Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
kejadian di kampus tri


__ADS_3

Lita yang di perlakukan seenaknya oleh bella mulai emosi karena perlakuan bella sudah sangat keteraluan ,lita pun berdiri di iringi senyuman yang manis namun memiliki arti di belakangnya


"wah..wah..wah. sepertinya lo tidak apa apa "ucap bella memeluk kedua tanganya


"apa nya yang tidak apa apa kau tadi mendorongnya hingga jatuh"ucap tri dari belakang yang baru saja melihat aksi bella terhadap lita


"wah..sepertinya akan seru ni"ucap siswa yang melihat lita bella dan tri yang akan bertengkar


"iya sepertinya mereka akan berkelahi"jawab siswa lainya dan siap sedia HP untuk merekam kejadian yang akan terjadi nantinya


"Lita apa kau tidak apa apa"sahut salsili yang baru saja datang karena mata kuliahnya sama dengan tri namun berbeda kelas


"iya gue baik baik aja"jawab lita melirik ke arah salsili


"eh...nona Bella jaga ya sikap lo"ujar tri


"kenapa saya harus jaga sikap saya kepada seorang pembantu yang berani beraninya mengambil alih hak saya"ucap bela dan melangkahkan kakinya menuju lita


"asal lo tau ya tu perusahan emang milik lo tapi tidak jadi,karena billy lah yang pantas mendapatkanya"ucap lita menatap bella


"ya memang seperti itu kini perusahan itu memang milik billy ,tapi kenapa lo yang menguasai nya"ucap bella yang awalnya santay kini menarik rambut lita sepontan membuat tri dan salsili marah dan akan membalas namun di hentikan oleh lita


"wah..wah..sepertinya si bangkai ini belum keciuman ya ,sampai sampai di bela terus menerus"ucap bella melepaskan cengkraamanya dari rambut lita menuju rahang lita


"apa yang kau inginkan "tanya lita yang diam saja tanpa melawan

__ADS_1


"diam lah bangkai karena sebentar lagi kau akan mengeluarkan bau mu"ucap bella melepaskan cengkramanya


"kenapa lo diam aja lit "ucap salsili mulai geram dengan perlakuan bella


"lo diam gue tau lita ngerencanain sesuatu"bisik tri kepada salsili. salsili pun diam


"baik lah aku akan menjawab pertanyaan mu tadi lita"ucap bella yang tersenyum licik


"silahkan nona apa mau anda"ucap lita mempersilahkan bella berbicara


"baiklah saya.."


"langsung inti"sahut lita memotong pembicaraan bella yang bertele tele


"saya mau kamu dan sahabat sahabat lo ni menghilang dari muka bumi "ucap bella langsung ke inti


"wow.. jangan terburu buru aku masih ingin melihat mu menderita dulu"ucap bella melilitkan jari jarinya ke leher lita


"kau sangat polos"sambung bella menyakar leher lita hingga mengeluarkan darah,lita pun langsung menjerti ke sakitan namun sakit itu hanya seketika


plakkkk....satu tamparan mengenai pipi mulus bella


brruukkkkk....satu tendangan mengenai perut bela ,hingga bella terpental jauh hanya dengan satu kaki saja


belum puas lita menampar dan menendang bella lita menyeret bella dan menarik rambut bella secara paksa

__ADS_1


bella pun merintih kesakitan akibat perlakuan lita terhadapnya


"lita lepasin aku..."ucap bella karena lita menyeretnya yang sedang terduduk dan menjerit kesakitan


sementara siswa yang melihatnya hanya menyondorkan kamera dan bertanya tanya satu sama lain siapa lita mengapa bisa sekuat itu,sedangkan salsili dan tri hanya tertawa terbahak bahak


teman bella yang ada di samping bella tadi hanya bisa melihat saja karena mereka takut jika di perlakukan seperti bella juga ,ya meskipun mereka awalnya tertawa akibat perlakuan bella kepada lita ,namun kini mereka lah yang sangat ke takutan


melihat ekspresi lita yang tersenyum saja mereka sudah takut apa lagi akan membantu bella yang ada mereka mati berdiri"ucap tri sambil tertawa


iya itu benar coba lita memberikan kita kesempatan untuk mengerjain teman temanya bela pasti akan seru meskipun 4 lawan 2"ucap salsili tertawa lirih


sementara kini lita sudah sampai di wc setelah menyeret bella


"apa ada yang sakit"tanya lita melepas cengkraman nya


"sialan lo"ucap bella


lita pun berlalu pergi tanpa mendengarkan bella


Sedangkan kini pria Tampan yang sedang duduk di kursi besarnya sedang memikirkan seseorang wanita yang membantunya hingga sangat jaya


entah apa yang ia pikirkan hingga membuatnya hanya melamun dengan tatapan kosong


karena tidak bisa lama lama memendam akhirnya ia memutuskan untuk menelfon orang yang sedang ia pikirkan

__ADS_1


📞:"hallo..


__ADS_2