Adik Ku Seorang Mafia

Adik Ku Seorang Mafia
bersiap siap


__ADS_3

Malam pun tiba


Dimana kini Tri dan salsili yang barusaja pulang bekerja dan berpas pasan dijalan karena rumah mereka berselisih dimana salsili menggunakan mobil pribadinya sedangkan tri menggunakan mobil Dani untuk pulang karena mobilnya masih dirumah lita


salsili yang melihat mobilnya dihadang pun langsung turun dan mengecek siapa yang menghadang mobilnya


sementara tri hanya mengoceh didalam mobilnya


"ada apa dengannya apa dia tidak mengenalku"oceh tri


tok tok tok…salsili mengetuk kaca mobil


tri pun membuka kaca mobilnya, dan betapa terkejutnya salsili melihat tri yang duduk santai tapi wajahnya murung


"tri…mobil siapa ini dan kenapa kau bisa pulang bukanya kau masih tugas"ucap salsili melihat dari jendela mobil


"masuklah didalam mobilmu, kita pergi makan sebentar nanti aku jelaskan disana"ucap tri menutup kaca mobilnya


"baiklah…"


salsili pun menaiki mobilnya dan mengikuti mobil tri dari belakang hingga sampai dicafe om yain wo, disana mereka pun memesan minuman dan beberapa cemilan


sementara orang yang ada didalam cafe, melihat kearah tri dan salsili karena salsili dan tri masih menggunakan seragam polisi dan tentara, karena orang yang ada didalam cafe takut kalau ada razia karena jarang sekali bahkan tidak pernah ada polisi mau pun tentara yang masuk dicafe tersebut


sementara salsili dan tri hanya diam dan mengobrol saja dan tidak menghiraukan yang lain


"sekarang jawab pertanyaanku tadi"ucap salsili sambil memakan cemilannya


"itu mobilnya dani aku meminjamnya untuk aku pulang, besok karina dan dani akan mengambilnya kembali dirumahku"ucap tri


"hmm…owh iya bukanya kau baru masuk kerja lagi ya kenapa kau bisa pulang, bukanya dulu kalian menginap"


"bukanya besok siang kita akan berangkat keLondon ya, jadi aku mengambil cuti lagi untuk beberapa hari"


"kau ini baru saja masuk udah cuti lagi"oceh salsili yang menghabiskan minumannya


"terserahku, lagi pula bukan urusanmu"


"aku tau itu"


"ya sudah habiskan cemilannya kita pulang sekarang "


"hmm"


tri pun beranjak dari tempat duduknya dan menuju kasir untuk membayar tagihan.


Setelah membayar salsili pun menyusul tri yang sudah menunggu didepan pintu


Mereka berdua pun masuk kedalam mobil masing masing dan menuju rumah mereka yang berselisih


……


Pagi pun tiba


Dimana lita harus bersiap siap untuk membuat sarapan untuk keluargannya


Setelah selesai memasak lita pun membangunkan seluruh anggota keluarga untuk sarapan


semuanya pun bangun dan pergi kemeja makan, sedangkan lita naik keatas untuk membersihkan diri dan membangunkan devan


Ceklak…pintu kamar pun terbuka


"kau sudah bangun"ucap lita yang melihat devan duduk diatas ranjang sambil memainkan ponselnya


"hmm aku baru bangun"ucap devan menyimpan ponselnya kembali diatas meja


"mmm ya sudah mandi dan turun kebawah untuk sarapan"perintah lita


"hmm nanti dulu aku mau sarapan dulu baru mandi"ucap devan beranjak dari ranjang


"terserah kau saja, turun kebawah dan bergabunglah dengan mereka"ucap lita memasuki kamar mandi


"hmm"


devan pun turun kebawah dan ikut sarapan dengan yang lain, sedangkan lita pergi mandi untuk membersihkan diri

__ADS_1


Meja makan


"pagi semua…"sapa devan duduk dibangku


"hmm"


"dimana anak nakal itu kenapa dia tidak turun bersamamu"tanya ayah pada devan menyebut lita anak nakal


"dia mandi"ucap devan yang menyantap makananya


"ayah…kenapa kau selalu saja menyebut lita sebagai anak nakal hha"oceh ibu


"bukan urusanmu, lagi pula dia itu memang nakal dia seperti anak kecil yang baru belajar berjalan, dia membangunkan kita hanya untuk sarapan, sedangkan dia, kita tidak pernah membangunkannya"oceh ayah


"hmmm ayah benar, kakak lita selalu saja membangunkan kita meskipun kita masih mengantuk, tapi giliran dia yang dibangunkan dia malah marah marah tidak jelas"sambung tina


ya semuanya memang benar, karena lita memang susah sekali untuk dibangunkan, tapi jika dia yang membangunkan orang, orang itu harus bangun tampa bantahan.


………


"sudahlah makan saja sarapan kalian, syukur syukur dia masih mau membuatkan kita sarapan"sahut lia


"hmm kakak benar, untung saja aku masih mau membuatkan kalian sarapan, kalau tidak kalian pasti akan makan mie instan saja"sambung lita yang tiba tiba saja datang dan ternyata dari tadi lita mendengar ocehan tina dan ayah


semua orang pun melihat kearah lita dan dengan secepat kilat mereka mengalihkan pandangan mereka dan menghabiskan sarapan mereka lagi


"sayang apa kau sudah selesai mandi"ucap devan merayu lita supaya tidak melanjutkan amarahnya


"sudah, dan kau cepatlah habiskan sarapanmu dan mandi"oceh lita yang sudah duduk disamping devan


"iya…lagi pula sarapanku sudah hampir habis, kalau gitu aku duluan ya"ucap devan beranjak dari duduknya dan menaiki anak tangga


sementara yang lainya juga dengan cepat menghabiskan sarapan mereka, karena takut lita ocehi


"aku sudah selesai sarapan"ucap tina


"aku juga"sambung lia


"kami semua sudah selesai sarapan jadi kami duluan ya kak "ucap ibu menyebut lita kak dan mereka semua pun beranjak dari tempat duduk mereka dan meninggalkan lita sendirian dimeja makan


Lita pun sarapan sendirian dan menyelesaikan sarapannya dengan santay sambil memainkan ponselnya


setelah selesai sarapan lita pun naik keatas untuk menyiapkan beberapa pakaian devan untuk pergi keLondon.


pukul 10 : 45


Dimana kini lita dan yang lainnya sudah menuju bandara


beberapa puluh menit kemudian, dimana lima buah mobil yang baru datang secara bersamaan


Semua orang yang baru saja tiba dibandara langsung turun dari mobil


dan saat jana dan billy keluar dari mobil betapa terkejutnya jana melihat mobilnya ada juga disana yang dipakai oleh keluarga lita


"billy bukanya itu mobilku "ucap jana melihat kearah mobil yang mirip dengan mobilnya


"hmm itu mobilmu"ucap billy menguruh anak buahnya menurunkan barang barangnya


"kenapa lita pakai"ucap jana ketus


"tentu saja itukan mobilnya sekarang"ucap billy


sementara lita yang melihat jana sedang keringat dingin sambil melototi mobilnya langsung menghampiri jana


"heii… apa kau marah aku menggunakan mobilmu"ucap lita ketus


jana pun melihat kearah lita dengan sedikit pucat dan keringat dingin karena takut


"aahh tidak, aku tidak marah lagi pula itu kan mobilmu sekarang jadi kau boleh memakainya"ucap jana


"owh.. apa kau sedang berbohong"tanya lita menatap jana tajam


jana pun semangkin takut dan bergemetar


"aa tidak aku tidak berbohong"ucap jana

__ADS_1


"kenapa kau pucat sekali, bergemetar dan keringat dingin apa kau sakit"tanya lita yang memegang dahi jana


jana pun melihat tangan lita yang menempel didahinya yang membuat dia semangkin ketakutan


sementara yang lainnya hanya melihat dan memegang koper mereka masing masing


"iya mungkin aku sedikit demam"ucap jana


"owh…"


lita pun berjalan meninggalkan jana dan menghampiri billy


"hei...apa yang dia katakan tadi pada mu"bisik lita pada billy


"sudahlah jangan dibahas lagi, keberangkatan kita tidak lama lagi"ucap devan menarik leher lita dan mencium dahi lita didepan semua orang


Sementara devan yang melihat kejadian itu menahan emosinya dan berjalan menghampiri lita


sementara jana hanya melototi billy dan menutup mulutnya karena rasa tidak percaya


begitu juga dengan yang lain kecuali andika tri dan salsili


"kita pergi sekarang"ucap devan menarik lita


"iya"ucap lita senyum senyum melihat kearah devan karena lita tau kalau devan sedang cemburu


andika salsili dan tri pun menghampiri lita


"hei sayang kemarilah"ucap andika menarik lita dan memeluk lita


"bay... sampai ketemu disana nantinya"ucap salsili memeluk lita


"iya bay.."ucap lita


salsili tri dan andika pun memeluk lita yang membuat devan semangkin naik darah


"sudah…kita pergi sekarang"ucap devan menarik lita


"tunggu dulu"ucap andika mencium dahi lita


"bay..."ucap andika


"hei...kenapa dengan kalian, bukannya kalian sudah tau kalau lita istri gue"oceh devan yang semangkin memanas


"kami tau"ucap billy dari belakang


"ceehh..."oceh devan


Devan pun menarik lita dan meninggalkan yang lainnya


sementara yang lainnya hanya mengeleng gelengkan kepala mereka


"tunggu sebentar aku melupakan sesuatu"ucap lita berlari kearah anak buahnya


"apa lagi yang dia lakukan apa dia mau memeluk anak buahnya juga"oceh devan melihat kearah lita


"mungkin"sahut andika menepuk nepuk bahu devan


"bersabarlah"ucap billy yang menepuk bahu devan juga dan berlalu pergi


"Kembalikan mobil devan dirumahnya dan mobil ini simpan di(…) dan yang satunya juga"ucap lita dan meninggalkan anak buahnya begitu saja dan menghampiri devan


"kenapa dia selalu saja membuat suaminya naik darah"oceh lia


"hmm dia selalu saja menbuat kak devan cemburu, padahal kurang apa coba kak devan udah baik, ganteng, sabaran, tidak pernah marah marah, lembut"sambung tina


"sudahlah itu urusan mereka"sahut dio


mereka pun berjalan menuju pesawat yang akan mereka tumpangi


lita dan keluarganya pun berpisah dengan mereka billy karena mereka billy duduk dibagian depan sedangkan mereka lita dibagian belakang karena mereka lita membeli tiket selisih sehari dari mereka billy.



__ADS_1


__ADS_2