Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Orang Dalam?


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Rey langsung berlari masuk ke dalam, saat sudah di dalam, kebetulan sekali ada Kevin dan Kesya, dia langsung berlari dan memberi tahukan apa yang sudah terjadi hari ini.


"Pah, Mah hiks hiks...." Rey menangis.


"Kamu kenapa, Nak? Kok nangis gini?" tanya Ina terkejut bukan kepalang saat melihat sang putra pulang pulang menangis, tak lain pula dengan yang lainnya, mereka juga terkejut sekaligus khawatir, mengapa Rey sampai menangis.


"Bangun, Rey, kamu kenapa? Git sua ... Loh Gita mana? Kok kamu sendirian?" tanya Farhan baru menyadari kalau anaknya tak bersama Rey.


"Hiks Gita,Pah. Gita ... Aaakhhh!" teriak Rey benar-benar merasa terpukul atas kejadian ini, orang yang dia sayang, dia jaga selama ini, dengan beraninya ada yang menculiknya.


"Nak, sabar! Ada apa ini?" tanya Kevin gantian, sedangkan Kesya memeluk Ina yang juga sekarang menangis karena takut sang putri kenapacnapa, karena melihat Rey yang menangis.


"Hiks, Gita ... Gita diculik, Pah." Tukas Rey yang membuat semua kaget bukan kepalang, Gita di culik tengah hamil muda, kenapa? Kenapa mereka menculik Gita? Bagaimana jika mereka menyiksa Gita? Ya Tuhan gimana kondisi Gita sekarang, pikir semua.


"Hiks Gita, Pah. Ayo cari istri Rey, dia lagi hamil, Rey takut dia kenapa-napa hiks!" ajak Rey benar-benar semakin merasa cemas atas apa yang terjadi.


"Sabar, Nak! Kamu tenang dulu, kita akan cari istri kamu," kata Kevin menenangkan Rey yang sekarang sangat khawatir akan nasib istri dan calon anaknya.


"I-istri Rey, Pah, Gita ... Rey takut mereka jahat sama Gita, Mah, Pah, tolongin Rey bantuin cari Gita!" pinta Rey yang benar-benar kalang kabut, sebab dia tak menyangka musuh mereka aka senekat ini sampai berani menculik Gita.


"Iya, Nak, terakhir kali kalian di mana?" tanya Farhan setelah melihat Rey yang agak sedikit tenang.


"Rey tadi sama Gita ke mall, saat kami mau beli es krim Gita pamit ke toilet, terus Rey tunggu sekitar setengah jam Gita tak kunjung balik, jadi Rey cari ke toilet, muter muter mall juga tidak ada, Rey juga udah cek cctv, tapi saat di jam jam Gita ke toilet cctvnya error seperti di retas," ungkap Rey menceritakan kejadiannya secara singkat namun jelas.


"Hah, diretas? Kelihatannya ini emang penculikan berencana, mereka udah ngerencanain ini matang-matang, jadi kita harus gimana, Pak?" tanya Kevin yang juga bingung harus berbuat apa, lapor polisi belum satu kali dua puluh empat jam.


"Saya akan kerahkan orang-orang saya dan detektive untuk melacak keberadaan mereka, untuk sekarang kita harus cari sekitaran mall itu dulu," kata Farhan.


"Makasih, Pah," kata Rey agak sedikit tenang sebab dia merasa ada harapan atas ucapan Farhan.


"Yaudah sekarang kamu makan dulu, isi tenaga kamu, kamu tadi pagi kan nggak sempat makan," kata Ina yang juga mengkhawatirkan Rey.


"Tapi, Mah, Gita apa sudah makan, pasti di sana dia ketakutan, Rey nggak mau makan." Rey menolak.


"Gita tadi udah makan, lagian gimana kamu mau cari Gita kalau kamu nggak punya tenaga karena perut kosong?" tanya Ina lagi.


"Tapi, Mah--" tolak Rey lagi.


"Udah makan, Nak, turuti mertua kamu, nggak baik ngebantah orang tua, Gita pasti juga bakal marah kalau kamu nggak makan, kita pasti bisa temuin istri kamu," suruh Kesya memberikan petuah buat Rey.

__ADS_1


"Yaudah tapi sedikit aja, Rey mau langsung cari Gita lagi, Rey takut terjadi sesuatu dengan Gita dan calon anak kami," ucap Rey lagi yang di angguki oleh mereka berdua.


Di sisi lain Farhan tengah di ruang kerjanya bersama Kevin, di dalam Farhan sedang menelfon seseorang.


"Hallo?"


"Iya, Tuan."


"Saya mau kamu kerahkan semua anak


buah kamu, cari putri saya sampai


ketemu, dia diculik di mall ibukota!!!"


"Baik, Tuan."


Tut....


Panggilan pun di matikan oleh Farhan setelah dia memberikan titahnya kepada orang-orangnya. Tak lama kemudian dia kembali menelfon seseorang.


"Hallo, selamat siang, Pak!"


"Gini, saya minta Anda selidiki


lokasi putri saya, dia diculik di sekitaran Mall ibukota."


"Siap! Saya akan menelusurinya bersama rekan-rekan saya."


"Baiklah, saya tunggu hasilnya secepatnya!"


Tut....


Panggilan kembali diputus oleh Farhan, dia telah menelpon anak buahnya dan detektif untuk membantu mencari keberadaan anaknya.


"Kira-kira siapa yang sudah berani menculik Gita ya, Pak?" tanya Farhan kepada Kevin.


"Ehmm, saya curiga ini orang yang sama, soalnya musuh kita yang berani melakukan hal ini hanya dia," jawab Kevin masuk akal.


"Bener juga, Pak. Saya sependapat dengan Anda, tapi gimana mereka bisa tau pergerakan kita?" tanya kembali Farhan.

__ADS_1


"Sepertinya di sekitaran kita ada pengkhianat, Pak, kita harus cari tau pengkhianat itu dulu," usul Kevin yang tiba-tiba di luar ada suara benda pecah.


Ctangggg....


"Gawat, aku harus pergi sebelum ketahuan," seru orang itu dan pergi bersembunyi dengan cepat.


"Siapa itu?" tanya Farhan dan Kevin barengan tetapi saat mereka sudah di luar tak ada orang.


"Aneh, yaudah yuk masuk lagi, mungkin tadi hanya kucing," ucap Kevin.


"Huh hampir aja ketahuan," ucap orang itu, tapi tanpa dia sadari, ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan gerak-geriknya.


"Aku harus segera lapor Bu Pasya, jangan sampai mereka berhasil melacak jejaknya." Pembantu itu pun pergi berlalu dengan cepat mengarah kembali ke dapur.


"Aneh, itu pembantu kenapa sih, ah sudahlah, bukan urusanku, mending sekarang aku fokus cari istriku, oh iya tadi dia kan bawa ponsel, aku akan berusaha lacak dia dari ponselnya saja, siapa tahu bisa," kata Rey yang masih sibuk mencari cara untuk menemukan istrinya.


*******


Di sisi lain Gita tengah tertidur karena kelelahan menangis, tetapi tiba-tiba ada yang menyiramnya dengan air, dia kaget dan langsung terbangun.


"Woy, bangun lho dasar kebo!!" pekik orang itu.


"Hiks, Elo."


"Apa? nggak terima! Nih rasain lagi."


Byurrrrrrr....


"Cukup! Cukup May! Kenapa lo jahat banget hiks sama gue hikss, gue punya salah apa sama lo?" kata Gita sambil menangis.


"Heh, elo masik nanyak salah lo apa, elo udah buat gue masuk penjara, elo udah jebak gue, dan elo ... Udah ngerebut cinta gue," sergah Maya menjawab petanyaan Gita.


"Tapi itu semua elo yang mulai, elo yang mau ngejebak gue, dan kak Rey itu suami gue, nggak sepantasnya elo jatuh hati sama pria beri--" ucap Gita berteriak.


Plak....


"Berani elo teriak ke gue, persetan dengan kak Rey yang sudah beristri, sekarang gue udah nggak peduli, gue akan hancurin kalian sehancur-hancurnya, kalian lihat saja," ucap Maya berlalu pergi setelah menampar Gita dan meninggalkannya dalam keadaan basah kuyup dan pipi merah lebam bekas tamparan.


****************

__ADS_1


Hai kaka reader, maaf ya aku telat up lagi, bener-bener sibuk authornya, makasih yang tetep stay ya, jangan lupa tinggalin jejak, sampai jumpa besok, See You All.


__ADS_2