
Keesokan harinya dimana kini Lita sudah bersiap siap untuk menjemput jana
"apa kau tidak butuh aku temani"tanya devan yang baru saja keluar dari kamar mandi
"tidak, aku hanya mau minta tolong saja dengan mu, tolong kau awal ayah dan ibu, kalau kak lia dan tina bisa dengan kak dio dan bawahan ku untuk mengawal mereka"ucap lita sambil mengenakan gaunnya
"owh...baik lah, kau hati hati nantinya aku dan yang lainnya akan menunggu digereja"ucap devan yang mengambil stelan jasnya dilemari pakaian
"iya, aku titip mereka denganmu"ucap lita menghampiri devan dan membantu devan mengenakan jasnya
"iya kau tenang saja"ucap devan mengecup dahi lita
"hmm.., sudah turunlah duluan aku akan menyusul nantinya"ucap lita sambil berjalan menuju meja riasnya
"ya jangan terlalu lama"ucap devan sambil berjalan menuju pintu
"iya.."
Lita pun merias dirinya sesederhana mungkin, karena lita paling malas yang namanya sesuatu berlebihan
setelah selesai, lita pun turun kebawah menyusul yang lainnya yang sedang sarapan
Meja makan
"kak lita lama sekali, apa dia baru bangun"ucap tina melihat kearah devan sambil mengunyah makanannya
"tidak, dia sudah lama bangun, mungkin lagi merapikan dirinya" ucap devan yang memakan sarapannya
"owh..."angup tina
"itu dia baru turun"ucap dio yang baru saja melihat kehadiran lita
mereka semua pun melihat ke arah lita kecuali Devan yang masih melanjutkan sarapannya
"apa kau akan pergi kegereja dengan pakaian seperti itu"ucap ayah yang melihat penampilan lita yang sedikit terbuka
"memangnya kenapa, lagi pula aku akan ganti pakaian ku nantinya jika sudah sampai dirumah jana"ucap lita yang duduk disebelah devan
"terserah kau saja, lagi pula itu hak mu"ucap ayah melanjutkan sarapannya
"hmm..."angup lita
"owh iya, nanti kalau billy sudah selesai menikah, apa kita langsung pulang ke Seoul atau tinggal beberapa hari lagi disini"tanya lia yang duduk disamping dio sambil menyantap makanannya
"mungkin, kita tinggal beberapa hari atau 1 - 2 minggu disini"ucap lita yang duduk santai sambil menyantap sarapannya
"kenapa...bukannya kau bilang kita disini cuman beberapa hari saja, kenapa kau undur lagi harinya"ucap ibu yang duduk didepan lia
"aku mau mengurus urusan kantor dulu disini, karena mungkin Billy dan jana akan bulan madu diluar kota"ucap lita
"kenapa kau masih bekerja"tanya ayah yang duduk didepan dio sambil menyantap makanannya
"kalau aku tidak bekerja, kita semua mau makan apa tidak mungkinkan kita hanya diam saja, namun tiba tiba kita dapat uang banyak tampa kita bekerja"ucap lita ketus
"bukannya kau sudah banya uang, kenapa kau harus bekerja lagi, uang mu kan banyak nikmati saja yang ada" sahut tina
lita pun melihat kearah tina dengan tatapan tajam
"kau pikir hidupmu itu cuman sehari, sehingga kau hanya mau menikmati tampa bekerja keras"oceh lita
"kalau aku bekerja keras, untuk apa kau dilahirkan didunia ini kalau kau tidak mau bekerja untuk ku dan yang lainnya"ucap tina yang membuat lita jengkel
"kau ini..semoga saja kau cepat menikah dan menghilang dari pandangan ku supaya aku tidak menangani seluruh kebutuhan mu lagi"ucap lita yang sedang kesal
__ADS_1
"enak saja umur ku masih terlalu muda untuk menikah, lagi pula uang mu tidak akan habis oleh ku jadi kau tenang saja dan kau kan punya suami yang sangat kaya jadi kalau uang mu habis kau bisa minta dengan suami mu"ucap tina melihat kearah lita sambil menaik- naikan kedua alisnya
"kau pikir aku seperti mu yang selalu saja bergantung pada orang"ucap lita membalas tatapan tina
"cieh...kalau aku tidak sekolah aku tidak akan menyusahkan orang"ucap tina
"apa kau yakin"sahut ibu sambil melihat tina yang duduk disampingnya
tina pun melihat kearah ibu dan mengingat kejadian kejadian yang memalukan bagi tina
"ibu..jangan meledek ku, lagi pula itu semua sudah lama jadi jangan dibahas lagi"ucap tina merengek kepada ibu
"iya iya..ibu tidak akan membahasnya lagi"ucap ibu melanjutkan sarapannya
"aiss...dasar muka dua"ucap lia
" diam lah aku malau jika mengingat kejadian itu"ucap tina sedikit kesal
"hmmm...lanjutkan sarapan mu kita akan berangkat sebentar lagi"ucap ibu
"iya ibu.."k
"owh iya nanti kalian dulu berangkatnya, nanti aku nyusul saja"ucap lita
"memangnya kau mau kemana lagi"tanya ayah
"aku ada urusan sebentar jadi kalian pergi duluan"ucap lita
"hmm..."
mereka semua pun melanjutkan sarapannya sampai selesai
"kami pergi dulu, cepatlah menyusul"ucap devan yang ada dihadapan lita sambil mengecup dahi lita
"iya...bay...."ucap lita melambaikan tangannya kepada devan dan yang lainnya
"iya...."
mereka semua pun pergi ke arah gereja dan meninggalkan lita sendirian didepan rumah.
setelah mobil mereka devan sudah tidak kelihatan lagi lita pun pergi kebagasi dan mengeluarkan mobilnya
lita pun melaju mobilnya menuju kediaman jana
"persiapkan semuanya"ucap lita yang menghubungi seseorang di seberang ponselnya
"semuanya sudah siap nona"ucap orang yang lita hubungi tadi
pembicaraan yang singkat pun selesai, lita pun terus melaju mobilnya menuju kearah kediaman jana
Sementara kini dikediaman jana
"ayah dan mami berangkat dulu, kau nanti dengan lita menyusul ya"ucap ayahnya jana
"iya yah...bay.."ucap jana melambaikan tangannya krpada kedua orang tuanya
ayah dan ibu jana pun pergi duluan dan meninggalkan jana yang masih berdiam diri didepan rumah sambil menatap mobil orang tuanya yang semangkin lama semangkin tidak kelihatan
jana pun masuk kedalam rumah dan menunggu disofa
tak lama kemudian lita pun sampai dikediaman jana
tit tit tit..
__ADS_1
"apa itu lita"ucap jana sambil berjalan kearah luar rumah
jana pun melihat sebuah mobil sport berwarna putih dan dihiasi bunga dengan sangat rapi dan indah
jana pun sangat kagum dan terpesona melihat mobil yang baru saja datang
"lita...apa kau yang menghiasnya"tanya jana sambil menghampiri lita yang baru aja turun dari mobil
"ya...kami yang menghiasnya, apa kau suka"ucap lita yang berdiri disamping mobilnya dan menepuk nepuk mobilnya
"ya ini sangat cantik"ucap jana yang sangat kagum dengan mobil yang dihias oleh lita tri dan salsili
"kalau begitu aku mau ganti gaun ku dulu, kau tunggu saja disini aku hanya sebentar"ucap lita masuk kedalam rumah dan meninggalkan jana didepan rumah
"hmm.."
lita pun masuk kedalam dan menganti pakaiannya yang sudah disediakan jana untuk lita
beberapa menit kemudian, lita pun selesai menganti gaunnya
"kalau begitu kita pergi sekarang"ucap lita menghampiri jana dan membantu jana memegang gaun pengantinnya dibagian belakang karena gaun pengantin jana bagian belakang sangat panjang
jana pun naik kemobil dan tak kalah terkesannya jana melihat ini dalam mobil yang penuh dengan kelopak bunga mawar warna merah muda dan aroma bunga yang sangat wangi
lita mun naik kemobil juga setelah mrmbantu jana menaiki mobil
"kau siap"tanya lita sambil menatap jana
"ya aku siap"jawab jana dengan sangat semangat dan senang
"baik lah pegangan yang kuat"ucap lita menarik gas mobilnya
lita pun melaju mobilnya dengan kecepatan sedang karena menghindari kecelakaan jika terlalu cepat melaju mobilnya
"apa billy seromantis ini kepada ku, sampai sampai seluruh bunga kesukaan ku dia beli untuk mengias mobil yang akan aku tumpangi"batin jana yang melihat lihat seluruh isi mobil dan luaran mobil yang dibiasi bunga kesukaan jana
ya jana yang sepertinya sangat polos namun menyimpan banyak rasa didalamnya, jana yang sangat suka dengan bunga bahkan jana mrmbuka tokoh bunga dan didalam tokoh itu terdapat berbagai jenis bunga yang berbeda beda
"lita..apa aku akan menjadi seorang istri sebentar lagi"tanya jana pada lita yang masih fokus menyetir
lita pun melihat kearah jana dan tersenyum lebar pada jana
"memangnya apa yang kau rasakan"tanya lita balik
"entahlah aku merasa kalau aku merasakan ada cinta didalam diriku dan didalam pikiran kalau aku akan menjadi sekorang istri yang sangat dicintai karena sebentar lagi aku akan menikah"ucap jana yang menatap jalan d3ngan tatapan kosong
"ya kau pasti akan sangat bahagia jika kau menikah dengan billy, karena aku tau billy itu orangnya bagaimana, jika dia sudah mencintai seseorang maka dia akan melakukan apa pun untuk melindungi orang itu supaya orang yang sudah ia sayangi itu aman jika bersamanya"ucap lita yang membuat hati jana tersentuh
"apa billy sudah mencintai ku setulus hatinya"tanya jana mengalihkan pandangannya pada lita
"aku tidak tau, yang pasti billy akan membahagiakan mu nantinya"ucap lita memegang tangan jana agar jana bisa percaya dengan ucapan lita
"hmm..dia pernah bilang kalau dia akan belajar membuka hatinya untuk ku dan dia minta kepadaku untuk bersabar dulu"ucap jana membalas pegangan lita
"owh iya jika kau sudah menjadi istri sah billy nantinya gue minta tolong dengan lo kalau billy sedang marah tolong jangan membuat dia semangkin marah ya dan cobalah untuk tenangkan pikirannya dan lakukan hal apapun supaya dia tidak mudah marah"ucap lita yang masih fokus menyetir dan memperingati jana
"memangnya kenapa?? hmm..tapi aku janji kepada mu kalau aku tidak akan membuat billy marah"ucap jana
"dia orangnya sangat dingin dan jika dia marah maka apapun akan dia lakukan supaya emosinya mereda"ucap lita
"apapun?? apa termasuk...."ucap jana yang berpikir tidak tidak
"sudahlah...dia jarang sekali marah jadi jangan pikirkan yang tidak tidak"ucap lita memotong pembicaraan jana
__ADS_1
"hmm...baiklah"ycap jana
lita pun terus melaju mobilnya dan diikutioleh anak buah lita, dibelakan dua dan didepan satu