
Malam pun tiba, Dimana setelah seharian mengerjakan semua keperluaan pernikahan billy dan jana kini saatnya semuannya beristirahat untuk membuang lelah setelah seharian ini
tring tring tring.....ponsel Lita berbunyi
lita pun mengangkat telfonnya yang dari tri
π:"lo kemana, kita bertiga mau kerumah lo, lo ada kan dirumah"tanya tri
:"iya ada, memangnya siapa siapa"tanya lita yang sedang berkumpul dengan yang lainnya diruang tv
π:"gue salsili sama andika sebentar lagi kita kesana"ucap tri
:"billy?..memangnnya dia tidak ikut"tanya lita
π:"entahlah dia bilang tidak mau bertemu dengan devan"
:"owh, memangnnya kenapa "
π:"tidak tau, ya sudah bay....kita mau jalan dulu"
:"hmm...."
panggilan pun terputus, lita pun melanjutkan aktivitasnya yang menonton tv
"siapa yang menelfon kak"tanya tina yang duduk disamping lita sambil memakan cemilan
"tri.."
"owh.."
"memangnya ada apa"tanya ibu
"dia mau main kesini"ucap lita
"memangnya mau ngapain"tanya ayah
"entahlah...dia bilang hanya mau main kesini"ucap lita mengangkat kedua bahunya
"hanya tri sendiri atau yang lainnya juga"tanya ayah lagi
"memangnya kenapa kalau mereka semua yang main kesini"ucap lita ketus
"tidak...ayah tau tujuan mereka disini mau ngapain jadi ayah bertanya"ucap ayah ketus juga
"memangnya ayah tau apa dari mereka"ucap lita ketus
"bukan hanya ayah yang tau tapi kami semua juga"sahit lia
"memangnya kalian tau apa"tanya lita bingung karena jarang sekali keluarganya satu pikiran dan bingungnya lagi mereka satu pikiran karena sahabat lita
"tentu saja mereka datang kesini hanya untuk membuat kak devan cemburu dan berusaha menyingkirkan kak devan" sahut tina
Devan yang merasa namanya dibawa pun jadi bingung
"memangnya kenapa denganku kenapa aku dibawa bawa"tanya devan
"tentu saja kau dibawa, karena kalau mereka datang pasti mereka membuat mu naik darah"oceh lia
"benarkah..."ucap devan
"hmm, iya kan kak lita"ucap ibu
"aku tidak tau"ucap lita ketus
tring tring tring.....ponsel lita berbunyi
"siapa lagi itu"tanya lia
"siapa lagi kalau bukan teman temannya"oceh tina
"lagi pula bukan urusan kalian"oceh lita
dan mengangkat telfon dari ayah jun (ayahnya jana)
:"iya yah..ada apa"tanya lita
π:"tidak..ayah hanya mau berterimakasih karena sudah membantu kakak jana mempersiapkan semuannya"ucap ayah jun
:"iya tidak masalah yah..lagi pula jana kan kakak ku jadi wajar wajar saja aku membantu dia"ucap lita dengan lembut tapi sebenarnya susah sekali baginya untuk berbicara lembut
π:"iya kau benar, owh iya ayah dan momi mau mengundang mu makan malam dirumah apa kau bisa"tanya ayah jun
:"sepertinya tidak bisa yah..soalnya teman teman ku mau datang jadi lain kali saja maaf ya yah.."ucap lita mempertahankan suara lembutnya
π:"iya tidak apa apa, ya sudah ayah tutup dulu telfonya bay..."
:"iya yah..bay..selamat malam "ucap lita
lita pun memutuskan panggilannya
Kediaman jana
"bagaimana yah apa lita mau"tanya ibu jana
"dia tidak sempat"ucap ayah jun
"owh..ya sudah lain kali saja"ucap ibu jana
mereka pun melanjutkan makan malam mereka
Kediaman lita
__ADS_1
"siapa"tanya devan
"ayah jun.."ucap lita
"Ooo"
ting tongβ¦bel rumah berbunyi
lita pun beranjak dari duduknya dan menuju pintu dan membukanya
lita pun melihat siapa yang datang dan ternyata tri dan yang lainnya
"kok billy ikut juga, bukannya tadi tidak mau datang ya"ucap lita sambil mempersilahkan temannya masuk
mereka pun masuk kedalam
"iya dia kami paksa"ucap salsili
"duduklah"ucap lita mempersilahkan temannya disofa ruang tamu
"hmm..."
mereka pun duduk dimana billy dan andika duduk disamping lita dan salsili dan tri didepan mereka
"lantas apa yang membuat kalian datang kesini"tanya lita
"kami merindukanmu"ucap billy dan andika mencium pipi kiri dan kanan lita secara bersamaan
"kalian ini...sudah sana duduk ditempat yang lain"oceh lita mendorong billy dan andika
"tidak mau"ucap billy ketus
"sudah sudah kita disini hanya mau membahas tentang pesta pernikahan billy saja"ucap tri memberikan sebuah kertas pada lita
"apa ini"tanya lita membuka lipatan kergas tadi
"itu surat izin, billy dan jana mau mengadakan pestannya dihotelmu jadi usahakan satu lantai kosongkan"ucap tri
"owh, kenapa harus dihotelku bukannya keluarga jana memiliki hotel juga"ucap lita bingung
"apa kau belum tau mominya jana itu seperti apa"ucap billy ketus
"sifat momi jessi memang suka meninggikan diri dan suka pamer"ucap lita mengingat kejadian tadi siang
"apa momi, kenapa kau memanggil mominya jana dengan sebutan momi"tanya salsili ketus
"iya mereka yang memaksa ku"ucap lita canggung
"haa iya..aku tau mereka"sahut billy
"ya sudah hanya itu yang akan kami beritau kepadamu, kami pulang dulu"ucap andika mencium dahi lita
"cepat sekali"tanya lita
"kami lelah jadi kami duluan"ucap tri memeluk lita
"bay...selamat malam"ucap salsili memeluk lita juga
lita pun mengantar mereka sampai diambang pintu
"kami pulang"ucap billy yang sudah menuruni anak tangga begitu juga dengan yang lain
"iya..."
lita pun menutup pintu kembali dan menghampiri yang lain diruang tv
"ada apa, kenapa mereka datang kesini"ucap lia
"mau menyewa hotel ku"ucap lita duduk kembali
"bukannya keluarga calon istri billy itu orang kaya kenapa tidak dihotelnya saja atau menyewa hotel yang lain"ucap ayah
"tidak tau, yang pasti mereka menyewa ya aku mendapatkan keuntungan karena mereka membayar 2x lipat dari biasannya"ucap lita melempar kertas yang diberikan tri tadi
"jangan suka pamer kekayaan itu tidak baik"ucap ibu
"aku tau, aku hanya mau membuktikannya saja pada kalian supaya berhenti mengocehi ku"ucap lita
"kenapa bau parfum mu jadi berubah, apa kau dipeluk kak billy lagi"oceh tina pada lita
"tidak mereka tidak pernah memelukku lagi tapi..."
"tapi apa dia mencium mu lagi seperti dibandara kemarin"oceh lia memotong pembicaraan lita
"hehe...iya"ucap lita beranjak dari duduknya dan berlari keatas karena dia takut diomeli
"apa tadi dia bilang"iya" pada kita"tanya lia geram
"i-ya ke-napa memang-nya"ucap dio gemetar
"dasar anak nakal"oceh ayah
"Lita....keluar kau"teriak lia
yang membuat semuannya tutup telinga
"kakak ipar kenapa, kenapa kau semarah ini"tanya devan sedikit canggung
"kenapa kau diam saja istrimu seperti itu hhaa"oceh lia
"iya maaf "ucap devan
__ADS_1
"apa kau tau kami semua sudah sepakat untuk membelamu supaya lita tidak disentuh oleh billy maupun andika"oceh lia
karena memang benar mereka semua sudah sepakat kalau lita bertemu dangan temannya maupun yang lain dan lita disentuh maka satu keluarga akan memarahi lita habis habisan
"ya sudah sana susul istrimu dan marahi dia"oceh ibu
"iya ibu, permisi..."
devan pun langsung menuju anak tangga dan menaikinya sampai dikamar lita
Ceklak....
"huu selamat gue gak dimarahi, gue kira tu keluarga gak peduli sama gue, rupanya lebih gak peduli sama lita"batin devan dan berjalan menuju ranjang
devan pun berbaring diranjang
"huu..ya Tuhan ternyata keluarga ini lebih seram dari frans,"batin devan
"owh iya lita mana"ucap devan melihat sekeliling
devan pun melihat kearah kamar mandi dan berjalan
"apa dia mandi, tapi tadikan dia udah mandi"ucap devan masuk kedalam kamar mandi
"sayang...kamu lagi mandi ya"ucap devan yang sudah masuk kedalam
"kemarilah aku dibathtup"ucap lita
devan menyusul lita dibathtup
"kenapa kau mandi lagi"tanya devan duduk diatas bathtup
"bukannya tadi aku bau parfum billy sama andika ya, jadi aku mandi saja menghilangkan baunya"ucap lita yang terus memainkan air
"tidak juga harus mandi, kau tinggal ganti pakaianmu saja sudah cukup"ucap devan yang selalu lembut, sabaran, dan tidak pernah marah marah
"ya sudah aku mau menyelesaikan mandiku dulu"ucap lita menyirami tubuhnya dengan air
"hmm aku tunggu diranjang"ucap devan meninggalkan lita
lita pun melanjutkan ritual mandinya, setelah beberapa menit kemudian lita pun keluar dari kamar mandi yang menggunakan robes
"kau tidak ganti pakaian"tanya devan yang berbaring diatas ranjang sambil memainkan laptopnya
"ni mau ganti"ucap lita membuka lemari pakaian
lita pun menganti pakaiannya, setelah selesai mengganti pakaiannya lita pun ikut berbaring diranjang
"istirahatlah bukannya kau sudah lelah seharian ini"ucap devan mencium dahi lita
"kau juga istirahat, owh iya apa kau masih ingat kau pernah meminta hadiah pernikahan kita kepada ku"ucap lita yang melingkarkan tangan devan dilehernya
"iya masih memangnya kenapa"ucap devan yang masih fokus dengan laptopnya
"apa kau masih menagingatnya"tanya lita melihat kearah devan
devan pun melihat kearah lita "apa kau akan memberikannya sekarang kepada ku"tanya devan
"apa kau mau tinggal dengan ku nantinya"ucap lita
"tentu saja kita akan tinggal dirumah yang sama dan kita akan tinggal dirumahku"ucap devan
"aku tidak mau tinggal dirumah mu biarkan saja frans yang tinggal disana bila perlu kau suruh hany dan hans pulang untuk menemani frans"ucap lita
"memangnya kenapa apa kau tidak nyaman tinggal disana"tanya devan
"bukan tidak nyaman tapi kau tau kan aku tidak suka keramaian, apalagi rumahmu itu banyak sekali maid perempuan jadi aku merasa panas disana"ucap lita
"kalau kau tidak mau tinggal disana, kita akan tinggal dimana bukannya rumahmu ada keluarga mu juga"
"iya tapi mungkin ayah dan ibu akan pulang kedesa sedangkan kak lia, kak dio dan tina akan tinggal dirumahku"
"lantas kita tinggal dimana apartermen, villa, hotel atau ngontrak rumah "ucap devan
"kita tinggal dirumah baruku"ucap lita
"apa kau membeli rumah lagi"
"iya aku sudah lama membelinya mungkin sudah hampir satu taun"
"kenapa kau tidak tinggal disana"
"rumah itu kujanjikan untuk keluargaku nantinya, dulu aku pernah bilang dengan mereka billy kalau aku akan menikah dirumah besar+megah yaitu dirumah yang ku beli itu dan rumah itu kujanjikan untuk hadiah pernikahanku"
"jadi..hadiah yang kau janjikan kepadaku itu adalah rumah itu"
"hmm soalnya dulu aku pikir aku akan mendapatkan suami yang sederhana yang sama denganku tapi nyatanya kita berdua hampir setara ya meskipun masalalunya sama sama hidup seadanya tapi sekarang kita berdua sudah berjuang dan kita sudah sukses sekarang meskipun jalannya berbeda" ucap lita melihat kearah devan
"istri kecilku..kau sangat berani dan kuat makannya kau bisa sampai disini sekarang"ucap devan memeluk lita
"kau juga"
"ya sudah kita tidur saja ya selamat malam istri kecilku"ucap devan mencium dahi lita
"hmm"
β¦
β¦
β¦
__ADS_1
β¦