Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Petunjuk


__ADS_3

Rey benar-benar uring-uringan, dia sangat khawatir dengan istrinya yang sekarang telah di culik dalam keadaan hamil muda, di mana kondisinya masih sangat rentan keguguran, Rey benar-benar dilanda kecemasan akan apa yang dialami istrinya, Gita.


REY POV


Aku terus mencari cara bagaimana cara mencari istriku, ku lacak ponselnya tetapi tak membuahkan hasil, ku kerahkan anak buahku untuk mencari Gita, bahkan Papa Kevin dan Papa Farhan juga sudah ikut membantu, tetapi seakan penculikan ini bener-bener sudah di rencanakan sangat matang, sudah satu hari lamanya tapi tak ada informasi apapun dari orang-orangku, aku sampai berfikir seperti ada yang ganjil, seperti ada yang membocorkan segala hal yang kami lakukan, tapi aku benar-benar bingung gimana cara mencari dan menemukan istriku.


"Di mana kamu, Yang? Ya Tuhan tolong lindungi istriku dan janinnya di manapun mereka berada," ucapku berdoa karena aku benar-benar frustasi akan diculiknya istriku.


Tak tau lagi gimana cara mencari istriku, tak tahu lagi gimana cara mencarinya, bahkan aku juga sudah melapor ke kantor polisi, tapi sampai sekarang pun masih belum ada hasil.


"Rey! Rey!" panggil papaku.


"Iya, Pah, ada apa?" tanyaku kepada Papa Farhan.


"Nak, dimana terakhir kali kalian berada?" tanya papaku.


"Di dalam mall, Pah," jawabku sekenanya saja.


"Lihatlah, Nak! Anak buah papa nemuin ponsel Gita deket garasi mobil mall itu," ucap papaku menyodorkan ponselnya.


"Hah, iya, Pah ini ponsel Gita," ucapku membenarkan kalau ponsel itu milik Gita.


"Hemmm, berarti penculiknya sempat membawa istrimu menggunakan mobil melalu garasi itu," ucap papaku berspekulasi.


"Mungkin, Pah."


"Yaudah, kamu tenang aja kita pasti bisa temuin Gita," ucap papaku dan berlalu pergi, mungkin pergi mencari istriku.


"Iya, Pah," ucapku hanya bisa menghela nafas.

__ADS_1


Ku pandangi ponsel ini, aku tau benar ini ponsel istriku, karena waktu honeymoon aku sempat membeli softcase couple untuk kami, jadi aku tau benar. Ku buka ponselnya, ternyata baterainya masih ada, aku tau pin poselnya karena kami emang saling terbuka.


Kubuka galerynya, kulihat foto-foto bersama kami, betapa bahagianya kami saat berfoto, berbagai kenangan dari sebelum menikah sampai foto-foto haneymoon, ku pandangi wajah istriku, tanpa sadar aku meneteskan air mata, kemana kamu, Yang?? Mas kangen.


Ku buka kembali aplikasi hijau itu (WA). Kubuka percakapan kami, tapi saat aku melihat isi percakapan kami, betapa kagetnya aku saat membacanya.


"Mas, tolong! Aku di culik, tolong aku, kamu lacak aku melalui ponsel ini, karena ponsel kamu aku ada bersamaku, aku berharap padamu, Mas. Aku janji akan berjuang demi anak kita."


******


Hah, aku baru sadar seharian ini aku tak melihat ponselku, ternyata ada bersama Gita, aku harus segera melacaknya, tunggu mas, mas akan nyelametin kamu dan calon anak kita.


REY POV OFF


Di sisi lain, Farhan dan Kevin tak henti-hentinya menelpon koneksinya agar membantu mencari Gita, setelah menemukan ponsel Gita, mereka semakin banyak mengerahkan orang untuk mencari Gita.


"Bagaimana, Pak? Apa ada informasi?" tanya Farhan.


"Pah! Papa!!" teriak Rey tiba-tiba datang.


"Ada apa, Rey, kamu kenapa?" tanya Kevin.


"Rey nemuin petunjuk, Pah," ucap Rey membuat Kevin dan Farhan terperangah bahagia, setidaknya ada sedikit klue untuk mereka gunakan mencari Gita.


"Apa itu, Rey?" tanya mereka bersamaan.


"Ehmm, sebaiknya kita bicara di dalam kamar Rey yang kedap suara!" ucap Rey memberikan saran.


"Emangnya kenapa, Rey?" tanya Farhan mengernyitkan kepalanya.

__ADS_1


"Nanti Rey jelasin, Pah. Sekarang kita fokus ke Gita dulu." Rey berlalu pergi ke kamarnya.


Sedangkan Farhan dan Kevin heran dengan sikap Rey, tetapi mereka memilih untuk mengikutinya saja. Mungkin ini emang yang terbaik, pikir mereka.


Sesampainya di kamar, Rey langsung menutup pintu dan menguncinya agar tak ada seorangpun yang mendengarkan pembicaraan mereka.


"Kenapa pintunya kamu kunci, Rey?" tanya Farhan benar-benar bingung atas tindakan Rey.


"Enggak apa apa, Pah. Rey cuman ngerasa kita seperti diawasi, setiap pergerakan kita untuk berusaha mencari Gita, seakan ada yang membocorkan informasinya," jelas Rey yang langsung di mengerti oleh mereka.


"Oh iya, petunjuk apa yang kamu temuin?" tanya Kevin to the point.


"Jadi gini, Rey lupa kalau seharian ini Rey tak lihat ponsel Rey, dan ternyata dari ponsel Gita yang Papa temuin, Gita memberi klue, di dalam ponsel, Gita menyuruh Rey untuk melacak ponsel Rey melalui ponsel ini, ponsel Rey dan Gita terhubung, dan kebetulan ponsel Rey ada di Gita," ucap Rey menjelaskan apa yang dia dapat.


"Benarkah?" tanya mereka berdua langsung menunjukkan senyum merekah tanda ada harapan muncul.


"Iya, Pah, dan Rey sudah tau di mana istri Rey berada," ucap Rey yang tiba-tiba menunjukkan senyum smirknya, sungguh bagi siapa yang melihatnya pasti akan bergidik karena itu terlihat sangat menyeramkan, orang yang humoris diganggu ketenangannya maka dia bisa jadi singa yang siap menerjang mangsanya.


Di luar kamar Rey, ada seseorang yang berusaha mendengar apa yang mereka bicarakan, tetapi dia sebal karena tak bisa mendengar percakapan mereka, karena Rey telah menguncinya, dan juga karena kamar Rey dirancang khusus kedap suara.


"Sial! Aku nggak bisa dengar lagi, kira-kira apa yang mereka omongin di dalam sana? Huh, terserahlah, mending aku segera pergi dari pada ketahuan," ucap orang itu dan berlalu pergi.


Akan tetapi tanpa dua sadari ada seseorang yang melihat garak gerik orang itu, dia merasa curiga saat melihat gerak-geriknya.


"Mencurigakan, aku harus menyelidikinya, mengapa dia ada di depan kamar Rey bukannya di dapur bersama rekan-rekannya?" ucap Kesya yang melihat pembantu itu di sekitaran kamar Rey.


****************


Hai kaka reader, maaf ya aku telat up lagi, akhir-akhir ini kesibukanku bertambah jadi sulit mau up tepat waktu, jangan lupa tinggalin jejak, jangan lupa votenya juga!

__ADS_1


Sampai jumpa lagi.


See You All.


__ADS_2