Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Kecelakaan?


__ADS_3

"Mulai saat ini, kita harus siap menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi, kita harus selalu bersama. Percayalah, tak ada seorang pun yang akan bisa memisahkan kita," ucap Rey memegang tangan sang istri. "Mas berjanji akan selalu melindungi kalian dari segala marabahaya yang ada di luar sana! Mas janji kita akan selalu bersama, bahkan maut pun tak akan bisa memisahkan kita," sambungnya memeluk Gita yang pada saat itu sedang mengandung delapan bulan.


*****


Di sisi lain, Maya sekarang sudah mendapatkan tempat tinggal yang baru. Dia tinggal di hotel yang ada di pinggir kota, tentu saja dia sengaja tinggal di sana, agar tak ada yang bisa menemukannya, bahkan dia juga telah menyogok para petugas di hotel itu untuk menyembunyikan keberadaannya.


Akan tetapi, saat ini Maya sedang sangat marah, rencana yang dia susun secara matang terancam gagal. Sebab, tak ada seorang pun yang mau membantunya, anak buahnya yang telah dia telpon nggak ada yang berani untuk ikut campur, karena mereka semua sudah tau akan akibat yang akan mereka terima jika membantu Maya yang sekarang menjadi buronan para kepolisian.


"Aarrrkkkhhhhhh! Sial! Sial!"


Ctang....


Tarrr....


Pyarr....


Benda-benda pada berjatuhan, kemarahan membuat Maya menjadi lepas kendali, semua benda yang ada di meja rias yang ada di dalam kamar hotelnya sudah hancur, semua sudah berada di lantai. Maya sangat marah, dia bingung dan frustasi, bagaimana dia mau menjalankan rencananya kalau tak ada seorang pun yang mau membantunya. Sungguh, seakan kabur dari penjara menjadi percuma karena dia tak bisa menjalankan rencananya.


***

__ADS_1


"Jangan ada yang berani coba-coba bantu Maya, sempat ada yang ngebantu dia, jangan harap kalian bisa lihat Papa lagi!" titah Frans mutlak.


Kemarahan Frans cukup membuat seluruh keluarganya sangat ketakutan. Bahkan, seluruh pekerja yang ada di rumahnya tak luput terkena amukannya. Semua akibat dari kekecewaannya terhadap Maya yang sudah entah keberapa kali membohonginya.


Seakan tak punya harga diri, itulah yang sekarang tengah dirasakan Frans sebagai seorang ayah dan kepala rumah tangga. Putri yang selama ini dia besarkan dengan baik dan penuh kasih sayang malah terjerumus ke dunia penuh dendam. Malu? Tentu saja, sebagai keluarga terpandang oleh relasi bisnisnya, Frans benar-benar tebal muka mendengar segala cemooh dari semua orang, beruntung semua itu tak berimbas pada saham perusahaannya.


"Papa jangan marah-marah terus, nanti darah tinggi Papa kambuh!" ucap Tika berusaha meredam amarah sang suami.


"Gimana Papa nggak marah, anak itu udah buat Papa malu, belum lagi kalah menghadapi keluarga Pak Farhan, mau ditaroh di mana muka Papa, malu, Mah!" Frans benar-benar frustasi menghadapi masalah ini.


"Tenang, Pah. Devan janji bakal nemuin dia," timpal Devan.


*****


Kini, Reyhan dan Gita tengah berada di perjalanan menuju rumah sakit, untuk chek up rutin, memeriksakan kandungan Gita yang sebentar lagi akan melahirkan, semua terlihat berjalan dengan lancar. Gita dan Reyhan pergi ke rumah sakit tanpa ada yang menemani. Seperti biasa, mereka pergi ke rumah sakit mengendarai mobil. Tetapi, tanpa disadari ada sebuah mobil yang melaju kencang dari arah berlawanan, bahkan mobil tersebut juga salah lajur, dia menggunakan lajur kanan bukanlah kiri, jadi mobil Reyhan dan Gita menjadi hadap-hadapan.


Karena Reyhan dan Gita sedang asik berbicara, bercanda tawa, mereka belum meennyadari akan hal itu. Sedangkan mobil itu, semakin melaju dengan kencangnya.


"Gara-gara kalian aku hidup lontang-lantung sendirian tanpa arah seperti ini. Sedangkan kalian, dengan begitu tenangnya hidup dengan bahagia di atas penderitaanku. Sekarang, aku akan melenyapkan kalian berdua, ya aku akan melakukannya!" ucap Maya yang benar-benar emosi karena rasa frustasi akan kesepian yang sedang dia jalani, membuat dirinya nekad melakukan hal yang sangat gila.

__ADS_1


Mobil yang dikendarai Maya semakin melaju pesat, hanya tinggal beberapa meter lagi, sudah pasti mobil itu akan saling bertabrakan. Sedangkan kondisi jalanan tersebut sedang sangat sunyi, mungkin karena sekarang sedang dalam jam kerja, akan tetapi di sekitaran jalanan tersebut banyak sekali perumahan dan gedung-gedung tinggi.


Reyhan dan Gita mulai kembali fokus pada jalanan setelah sebelumnya puas dengan canda tawa mereka. Tetapi, saat mereka melihat ke arah depan, betapa herannya mereka saat ada sebuah mobil yang salah lajur, melaju dengan pesat ke arahnya.


"Itu mobil kok salah lajur, sih? Apa baru belajar?" tanya Rey heran.


"Entahlah."


"Eh, tapi kok semakin cepat aja jalannya, loh dia sedang mengarah ke arah kita," ujar Rey mulai panik.


"Mas, awassssss!!!!" teriak Gita.


Ciiitttttsssssss....


Gubrakkk....


*************


Maaf yak telat update, author lagi sakit jadinya keegantung deh. Sekali lagi, maaf yak.

__ADS_1


__ADS_2