Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Last Resepsi


__ADS_3

Reyhan dan Gita sedang berjalan bergandengan bersama dengan papanya --Farhan. Beliau ingin mengenalkan mereka kepada para tamu yang notabennya adalah rekan kerjanya.


"Hai, Pak Irfan, apa kabar?" sapa Farhan.


"Oh, hai Pak, saya baik. Wah, ini ya pengantinnya?" tanya Irfan saat melihat Rey dan Gita sedang berada di belakang Farhan.


"Iya, Pak! kenalin ini putra dan putri saya Reyhan dan Gita, dan nak kenalin ini Pak Irfan, rekan kerja papa," kata Farhan mengenalkan.


"Salam kenal, Om." Rey menjabat tangan Irfan.


"Iya, dan ini putra saya namanya Aldo, Aldo ini pengantinnya, Reyhan dan Gita," ucap Irfan juga mengenalkan putranya.


"Aldo."


"Reyhan," kata mereka berdua bersalaman.


"Aldo."


"Gita," kata mereka berdua hendak bersalaman tapi dengan segera ditepis oleh Rey, karena dia tak mau Gita berjabat tangan dengan yang lain.


"Apaan sih, kak?" kata Gita berbisik kesal.


"Kamu nggak boleh salaman sama laki laki lain selain aku!" jelas Rey juga berbisik, sedangkan Aldo, dia tersenyum melihat tingkah konyol pasangan ini.


"Maaf ya, Do!" kata Gita tak enak.


"Iya, biasa aja kali," kata Aldo sedikit canggung karena mendapat tatapan tajam dari Rey.


"Kamu apasih minta maaf segala," kata Rey berbisik ketus.


"Biarin wlelkkk," kata Gita sembari mengejek, sedangkan Farhan dan Irfan yang melihat tingkah tersebut malah tertawa terhibur saat melihat tingkah konyal pengantin ini.


Sedangkan di sisi lain, ada yang sedang kebakaran jenggot saat melihat kebahagiaan Rey dan Gita, siapa lagi kalau bukan Anggi, sedangkan Devan sedang bercengkrama dengan teman-teman kampusnya.


"Heh, liat saja apa yang bakal gue lakuin," gumam Anggi.


"Pak,tolong bapak tumpahkan minuman ini ke baju pengantin!" sambung Anggi yang menyuruh seorang OB.


"Tapi, Non, saya nggak berani," ucap si OB.


"Bapak tenang aja, nih saya kasih kalau bapak berhasil lakuin hal yang saya suruh," timpal Anggi dan tentu saja diangguki dengan seringai oleh OB itu saat melihat uang yang telah disodorkan oleh Anggi.


"Baiklah, Non, saya pergi dulu." kata OB itu.

__ADS_1


OB itu pun pergi berlalu meninggalkan Anggi, dan berjalan ke arah pengantin. Dia melakukannya karena tergiur dengan sogokan dari Anggi. Saat sudah mendekati pengantin, OB itu pun berkata....


"Maaf, Non, Den, ada yang mau minum?" tawar OB itu yang diterima oleh Rey sedangkan Anggi tidak, karena dia tak merasa haus.


"Boleh pak, satu ya!" kata Rey tetapi, hal yang ingin dilakukan OB itu pun terjadi, dia menumpahkan minuman di baju pengantin Rey.


PYAR....


"Astaga, bapak bisa kerja nggak sih, liat ini! Baju suami saya kotor karena ulah bapak!! Sini kak aku bersihin." ucap Gita panik dan emosi sembari membersihkan baju Rey yang basah.


"Maaf, Den, Non! Saya tidak sengaja, jangan pecat saya, sekali lagi maaf Den, Non!" ucap OB itu yang mulai merasa takut akan dipecat karena menyadari apa yang baru saja dia lakukan.


"Kalau nggak mau dipecat, kerja yang bener dong! Gimana sih?" ucap Gita emosi.


"Udah Git! jangan marah-marah lagi,


bapak pergi sana, ayo bantuin kakak bersihin ini di kamar!" ajak Rey menengahi.


"Yaudah, yuk!" jawab gita.


Sedangkan Anggi yang melihat hal yang dia rencanakan berhasil pun tersenyum senang. Akan tetapi, tanpa dia sadari hal yang dia lakukan malah membuat Reyhan dan Gita semakin dekat.


Sesampainya di kamar, Gita langsung membersihkan Jas yang dipakai oleh Rey.


Rey terus mengulum bibir sang adik, hingga tanpa sadar dia mengarahkan sang adik ke tempat tidur dan membaringkannya serta terus mengulum, karena Gita tak kunjung membalas, Reyhan pun sedikit menggigit bibir Gita sehingga Gita pun reflek membuka mulutnya dan tentu saja Rey tak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Dia terus menerus mengulum, hingga tangannya pun tanpa sadar menyentuh area merapi lava putih milik Gita, karena hal itu Gita kembali sadar dan reflek mendorong sang kakak sampai terjatuh, hal itu pun juga berhasil membuat Rey tersadar.


"Aduhh, sakit banget bokong gue," keluh Reyhan.


"Eh, ma-maaf kak! Aku nggak sengaja," kata Gita yang masih gugup dan menahan malu. "Lagian kakak apaansih, katanya nggak mau nyentuh Gita dulu tapi mana buktinya?" elak Gita.


"Ya maaf, kakak khilaf tadi," jawab Rey singkat.


"Khilaf! Alasan apaan tu?" tanya gita sedikit ketus.


"Hehe godaan tu, dek. Lagian bibir kamu manis," ucap Rey.


"Boleh ya, sekali lagi!" tambah Rey.


"Apaan sih, nggak ada ya! Dasar gelo!" ucap Gita dengan wajah yang memerah. "Cepat pakai taksedow satunya, ayo kita turun, masih banyak tuh tamunya!!!" sambung Gita memerintah.


"Yah, malas kakak, ramai banget tamunya, berisik, capek, mending kita istirahat saja, sini baring bareng kakak!!!" ajak Rey kepada Gita.

__ADS_1


"Nggak ada, yang ada nanti bukan istirahat malah hal lain pula terjadi, dasar modus! Cepat pakai talksadownya!" ucap Gita ketus dengan muka yang memerah.


"Ahahahha, manis banget sih istri aku kalau lagi malu, muka kamu merah tu, hahaha," ejek Rey yang perkataannya menyentuh hati Gita, saat Rey mengatakan dia sebagai istrinya.


"Tau ah, aku mau keluar," ucap Gita.


"Eh, jangan dong! Udah kita di sini aja, kakak beneran capek banget, beneran deh kakak nggak apa-apain kamu, nanti kakak telpon papa aja ya!" rayu Rey. "Lagian junior gue dari tadi aktif mulu, kan gue jadi risih," gumam Rey.


"Kakak bilang apa?" tanya Gita.


"Eh nggak apa apa, mau ya?" pinta kembali Rey.


"Yauda deh, awas kalau macem-macem!" ancam Gita.


"Iya, iya, yaudah sini sama kakak, kita istirahat! Lagian kakak ada yang mau di omongin," kata Rey.


Gita pun mendekat dan berbaring di samping Rey, tetapi sedikit jauh karena masih merasa takut. Melihat tingkah istrinya yang pemalu, Rey pun menarik Gita ke dalam dekapannya dan Gita tentu saja meronta.


"Udah kamu tenang, jangan banyak gerak, gini aja! Atau kamu mau kakak makan!" ancam Reyhan singkat tetapi sudah membuat Gita diam.


"Katanya kakak mau bicara, kok diam?" tanya Gita.


"Git, kamu ikhlas nggak jalanin rumah tangga ini?" tanya Rey dan tentu membuat Gita mengernyitkan kepala karena heran atas pertanyaan sang kakak.


"Gita ikhlas kak, emangnya kenapa?" tanya Gita kembali.


"Kamu mau nggak janji sama kakak, kita akan tetap begini, kita perjuangkan rumah tangga kita, buang jauh-jauh kata perceraian, terima kakak apa adanya, kita bina rumah tangga kita agar anak anak kita kelak nanti tau bahwa kita bahagia," tutur Rey.


"Iya, Kak, Gita janji bakal jalin rumah tangga kita, tak ada kata perpisahan sampai maut yang memisahkan, mungkin setelah ini akan ada banyak tantangan kita menuju bahagia, tapi kita akan berjuang bersama," jawab Gita memuaskan.


"Iya, Dek, kita akan berjuang bersama, kakak akan belajar mencintai kamu," ucap Rey.


"Gita pun janji akan belajar mencintai kakak, Gita cuma mau menikah sekali seumur hidup," kata Gita kembali.


"Makasih ya, Dek." Rey memeluk dan mengecup pipi Gita membuat sang empunya malu.


"Ish, apaan sih, Kak!" ucap Gita kesal.


"Hahahah, kamu lucu kalau lagi malu."


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Gimana part kali ini? Jangan lupa kritik, dan sarannya! Juga jangan lupa tinggalin jejak, dan beri author kopi, biar tambah semangat upnya, wkwkwk.

__ADS_1


LOVE YOU ALL.


__ADS_2