
setelah beberapa menit andika pun sampai di tempat duduk di mana di sana ada salsili dan tri dan juga yang lainya
andika membawa empat botol air minelar dan beberapa obat pusing , supaya salsili dan tri tidak mabuk
"baik lah kita akan segera barangkat "ucap andika
"iya kami tau"jawab salsili
"ya sudah jaga diri kalian masing masing dengan baik dan ingat jangan merepotkan lita di sana"tutur bibi yuni
"iya bi.."jawab tri
"ya sudah kami berangkat dulu ya mama"ucap salsili memeluk mamanya
"iya hati hati di sana , jaga diri mu baik baik. mama dan papa akan merindukan mu" jawab mama salsili membalas pelukan salsili
"tri pamit juga ya bi om "pamit tri memeluk satu per satu bibi yuni dan om yain
"andika jaga tri dan salsili di sana , jangan segan segan memarahinya jika mereka membuat masalah"ucap om yain wo , menepuk nepuk pundak andika
"ia om , itu pasti"jawab andika
"ya sudah kita pergi sekarang keberangkatan kita tinggal 5 menit lagi"tutur andika kepada slsili dan tri
"iya.."
"ya sudah sampai jumpa minggu depan"
"iya ,bay bay...."
setelah perjalanan beberapa jam di dalam pesawat salsili dan tri hanya diam dan tidur di dalam pesawat karena takut mabuk dan akan andika marahi jika mereka mabuk , karena mereka sudah meminum obat dan jika masih mabuk andika mengancam mereka berdua
ancaman andika yang membuat salsili dan tri takut ,akhirnya mereka memutuskan untuk tidur di dalam pesawat daripada mabuk dan akan di marahi
"andika apa kita belum sampai"tanya tri yang sudah banngun
"belum ....mungkin 2 jam 47 menit lagi kita sampai"jawab andika melihat jam yang melingkar di tanganya
"owh....apa lita sudah tau kalau kita akan menyusulnya di sana"tanya salsili yang sudah bangun juga karena mendengar percakapan antara andika dan tri
"tidak...lita dan billy belum tau kalau kita akan pergi ke london"jawab andika
"kenapa mereka belum di kasi tau "tanya salsili lagi
"jika mereka tau maka kita akan kembali lagi ke seoul dan tidak akan pergi ke london"tutur andika
"kenapa mereka harus melarang kita pergi ke sana"tanya tri
"di sana berbahaya bagi kalian yang belum pernah ke negara orang asing"jawab andiak
"apa nya yang berbahaya"tanya salsili
"di sana negara yang cukup bebas tidak kalah jauh dengan Amerika"jawab andika
__ADS_1
"memangnya kalau bebas kenapa"tanya tri
"hhaaa...kalian ini mau sampai kapan bertanya terus kepada ku"ucap andika mulai geram
"aaa... kami hanya bertanya "ucap salsili polos
"baik lah aku akan menjawabnya, (pertama) di sana banyak godaan terutama soal minuman keras yang tidak boleh kalian konsumsi di usian dini,
(ke dua) jika lita tau kalian ada di sana ia akan mengocehi kalian berdua tentang peraturan peraturan yang lebih dari pada peraturan yang aku berikan kepada kalian
(ke tiga) di sana banyak orang yang berbahaya untuk keselamatan kalian berdua..."
"tri kan memiliki ke ahlian di dalam bidang itu begitu juga dengan ku , aku juga sedikit mengerti di dalam bidang itu"sahut salsili memotong pnjelasan andika
"aiss kau ini aku belum selesai menjelaskan"ucap andika geram
"iya baik lah..maaf"
"di sana kalian tidak bisa melakuakan apa pun karena kalian bukan warga asli di sana...."sambung andika lagi lagi pembicaraanya di putuskan
"kita kan memiliki paspor jadi mereka tidak bisa seenaknya kepada kami"potong tri
"Aaa...aku belum selesai berbicara kenapa kalian selalu memotong nya"ucap andika semangkin geram
"iya iya maaf"
"di sana jika kalin membeli barang sembarangan maka kalian akan di curigai oleh orang sekitar..."ucap andika di potong lagi
"kenapa mereka harus curiga dengan barang yang kita beli"potong salsili
"apa hanya itu yang harus kami waspadai"tanya tri
"tidak tau"jawab andika memejamkan matanya karena kesal
"kenapa kau marah kepada kami"ucap salsili
"aku tidak tau biarkan lita saja yang memarahi kalian nantinya dan melanjutkan penjelasan ku"ucap andika ketus
"kenapa kalian selalu memarhi kami"tanya tri yang mulai sedih
"iya kenapa kalian selalu memarahi kami"sambung salsili
"aku tidak tau "
"ya sudah kau akan kami laporkan kepada lita kalau kau selalu memarahi kami"ancam tri
"laporkan saja aku tidak takut, pasti sebaliknya kalian lah yang akan di marahi oleh lita habis habisan"ucap andika santai dan penuh ancaman
"ya sudah kami akan diam saja "
"kalian tidak akan diam saja di sana, pasti kalian akan tergoda dengan club malam , karena di sana club nya bebas"tutur andiak
"kami tau"
__ADS_1
"ya sudah sebentar lagi kita akan mendarat jadi siapkan mata kalian melihat london dari ketinggian"ucap andika
"apakah indah jika di lihat dari atas"tanya salsili
"ya sangat indah"
"tri apa kau pernah melihatnya "tanya salsili
"belum "
"owh....apa kau memang belum pernah pergi ke luar negri"tanya salsili lagi
"belum ...bagai mana dengan mu"
"sama aku juga belum"
"owh..."
"bagaimana dengan korea utara apa kalian belum pernah juga"aambung andika
"belum.."
"owh....."
"wah...kita sudah mendarat "
"hmm.."
"kita akan turun siapkan barang barang kalian jangan sampai ada yang ketinggalan"ucap andika
"kami hanya membawa beberapa helai pakaian saja dan uang untuk kebutuhan kami selama satu minggu di sini"ucap salsili
"ya bagus kalau gitu"jawab andika singkat"baik lah semuanya sudah hampir turun semua , jadi jangan sampai berpisah " sambung andika
"Ok."
mereka pun turun dari pesawat dan menuju tempat di mana mereka akan menunggu tumpangan mereka datang
"wah..wah..london begitu luas , rasanya aku sedang bermimpi"ucap salsili tanpa malu terhadap orang sekitar
"apa ini yang lita rasakan saat ia partama kali datang ke negara ini" ucap tri
"tidak ia merasa sedih kerena harus berpisah dengan kita" sahut andika
"kenapa dia harus sedih"
"entah lah ia merasa hidupnya sangat tidak nyambung karena hanya dia dan billy saja yang menjalani nya" jawab andika
"wah...ku kira dia tidak pernah peduli kepada kita di seoul karena sikap dingin nya kepada kita , ternyata ia sangat peduli "ucap salsili
"ya sudah jangan mengocehi nya , siapkan mental mu karena kita akan ia marahi nantinya jika kita bertemu dengannya"ucap tri
"iya iya"
__ADS_1
"15 menit lagi jemputan kita datang"