
hari yang sama
pukul 13 :00
dimana kini billy dan jana sudah mempersiapkan keberangkatan mereka menuju london satu minggu lagi
kemungkinan billy dan jana akan melanjutkan acara pernikahanya, karena wanita yang sangat billy sayangi sudah menikah lebih dulu dari padanya
didalam mobil billy
"keberangkatan kita satu minggu lagi, jadi beritau keluargamu kalau kita akan pulang"ucap billy yang masih fokus menyetir
"apa kau yakin akan menikahi ku"tanya jana melihat kearah billy
"entahlah yang pasti pernikahan kita tetap dilaksanakan"ucap billy
"apa kau mencintaiku"tanya jana menunduk
billy pun melihat kearah jana dan memegang tangan jana
jana pun terkejut dan bingung kenapa billy memegang tanganya, soalnya billy tidak pernah menyentuh tubuhnya sama sekali
"berdoa saja semoga jika kita menikah nanti aku bisa menerima mu sebagai istriku"ucap billy yang masih memegang tangan jana
"hmmm, berjanjilah padaku"ucap jana memegang tangan billy juga
"hmmm, akan aku usahakan"ucap billy kembali fokus menyetir
sementara jana hanya tersenyum dan masih memegang tangan billy
"apa dia memang jodohku "Bapa" apakah dia Kau kirimkan untukku selamanya, dia pria yang baik meskipun dia tidak pernah melihat dan memperhatikanku selama ini, tapi semoga saja dia bisa berubah"batin jana sambil mengusap usap tangan billy
Dan kini dirumah lita
dimana keluarga lita sedang menentukan tanggal pernikahan Dio dan Lia
ruang keluarga
"kalau kalian berdua sudah siap, tentukan saja hari pernikahanya lebih cepat lebih baik"ucap ayah sambil membaca koran
"baiklah yah"ucap dio
"bagaimana kalau minggu ini atau minggu depan"usul tina
"terlalu cepat, bagaimana dua minggu lagi"ucap lia
"usul adikmu bagus juga, bagaimana kita mengadakan acaranya dirumah ini saja pasti lita tidak akan melarang"ucap ibu
"tapi itu terlalu cepat, bagaimana kalau dua minggu lagi"ucap lia melihat kearah dio
"entahlah aku hanya ikut kemauan kalian"ucap dio mengangkat kedua bahunya
"kau sudah berapa kali menunda pernikahan sampai sampai kau keduluan oleh adikmu, ayah saja yang menentukan harinya"oceh ayah melipat koranya
"kapan yah.."tanya tina
"dua hari lagi, kita cukup mengundang teman teman kalian dan saudara kita saja, bagaimana apa kalian setujuh"ucap ayah
"kenapa jadi dua hari lagi, bukanya sudah aku bilang itu terlalu cepat"oceh lia
"tidak ada bantahan, ikuti saja kemauan ayahmu"ucap ibu
"hmm aku setujuh"ucap tina
"bukan kau yang akan menikah jadi diamlah"oceh lia
"ceehh...itu saja marah"oceh tina
"hmm kita menikah dua hari lagi"ucap dio pada lia
"apa kau setujuh, hhh sudahlah aku ikut saja"ucap lia pasrah
"hmm jadi sudah diputuskan dua hari lagi acaranya"ucap tina
"owh iya yah..apa ayah masih marah pada lita"tanya ibu
"entahlah ayah tidak tau"ucap ayah membuka korannya kembali
"owh iya kalau kak lita bukan keluarga kandung kita kenapa seluruh lahan tanah itu milik kak lita"tanya tina
__ADS_1
"itu haknya, orang tuanya meninggalkan tanah itu untuk dia jadi wajar wajar saja itu milik kakakmu"ucap ibu
"owh..berarti selama ini tanah itu bukan punya mending kakak dan nenek melainkan punya mending orang tua kandung kak lita"ucap tina
"kalau iya memangnya kenapa"oceh ayah
"aa tidak tidak, tina hanya bertanya saja"ucap tina dan berlalu pergi kekamar
"ada apa dengan dia"tanya dio
"entahlah"
"owh iya apa lita akan tinggal disini lagi"tanya ibu pada lia
"tidak tau, mungkin dia akan tinggal dengan suaminya lagi pula rumah suaminya itu sangat besar, jadi dia mungkin akan tetap tinggal bersama suaminya"ucap lia
"bukanya rumah ini cukup besar juga ya"ucap dio
"tapi rumah suaminya lebih besar dari yang ini"oceh lia
"terserah kau saja"ucap dio
"kemarin, lita bilang sama ayah kalau rumah ini akan diserahkan kepada tina kalau dia sudah menikah nantinya, mungkin rumah ini akan menjadi hadia pernikahan tina nantinya"sahut ayah
"owh, apa lita bilang begitu pada ayah"ucap ibu terkejut
"hmm"
"lantas hadiah pernikahanku nantinya apa dari lita"ucap lia
"kau saja tidak memberikan dia hadiah"oceh dio
"aku kan belum menyiapkan hadiah untuknya, karena dia menikah secara dadakan jadi belum siap untuk menyiapkan hadiah untuknya"oceh lia kesal sama dio
"terserah kau saja"
"bukanya lita sudah memberikanmu mobil sama cafe ya, kenapa harus dikasi hadiah lagi"ucap ibu
"iya juga ya, tapi ya sudahlah itu semua tidak penting sekarang"ucap lia beranjak dari tempat duduknya
"kau mau kemana "tanya ayah
lia pun pergi kekamar tina karena mereka berdua satu kamar sedangkan dio punya kamar sendiri
dio ayah dan ibu pun melanjutkan obrolan mereka
Dan kini dihotel dimana lita dan devan menginap
dan kini diatas ranjang
"hei sayang apa kau punya sesuatu untuk ku"tanya devan berbaring diranjang
sedangkan lita duduk disofa sambil memainkan laptopnya
"sesuatu, apa??"tanya lita yang masih fokus sama laptopnya
"hadiah..."
"hadiah apa"
"bukanya kita baru menikah, masa kau tidak ada hadiah untukku sebagai hadia pernikahan kita"
"owh itu, nanti juga akan ku kasi"
"memangnya apa hadiahnya"
"rahasia.. "
"owh... kapan kau akan menunjukanya kepadaku"
"nanti jika kau sudah tau siapa aku, maka aku akan memberitaumu"
"memangnya siapa kau, bukanya kau istriku"
"hmm buka itu"
"lantas apa"
"yang pasti tentang pekerjaanku"
__ADS_1
"memangnya apa pekerjaanmu"
lita pun menutup laptopnya dan menghampiri devan diranjang
"berjanjilah tidak akan memberitau siapapun termasuk frans"ucap lita duduk disamping devan
devan pun duduk disamping lita juga
"iya aku janji, memangnya kenapa ada apa kenapa frans tidak boleh tau"ucap devan menatap lita
"aku sudah tau siapa kau dan siapa saja saudaramu dan dimana orang tuamu dan sekarang aku yang akan memberitau siapa aku"
devan pun semangkin menatap lita dan semangkin penasaran siapa lita
"apa yang kau tau dariku"
"semuanya"
"apa saja"
devan pun langsung menghadapkan lita kepadanya
lita pun menarik nafas dan mencoba menjelaskan
"pertama kedua orang tuamu sudah meninggal ayahmu meninggal karena jatuh dari loteng pembangunan gedung dilondon sedangkan ibumu meninggal karena kena tabrak oleh mantan kekasihmu karena ibumu berlari tampa arah setelah mendengar kalau ayahmu sudah meninggal dan mereka meninggal dihari yang sama"
"kedua kau mempunyai dua adik kembar yang kau kirim keluar negri supaya mereka bisa aman dan tidak diincar oleh musuh dan sainganmu"
"ketiga aku sudah tau masalalumu, setelah kepergian orang tuamu kau menjadi mafia panggilan selama satu tahun dan kau berhenti sebagai mafia karena frans memarahimu dan kau pun berhenti menjadi mafia kau bekerja keras sehingga kau bisa sesukses ini"
devan pun hanya diam sambil menunduk, saat lita akan angkat bicara lagi devan langsung memotongnya
"lantas jika kau sudah tau semuanya sekarang beritau aku siapa kau sebenarnya dan darimana kau tau semua itu padahal semua berita itu sudah dihapus dan sudah lama sekali"ucap devan keringat dingin
"tenanglah, aku tau kau tidak bisa melihat darah lagi sekarang jadi aku akan melindungi mu dan saudaramu"ucap lita memeluk devan
"kau belum menjawab pertanyaanku "ucap devan menatap lita
"baiklah siapkan telingamu aku tidak akan mengulangi kata kataku"
"hmm"
"sebenarnya aku adalah ketua gengster mafia di beberapa negara dan aku sudah mendapatkan panggilan beberapa kali, aku menjadi mafia semenjak aku kelas
6 sd dari situ aku menguasai semuanya sampai sekarang"bisik lita pada devan yang membuat devan semangkin berkeringat dingin
"apa kau ada sangkutanya dengan pernikahan kita"
"tidak, aku tidak tau kalau aku akan menikah denganmu, jika kau takut kalau aku akan menguras semua hartamu awasilah aku 24 jam jika kau mau"
"aku tidak takut kalau hartaku habis, tapi yang aku takutkan hanyalah kehilangan adik adikku"
"tenanglah aku masih punya hati nurani, aku tidak akan mencelakai adik iparku, lagi pula mereka bertiga sudah mengenalku lebih dari mu"
"maksudmu"
"frans mencari informasi tentangku tapi dia tidak menemukan informasi siapa aku sebenarnya, sedangkan hany dan hans sudah pernah aku tolong saat mereka akan diculik sebelum kau mengirimnya keluar negri"
" baiklah aku akan jaga jaga, dan aku akan mengawasimu 24 jam"ucap devan dan berbaring kembali
lita pun berbaring juga disamping devan sambil memeluk devan
"tenanglah kita berdua saling memiliki kelemahan jadi bekerja samalah denganku suamiku"ucap lita mencium tangan devan
"apa orang sepertimu masih memiliki kelemahan"tanya devan melihat kearah lita
"punya, aku tidak bisa melihat orang menangis didepanku sedangkan kau tidak bisa melihat darah"
"hmm apa aku bisa mempercayaimu"tanya devan
"iya, kalau pun aku mengingkari janjiku kau bisa membunuhku tapi jangan sentuh keluarga atau orang yang dekat denganku, karena jika kau sudah membunuhku dan kau menyentuh orang yang ku lindungi maka kau akan mati oleh anak buahku"ucap lita yang membuat devan semangkin takut
"aku tau itu"ucap devan mencoba tenang
"berjanjilah kita tidak akan saling menyakiti antara satu sama lain"ucap lita yang berbaring diatas tubuh devan
"aku janji"
devan pun memeluk lita dan membaringkanya disamping tubuhnya dan tangan kananya untuk lita bantal
__ADS_1