Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Keinginan punya anak


__ADS_3

"Ehmm, sebenarnya, selang beberapa hari mereka menikah, banyak sekali orang yang berusaha untuk memisahkan mereka," jelas Farhan kepada Kevin.


"Loh, perihal apa? Kok ada yang ingin misahin mereka sih?" tanya Kevin kembali.


"Sebenarnya yang berusaha misahin mereka adalah mantan kekasih Rey dan Gita sendiri, mereka membuat barbagai macam rencana untuk menghancurkan rumah tangga anak-anak kita, dari berusaha mendekati Rey dan Gita sampai hal yang membuat kami semua terkejut sekaligus terpukul, yaitu Gita hampir saja dilecehkan," ucap Farhan sedih.


"Tapi nggak apa-apa kan, Pak?" tanya Kevin kembali.


"Tidak, karena mereka sekarang telah di penjara, akan tetapi hanya Devan dan Maya, karena hanya mereka yang merencanakan pelecehan itu, tanpa campur tangan dariĀ  si Anggi, karena pada saat itu dia sedang tak sehat efek dari kehamilannya yang cukup terlalu muda," jelas Ina menjawab pertanyaan Kevin, tetapi malah semakin menimbulkan pertanyaan di benak Kevin.


"Hah, siapa itu Devan , Maya, dan Anggi?" tanya Kevin semakin penasaran.


"Mereka adalah mantan kekasih anak kita, yaitu Devan dan Anggi, mereka berselingkuh, akan tetapi setelah ketahuan, mereka malah ingin balikan, Rey dan Gita tentu menolaknya berhubung karena mereka mau menikah, lalu Maya adalah adiknya Devan yang sangat terobsesi kepada Rey. Akal dari semua kejadian yang menimpa Rey dan Gita adalah Maya," jelas Farhan agak sedikit emosi.


"Papa kenapa sih, kok tiba-tiba emosi?" tanya Ina heran.


"Sebel aja, Mah. Kalau ingat mereka, papa salut sama Rey dan Gita, setelah apa yang mereka alamin, mereka masih mau memaafkannya, tapi sepertinya kita harus hati-hati dengan Maya, sepertinya dia dendam dengan keluarga kita, karena kita menjebloskannya ke penjara," jelas Farhan.


"Tunggu, kok bisa mereka di maafkan Rey dan istrinya?" tanya Kevin heran.


"Ehmmm, saya pun kurang tau, tetapi pada intinya mereka sudah kembali berteman, bahkan dua bulan lagi, setelah kebebasan Devan, Devan dan Anggi akan menikah. Berhubung yang di kandungan Anggi emang darah daging nya. Akan tetapi tidak dengan Maya, karena sepertinya dia merencanakan sesuatu, sebab kemaren papa ditelpon polisi dan mengatakan bahwa ada yang membayar uang jaminannya, sehingga dia juga akan keluar dua bulan lagi, berbarengan dengan Devan," jelas Farhan panjang.


"Sebenarnya siapa sih, Pah, yang mengikuti anak kita?" tanya Ina kembali ke topik awal.


"Mungkin dari rival papa dalam dunia bisnis, Mah, tapi tenang aja papa udah lama suruh orang untuk melindungi anak kita dari jauh," kata Farhan.


"Baguslah, Pak. Baiklah, besok kita ketemu lagi, ini udah sampai rumah Anda, saya turun saja naik taxi," ucap Kevin.


"Biar kami saja yang turun, Pak, Pak Supir, antar Bapak Kevin ke rumah yang di ujung komplek ya! Sampai jumpa besok lagi," pamit Farhan sembari turun dari mobil bersama istrinya --Ina.


"Akhirnya sampai di rumah juga ya, Pah, anak-anak kayaknya nggak ada di rumah," ucap Ina.


"Mungkin pada di Kampus, Mah," jawab Farhan, "Yaudah yuk masuk, Mah!" ajak Farhan.


Di sisi lain Rey sangat bingung khawatir karena Gita sedari tadi hanya berbaring dengan kondisi demam yang sangat tinggi. Dia bingung, di ajak ke rumah sakit tak mau, di panggilkan dokter juga tak mau, sungguh ujian bagi seorang suami.


"Ayolah, Yang, setidaknya kamu makan sedikit dulu, biar perutnya tak kosong, dan biar bisa minum obat!" Bujuk Rey.

__ADS_1


"Enggak mau, Mas! Pahit," keluh Gita menolak.


"Mas suapin deh, kamu makannya sambil lihat mas biar rasanya manis," seru Rey bercanda.


"Apaan sih, Mas, lemes ini!" keluh Gita kembali.


"Iya, makanya makan!" ucap Rey membujuk kembali.


"Iya iya, tapi suapin!" pinta Gita manja.


"Siap, Tuan Putri!" sahut Rey lega akhirnya sang istri mau makan.


Beberapa saat kemudian, setelah Gita makan, Rey kembali menghadapi ujian, ujiannya adalah membujuk kembali sang istri agar mau minum obat.


"Yang, ayolah minum obatnya, biar cepet sembuh!" bujuk Rey.


"Pahit, udah kamu ke Kampus nanti telat loh!" ucap Gita menolak.


"Obakan emang pahit, kalau manis itu aku," canda Rey, "Mas cuti aja, mas mau nemenin kamu, lagipun sesekali bolos enggak apa-apa, capek mikir terus," ucap Rey.


"Udah, ini diminum obatnya abis itu kita tidur lagi!" sambung Rey lagi.


"Nah gitu dong, masak calon dokter takut obat." Akhirnya Rey bisa istirahat juga.


Kini mereka berdua sama-sama sedang berbaring di Kamar dengan saling memeluk. Menurut Rey, hari ini Gita sangat manja, mungkin karena sedang sakit.


"Yang, kamu udah ada rencana punya anak?" tanya Rey tiba-tiba.


"Ehmmmm, aku belum kepikiran ke situ, Mas, tapi kalau dikasih sekarang, pasti aku terima, emangnya kenapa, Mas?" tanya Gita balik.


"Hm, mas pengen cepet-cepet punya anak, mas ingin keluarga kecil kita lengkap," seru Rey ngebayangin betapa bahagianya punya anak.


"Emangnya mas pengen anak laki-laki atau perempuan?" tanya Gita.


"Ehmm, mas pengen anak perempuan, pasti nanti dia cantik kayak kamu, dan mas akan melindungi dia dari pria brengsek di luar sana," ucap Rey tersenyum.


"Emangnya mas udah siap punya anak?" tanya Gita lagi.

__ADS_1


"Siap dong! Mas janji akan selalu ada di sisi kalian, mas nggak mau dia punya nasib sama seperti mas, kapan kita punya anak, Yang? Apa bibit mas udah tumbuh di perut kamu?" tanya Rey mengelus perut Gita.


"Ehmm, mungkin udah mas, kita tunggu aja ya!" seru Gita senang.


"Emangnya kamu udah siap jadi seorang ibu?" tanya Rey gantian.


"Aku sedikasihnya aja, Mas, kan itu karunia bagi keluarga kecil kita," jawab Gita.


"Makasih ya, kamu mau ngandung anak mas, semoga kita segera dikaruniai anak." doa Rey.


"Aminn."


Tetapi saat mereka hampir terlelap, tiba-tiba ada yang menggedor-gedor pintu kamar, sontak Rey dan Gita terkejut bukan maen saat mendengar orang yang memanggil mereka.


"Hei, bangun kalian, udah siang masih tidur aja!" pekik Ina sambil menggedor-gedor pintu.


"Mama!" ucap Rey dan Gita bareng.


"Iya bentar, Mah!" jawan Rey dan langsung bangkit membukakan pintu.


"Eh, kapan pulangnya, Mah?" tanya Rey pura-pura polos.


"Ngapain sih kalian di kamar terus, udah siang ini!" keluh Ina membentak.


"Mama apaan sih, namanya juga anak muda!" Farhan membela.


"Eh, enggak kok, Pah, Mah, itu Gita demam, jadi Rey nemenin Gita di dalam," jelas Rey.


"Hah!" Ina langsung berlalu masuk mendorong Rey hingga jatuh.


"Aukhhh!" Rey mengaduh kesakitan di area bokongnya.


"Mama apaan sih? Liat Rey sampai jatuh," seru Farhan tinggi.


"Eh Rey, maafin mama ya, mama nggak sengaja, hehe," ucap Ina cengar-cengir.


****************

__ADS_1


Maaf ya kaka reader kemaren nggak up, aku udah nyerahin, tapi lama banget riviewnya.


__ADS_2