Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Kabar baik di atas kabar baik


__ADS_3

Sesampainya di rumah Rey dan Gita langsung masuk ke dalam rumah dengan membawa beberapa obat yang mereka beli, tak lupa pula sekotak alat test kehamilan yang dibeli Rey di apotek tadi.


Saat mereka masuk ke dalam rumah, mereka melihat Ina sedang duduk bersama papa Farhan, tetapi tidak dengan Kevin, karena beliau sudah pergi kembali ke perusahaannya, jadi di situ hanya ada Ina dan Farhan tengah mengobrol sekaligus menonton TV.


"Assalamualaikum, Pah, Mah," ucap Rey dan Gita bersama.


"Waalaikumsalam, eh udah pulang dari Rumah sakit, gimana hasilnya, Nak?" tanya Ina.


"Hah, siapa yang sakit, Mah?" tanya Farhan terkejut.


"Enggak apa-apa kok, Pah, itu tadi Gita mual-mual aja," jawab Gita.


"Iya, Pah, dan dia nggak mau di ajak ke Rumah sakit, alhasil ya cuman ke apotek aja," ujar Rey.


"Kok nggak jadi ke Rumah sakit, nanti jika kenapa kenapa gimana?" tanya Ina khawatir.


"Enggak kok, Mah, Gita baik-baik aja, yaudah, Gita sama Mas Rey ke atas dulu," pamit Gita dan ikuti Rey.


Sesampainya di kamar, Rey langsung membuka bingkisan yang berisi alat test kehamilan itu, dia memberikannya kepada Gita dan menyuruhnya untuk mencobanya.


"Yang, ini kamu cobain dulu!" ucap Rey penuh harap.


"Mas, kan makeknya siap bangun tidur pagi," jelas Gita.


"Enggak apa-apa  Yang. Coba aja, besok pagi ya coba lagi!" ucap Rey enteng yeng benar-benar matanya memancarkan pengharapan.


"Mas...." ucap Gita masih berusaha menolak.


"Ayolah, Yang, Please! (Rey memegang tangan Gita memohon)" ucap Rey.


"Iya, yaudah." Bangkit Gita mengambil alat test kehamilan itu dan berjalan ke kamar mandi, tetapi Rey juga mengikutinya.

__ADS_1


"Mas ngapain?" Berhenti Gita dan bertanya kepada suaminya.


"Ya ikutlah, mas juga pengen liat," ucap Rey yang tak tau prosesnya.


"Ish, udah biar aku aja, mas tunggu di sini!" tolak Gita.


"Tapi--" mohon Rey tetapi tetap tak diperbolehkan oleh Gita, bukan karena nggak mau di ikutin suaminya, tetapi dia malu kalau harus dilihatin oleh sang suami saat menampung urinenya.


Dia langsung masuk ke kamar mandi, tetapi yang mengherankan dia hanya sebentar di dalam kamar mandi, hanya sekitar 15 menit saja, tetapi saat dia keluar menampakkan wajah sendu.


"Kok kamu cepet banget, apa hasilnya?" tanya Rey yang sangat penasaran.


"Hiks, maafin aku, Mas, aku nggak hamil,a ku datang bulan," ucap Gita merasa bersalah karena gagal, padahal usia pernikahannya sudah memasukin usia tiga bulan.


Bagaimana dengan Rey? Dia merasa kecewa karena ekspektasinya ternyata terlalu tinggi, tetapi dia menyembunyikan ekspresi kecewanya dengan senyuman agar sang istri tak berkecil hati dan merasa sedih. Dia pun memeluk sang istri untuk menenangkannya.


"Udah, jangan sedih, berarti belum rezeky kita," ucap Rey menghapus air mata Gita.


"Ini nggak salah kamu, Yang, yaudah jangan nangis lagi, maafin mas ya udah paksa kamu buat cobain, tetapi mas malah nyakitin kamu," ucap Rey memeluk sang istri.


"Mas nggak salah, yaudah sekarang ayo mas kita ngelakuin kegiatan senggaman itu, kita coba sekarang, bila perlu tiap hari biar cepet jadi," ucap Gita kalut.


"Kok kamu ngomongnya gitu sih, Yang? Emangnya tamu bulanan kamu udah berhenti, kan baru aja keluar?" tanya  Rey heran.


"Tadi cuman keluar darah sedikit mas, tadi udah aku bersihin dan berhenti, hiks," jawab Gita sesegukan.


Seketika wajah Rey dipenuhi dengan sinar kembalinya harapan, dia tersenyum penuh arti, dia pun melepas pelukannya, dan mengambil alat test kehamilan itu dan memberikannya kembali kepada sang istri dan menyuruhnya untuk memakainya,tentu saja Gita menjadi bingung.


"Mas, aku sedang datang bulan, hiks," ucap Gita heran.


"Udah, ayuk ke kamar mandi, mas yang akan temenin kamu, nanti semisal hasilnya negative maka kita nggak boleh sedih, dan sekarang ayo kita coba!" ajak Rey menarik sang istri ke kamar mandi, dan benar saja setelah setengah jam mereka keluar dari kamar mandi membawa lima alat test yang telah mereka coba. Meraka keluar dari kamar mandi dengan wajah puas, ehmm sepertinya sangat bahagia.

__ADS_1


"Makasih, Yang, makasih," pekik Rey meneteskan airmatanya melihat alat test kehamilan yang semuanya menunjukkan hasil positive, dia memeluk erat Gita, ternyata tadi hanyalah flak, pertanda kalau Gita terlalu kelelahan.


"Aku nggak nyangka, kalau aku hamil, maafin aku karena nggak bisa jaga kesehatan sehingga aku sampai mengeluarkan flak," ucap Gita membalas pelukan suaminya.


"Iya, Yang. Yang terpenting mulai sekarang kita harus ekstra menjaga anak kita, akhirnya Rey junior udah tumbuh, besok kita ke Rumah sakit buat periksa kandungan kamu," ucap Rey.


"Iya, Mas," jawab Gita benar-benar bahagia.


"Yaudah yuk sekarang turun, kita kasih tau kabar bahagia ini ke papa dan mama!" ajak Rey.


Mereka pun keluar dari kamar dan turun ke ruang keluarga untuk menemui Farhan dan Ina, tetapi ternyata di situ juga sudah ada Kevin. Kebetulan sekali, mereka bisa memberi tahu kabar bahagia ini kepada semua orang sekaligus.


"Hai, Pah. Kapan Papa datang?" tanya Rey menyalimi diikuti pula oleh Gita.


"Baru aja, nah kebetulan kalian udah di sini, papa ada kabar bahagia untukmu, Nak," ucap Kevin.


"Kabar apa, Pah?" tanya Rey.


"Mama kamu udah ditemuin Rey, ternyata mama kamu belum meninggal!" seru Kevin.


Sungguh ini kabar yang sangat membuat hati Rey semakin bahagia, karena ternyata dugaannya selama ini salah, akhirnya mama kandungnya masih bisa ditemuin, bahkan dia bukan bahagia karena mamanya sudah ditemukan saja, tetapi bahkan kabar bahagia itu bersamaan dengan kabar bahwa istrinya juga hamil.


Rey kini memeluk papanya, perungkapan rasa bahagianya akan hari ini yang cukup indah.


"Pah, mama Rey sekarang ada di mana?" tanya Rey tersenyum bahagia.


"Sekarang mama kamu ada di Bandung di rumah kakek, Nak. Entar malam kita ke Bandung sama-sama!" ucap Kevin.


"Iya, Pah. Rey juga ada kabar bahagia buat kalian. Mah, Pah, sebentar lagi kalian akan jadi kakek dan nenek, Gita sudah hamil!" seru Rey membawa kabar baik lainnya.


"Hah beneran, Git, kamu hamil?" tanya Ina takjub dan diangguki oleh Gita.

__ADS_1


"Pah, kita akan punya cucu, selamat ya, Nak. Jaga baik-baik kandungannya, ingat anak itu Rezeky dan pelengkap kebahagiaan kalian," ucap Ina dan Farhan memeluk sang putri sedangkan Kevin memeluk Rey, sungguh hari ini adalah hari yang sangat baik.


__ADS_2