Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Satu Kotak Test Pack


__ADS_3

Kini Rey dan Gita kembali masuk ke jalanan, mereka melanjutkan tujuan mereka yang ingin pergi ke klinik, tetapi kali ini Gita kembali menolak, dia tak ingin pergi ke klinik, dia beralasan bahwa dirinya sudah baik-baik saja.


"Mas, kita nggak usah ke klinik ya, aku udah nggak apa-apa kok," ucap Gita.


"Tapi, Yang, nanti kalau kamu sakit lagi gimana?" tanya Rey khawatir.


"Enggak, Mas, kita ke apotik aja beli obat, aku udah nggak apa-apa kok, sumpah!" bujuk Gita lagi.


"Yaudah, nah tuh di depan ada apotik," ucap Rey.


"Iya, selepas dari apotik kita pulang aja ya, aku mau rebahan!" pinta Gita.


"Iya, Yang, yaudah yuk turun!" ajak Rey.


Mereka pun turun dari mobil dan berjalan ke apotik, serta membeli beberapa obat yang di perlukan oleh Gita, mulai dari sakit kepala sampai mual muntah.


"Yang, kamu duluan ke mobil, mas mau timbang badan dulu," ucap Rey.


"Iya, Mas, yaudah jangan lama-lama ya," balas Gita berlalu menuju mobil meninggalkan sang suami.


" Mbak!" panggil Rey.


"Iya, Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan apotik itu.


"A-apakah ada alat untuk test kehamilan?" tanya Rey malu-malu.


"Ada, Pak, mau yang merek apa?" tanya mbak itu.


"Ehmm, apa ajalah mbak, yang paling bagus dan rekomended ya!" ucap Rey dan orang itu pun mengambil test pack itu.


"Mau berapa, Pak?"


"Satu kotak aja, Mbak, nggak usah banyak-banyak," ucap Rey yang tak tau kalau satu kotak itu isinya berapa.


"Hah i-iya, Pak, ini alatnya," ucap mbak itu menyerahkan alatnya.


"Berapa, Mbak?" tanya Rey tentang harganya.

__ADS_1


"Seratus lima puluh ribu aja, Pak," jawabnya, dan Rey pun membayarnya tunai dan segera berlalu menyusul sang istri.


"Wah, ganteng-ganteng gila pria itu, buat apa test pack sampai satu kotak, mau test satu komplek kali, wkwkwk." ucap mbak itu terkekeh karena baru pertama kali ada yang membeli alat test kehamilan sebanyak itu.


Sesampainya di mobil, Rey pun langsung melajukan mobilnya, tetapi dia juga mendapat pertanyaan dari sang istri soal apa yang di beli Rey tadi di apotik soalnya tadi hanya izin timbang badan.


"Mas, itu apa yang kamu beli?" tanya Gita.


"Ehm itu, tapi kamu jangan marah ya!" pinta Rey sebelum memberi tahu apa yang dia beli.


"Santai aja kali, iya aku nggak akan marah, yaudah apa itu yang kamu beli?" tanya Gita penasaran.


"Alat test kehamilan, Yang," jawab Rey.


"Hah, alat test kehamilan, dan kamu beli sampai satu kotak?" tanyak Gita cengo.


"Iya, Yang, emangnya kenapa?" tanya Rey polos.


"Kamu punya wanita simpanan ya, wanita mana yang mas jajahin selain aku?" Tuduh Gita salah paham.


"Loh kok jadi ngomong gitu sih, mana pernah Mas main di belakang kamu," ucap Rey tak mengerti.


"Banyak apaan, orang cuman satu kotak kok," jawab Rey polos.


"Hah, itu isinya ada  lima puluh per kotak, buat apa sebanyak itu?" tanya Gita tepuk jidat.


"Ya buat kamulah, buat siapa lagi coba?" tanya Rey polos-polos keparat.


"Heh, kalau buat aku satu aja cukup, emangnya buat apa sebanyak itu? Untuk ngetest satu komplek?" ucap Gita geleng-geleng kepala.


"Hah, jadi itu banyak banget dong?" tanya Rey yang beru mengerti.


"Iyalah, Mas, gimana sih, dan apa mas yakin kalau aku hamil?" tanya Gita yang mulai membuka percakan tentang kehamilannya.


"Iya, Yang, akhir-akhir ini kamu aneh, jadi mas kepikiran kalau kamu lagi isi," ucap Rey.


"Kalau hasilnya negative gimana?" tanya Gita takut mengecewakan suaminya.

__ADS_1


"Ya buat lagi," jawab Rey asal.


"Heh, dasar mesum," ucap Gita sebel, sebab bukan itu jawaban yang dia inginkan.


"Hehehe, kan mesumnya sama istri sendiri, kamu tenang aja kalau hasilnya positive, mas seneng banget, tapi kalau hasilnya negative ya jangan kecil hati, berarti yang kuasa belum percaya sama kita, dan mungkin kita masih di suruh senang-senang dulu, udah jangan di oikirin, mas tetep sayang kamu walaupun kamu tak mengandung anak mas," ucap Rey tulus, memegang tangan sang istri dengan hangat.


"Iya, Mas, kita akan terus berusaha," balas Gita.


"Nah gitu dong, jangan mewek lagi, ngomong-ngomong usaha, berarti nanti malam boleh dong?" goda Rey menaik turunkan alisnya.


"His, mulai deh mesumnya!" kata Gita sebel melepas tangannya dari pegangan sang suami.


********


"Jadi anak aku dan Mas Kevin beneran udah ditemuin, Pah?" tanya Kesya.


"Iya, Nak, dia dibesarkan di keluarga yang baik, dan asal kamu tahu, dia juga sudah menikah," jelas Herman.


"Beneran, Pah, sama siapa?" tanya Kesya.


"Anak kamu menikah sama adiknya sendiri."


"Hah, kok bisa, nggak terpaksa kan, Pah?" tanya Kesya khawatir.


"Awalnya iya, mereka disuruh menikah, tetapi mereka menjalaninya dengan ikhlas hingga pada akhirnya mereka bisa saling jatuh cinta, dan sekarang anak kamu udah hidup bahagia dengan istrinya ya meski ada aja yang ingin memisahkan mereka tetapi Insya Allah semua rintangan berhasil mereka lewati," jelas Herman.


"Syukur deh, Pah, oh iya kapan mereka akan ke sini, Key kangen sama Mas Kevin dan Abi, Pah?" tanya Kesya.


"Nanti malam mereka berangkat, dan nama anak kamu sekarang bukanlah Abi, melainkan Reyhan Fier Nataniel, kamu harus terbiasa, kita juga harus menghargai keluarga Pak Farhan yang udah ngebesarin Rey," jawab Herman.


"Iya, Pah, oh iya sekarang gimana tentang keluarga Pak Radit?" tanya Kesya.


"Kamu tenang aja, sekarang mereka sudah ada di villa papa, deket kok sama rumah kita," jawab Herman.


"Terima kasih, Pah," ucap Kesya.


Sedangkan di sisi lain Pasya tengah uring-uringan sebab tawanan yang dia jaga selama dua puluh satu tahun malah berhasil kabur, dan sekarang dia harus mengahadapi mereka semua, sebab mereka juga sudah kembali bersatu.

__ADS_1


Untungnya dia sudah memikirkan sebuah rencana bersama dengan Maya, ponakan yang juga memiliki dendam dengan keluarga Nataniel, meski Pasya tak memiliki masalah apapun dengan keluarga itu, tetapi semua sudab terlambat, sebab keluarga Nataniel sudah banyak ikut campur.


"Kalian tunggu saja tanggal mainnya, aku pastikan kalian semua akan menderita dan bertekuk lutut kepadaku, dan tak ku sangka kalian juga sudah menyakiti ponakanku, maka terimalah akibat dari perbuatan kalian," ucap Pasya melepaskan anak panah ke gambar keluarga Nataniel dan Pratama.


__ADS_2