Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Kejadian di Kantor


__ADS_3

Setelah kegiatan yang cukup panjang itu, kini Gita sedang tertidur pulas di ruang khusus yang ada di dalam ruangan Rey, karena keinginan Rey yang jahannam membuat Gita tepar kelelahan, dibalik sana, dibalik sini, apa lagi Rey termasuk perkasa, durasinya bisa satu jam, itu pun selisih 10 menit dia mampu mengulang lagi, wkwk.


Rey kini memungut pakaian miliknya dan milik istrinya, dia memakai pakaiannya kembali dan menutupi tubuh polos sang istri dengan selimut tebal, seakan-akan telah mendapatkan amunisi energi, Rey kembali ke ruangannya dan melanjutkan kerjanya dengan semangat.


Sedangkan di sisi lain ada yang adem panas, siapa lagi kalau bukan Adam, karena Rey terbilang masih baru dia pun berinisiatif mengawasi Rey melalui CCTV dengan laptopnya, tetapi saat membuka itu, dia langsung kaget saat melihat Rey dan Gita sedang bersenggaman, dia pun dengan segera menutup laptopnya.


Sialan ini bocah, mentang-mentang pengantin baru sampai mainnya tak tau tempat. Gerutu Adam.


Selang beberapa jam, Adam pun membuka laptopnya dan berinisiatif menghapus vidio jahannam anak dari bosnya sebelum ada yang melihat dan mempergunakannya sehingga merugikan orang yang ada di dalam vidio itu.


Setelah menghapusnya, Adam pun masuk ke dalam ruangan Rey sembari membawa berkas-berkas di tangannya.


Adam mengetok pintu ruangan Rey sebelum masuk.


"Masuk!" jawab Rey dari dalam.


"Eh Om Adam, itu berkas yang kemaren ya?".tanya Rey polos.


"Sialan ini bocah, makin semangat aja kayaknya dia," ucap Adam dalam hati.


"Iya, ini berkas yang kemaren, kok kamu kelihatan semangat banget?" tanya Adam memancing.


"Ah, biasa aja kok, Om," dalih Rey.


"Hahaha, udah nggak usah polos kamu, lain kali lakuin kegiatan kalian di rumah, di sini bangak CCTV, untung udah Om hapus," ucap Adam yang membuat Rey terkejut dan seketika wajahnya langsung memerah.


"Hah, ja-jadi Om lihat?" tanya Rey gugup.


"Udah nggak usah malu, om juga pernah muda, udah kamu lanjutin kerjaannya, om balik keruangan dulu, oh iya ngomong-ngomong durasi kamu lama juga ya," goda Adam dan langsung keluar dari ruangan Rey.


"Haduh, kok bisa ada CCTV sih di ruangan ini, jangan sampai Gita tau," ucap Rey pada dirinya sendiri.


"Tau apa, Mas?" tanya Gita ngagetin Rey karena tiba-tiba sudah ada di belakang Rey dengan pakaian lengkap.

__ADS_1


"Eh, nggak apa apa kok, kamu udah bangun?" tanya Rey mengalihkan pembicaraan.


"Hem udah, Mas, ayo pulang aku lelah banget!" pinta Gita.


"Kerjaan mas masih banyak,  Yang, mungkin mas bakal lembur," ucap Rey.


"Hah, nggak ada lembur! Sini berkas-berkasnya, udah ayo!" ajak Gita membawa berkas-berkas keluar ruangan sedangkan Rey hanya melongo karena tak tau tujuan Gita.


Tetapi ada hal yang lebih ngebikin Rey semakin ternganga, yaitu Gita malah berbelok ke ruangan Adam dan masuk ke dalamnya, menaruh semua berkas-berkas di meja Adam.


"Om, tolong dikerjain ya! Gita sama Mas Rey mau pulang, dadah! Ayo, Mas," ucap Gita semena-mena, sedangkan Rey dan Adam hanya ternganga dan masih berusaha mencerna ucapan Gita, tetapi Gita langsung menarik tangan Rey dan menyadarkannya.


"Eh tunggu, Yang. Mohon bantuannya ya, Om!" ucap Rey cepat.


Adam baru menyadari akan yang dilakukan Gita, dia tersadar setelah Rey dan Gita keluar dari ruanganya.


"Apa-apaan ini, kok jadi aku sih yang ngerjain semua, wah ponakan tak tau diri, apa ini karma karena aku ngeliat kegiatan mereka, walau hanya sekilas. Ya Tuhan, banyak lagi, lembur lagi lembur lagi," keluh Adam.


*****


Dia pun memutuskan untuk keluar rumah dan mengeceknya lebih dekat, kini dia sudah berada di sebrang jalan tepatnya di depan gerbang rumah Rey, akan tetapi dia dipergoki oleh seseorang.


"Maaf, tante siapa ya?" tanya Rey yang sudah berada di belakang Pasya, setelah turun dari mobil. Tentu saja kedatang Rey itu membuat Pasya mati kutu, terkejut? Tentu saja, tetapi dia mencoba untuk berusaha menyembunyikannya.


"Eh iya, tante orang baru di sini, baru aja seminggu," jawab Pasya.


"Oh tetangga baru, kenalin, Tant, saya Reyhan dan ini istri saya Gita,bkami tinggal di rumah itu," ucap Rey ramah.


"Oh, saya Pasya, rumah tante yang itu, salam kenal ya!" balas Pasya.


"Yaudah ya, Tant, kita masuk dulu, yuk, Yang!" pamit Rey, Gita pun menurut karena sedari tadi Gita diam saja, dia seperti curiga dengan Pasya, sebab, tadi Pasya mengintip ke rumahnya seperti sedang mengawasi.


Sedangkan Pasya akhirnya lega karena Rey dan Gita telah pergi, dia pun bergegas kembali ke rumahnya.

__ADS_1


"Huh, hampir saja, untung mereka nggak curiga, tapi sepertinya itu bukan Kevin. Ah sudahlah, lebih baik aku bersihin diri abis itu istirahat," ucap Pasya pada dirinya sendiri.


*****


"Gimana, Pak? Anda yakin ingin ikut juga ke jakarta bersama kami?" tanya Farhan kepada Kevin.


"Iya, Pak. Saya akan membeli rumah yang dekat dengan kalian, saya janji tak akan terlihat oleh Rey," ucap Kevin meyakinkan.


"Yaudah, apa boleh buat, yuk kita berangkat!" ajak Farhan.


"Iya, Pah, Kevin titip perusahaan yang di sini, Kevin pergi, doain Kevin ya, Pah!" pamit Kevin kepada ayahnya --Herman.


"Hati-hati ya, Nak, jangan lupa nanti kalau pulang bawa cucuku dan istrinya!" pinta Herman.


Kini mereka sudah dalam perjalan menuju ibukota dengan niat mengungkap kebenaran yang mungkin bisa menjadi sebuah kebahagian, semoga saja.


"Pak Kevin, besok kita ke rumah sakit ya, kita langsung cek DNA, tapi masih ada satu hal yang belum saya beritahukan ke bapak, bahkan istri saya pun tak tau," ucap Farhan.


"Hah, emangnya ada apa, Pah?" tanya Ina.


"Iya, Pak, ada apa?" tanya Kevin ikut menimpali.


"Sebenarnya, setelah Rey dan Gita pulang dari Maldives untuk bulan madu, ada seseorang yang mengikutinya, bahkan sampai Indonesia," jelas Farhan.


"Hah, siapa, Pah?" tanya Ina keget.


"Siapa? Kok bisa sampai Indonesia juga?" tanya Kevin juga.


"Saya pun kurang tau, dia seorang perempuan yang kariernya cukup lumayan, tapi saya lupa menanyakan namanya ke anak buah saya," jelas Farhan.


"Hm, kita harus berusaha lindungi Rey dan istrinya, tapi apa mereka punya musuh?" tanya Kevin kembali.


****************

__ADS_1


Like dan komen yang banyak ya!


Terima kasih.


__ADS_2