Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Bersatunya Ayah dan Anak


__ADS_3

Setelah melewati adegan yang sangat haru, kini mereka semua telah berkumpul di ruang keluarga setelah menyelesaikan makan siangnya, setelah perjalanan hidup yang lika-liku, akhirnya Kevin dapat bertemu dengan anaknya yang telah hilang setelah peristiwa beberapa tahun silam.


Kini semua telah berkumpul, tetapi bedanya kali ini entah mengapa Rey menjadi sangat manja, dia menyandarkan kepalanya di bahu sang mama, tentu saja Ina tak akan menolaknya sebab setelah anaknya beranjak dewasa, Rey sudah tak mau bermanja dengannya, bahkan dia tak mau lagi berkeluh kesah seperti dulu saat masih kecil.


Kevin yang melihat pemandangan itu sungguh tersentuh karena melihat sang putra sangat menyayangi orang tuanya, padahal dia tahu bahwa Ina bukanlah ibu kandungnya.


Seandainya kamu di sini Key, pasti kita bakal bahagia, karena anak kita sangat menyayangi orang tuanya.


"Ekhmmm, ini kenapa kok jadi manja gini sama mama?" tanya Ina sambil memegang pipi Rey.


"Biarin, Rey pengen jadi kecil lagi, biar bisa seperti ini sama mama," jawab Rey tak melepaskan sandarannya.


"Sama mamanya aja nih manjanya, nggak mau sama nenek?" goda Windy.


"Gita aja yang manja-manja sama nenek, cuph...." Gita mendekat dan memeluk nenek dari belakang lalu mengecup pipinya.


Kelakuan suami istri itu pun mengundang gelak tawa semuanya, maklum lah mereka menikah di usia yang masih terbilang muda, apalagi seorang Gita yang notabanenya seorang wanita yang tentunya lebih manja kebanding laki-laki, tetapi di sini beda, Rey tak mau kalah dalam hal merebut hati wanita-wanita tuanya, wkwkwk.


"Oh iya, Pah, tadi papa manggil Rey dengan sebutan Abi, apa itu nama Rey saat sama Papa?" tanya Rey kepada Kevin.


"Iya, Nak. Nama kamu dulu adalah Abi, Abiansyah Pratama, nama itu mama kamu yang memberikannya, tetapi tak apa, nama kamu sekarang adalah Rey, nama yang bagus yang diberikan oleh orang tua kamu, kamu harus bersyukur punya orang tua yang sayang banget ke kamu," jawab Kevin sembari menasihati.


"Dih, siapa juga yang nggak bersyukur yakan, Mah, cuphhh." Rey semakin memeluk mamanya erat dan mengecupnya.


"Rey, ikh nggak malu apa, udah punya istri juga!" ledek Ina.


"Yaahhh, Mama," keluh Rey.


"Terus, Pah, tadi papa bilang ke Mas Rey, mama udah meninggal terus sekarang makam mama ada di mana?" tanya Gita ikut nimbrung.


"Iya, Pah, Rey seneng sekaligus sedih, seneng bisa ketemu orang tua kandung Rey,.sedih karena harus tau kalau mama Rey udah nggak ada," ucap Rey sendu.


"Ehmm? Bahkan papa sendiri tak tau mama kamu dikuburkan di mana, mama kamu gugur setelah berjuang nyelametin kamu dari kejaran sahabat papa yang telah berkhianat, tapi syukurlah, mama kamu berhasil nyelametin kamu meski papa harus kehilangan setengah dari aset perusahaan papa," jawab Kevin sendu.


"Iya, Nak, dan sekarang kalian harus waspada, karena akhir-akhir ini kalian sedang diikuti, dan kalian tau siapa yang mengikuti kalian?" ucap Farhan bertanya yang mendapat gelengan dari Rey dan Gita.


"Yang mengikuti kalian adalah orang yang telah menghancurkan keluarga papa kamu, yang telah membunuh ibu kamu, yang telah memisahkan kamu dari keluarga kamu, Nak," tukas Farhan.

__ADS_1


"Hah, jadi selama ini ada yang berusaha nyakitin Rey dan Gita?" tanya Rey khawatir.


"Iya, Nak, tapi kamu tenang saja, papa udah menyuruh orang suruhan papa untuk melindungi kalian dari jauh," ucap Farhan yang membuat lega semua orang.


"Emangnya siapa sih, Pah, yang udah jahat sama kita?" tanya Gita gantian.


"Yang mengikuti kalian adalah sahabat papa, sahabat yang telah membawa kehancuran di keluarga papa, namanya adalah PASYA," ungkap Kevin emosi.


"Hah, tante Pasya?" ucap Rey dan Gita bareng-bareng dan terkejut.


"Ja-adi yang mengikuti kami adalah Pasya, yang tinggal di depan rumah kita?" tanya Gita kaget bukan kepalang.


"Kalian udah kenal dia?" tanya Kevin.


"Iya, Pah, kemaren kami melihat dia di depan gerbang rumah kita, dan kami pun sempat bicara sebentar dengannya," jawab Rey.


"Sudah aku duga ada yang tidak beres dengan dia, Mas, soalnya pada saat itu dia seperti sedang mengintip rumah kita," ucap Gita yakin.


"Iya, Nak, mulai sekarang kalian harus waspada!" peringat dari Ina.


Mereka terus mengobrol, mengungkap segala masa lalu yang telah memisahkan hal yang paling berharga, tetapi tanpa mereka sadari ada seorang Art baru yang mendengatkan perbincangan mereka, dia benar-benar mendengar seluruh pembicaraan mereka.


"Hallo, Bu?"


"Iya, ada kabar apa?"


"Begini, Bu, ternyata tuan Rey adalah putra kandung dari Pak Kevin yang selama ini Ibu cari."


"Sudah aku duga, terus apa lagi?"


"Sekarang mereka telah bersatu, Bu, dan mereka telah mengetahui


kedok Anda, dan megetahui bahwa


ibu tinggal di depan rumah mereka."


"Oke, terus awasi mereka! kabari terus segala perkembangannnya!"

__ADS_1


Panggilan telefon pun di tutup secara sepihak oleh Pasya, dia sekarang merasa khawatir, sebab semua telah terbongkar, dia mondar-mandir memikirkan sebuah rencana.


"Ya, untuk sekarang aku harus pindah dulu dari rumah ini, aku akan sewa apartemen, tapi sebelum itu aku harus ke tempat wanita itu aku sekap. Sialan! Gara-gara dia aku harus pusing memikirkan ini," ucap Pasya pada dirinya, dia pun bergegas mengambil tasnya dan berjalan keluar memasuki mobil dan meninggalkan rumah itu. Di perjalanan dia menelpon anak buahnya yang dia tugaskan untuk menjaga wanita itu.


"Hallo?"


"Iya, Bos."


"Persiapkan segala sesuatunya, saya akan menemui wanita sialan itu."


"Baik, Bos!"


"Ingat, perketat juga penjagaannya


saya nggak akan menerima segala


kekurangan."


"Siap, Bos!"


******


Kini hari sudah menunjukkan malam, waktunya iatirahat, dan sekarang Rey tengah berada di kamarnya bersama  dengan sang istri setelah orang tuanya tadi pamit untuk pulang, padahal Farhan udah menyuruh mereka untuk menginap tetapi mereka kekeuh untuk pulang padahal jarak rumah mereka hanya seratus meter dari rumah kediaman Nataniel.


"Mas, kamu seneng nggak akhirnya bisa ketemu orang tua kandung Mas?" tanya Gita yang saat ini tengah berbaring di ranjang memeluk sang suami.


"Seneng, mas pikir mas itu anak haram yang dibuang, ternyata spekulasi mas salah, mas seneng banget," ucap Rey antusias.


"Alhamdulillah, akhirnya keluarga Mas bisa bersatu kembali, sekarang hanya tinggal memikirkan rencana untuk menghukum Pasya," ucap Gita.


"Yang, ihkh geli tau, kamu mau mas makan?" ucap Rey menyingkirkan tangan Gita yang sedang bermain-main membentuk gambar abstrak di dada bidangnya, karena emang Rey kalau tidur selalu telanjang dada.


"Haha, mana bisa, aku kan masih datang bulan," jawab Gita tertawa.


"Hah, lama banget sih?" dengus Rey.


****************

__ADS_1


Hai kaka reader, jangan lupa like sama komen ya, kritik pun nggak apa-apa, ingat jangan lupa like sama komen, komen apa pun nggak masalah, biar author semangat nulisnya.


Terima kasih.


__ADS_2