemalunya dia belum menikah namun ia pernah kencan buta dengan seseorang rekan kerjannya namun kencannya digagalkan oleh Lita dan Billy
mereka berdua mengagalkannya bukan karena sengaja, namun Lita dan Billy tau wanita yang disukai Andika bukan seperti wanita yang ia kencani itu yang memiliki sifat penghambur uang
sedangkan kini dirumah besar Lita dan Devan sedang mengadakan acara reuni untuk sahabat Lita
dimana Billy jana Andika Tri Salsil dan suami mereka juga datang keacaranya
sedangkan Hans Hany dan Frans juga mengikuti acarannya karena mereka sedang tidak bekerja
"sayang, cepatlah turun mereka sudah sampai semua" ucap Devan dilantai bawah yang memanggil Lita
"tunggu sebentar " ucap Lita yang berteriak berlari turun kebawah
Devan yang menyadari bahwa Lita sedang berlari pun melihat ke arah tangga
"jangan berlari, berjalan perlahan lahan saja" ucap Devan
"baiklah"
Lita pun berjalan menghampiri Devan dan yang lainnya
"hai..." ucap Tri
Lita pun melihat kearah Tri dan tersenyum manis dan bahagia
"hai.." ucap Lita yang meneteskan air matanya
mereka pun berpelukan dengan erat dan berbagi kehangatan satu sama lain, lalu melepas pelukannya
"kemarilah" ucap Billy pada Lita
Lita pun memeluk Billy
"bagaimana kabar mu dan jana disana" tanya Lita yang masih dipelukan Billy
"kami baik baik saja" ucap Billy melepas pelukannya
"ku harap kau tidak melupakan aku" ucap Andika merentangkan tangannya pada Lita
"itu tidak akan terjadi" ucap Lita tersenyum lepas lalu memeluk Andika
"apa kau sudah punya kekasih" tanya Lita
"Belum."
"ingatlah kau sudah cukup umur untuk menikah"
"aku tau"
"Lita kemarilah" ucap Salsili tersenyum pada lita
"kau banyak berubah, apa kau tidak mengatur pola makan mu" ucap Lita
Salsili pun tersenyum pada Lita dan melihat ke arah suaminya
"apa maksud mu, aku sangat menjaga pola makan ku bulan bulan ini"
"lantas kenapa tubuh mu besar sekali"
"dia sedang hamil 3 bulan lebih" ucap suami Salsili yang bernama Larye
__ADS_1
Lita pun membesarkan matanya dan melihat ke arah perut Salsili
"benarkah, bagaimana bisa kau tidak memberitau kami" ucap Lita memegang perut Salsili
"hanya kau sendiri yang belum tau" ucap Andika
Lita pun terdiam dan mengubah ekspresinya
"apa maksudnya aku sendiri"
"ya hanya kau sendiri yang belum tau, karena aku tidak memberitau mu" ucap Devan
Lita pun melihat ke arah Devan
"apa kau sudah tau juga" ucap Lita menghampiri Devan
suasana haru pun berubah menjadi canggung
"kenapa kau tidak memberitau ku"
"aku ingin memberitu mu, namun mereka melarang ku"
"kenapa"
"karena Salsili ingin memberi kejuta untuk mu" ucap Larye
"kejutan apanya, ini tidak mengejutkan sama sekali" ucap Lita
"apanya yang tidak mengejutkan, kami masih memiliki satu kejutan Lagi" ucap Jana
"apa "
Takama pun masuk membawa seorang putra kecil yang baru saja pandai berjalan kearah Lita
"siapa dia, kenapa Takama membawa anak kecil" tanya Lita
"dia anak ku, baru baru ini dia sedang belajar berjalan " ucap Tri dengan santai
Lita pun melihat ke arah Tri dengan ekspresi kaget
"benarkah, kenapa, kenapa, kenapa tidak memberitau ku kalau kau sudah mempunyai putra..." ucap Lita berjalan ke arah anaknya Tri
"bagaimana bisa ini terjadi, kita sudah 4 tahun tidak bertemu setelah kalian menikah, dan sekarang kalian sudah mempunyai anak" ucap Lita yang mengendong anak Tri ke arah Devan
Lita pun dengan sangat senang mengendong anak Tri dipangkuannya sambil memainkan tangan anak Tri
"dia akan menginjak umur satu taun beberapa bulan ini lagi" ucap Tri yang duduk didepan Lita
" benarkah, ahhh...lihatlah sayang jari jari tangannya sangat kecil" ucap Lita memperlihatkannya ke Devan
"jangan berlebihan, berikan pada orang tuannya dia masih kecil untuk kau bawa bermain" oceh Devan
sedangkan yang lainnya hanya melihat dan menikmati makanan mereka
"diamlah, Soobin, yoona, yooju kemarilah" teriak Lita
3 orang anak kecil pun berlari kearah Lita dengan langkah kecil mereka
"mama..mama..mama.."ucap mereka bertiga
"lihatlah adik kalian, dia sangat imut bukan" ucap Lita memperlihatkan anaknya Tri
"tidak, yang imut disini hanya yooju" ucap Yooju menarik sedikit pipinya
"iya, dan disini yang paling cantik yoona"
"dan paling tampan adalah soobin" ucap soobin melanjutkan ucapan yoona
Lita pun melihat kearah anak anak dengan wajah masam
sedangkan Devan hanya tersenyum melihat tingkah anaknya begitu juga dengan yang lainnya
"mengalah lah sedikit, kalian sudah besar " ucap Lita
"tidak, kami masih kecil benarkan pah.." ucap yoona
"iya, anak papa masih kecil " ucap Devan
"tidak soobin sudah besar kok" ucap soobin yang mengangkat tangannya keatas
"dedek yooju juga sudah besar" sahut yooju
__ADS_1
"kalian ini" oceh Lita yang melihat tingkah anaknya tidak mau mengalah
mereka semua pun tertawa melihat tingkah Lita yang sama seperti anak anaknya yang imut
soobin, yoona, yooju adalah anak kembar 3 dari lita dan Devan mereka bertiga selalu memiliki pendapat yang berbeda, karena mereka memiliki guru yang berbeda beda yaitu Frans(soobin), Hany(yoona), Hans( yooju)
"owh iya, dimana putri mu apa kalian tidak membawanya kemari" tanya Devan pada Billy
"dia tidak ikut, Bella membawanya jalan jalan tadi pagi jadi dia tidak ikut bersama kami" ucap Billy
"owh iya, bagaimana dengan kabar kantor mu apa sudah ada kenaikan" tanya Andika pada Devan
Billy pun melihat ke arah Devan dan Lita
"ada apa, apa perusahaan mu bermasalah" tanya Billy
"ya begitulah, tiba2 akhir akhir ini para kelayen membatalkan kerjasamanya dengan kami dan beberapa berkas rahasia kami dibocorkan begitu saja" ucap Devan
"Bagaimana bisa bukankah ada Lita kenapa bisa sampai begitu" ucap Jana
"beberapa minggu ini aku dan bawahanku selalu pergi kedesa karena aku memperbesar cafe yang ada disana, jadi aku tidak bisa membantunya dikantor" ucap Lita
"benarkah, bukannya seharusnya harus kau lihat dulu siapa yang sudah membocorkannya" ucap Billy
"Devan tidak terlalu mempermasalahkannya" ucap Andika
"bagaimana bisa, bukankah itu masalah serius " ucap larye
"ya begitulah, aku sudah menyelidikinya namun tidak ada jejak jadi aku membiarkannya " ucap Devan
"ya sudah nanti aku akan bekerja sama dengan mu agar perusahan tidak jatuh" ucap Billy
"tidak perlu aku bisa mempertahankannya" ucap Devan
"owh iya jika kalian mau kalian bisa tinggal kembali bersama kami diLondon" ucap Jana
"tidak perlu, lagi pula tamara sudah mau masuk SMA, jadi saat dia akan kuliah nanti saja kami baru pergi keLondon " ucap Lita
"ya, lagi pula si kembar akan masuk sekolah tahun depan" ucap Devan
"baiklah itu terserah kalian saja" ucap Billy
"owh iya bagaimana dengan kalian berdua" tanya Lita pada Tri Dan Salsili
"kami sedang menjalankan cuti" ucap Tri
"owh...apa kau masih cuti" ucap Lita
"ya seperti itulah, aku harus menjaga anak ku untuk sementara waktu ini" ucap Tri
"begitu juga dengan ku, aku sedang hamil anak pertama jadi aku mengambil cuti" ucap Salsili
"jagalah dengan baik kandungan mu" ucap Lita
"itu pasti, aku akan terus mengawasinya nanti" ucap larye
"itu harus"
📲......ponsel Lita berdering
"nikmatilah makanannya aku permisi sebentar" ucap Lita
"baiklah" ucap mereka
"memangnya dari siapa" tanya Devan
"tunggu saja sebentar" ucap Lita
"baiklah"
"Hans Hany" panggil Lita
"ada apa kak" tanya Hany yang pergi berjalan menghampiri Lita begitu juga dengan Hans
"kenapa kak" tanya Hans
"jaga keponakan kalian, dan ajaklah mereka bermain ditaman belakang" ucap Lita berbisik kepada Hany
"baiklah" Hany pun pergi membawa keponakannya ke belakang bersama Hans
lalu Lita pun naik ke atas untuk menjawab panggilannya tadi
__ADS_1